
Idris berjalan keluar istana yang ia telah bangun diwilayah barat setahun yang lalu.. dibelakangnya Nana dan fan ri mengikuti langkah kakinya.. sesaat kemudian dia menghentikan langkah kakinya dan menatap kearah salah satu bawahan dari kesekian puluh bawahan yang berdiri tunduk ketika ia lewat..
"Kau menatap ku" ucap Idris dengan kasarnya.. dia melirik tajam kearah bawahannya kemudian mengangkat tangannya untuk memukul laki laki yang ketakutan tersebut..
"Biarkan aku saja yang memukulnya" suara joila mengalihkan pandangan Idris..
"Kau sudah datang..bagaimana hasilnya!'" tanya Idris yang sangat penasaran dengan keberadaan yuanna.
"Aku tidak menemukannya dispanyoll.. tampaknya mereka telah mengganti nama .. terakhir aku mengetahui mereka dithailand.. tapi saat aku kesana.. mereka sudah tidak ada lagi.. Sien..dia benar benar sangat cerdik,, " jelas Joila ketika telah dekat dengan Idris.. Idris sangat kecewa mendengarkannya.. dengan perasaan penuh kesedihan dia berjalan keluar untuk menjemput Shin yang telah kembali dari Indonesia.
*******
Joila berjalan menelusuri lorong istana menuju keruangan raja,, diikuti oleh Nana yang telah mengantar kepergian Idris menuju bandara untuk menjemput Shin yang akan segera kembali dari Indonesia..
"Bagaimana situasi saat aku pergi!" Tanya Joila setelah duduk diatas kursi berhadapan dengan Nana yang merasa sangat lelah karena harus membantu Idris mengurus negara.
__ADS_1
"Parah... Idris benar benar akan menjadi raja yang kejam seperti perkataan ayahnya kalau saja aku tidak melakukan hal konyol!" Jelas Nana sembari memegang kepalanya yang saat itu sakit karena kurang tidur..
"Hal konyol! Maksudmu?" Joila yang mengepalkan kedua tangan diantara pahanya itu benar benar bingung dengan perkataan Nana..
"Kau tahu,, bibi Yuanna,, setelah mengubah sistem negara dari presidensial menjadi monarki kerajaan.. bibi Yuanna yang tinggal didesa Ann.. diburu habis habisan oleh Idris.. bahkan dia sendiri yang menendangi wanita paruh baya itu.. tidak puas sampai disitu saja . Dia memerintahkan aku untuk memasukannya hidup hidup ke kolam buaya didesa Lu...''
"Kau melakukannya!" Joila memotong pembicaraan Nana karena terkejut mendengarkan hal tersebut..
"Iya.. aku lakukan karena saat itu Idris disampingku.. tapi... Buaya yang ada didalam kolam aku telah ganti dengan buaya mainan ..."
"Kau ini... Tunggu aku selesai bicara dulu memang tidak bisa ya. .. " Nana kesal dengan Joila yang telah memotong dua kali penjelasannya..
"Baiklah baiklah... Lanjutkan" Joila merasa bersalah dengan sikapnya saat itu..
"Tidak.. Idris tidak menyadari... Tatapannya penuh dengan kebencian .. dia bahkan tidak menyadari buayanya palsu selama ini... Idris benar benar membenci klan Co,, bahkan kakek Tien pun tidak dilepaskannya dari penjara bawah tanah klan Xu yang hanya dibuka olehnya sampai dia mati tersisa tulang.. kau tahu .tidak akan ada yang bisa membuka pintu darah Xu kecuali Idris.. menolongpun tidak bisa... Hah... Bukan hanya itu,, Shen Shi Zhin yang selama ini mencari yuanna pun akhirnya mati menderita di penjara bawah tanah klan Xu.. aku tidak sanggup melihat kekejaman Idris.. semua keluarga Shen yang telah gila digantikan posisinya dengan Desa Shen 2... Mereka yang telah gila tidak dipedulikan Idris sama sekali.. aku terpaksa membangunkan rumah sakit gila sendiri di desa shen... Selama menjadi raja... Idris tidak membiarkan orang untuk menatapnya.. bahkan memerintahkan orang untuk membunuh siapa saja yang melakukan itu... Aku lah yang terpaksa mengurusnya.. Idris ,, dia pasti sangat merindukan yuanna.. hanya yuanna lah yang mungkin bisa merubahnya saat ini... " Nana mulai meneteskan air mata mengenang sahabat yang telah bersamanya dipulau selatan 2 tahun yang lalu.. tanpa sadar tangisannya berubah menjadi rasa sakit didalam hati yang luar biasa.. ia terisak Isak menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya...
