Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
sekretaris pribadi


__ADS_3

Yuanna berdiri di sebuah ruangan baru yang belum pernah ia masuki sebelumnya,, ruangan tersebut adalah tempat dimana Sien bekerja sebelum diambil alih oleh Shin. Dia berdiri disebelah Shin menunggunya selesai menandatangani beberapa berkas penting. Sehari telah berlalu setelah ia memasuki perusahaan T.N sun dan menjadi sekertaris pribadi Shin.


“Kopi” perintah Shin masih dengan Menandatangani berkas yang telah yuanna siapkan.. hari itu,, yuanna memang sengaja tidak memberikan Shin Kopi,, karena dia berharap Shin akan segera memecatnya.


“Buatkan aku kopi” perintah Shin lagi kali ini sembari melihat kearah yuanna,, shin terlihat sedang menyembunyikan Senyum gelinya ketika melihat wajah kesal yuanna yang saat itu akan pergi membuatkannya kopi.


“Kurang manis,, tambah gula” perintah Shin lagi saat yuanna telah membuatkannya secangkir kopi. Lagi lagi.. shin yang saat itu melihat yuanna masih menyembunyikan senyum gelinya ketika melihat wajah kesal yuanna yang meninggalkannya dan kopi yang ia telah buat diatas meja.


“Masukan gulanya sendiri” ucap yuanna setelah mengambil setoples gula dan memberikannya pada Shin.


“Kau tidak lihat aku sedang sibuk” ucap Shin tidak terima diperintah oleh yuanna.. dengan masih memendam rasa kesal Yuanna memasukan beberapa sendok gula kedalam cangkir kopi shin.


“Terlalu manis” ucap Shin lagi seenaknya.. yuanna merasa sudah memasukan gula sesuai dengan Kebiasaan sekertaris Shin sebelumnya.


“Apa kau mau mengerjaiku” tuduh yuanna tidak senang dengan perilaku Shin.


“Apa orang seperti mu pantas untuk dikerjai” ucap Shin dengan santainya sembari masih menandatangani sebuah kertas.


“Aku ingin mengundurkan diri” aju yuanna yang saat itu sudah sangat emosi.


“Apa orang sepertimu tidak tahu cara membalas budi” ucap Shin lagi seenaknya.


“Aku sudah melayani kemauan mu,, bukan kah itu sudah cukup untuk membalas budi” balas Yuanna dengan sangat marah ketika harus mengingat bahwa dia sudah dibuang setelah memberikan malam pertamanya kepada Shin.

__ADS_1


“Itu hukuman bagimu karena telah memanfaatkanku untuk membalas dendammu pada mantan kekasihmu,, jika kau pergi sekarang,,bersiap siaplah untuk mendengar kabar kehancuran perusahaan kakakmu” ucap Shin mulai serius,, dia mulai menghentikan tangannya yang sedari tadi sibuk.. dan menatap kedepan dengan tatapan penuh kecemburuan..


“Sejak kapan aku gunakan dia untuk balas dendam.. kenapa dia selalu berbicara seenaknya” gumam yuanna dalam hati” hhhmmm... kalau begitu yang presdir ucapkan.. berarti untuk kedepannya saya juga tetap akan memanfaatkan presdir untuk membalas dendam,, mulai dari sekarang mohon bantu...” belum lagi yuanna menyelesaikan perkataannya,, dengan sigapnya shin meraih tangan yuanna lalu menjatuhkan tubuhnya kedalam pelukannya untuk kemudian mencium bibirnya..


“Asshole” ucap yuanna sembari mendorong Shin untuk melepaskan tubuhnya dari pelukan Shin.. kemudian ia berdiri dan mengelap bibirnya dengan telapak tangannya..


“Kau bilang apa?” tanya Shin sembari tersenyum nakal membersihkan darah yang menetes dari bibirnya akibat gigitan dari yuanna kemudian menjilat nakal ibu jarinya.


“Asshole ... kau mau apa?” ucap yuanna sambil mengambil berkas yang telah ditanda tangani Shin tanpa memandang kearahnya..


