
“Ah.. adik Xu idris.. kebetulan sekali bertemu dengan mu disini.. kau anggota bola voli juga ya..” sapa Shin yang tidak sengaja menemukan yuanna.. dia mulai mendekati yuanna yang saat itu sedang menyembunyika tubuhnya dibalik punggung Zi yee.
“Ah hahha.. kebetulan sekali senior.. maaf.. aku harus pemanasan dulu.. ngobrolnya kita lanjut nanti saja” jelas yuanna mencoba menghindar setelah Shin berhasil mendekatinya.. zi yee yang saat itu sudah sangat senang Shin mendekat tidak lagi membuang buang kesempatan.. dia tidak mengizinkan yuanna pergi..
“Jangan bilang begitu.. dia kan murid baru.. juga belum mengenal tentang klub kita.. kau juga bilang bahwa kau sudah berhasil menggodanya..dan kalian kini sangatlah dekat..jadi aku sebagai kaptenmu, saat ini memerintahkan padamu untuk membantunya mengenal klub kita,, kau harus jelaskan padanya semua disini” perintah Zi yee yang tak ingin yuanna pergi. Shin yang mendengarkan hal itu hanya bisa tersenyum lucu.
“Kau baik sekali kapten.. terima kasih banyak” puji Shin sengaja.. lalu dia tersenyum berterima kasih.. pujian dan senyuman shin sampai membuat zi yee mengeluarkan darah dari hidungnya..
“Senior.. itu.. darah dihidung mu..” bisik yuanna ketelinga seniornya.. zi yee yang sadar akan hal itu lalu membersihkannya.. dia tetap memandang wajah shin kegirangan yang saat itu sedang memperhatikan penjelasan dari yuanna..
“Kapten” teriak salah satu anggota.. dia berencana untuk memberitahu zi yee bahwa pemanasan harusnya dimulai.. tapi lagi .. zi yee mengisyaratkan melalui tangannya bahwa mereka harus melakukan pemanasan tanpanya..dia masih ingin memandang wajah shin. Setelah yuanna menjelaskan tentang klub voli.. yuanna berencana pergi meninggalkan Shin..
“Kenapa kau hanya memberikan nomor ponselmu pada yuanna.. sebagai kapten bola voli perempuan.. aku juga harus mengetahuinya kan” pinta Zi yee.. mulak menggoda..
“Nomor ponsel?” tanya Shin masih kebingungan.. dia lalu melihat kearah yuanna,, dia tersenyum ketika mengetahui dari tingkah yuanna yang saat itu sedang menyembunyikan kebohongan..
“Iya.. nomor ponsel.. aku sudah meminta kepada yuanna.. tapi dia berkata itu hanya rahasia kalian berdua.. kenapa kalian bisa sedekat itu..” ucap zi yee merasa cemburu..
“Ahh.. benar.. dia adalah juniorku sewaktu Smp.. ya kan?” ucap Shin sambil meletakkan tangannya dibahu yuanna .. lalu menariknya mendekat,, yuanna berusaha melepaskannya tapi shin terlalu kuat.. dia bahkan mengetatkan pelukannya..
“Ahhh ahh hahah “ tawa kecil yuanna merasa menyesal karena telah melakukan kebohongan
” karena aku adalah tidak mengenal siapapun disekolah ini kecuali yuanna.. jadi aku memintanya merahasiakan nomor ponselku dari orang lain.. aku juga harus hati hatikan sebagai orang baru” jelas Shin berbohong..dia mengikuti permainan yuanna.
“Ah.. iya benar juga.. kau harus berjaga jaga.. baiklah.. itu artinya ketika kau sudah mengenalku nanti.. aku boleh mendapatkan nomor ponselmu dong?” pinta Zi yee kepada Shin yang masih memeluk bahu yuanna..
__ADS_1
“ Tentu saja” jawab Shin memuaskan Hati zi yee.
“Sial.. ini sangat membahayakan bagiku” gumam yuanna dalam hati ketika melihat mata cemburu dan iri anggota anggota klub voli perempuan disekitarnya.
*****
Pulang sekolah..
Seperti biasa setelah pulang sekolah Yuanna dan Vivia berjalan bersamaan,, ketika mereka telah sampai di persimpangan mereka lalu berpisah.. yuanna tadinya tidak sadar bahwa Shin berada dibelakangnya.. setelah berpisah dari vivia.. dia baru menyadari bahwa Shin sedang mengikutinya.. dia lalu mempercepat Langkah kakinya untuk pulang kerumah.. dan lagi lagi shin masih tetap mengikutinya.. setelah sampai didepan pintu rumah.. yuanna masih melihat shin menuju kearah pintu rumahnya.. dia menunggu Shin mendekat kehadapannya.
“He... senior... kenapa kau selalu mengangguku.. aku tidak senang kau menyapaku.. “ ucap yuanna setelah Shin mendekat.. yuanna meletakan kedua tangan dipinggangnya..
“Menganggu?” Tanya Shin berpura pura tidak Tahu.
“Aduh.. gini ya senior.. aaku peringatkan padamu.. jangan dekati aku... aku ini preman sekolah” ancam yuanna kepada shin..
