Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
jangan pergi lagi


__ADS_3

Shin yang telah tertidur lama bangun terduduk dan melihat silly menangis terisak isak disebelahnya..dia tersenyum memandang kepala wanita yang wajahnya disembunyikan diatas kasur dengan lipatan kedua tangannya.. wanita itu bahkan tidak menyadari bahwa orang yang ditunggu nya telah terbangun dan terduduk menatapnya..


“Hei.. bo.. do..h.. “ ejek Shin mencoba sedikit candaan kepada silly untuk menenangkan wanita itu, silly menarik tubuhnya yang saat itu tertunduk menghadap kearah Shin yang sudah bangun..


“Ahh.. hiks..” silly melompat keatas kasur lalu memeluk tubuh shin dengan erat “jangan mati” tangisnya kuat tak tertahankan..


“Bodoh.. mana mungkin aku mati” ucap shin menenangkan Silly sembari membalas pelukan wanita itu..


******


Sien berjalan masuk menuju ruang pasien di rumah sakit miliknya yang telah memiliki banyak cabang diseluruh pelosok negara..


Ia melihat seorang laki laki separuh baya sedang duduk disebelah seorang pasien yang sedang tertidur lelap diatas kasur..


“Bagaimana persiapannya ayah?” tanya sien kepada ayahnya yang tak lain adalah Co dean..


“Sien.. kenapa kau harus melakukan hal seperti ini! Menyerah lah” pinta dean membuat wajah Sien berubah marah seketika..


“Jawab saja ...bagaimana persiapannya?” bentak sien yang kesal mendengar nasihat dean yang sudah lelah dengan permintaan anaknya.. dean yang tidak memiliki apapun lagi selain 37% saham perusahaan Tn sun yang bahkan saat itu sedang di kelolah oleh adiknya Ralla hanya bisa pasrah dengan perintah anaknya yang telah menjanjikan saham 10% dari rumah sakit terbesar dinegara itu..


“Semua persiapan hampir selesai.. kemungkinan 4 atau 5 hari lagi kau dapat memanfaatkannya” jelas Dean lalu pergi meninggalkan Sien yang tersenyum puas memandang tubuh seseorang yang terbaring diatas kasur tersebut.


******


Shin keluar dari dalam mobil diikuti oleh silly yang telah Berdandan anggun layaknya seorang istri bangsawan dan beberapa pengawal kerajaan yang mengikuti mereka dari belakang..


mereka berjalan masuk dari lantai tiga menuju keruang konferensi didalam hotel yang saat itu sudah dipenuhi oleh para wartawan untuk mengambil gambar idris yang berdiri diatas podium memberikan beberapa pidato sambutan untuk khalayak masyarakat dinegaranya..


Silly yang telah diberitahu akan menampilkan diri didepan banyak wartawan beberapa hari yang lalu tampak sangat gugup,, tubuh nya gemetaran saat itu.. dia tidak menyangka orang biasa sepertinya diperbolehkan untuk ikut serta dalam wawancara yang akan segera dilangsungkan..

__ADS_1


“Shin,,aku.. aku mau ketoilet dulu.. “ pinta Sily menghentikan langkah kakinya untuk menenangkan kegugupannya ditoilet..


“Hm” angguk shin” aku akan menunggumu disini” ucapnya lembut menghentikan langkah kakinya kemudian mengikuti dan menunggu silly tidak jauh dari toilet.


******


Seorang wanita berjalan mengenakan jaket yang menutupi kepala melewati shin dan masuk kedalam toilet.. wanita itu telah mengenakan pakaian yang sama dengan pakaian yang dikenakan oleh Silly saat itu..ia telah membuang jaket yang ia telah pakai ditong sampah dekat toilet.


“silly” panggilnya kepada Silly setelah wanita itu keluar dari salah satu ruang toilet..


Silly yang memandang wanita dengan Pakaian dan tatanan rambut sama persis dengannya sangat terkejut .. tubuhnya gemetaran ketakutan.. silly saat itu merasa akan kehilangan Shin,, orang yang sangat dicintainya.


“Kau..”ucap silly sembari menunjuk wanita itu..


“Yuanna.. aku yuanna” wanita yang sangat mirip dengannya telah mengaku sebagai orang yang dicari cari silly selama itu “silly,, kenapa kau mengambil Shin dariku, kau juga merebut kakakku,, kau tidak tahu malu sekali.. mereka bahkan tidak percaya kepadaku saat aku menemui mereka.. silly,, aku ini saudaramu.. kenapa kau bisa berbuat sekeji ini dibelakangku” tuduh wanita yang sangat mirip dengannya itu kepada silly yang hatinya telab bergetar..