__ADS_1
"Sudahlah ... Kita pasti akan menemukannya" Joila mencoba menenangkan Nana yang saat itu tampak tersiksa.. Nana mengambil sebuah botol kecil dari tasnya.. lalu meminum obat tersebut...
"Apa yang kau minum?" Tanya Joila merasa khawatir.. Joila sudah sangat jarang kembali Kenegara karena sibuk mencari yuanna yang tidak kunjung ditemukan..
"Obat penenang..." Jawab Nana sembari meminum segelas air setelah menelan obat tersebut.. saat itu juga hatinya mulai tenang "bukan aku saja.. Idris,, Lian,, natto..mereka bertiga juga meminum obat ini.. bahkan Idris... Setiap kali keluar dari kamar Shin.. dia meminum 2 obat sekaligus untuk menenangkan dirinya.. dia hampir setiap hari menyempatkan waktu untuk mengunjungi Shin yang terbaring lemah saat itu,, kata maaf selalu dia ucapkan dengan diiringi Isak tangis bahkan aku sendiri yang memandangnya pun tidak tahan ..." Nana menghapus air mata yang masih tersisa di kelopak bawah matanya.. sesekali dia menarik nafas untuk menenangkan hatinya...
"Jadi Lian dan bahkan natto pun ikut menderita ya,, untung saja aku tidak menyukai wanita itu" ucap Joila membuat Nana kesal seketika.. tapi Nana juga berpikir hal yang sama.. kalau Joila juga merasakan hal yang sama seperti mereka ..saat ini,, mungkin tidak akan ada yang sanggup untuk mencari yuanna..
"Lian... Dia mengunci diri didalam kamarnya,, setiap pergi kemanapun dia selalu membawa bantal bergambarkan Heroin yuanna dari game Lord of royal kingdom.. dia bahkan menjadi otaku akut yang hanya tahu bermain game.. bagi dia.. Melihat karakter heroin yuanna sangat cukup untuk menggantikan rasa rindunya kepada Yuanna... Natto,, anak brengsek itu.. dulu dia bilang kepadaku tidak akan mungkin menyukai Yuanna sampai matipun.. tapi dia malah mengunci diri di perusahaan Ou,, dia menghabiskan waktu untuk bekerja tanpa keluar sama sekali dari ruangan kantornya,,setiap saat memandang kaca kantor dia selalu menangis terisak Isak,, dia selalu mengingat waktu bersama dijalanan dengan yuanna..bahkan aku... Hiks...haa... Astaga aku ini.. aku juga merindukan yuanna" Nana mulai menghapus air matanya lagi .. dia mengambil obat penenang lalu menelan untuk kedua kalinya..
"Sudahlah.. kau cengeng sekali... " Joila tersenyum pahit mendengar keperihan orang orang yang dekat dengannya.. apalagi ketika harus mengingat Shin yang selalu mengiris nadi tangannya ketika telah meminum obat apapun yang dia anggap obat keempat..
"Sayang... Kau sudah kembali" suara wanita mengejutkan Joila dan Nana... "Nana,, sudahlah... Sudah... Walau aku tidak pernah melihat yuanna.. tapi.. melihat yang mulia dan kau menderita seperti ini juga membuat hatiku perih" wanita itu mencoba menenang hati nana ketika melihat Nana menangis lagi setelah dia dekat dengannya..
"Sora... Bagaimana keadaan Shin!" Tanya Joila kepada kekasih yang telah merawat sahabatnya ketika dalam keadaan masa masa menyakitkan.
__ADS_1
"Dia memulai membaik..keputusan memberi obat penghilang ingatan adalah keputusan yang bagus.. jadi untuk sekarang Shin sudah lebih baik dibandingkan 2 bulan yang lalu" jelas Sora lalu duduk disamping Nana untuk menenangkan hati sahabat yang ia temui 2 tahun yang lalu..