“Kenapa kau tertawa.. kau kira aku bohong ya” ucap yuanna tidak terima..
“Memang kau pembohong bukan.. aku tidak pernah merasa kau goda.. juga tidak pernah mengatakan bahwa nomor ponselku harus dirahasiakan.. dan kau juga pernah memberikan nomor ponselku kepada teman mu sewaktu kita di Smp bukan... ahh..aku menyesal sekali memberikan nomor ponselku waktu itu hanya karena kalah bermain catur denganmu” ucap Shin berbohong.. dia masih bisa mengembangkan senyum gelinya melihat tingkah yuanna yang ketahuan bersalah.
“Hmm.. ahhh.. aku tahu aku tahu .. aku salah.. maafkan aku senior.. tapi kali ini aku tidak akan melakukannya lagi.. aku mohon jangan menyapaku disekolah.. semua orang akan mengira kalau kau menyukaiku.. lalu mereka akan membuliku.. kau tahu.. aku juga pernah sekali merasakan pembulian karena kecemburuan perempuan.. senior.. tolonglah pahami situasiku.. aku hanya ingin hidup damai disekolah” jelas yuanna memohon pada shin.. shin lalu mendekatkan wajah nya ke wajah yuanna.. wajah yuanna memerah. Dia sangat malu saat itu..
“Kalau aku tidak mau?” ucap Shin menolak..mendengarkan itu.. yuanna lalu mendorong shin menjauh..
“Senior.. aku tahu dulu aku pernah meminta perlindungan darimu sewaktu di Smp.. tapi sekarang sudah berbeda.. hidupku sudah damai disekolah baruku.. jadi aku peringatkan padamu untuk menjauh dariku.. kau sungguh tidak tahu malu ya.. ingin menyapaku saja sampai sampai harus mengikuti pulang kerumah” ucap yuanna mulai kesal..
__ADS_1
“Mengikutimu...hahahahhah” shin tertawa lagi.. membuat yuanna semakin kesal padanya..
“Kalau bukan mengikutiku.. untuk apa kau datang kerumahku..pergi sana” usir yuanna kepada shin.. shin hanya bisa tersenyum lucu melihat yuanna.. dia lalu mengambil ponselnya dan melakukan panggilan telpon kepada seseorang.
“Paman ..aku sudah didepan rumah” ucap shin kepada seseorang didalam ponsel.. beberapa menit kemudian pintu rumah yuanna terbuka..
“Kau sudah sampai?” tanya Sami yang saat itu membuka pintu keluar rumah lalu menyambut kedatangan Shin “ yuanna... kenapa kau tidak membawa tamu masuk kedalam?” tanya Sami yang saat itu melihat yuanna berdiri terdiam kebingungan..
“Maksud ayah bagaimana?” tanya yuanna yang masih sangat kebingungan.
“Astaga yuanna.. bukan kah ayah sudah bilang.. murid ayah akan datang tinggal bersama kita .. dia akan belajar bahasa klan Xu sekalian bersekolah ditempat yang sama dengan mu.. kau lupa ya?” jelas sami.. lalu mengajak shin masuk kerumah..meninggalkan Yuanna yang berdiri tediam membisu..
*****
Yuanna sedang berdiri bolak balik didalam kamarnya..dia sangat takut jika sampai ketahuan oleh murid sekolahnya bahwa shin tinggal bersamanya,, hal itu akan menjadi sebuah berita besar yang akan membahayakan masa masa sekolahnya.
Saat itu Dia sedang memikirkan cara agar dapat selamat dari bahaya yang akan segera datang menimpanya.. sesekali dia meletakan telinganya dibalik pintu untuk mencuri beberapa percakapan antara ayahnya dan Shin sedang mengobrol.
“Kapan kau sampai.. bagaimana dengan barang barang mu?” Tanya sami kepada Shin yang sedang duduk dihadapannya..
“Aku sampai dua hari yang lalu.. aku dan nenek tinggal dihotel dekat kota.. tapi maaf paman karena ada sedikit masalah diperusahaan, setelah menyiapkan dan menyelesaikan syarat syarat kepindahan dari sekolah lama ku ke sekolah yang baru ini,, nenek langsung pulang tidak sempat mengunjungi paman.. kalau masalah barang barangku, . paman tidak perlu khawatir.,besok semua akan segera dibawa kemari oleh orang suruhan nenek“ jelas shin kepada sami.. sami hanya menganggukan kepala tanda dia mengerti.
“Baguslah.. aku senang kau sangat tertarik dengan resep obat keluarga Xu .. bahkan Sien pun mulai menyerah untuk memperdalam bahasanya” ucap sami.. yuanna yang saat itu tidak sengaja mendengarnya pun tidak menyangka bahwa ayahnya tidak hanya guru bagi Shin tetapi juga bagi sien,, orang yang dikira membulinya ketika dismp.
“Baiklah.. kita sudahi dulu obrolan kita malam ini..kau juga pasti lelah, dari hotel pergi kesekolah dan langsung belajar..istirahatlah” perintah sami..
__ADS_1
“Tunggu ayah.. “ucap yuanna keluar dari kamarnya