Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
disalahkan


__ADS_3

Aku keluar dari hotel mewah, Lian masih berada disebelah ku.


aktor tampan ini sebenarnya adalah Tuanku didalam game yang saat ini aku mainkan. walaupun aku adalah Heroin tertinggi tetapi tetap saja aku butuh seorang suami untuk bertahan dalam permainan.


Lian adalah Kaisar yang berkuasa, aku adalah permaisurinya. aku membantunya menguasai kerajaan kerajaan didalam game, tentu saja kalau bercerai wilayah kami terbagi dua,


hal itu juga akan sangat merugikannya. ditambah lagi, otakku ini lumayan cerdas dalam bermain. Lian sangat membutuhkan ku didalam game yang kami mainkan.


akun kedua ku juga adalah istrinya.


didalam game boleh menikah berkali-kali. tergantung pemainnya akan memberikan wilayah kepada istri atau suami yang mana ..? tentu saja aku sangat setia, selama 3 tahun bermain aku belum pernah menikah lagi. dan lian juga belum pernah memiliki istri lain kecuali aku dan akun kedua ku.


hahaha..


tapi dia tidak tahu kalau istri keduanya adalah aku.


Aku berjalan di trotoar sembari mengayun ayun kan tanganku.


“Hari ini aku akan habiskan waktu libur ku untukmu, jadi merasa banggalah pada dirimu yang sebenarnya tidak pantas menerima kebaikan ku” ucap Lian dengan begitu sombongnya.


lian memang begini orangnya, aku tidak heran lagi.. didalam game juga dia selalu membangga- banggakan dirinya sendiri.


karena dia punya banyak uang dan otakku lumayan encer, kami bisa menguasai hampir seluruh kerajaaan, kerajaan didalam game juga sangat banyak,


sekitar lebih dari 500 kerajaan, game yang kami mainkan memang sungguh luar biasa.


“baiklah.. " jawabku mengiyakan saja "aku bangga sekali hari ini pada mu teman” pujiku kepadanya, liat saja hari ini aku akan membuatmu kelelahan bermain game bersamaku.


Sebuah mobil berhenti disebelah jalan kami, mobil berwarna hitam dan bentuk nya berbeda dengan mobil milik Shin, menurut ku mobil milik Shin jauh lebih bagus.


“ masuklah sebentar, aku ingin memberikan sesuatu padamu” ucap seseorang yang telah membuka kaca jendela mobil.


dia lagi.


baru saja bertemu, sekarang malah bertemu lagi.. mau apa sih dia..?


aku patuhi perintahnya lalu masuk kedalam mobil.


“Ini hadiah untukmu.."dia memberikan sebuah kotak kepadaku "terima kasih atas bantuan mu.. " ucapnya memaksa memberikan kotak tersebut ketanganku "maaf kan aku sudah menyusahkan mu tadi” ucapnya lagi menegunkanku yang terpaksa mengambil kotak tersebut lalu membukanya.


wah.. ternyata dia adalah orang yang tahu cara membalas budi, didalam kotak tersebut berisi kalung mewah,


tapi sayang sekali, aku benar-benar tidak berniat memakai barang mewah seperti ini.


“Maaf .." ucapku "aku tidak bisa menerimanya" tolakku lalu memberikan kotak tersebut kepadanya "kalau nyonya benar benar ingin aku menerima hadiah, bisakah nyonya mengabulkan satu permintaan?” pintaku padanya,


benar..


ada satu hal yang paling aku butuhkan saat ini dan aku yakin dia pasti bisa membantuku.


“Katakan apa yang kau mau..? aku akan berusaha membantu mu” dia ternyata adalah orang yang sangat baik.


“ Shin .." ucapku tidak ingin berbasa-basi "dia tidak ingin aku bekerja diperusahaannya, bisakah kau membantuku masuk kesana? Aku hanya ingin membantu Shin. aku sungguh..."memasang wajah memelas agar dia bisa yakin kepadaku "tidak akan mencelakakan ataupun mengkhianatinya!” pinta ku kepadanya.


kalau tidak bisa juga ya, aku terpaksa akan cari jalan yang lain.


“ tentu saja aku bisa bantu tapi apa kau tidak takut shin akan marah kepada mu?”


