Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
dua laki-laki sombong


__ADS_3

Sehari setelah peresmian pengalihan jabatan.


Shin duduk dengan melipat kaki disofa ruang tamu berhadapan dengan idris yang saat itu sedang menandatangani sertifikat apartemen yang akan dijualnya.,, tiba tiba nada ponsel Shin berbunyi.. shin tampak telah mempersiapkan diri untuk menerima panggilan telpon yang tidak lain adalah dari neneknya sendiri.


“kau mengkhianati ku” tuduh neneknya dari dalam telpon.


“Nenek.. bukan kah kau dulu yang mengkhianatiku” balas Shin tidak terima.


“Mengkhianatimu? Apa maksudmu”tanya diahu tidak mengerti..


“kau memanfaatkan aku untuk menyerang kakek tien sementara bukan dia yang ingin membunuh kakek ku.. tapi kau lah yang ingin membunuhnya bukan” jawab Shin emosi..


“Shin ga masih hidup?” tanya diahu mulai ketakutan.. takut akan kehilangan cucu yang dia sayangi..


“Benar... aku ti..” jawab shin tapi belum lagi ia melanjutkan kata katanya,, diahu telah mematikan panggilannya,, ketika Shin mencoba menghubunginya kembali ,, nomor tersebut telah dinonaktifkan.


“Jadi benar tebakkan kita bahwa nenekmu mencoba membunuh kakekmu ya” ucap idris setelah menyelesaikan urusannya.


“Aku tidak menyangka.. nenekku bahkan mematikan panggilannya sebelum aku meminta penjelasan” ucap shin kemudian membuka lipatan kakinya dan menggenggam kedua telapak tangan diantara kedua kakinya.


“Aku sudah mengurusnya.. secepatnya aku akan pindah ketempat yuanna.. bagaimana denganmu?” tanya idris kepada Shin..

__ADS_1


“Aku juga akan tinggal disana.. tampaknya kakek ku sangat ketat mengawasi ku dan tidak membiarkan natto meninggalkan ku sedikitpun.. kita akan tinggal di satu tempat dan akan mencari cela untuk saling berbicara.. aku takut jika aku diam diam bertemu dengan mu mereka akan curiga.. jika mungkin natto mengikutiku sampai kerumah yuanna.. itu akan lebih mudah bagiku untuk berbicara denganmu karena tampaknya natto sedikit tertarik dengan yuanna” jelas Shin kepada idris.. idris memahami perkataan Shin dengan menganggukan kepalanya.


********


Didalam ruang tamu idris berdiri memandang geram Nana yang sedang terbaring diatas sofa sembari mengenakan earphone dan memeluk bantal didadanya..


“Kesal sekali lihat wanita ini.. “ gumam idris dalam hati “natto,, kenapa kau diam saja.. bukan kah dia adalah kakakmu” keluh idris kepada natto yang saat itu sedang memerintah seorang pekerja renovasi.


“Ha.. aku tidak kenal dia.. “ ucap natto seenaknya,, dia masih merasa kesal dengan kebodohan nana yang menghilangkan 10% saham keluarganya.


“Kau tidak dengar keluhan pekerja yang tidak bisa memindahkan barang barang yang dia gunakan saat ini ya” keluh idris lagi semakin geram.. dia yang baru saja kembali keapartemen yuanna untuk mengambil beberapa dokumen penting harus mendengarkan keluhan pekerja renovasi karena tidak bisa memindahkan sofa dan televisi didalam ruangan tersebut.


“Aku tidak peduli” jawab natto seenaknya..dia sengaja mengabaikan keluhan pekerja renovasi karena melihat nana duduk di sofa ruang tamu dan secara diam diam memerintah pekerja renovasi mengeluhkan Hal itu kepada idris yang tiba tiba muncul dari luar apartemen agar dia tidak berurusan secara langsung dengan nana.


“Apa apaan ini” teriak nana tidak terima sembari memukul dada idris.. idris yang sudah sangat geram bergerak menuju kearah pintu kemudian melemparkan tubuh nana keluar lalu masuk kedalam ruangan lagi dan mengunci pintu rumah sehingga nana tidak bisa masuk walaupun telah menekan tombol kunci yang telah diberitahu yuanna malam itu.


“Bangsat” maki nana sembari menendang pintu.. lalu dia terduduk menyandar pintu dengan menekuk kedua kaki dan memeluknya..”lapar sekali,, cemilan tadi tidak mengenyangkanku,, natto juga pelit sekali.. tidak.. “ dia mulai menggelengkan kepalanya” aku tidak bisa terus seperti ini... “ lalu bergumam dalam hati.