“Kau tahu bahasa inggris juga ternyata ya!” ucap Shin sembari tersenyum geli melihat kearah yuanna yang tidak ingin melihatnya.


“Kau kira aku bodoh” maki yuanna dengan menatap Kesal kearah Shin kemudian segera pergi membawa Berkas yang telah selesai di tanda tangani.


“Diam kau pengkhianat. Kau itu musuh dalam selimut.. lepaskan tanganku” ucap yuanna semakin kesal melihat tingkah natto.


“Ohh.. ternyata kau mau satu selimut bersama ku” balas natto menggoda


“Hah... kesal sekali.. kenapa semua laki laki disekitarku memiliki otak yang mesum” ucap yuanna kesal dan tidak terima sembari melepaskan tangan Natto yang saat itu masih memegang lengannya.. kemudian dia pergi berlalu meninggalkan natto yang tertawa kecil melihat kekesalan yuanna.


“Kau dengar itu mesum.. menjauh lah darinya” ucap Shin yang saat itu telah berdiri untuk duduk disofa ruangan menyantaikan diri.


“Bukan kah itu ditujukan kepada orang yang saat ini memiliki luka dibibir” balas natto yang tidak merasa senang melihat perilaku Shin kepada yuanna.

__ADS_1


********


Yuanna merasa lelah setelah seharian bekerja,, dia membuka sepatu hak tingginya lalu pergi menuju kearah kamarnya bersiap siap untuk mandi.. sebelum ia sampai kepintu kamar tiba tiba bel pintu apartemennya berbunyi.. dengan malasnya dia menuju kembali kepintu lalu melihat kakaknya sedang berdiri didepan pintu bersama joila.


“Kenapa kau datang kemari” ucap yuanna masih malas melihat kakaknya.. tiba tiba matanya membesar melihat apa yang di bawa oleh idris dan joila.. mereka berdua membawa sebuah koper besar yang membuat yuanna merasa aneh seketika.


“Aku akan tinggal disini mulai dari sekarang,,” ucap idris seenaknya lalu menarik masuk kopernya diikuti oleh joila..


“Kenapa kopermu banyak sekali” tanya yuanna saat melihat joila ikut masuk keruangannya membawa satu koper lainnya.


“ini koperku.. aku juga akan tinggal disini,, karena aku sudah lama tinggal bersama dengan idris dan telah menjadi assissten pribadinya serta orang kepercayaannya..jadi dia menyuruhku untuk ikut dengannya tinggal bersamamu” jelas joila juga seenaknya.


“Kau kan punya apartemen sendiri kak?”ucap yuanna tidak terima mereka tinggal di apartemennya.


“Ahh..aku sudah jual,, aku mulai mengirit keuanganku mulai dari sekarang untuk perkembangan perusahaan kita” kata idris sembari masih membawa kopernya masuk kedalam sebuah kamar.


“Itu kamarku,, kamar mu disana! “ ucap yuanna sembari menunjuk salah satu kamar lainnya..


apartemen yuanna termasuk apartemen yang besar dengan memilik tiga kamar didalamnya..apartemen itu dibeli Shin untuknya beberapa bulan yang lalu saat yuanna masih menjadi assissten pribadi Lian..


yuanna saat itu merasa kesal tapi tidak dapat berbuat apa apa ,, dia kembali berjalan ke arah kamarnya tapi lagi lagi bel pintu rumahnya berbunyi.


“siapa lagi yang datang kali ini” gumamnya dalam hati semakin kesal.. dia lalu berjalan menghampiri pintu tanpa melihat pengunjung yang datang tersebut.

__ADS_1


“Minggir” ucap pengunjung yang tak lain adalah Shin kepada yuanna yang saat itu terkejut akan kedatangannya. Shin masuk ke dalam ruangan yuanna seenaknya dengan menarik sebuah koper besar diikuti dengan natto yang juga menarik koper miliknya masuk kedalam ruangan Yuanna.


__ADS_2