“Tentu saja aku takut, maka dari itu.." Sedikit lagi berhasil "aku ingin nyonya membantuku agar shin tidak dapat mengenaliku..” ucapku lagi mengharapkan bantuannya.


benar...


cara terbaik agar bisa masuk kedalam perusahaan shin adalah menyamar..


“ Baiklah, beri aku nomor ponsel mu." pinta wanita ini "setelah semuanya beres, aku akan menghubungimu" astaga, benarkah yang kudengar ini, dia sungguh, mau membantuku "terima saja kalung ini sebagai hadiah" dia memberikan kembali kotak tersebut ketanganku "aku membantumu karena kau berniat membantu putraku" dia tersenyum lembut memandangku " bagaimanapun, shin juga adalah putraku sendiri” ungkapnya, padahal shin adalah anak tirinya, walaupun anak tiri, tampaknya ibu sien juga sangat menyayangi shin.


tapi menurutku, shin memang pantas disayangi, dia bahkan lebih baik kepada ibu sien dibandingkan dengan ibu kandungnya sendiri, Ralla.

__ADS_1


Walau Bagaimanapun mereka semua adalah korban, korban dari kebodohanku ini.


setelah selesai berbicara dengan ibu sien, Aku keluar dari mobil,


Lian, saat itu dia masih berdiri menunggu.


dia terlihat sudah terbiasa memakai masker dan topi setiap pergi keluar. Tentu saja aku tahu karena dia selalu bercerita kepada ku tentang masalahnya.


Aku memasukan hadiah dari ibu sien kedalam tas ku, tas yang kubawa saat ini merupakan hadiah pertama yang diberikan Shin kepadaku.


aku sangat menyukainya, bukan hanya tas saja. Shin juga memberikan aku kartu debit.


aku bisa makan dan melakukan apapun yang kusuka.


“Ayo pergi.. “ ajakku dengan mudahnya menarik lengan lian. saat itu kedua tangannya masuk kedalam kantung jaket.


“ Kita mau pergi kemana? “


“Mana ku tahu" jawabku yang juga bingung "seharusnya kau sudah tahu kita mau pergi kemana, padahal barusan saja kau membanggakan diri akan meluangkan waktu bersama ku” ucapku kepada lian.


aku sedikit kesal padahal dia tahu sendiri bahwa aku tidak pernah keluar selama 3 tahun belakangan ini dan lagi kota ini sudah berubah, akupun tidak tahu dimana saat ini aku berada.


“ Baiklah, kita ke apartemenku saja.." ajaknya memberi ide "kita habiskan saja waktu sampai sore bermain game..”


“Ayo” jawabku penuh semangat dengan mengepal kan tangan keatas “ jangan lupa beli makanan di supermarket dulu, kau mau kita mati kelaparan ya”


“Benar ayo mulai belanja”


********


Setelah lelah berjalan dan berbelanja, Kini kami telah berada diruangan dan mulai memain kan game.


ruangan ini sangat luas, aku bisa tidur dimana saja, nyaman sekali untuk bermain game dengan ponselku.


“ serang yang mana dulu?”


“ Cepat gunakan sihirmu.. aku tidak bisa menahannya lagi...” perintahnya kepadaku.


“ Sini aku yang main kan..? “ pintaku lalu aku mengambil ponsel lian dan berbaring di sebelahnya. “Yang ini, pilih yang ini juga, kau ini bodoh sekali” ucapku tetapi kenapa lian diam saja, mencurigakan... ada apa dengannya tiba tiba ” hei, " panggilku "kau perhatikan tidak sih petunjukku"


“ hahaha.. maaf maaf.. aku hanya tidak menyangka, wangi mu sangat enak” ucapnya aneh sekali.


“Bodoh” ucapku kesal.aku memukul kepala lian lagi.. “jangan berpikir yang aneh aneh” kata ku lagi.


suara tombol pintu tiba-tiba berbunyi,


terlihat seseorang akan masuk kedalam ruangan. Seorang wanita berambut sebahu mulai melangkah masuk kedalam ruangan.


dia terlihat terkejut melihatku dan lian sama-sama berbaring sembari memegang ponsel. Dengan bergegas dia menghampiri ku,


dan dengan cepat aku mulai berdiri dari baringanku.


ini memalukan ..


seperti pasangan yang ketahuan sedang berselingkuh saja.


