Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
kesal


__ADS_3

Semua pengawal istana di perintahkan untuk mencari keberadaan silly yang tidak kunjung ditemukan.. Shin bergegas pergi menuju jalan putar keluar untuk mencari jejak keberadaan Silly sebelum menghilang.....


Rasa takut kian menyelimuti tubuhnya.. dia merasa kesakitan saat harus mengingat kehilangan wanita itu... Shin telah sampai dijembatan.. dia melihat diujung jembatan seorang wanita yang telah ia cari cari berjalan pelan menahan rasa sakit dengan memeluk tubuhnya sendiri yang menggigil kedinginan..seluruh pakaiannya basah begitu juga rambutnya...


Shin melihat luka berdarah dilutut wanita itu.. Silly,, dialah wanita itu... Silly melihat Shin berdiri dengan nafas terengah engah berada diujung jembatan berlawanan dengan nya..


"Matilah aku,, dia pasti akan memukul ku atau bahkan menedangku kedalam sungai karena lolipop yang ia tunggu sangat lama datangnya" gumam Silly berdiri memandang Shin yang berjalan cepat kearahnya dengan wajah penuh kekhawatiran..


"Kemana saja kau bodoh'" bentak Shin mengejutkan Silly setelah hampir mendekatinya.. Shin membuka jaketnya lalu melentangkannya ketubuh basah wanita itu..


"Hiks... Ha... Maafkan aku... Aku.. aku tidak menemukan rasa strawberry di warung dekat rumah.. hiks.. haa.. haa.. jadi .. jadi aku cari diwarung lainnya sampai dapat.. tapi setelah ... Hiks.. haa.. setelah aku pulang.. anjing.. anjing dirumah bapak kepala desa.. hikss...tiba tiba Mengejarku.. aku terus berlari... Karena tiba tiba jatuh di tengah jembatan..dan anjingnya semakin dekat.. ha hiks.. ha..aku lompat kedalam sungai.. dan bersembunyi lama didalamnya sampai anjing itu pergi... Tapi hiks.. tenang saja.. ini" silly yang menangis menggigil karena takut Shin akan memukulnya lalu memperlihatkan sebungkus plastik yang ia telah simpan dibalik bajunya.. plastik yang berisi penuh dengan Lolipop "aku berhasil menyelamatkan lollipopnya.. aku mohon jangan pukul aku..ha... Ha....hiks" tangisan pecah menyayat hati Shin yang memandangnya penuh rasa bersalah...


"Siapa yang akan memukulmu... Aku hanya khawatir kau tidak juga kembali kerumah" ucap Shin lembut sembari memeluk wanita yang menangis dihadapannya..Shin membiarkan silly menangis dipelukannya pagi itu,,


Idris dan nana yang berada didalam mobil untuk mencari keberadaan silly dibandara melihat Shin dan Silly diujung jembatan sedang berpelukan.. mereka merasa lega karena Silly akhirnya ditemukan..


"Kembali" perintah Idris kepada pengawalnya.. dia tidak ingin merusak saat saat berharga Shin dan Silly..Nana tersenyum senang melihat pemandangan yang ada didepan matanya.. mobil Idris melesat menjauhi Shin yang masih ingin memeluk Silly yang sedang menangis..


******


Shin berjalan menggendong tubuh silly dari belakang dengan membawa sekantung plastik permen lolipop.. hatinya yang khawatir mulai lega.. dia tersenyum senang melihat silly yang memeluk lehernya dari belakang..

__ADS_1


Silly merasa sangat aneh melihat Shin yang tiba tiba menjadi baik kepadanya.. dia masih menahan rasa sakit dilutut kakinya .. dia dengan ragu ragu menyandarkan kepala dipunggung Shin.. Silly,, saat itu merasa sangat mengantuk.. tanpa ia sadari.. dia tertidur karena merasa sangat lelah.


****


Shin dan Silly membuka mata mereka secara bersama sama.. Silly terkejut setengah mati menemukan bahwa dirinya saat itu berada di atas kasur yang sama dengan Shin...


Dia melompat segera dari atas kasur.. dan mulai merasa khawatir dengan dirinya sendiri..


"Aku... Aku ..kenapa aku bisa disini?'" tanyanya penuh ketakutan kepada Shin yang sedang duduk sembari menutup uapan dimulutnya dengan telapak tangan dan menggaruk bagian belakang kepala yang tidak gatal dengan tangan lainnya..