“Bahkan saat ini pun kau masih mau mengakui mu sebagai aku.. kau benar benar tidak tahu malu.. menyingkirlah silly,, aku akan pergi dengan shin sekarang.. jangan pernah muncul kembali dihadapan kami” ancam wanita itu lalu keluar kamar mandi menemui Shin yang saat itu sedang menunggunya diluar.


“Kau lama sekali” ucap shin keras karena telah menunggu lama silly.. wanita itu lalu menarik lengan Shin yang merasa aneh dengan tubuhnya.. shin yang masih belum curiga lalu melangkah pergi meninggalkan Silly yang masih berdiri terpaku menahan tangis didalam toilet..


“Silly” suara laki laki yang tak asing masuk kedalam toilet wanita tersebut..


“Sien” ucap silly melihat kearah laki laki itu..


“Kau sudah melihat yuanna,, dia sudah kembali kepada keluarganya.. sekarang ayo kita pulang” ajak Sien yang dengan ragu ragu diikuti silly.. dengan bergegas sien menghampiri wanita itu lalu menarik tangannya untuk pergi bersama.. Silly hanya terdiam membisu menahan tangis sembari mengikuti langkah kaki Sien menuju ke tempat parkir mobil..


******


SHin yang merasa ada yang aneh dengan silly lalu menghentikan langkah kakinya,, dia menatap kewajah wanita yang tersenyum lembut memandang kearahnya.. Saat itu Shin telah menyadari dari tatapan mata wanita itu bahwa dia bukanlah orang yang dicintainya..

__ADS_1


“Siapa kau” bentak shin sembari mendorong wanita itu jatuh kelantai..


“Aku yuanna” ucap wanita itu mengejutkan shin yang menyadari bahwa Silly tidak pernah mengaku sebagai yuanna sebelumnya..


“Brengsek.. mengaku .. siapa kau?,, dimana silly?” bentak shin dengan tatapan tajam menusuk kedalam hati wanita itu..


“Aku..”


“Tembak mati wanita penyamar ini” perintah shin kepada pengawal kerajaan yang saat itu berada disampingnya..


“Maafkan aku,, aku hanya diperintahkan Sien untuk menjadi yuan...”


“Dimana silly brengsek” maki shin sembari menarik pakaian wanita itu hingga berdiri..


“Sien.. dia bersama sien menuju park.. “ belum lagi wanita itu menyelesaikan perkataannnya shin sudah lari terlebih dahulu melepaskan tangannya dari pakaian wanita itu diikuti oleh dua orang pengawal istana.


*******


Natto yang merasa aneh dengan Shin yang tak kunjung datang bergegas pergi menuju tempat parkir mobil.. ia memandang kearah wanita yang sedang duduk dilantai menangis ketakutan memohon ampunan dari pengawal kerajaan menghampiri mereka..


“Silly.. ada apa denganmu,, dimana shin?” tanya Natto kepada wanita yang menangis ketakutan itu..


“Tuan,, dia bukan nona silly,, yang mulia shin saat ini sedang mengejar nona silly yang dibawa lari oleh Sien” jelas salah satu pengawal yang menjaga wanita itu mengejutkan Natto setengah mati..


“Keparat” maki natto sembari menendang wanita yang saat itu berada di kaki salah satu pengawal kerajaan lalu bergegas lari menuju parkiran mobil tempat yang mungkin di tuju sien saat itu..


“Yuanna” teriak Shin ketika melihat silly dari kejauhan yaang hampir masuk kedalam mobil sien tapi sayang suara shin tidak terdengar sampai ketelinga Silly yang saat itu masih terpaku membisu tidak percaya dengan kenyataan pahit yang harus ia terima.. Shin yang masih mencoba berlari mengejar silly tiba tiba merasa kantuk yang sangat berat tidak tertahankan.. matanya sangat berat hingga ia harus jatuh tertidur membayangkan kepergian orang yang dicintainya “yuanna aku mohon jangan tiinggalkan aku” ucap shin pelan sebelum matanya tertutup rapat..


“Shiiiiiin “ teriak Natto dari kejauhan..

__ADS_1


__ADS_2