******


Yuanna berjalan masuk kehalaman apartemen menuju ketempat tinggalnya.. setelah beberapa langkah melewati pintu masuk tiba tiba langkah kakinya terhenti ketika melihat seseorang menghalangi langkah kakinya.

__ADS_1


“Kau tidak ingin berkunjung kerumah tunangan mu ini?” ucap Sien yang saat itu menghalangi yuanna.. mendengar ucapan sien,, yuanna memegang dahinya sendiri dengan salah satu tangannya karena tidak percaya bahwa sien masih mengatakan dia adalah tunangannya.


“Aku bukan tunangan mu” ucap yuanna sembari bergerak untuk berjalan lagi menghindari Sien.. tapi sayang langkah kakinya terhenti lagi ketika sien berhasil menggenggam pergelangan tangannya..


“Apaan sih ah” ucap yuanna tidak senang dengan menghempaskan tangannya agar terlepas dari tangan sien.. sien membalikan tubuhnya menghadap yuanna yang saat itu sudah berada disampingnya.


“Seharusnya kau senang aku mengakuimu sebagai tunanganku... bukankah sebelumnya kau ingin aku menikahimu,, “ ucap sien dengan bangganya.


“Iya iya dulu dulu..sekarang aku sudah tidak sudi menikah dengan mu lagi” jelas yuanna sembari mulai melangkahkan kaki tapi lagi lagi tangan Sien menghentikan langkah kakinya.


“apa lagi sih sien” ucap yuanna mulai kesal


“kau tidak mau menikahi orang paling kaya kedua dinegara ini...hahahha lucu sekali” ucap sien menyombongkan diri” ah.. mantan suamimu saat ini mungkin akan menjadi orang terkaya di negara ini.. tapi jangan lupa kau telah diceraikannya.. dan lagi mana mungkin orang seperti dia mau bersama dengan orang rendah sepertimu,, jadi kau tidak ada pilihan selain menikah denganku,, saat ini aku adalah pemilik rumah sakit terbesar dinegara ini yang memiliki banyak cabang diberbagai kota,, memang sih saat ini masih dipegang oleh ayahku tapi sudah dapat dipastikan pemilik aslinya adalah aku,, dan juga aku memiliki saham pribadi diperusahaan Co atas nama diriku sendiri,, bukankah itu sudah membuktikan bahwa aku adalah orang terkaya kedua dinegara ini.. ironis sekali kalau kau tidak mau menikahiku,, pikirkan baik baik” jelas sien mendorong pelan dahi yuanna dengan jari telunjuknya yang membuat yuanna menggelengkan kepala tidak menyangka melihat kepercayaan diri sien yang terlalu tinggi.


“Oh.. benarkah .. apakah mungkin orang kaya kedua mau menikahi bekas istri orang yang bahkan sudah tidak perawan lagi” ucap shin dari kejauhan yang berjalan mendekati yuanna dan sien..saat itu dia baru saja tiba di apartemen yuanna dan mendengar percakapan mereka berdua.


“Memang orang yang tidak perawan lagi tidak bisa bahagia apa hah” maki yuanna tidak terima dengan ucapan seenaknya shin..


“Hahahaha ... tidak.. kau tidak bisa bahagia kecuali jika kau bersamaku” tawa Shin meremehkan membuat Yuanna semakin naik pitam.


“Akan kubuktikan padamu aku pasti bahagia tanpamu “ ucap yuanna emosi sembari menunjuk kewajah yuanna.

__ADS_1


“Tenang saja.. jika tidak ada yang mau denganmu.. aku akan siap selalu menikahimu” ucap seseorang yang juga baru tiba dari kejauhan. orang itu adalah Lian..melihat lian berjalan mendekatinya... yuanna lalu berlari menuju Lian dan memeluk lengannya dengan kedua tangannya.


“benar sekali.. kau lihat kau lihat... dia adalah aktor terkenal yang bahkan memiliki penggemar lebih banyak dari kalian berdua.. dia juga adalah presdir dari Perusahaan Zin.. dia juga sangat kaya dan bisa menjadi aktor luar negeri jika dia mau..,, jadi buat apa aku harus kembali padamu dan menikah denganmu” ucap yuanna sembari menunjuk kearah Shin dan sien yang saat itu kesal melihat kedatangan Lian “ayo kita pergi sayang” ucap yuanna kepada lian sembari meninggalkan Shin dan Sien yang menatap marah kearah Lian dan yuanna.


__ADS_2