"Mana ku tahu,," ucapnya bohong.."kau tadi tertidur dipunggungku lalu aku meletakkan tubuhmu diatas sofa ruang tamu.. ketika aku bangun, kau sudah berada disampingku" lanjutnya lagi bohong.. Shin telah membawa Silly yang tertidur masuk kedalam kamar dan membaringkannya diatas kasur.. dia juga membersihkan luka lutut Silly dan memberikan salep serta perban kelutut silly tanpa disadari wanita itu..


"Ahh..aku ini benar benar tidak tahu malu" gumam Silly didalam hati.. "maafkan aku,, " ucap silly kepada Shin yang sudah terbaring miring diatas kasurnya.. Shin memandang silly yang berdiri dengan senyuman Geli karena wanita tersebut percaya apa yang ia katakan..


"Ia ..aku yang salah.. mungkin karena aku sangat mencintaimu makanya secara tidak sadar aku tidur berjalan dan merayap diatas kasurmu.. " jelasnya semakin membuat senang hati Shin yang mendengarkannya.. " aku mohon.. maafkan lah aku,, aku tidak akan mengulangi lagi kesalahanku" pinta Silly kepada Shin yang memandang lembut kearahnya...


"Hmm... Maaf saja .. aku tidak akan melupakan kejadian barusan.. karena kau telah berbuat salah.. kau tidak boleh menolak apapun perintahku mulai dari sekarang" Ucap Shin nakal kepada silly yang sedang Menarik nafas tanda sangat berat mendengarkan permintaan Shin.. silly ,, dia merasa Shin selalu berbuat seenaknya,,, dengan berat hati Silly menganggukan kepalanya..


"Baiklah" ucapnya ragu ragu lalu beranjak masuk kedalam bawah kasur Shin untuk menghindari Shin yang tidak suka memandang wajahnya ..


"Hei.." Shin membuka suara,, kali itu dia mengganti posisi tidurnya menghadap langit langit rumah.

__ADS_1


"Aku!" Tanya Silly yang merasa ragu dipanggil oleh Shin.. Silly yang tadinya tertidur miring kemudian mengganti posisinya menghadap Shin yang berada diatas kasur..


"Siapa lagi bodoh!'" hina Shin membuat geram hati Silly..


"Iya.. aku silly bukan hei" keluh Silly yang tidak menyenangi panggilan dari Shin..


"Aku yang ingin memanggilmu hei.. jadi terima saja" ucap kasar Shin yang tak terbantahkan silly lagi.. silly sangat malas berdebat dengan laki laki yang barada diatasnya tersebut.. "kenapa kau bisa tahu bahwa saat ini kau sangat mencintaiku?'" tanya Shin penasaran.. dia ingin mengetahui perasaan silly kepadanya dan membandingkan dengan perasaan yang ia miliki kepada silly..


'"dia ini.. astaga... " Geram silly dalam hati.. tapi tidak ingin ia tunjukan kepada Shin yang akan memulai keributan..


"Hei .. kau dengar tidak!" Tanya Shin yang tidak mendengar jawaban dari silly..


"Iya aku dengar.." jawab silly yang masih menahan kekesalan dihatinya..


"Kalau dengar maka jawab pertanyaanku.. bukankah kau sudah berjanji menuruti semua perintahku tadi" ucap Shin seenaknya membuat silly tidak punya pilihan harus menjawab pertanyaan menyebalkan dari Shin..


"Jantungku berdetak kencang ketika melihatmu,, aku juga sangat ingin selalu berada di dekatmu.. aku ingin melihat wajahmu meskipun rasanya sangat sakit didalam hatiku.. walau kau telah menghinaku.. aku tidak membencimu sedikitpun.. " jelas silly kepada Shin yang tersenyum senang mendengar jawabannya.. Shin mengalihkan tubuhnya untuk melihat Silly yang berada dibawah kasurnya.. silly terkejut melihat kepala Shin yang tiba tiba muncul.


"Ha.. tidak tahu malu" ucap Shin lalu menarik kepalanya kembali.. dia tersenyum nakal melihat wajah kesal Silly yang telah mendengar hinaannya.


Karena merasa muak dengan sikap angkuh Shin.. silly pergi keluar kamar meninggalkan Shin yang masih dengan santainya berbaring telentang dengan melipat kaki ,, menahan kepala dengan kedua tangannya dan memakan lolipop yang ia telah ambil dari meja dekat kasur...

__ADS_1


"Kesal sekali ... Dasar laki laki brengsek" maki Silly dari luar kamar.. dia pergi menuju lemari es untuk mengambil beberapa bahan yang akan ia masak saat itu..


__ADS_2