“Ouch” tiba tiba dia menamparku..


sakit..


sudah 2 bulan lebih aku tidak merasakan sakit ini lagi, pipi ku kembali sakit. sebenarnya aku sudah terbiasa dipukul, tapi tetap saja ini menyakitkan.


“Kau... " bentaknya "wanita murahan, kau sudah mengambil tunanganku, lalu menikahi orang yang sudah lama kusukai,sekarang berani-beraninya kau menggoda sahabat ku” tuduh nya kepadaku sembari menarik rambut ku..


sakit sekali..


aku mencoba melepaskannya..

__ADS_1


lian juga ikut membantu.


“ ean, kami hanya bermain game, ini tidak seperti yang kau pikirkan” ucap Lian membela diri. dia mulai menjelaskan.


tapi percuma saja.


aku berpikir dia tidak akan mendengarkan penjelasan orang, apalagi wanita ini sudah sangat membenciku karena mengacaukan pertemuan pernikahannya beberapa bulan yang lalu.


“ Omong kosong, kau kira aku percaya dengan nya" ucap wanita ini lagi..


ahh kesal.


aku layani saja nenek sihir ini.


“ Kau datang tiba tiba lalu marah marah.. apakah kau cemburu! " aku mulai angkat bicara "Kau menyukai Suamiku tapi kau masih bisa cemburu ketika sahabat mu dekat dengan orang lain.. sebenarnya yang murahan itu kau atau aku?” ungkapku begitu kesal, sangat kesal..


paaaaak.


lagi,


aku ditampar, kali ini yang menamparku bukan wanita itu.


yang menamparku tidak lain dan tidak bukan adalah Lian sendiri.


“ kau tidak bisa menjaga mulut ya.." laki-laki brengsek ini malah menyalahkanku "kau tidak tahu malu sekali masih bisa menghina Ean dirumah ku" malah berbalik memghinaku " aku mau kau pergi sekarang juga " Usirnya kepadaku, astaga, memalukan sekali aku ini "selama ini aku kira aku salah menilai mu, ternyata penilaian ku benar, Kau memang wanita murahan." semakin parah dia menghinaku "pergilah dari hadapanku" dia mengusir lagi membuat puas wanita dihadapanku yang telah melepaskan tarikan rambutku " tenang saja, kali ini aku yang menceraikan mu digame itu,aku tidak butuh orang murahan seperti kau lagi dekat denganku” maki Lian kepadaku, parah, benar-benar masuk kedalam hati yang paling dalam rasa sakitnya.


oh lagi dan lagi...


apakah benar aku telah berbuat kesalahan..?


kenapa lian masih bisa membela nya padahal sudah jelas aku yang disiksa, yang kesakitan juga aku.


malu sekali, sakit hati juga.


aku kira kami sudah berteman ternyata aku malah dihina lagi.


aku ambil semua barangku, lalu pergi dengan cepat meninggalkan mereka.


benar aku harus kuat, kalau tidak..?, mana bisa bertahan berada didekat shin.


Aku benar benar tidak mau dekat dengan orang lagi. semua orang selalu menyakitiku,


ayahku ibuku yang entah kemana saat ini dia berada, aku bahkan melupakan wajahnya, lalu sien, mereka semua sama saja.


aku benar benar rindu kakakku,dialah satu satunya orang yang peduli padaku.


tidak terasa air mata ku jatuh,


mungkin ini sangat menyakitkan, ditampar orang yang baru beberapa kali bertemu secara bersamaan.


triiiiiinnggg


ponselku berbunyi, tanpa sadar sekarang aku sudah keluar dari apartemenku,


aku sudah berjalan menelusuri trotoar jalan.


ramai sekali,


penuh dengan manusia.


benar, hari mulai sore.


aku yakin saat ini, shinlah yang sedang menghubungiku.


“Kau dimana?” tanya Seseorang tampak khawatir, benar ..


ini adalah suara shin.

__ADS_1


Ini adalah suaranya!


__ADS_2