Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
dimana?


__ADS_3

Sien berjalan menelusuri koridor rumah sakit. setiap kali ia melewati pegawai rumah sakit, mereka memberikan hormat kepadanya.


Sien adalah pemilik rumah sakit terbesar di negara itu. Ada banyak penelitian obat obatan dan alat alat canggih modern mulai dikembang kan oleh rumah sakit miliknya.


Hari itu, Sien tampak sangat buru-buru. dia berjalan memasuki lift dengan ditemani 3 orang dokter spesialis. setelah sampai tujuannya, dengan langkah cepat, ia memasuki sebuah ruangan.


dilihatnya dari sudut ke sudut, mengecek hingga ke kamar mandipun, tidak ada seorang pasien didalamnya.


Jantungnya berdegup teramat keras karena sangat emosi “Kemana dia?” bentak sien geram hingga menendang kursi yang ada dihadapannya.


“ tuan. Bukankah pasien yang dirawat disini telah dipindah kan keluar negeri? . Tentu saja, Saat ini dia sedang dalam perjalanan. Dan bukan kah kemarin anda sendiri yang memerintahkan kepada kami?” jelas dari salah satu dokter yang sebenarnya takut untuk membuka penjelasan sebelumnya.


“ panggil kembali ambulan tersebut? Bawa kembali pasien tersebut kerumah sakit ini sekarang juga. biarkan saja dia dirawat disini. “ perintah sien keras sembari mengepalkan kedua tangannya.


aku tidak akan membiarkan kau lolos yuanna. kau akan menyesel telah membodohiku.


gumam laki-laki itu didalam hati.


Seseorang berlari memasuki ruangan tersebut.. tampak raut sangat khawatir diwajahnya.


“Dokter Sun, gawat.” Dengan tergesa-gesa ia memasuki ruangan. Berdiri didepan pintu dan mengatakan “ambulan yang mengantar pasien atas nama Xu IDRIS mengalami kecelakaan. supirnya tewas ditempat dan.... “ sien sontak terkejut mendengarnya. Dia melangkah kaki cepat menghampiri laki-laki yang baru saja datang tersebut, lalu menarik kerah kemerja kerjanya. sien mulai merasa ketakutan bercampur dengan amarah yang terlihat sangat jelas.


“Dan apa lagi brengsek? Lanjutkan segera” tanya sien marah sembari melempar orang itu ke lantai. orang yang dilempar benar-benar terlihat ketakutan.


“Dan pasiennya Hilang”


*******


Yuanna terbaring lemas di atas kasur. Nafasnya yang beraturan menghembuskan angin menggerakan sehelai rambut yang berada diatas hidungnya.


selimut putih tebal terlentang dan menghangatkan tubuhnya. Perlahan-lahan matanya mulai terbuka. Setelah sadar dari mimpinya, dia menoleh kekanan dan kekiri.


dilihat oleh nya, seseorang sedang membaca buku di sudut ruangan, dekat dengan jendala.


Shin


ya ampun


Dia shin


ungkap nya dalam hati.


Yuanna benar-benar terkejut, hingga langsung terduduk meskipun demikian dia masih merasa bahwa mungkin dia belum bisa lepas dari genggaman sien.


Karena yang dia tahu, Shin adalah saudara sien.


“Kenapa kau disini?, kau tidak takut sien melihat mu ya? bagaimanapun dia paling benci apabila seseorang masuk begitu saja keruangan miliknya!”


“Kau pikir kau sedang berada dimana?”


Dimana?


memang nya aku dimana?

__ADS_1


tempat ini terasa asing bagiku.


Ungkapan hati yuanna karena merasa berada ditempat yang berbeda.


“aku dimana?” tanya yuanna lagi.


shin tersenyum sebentar, ia menutup buku lalu menolehkan wajah kearah yuanna.


Melihat shin menatapnya, yuanna menundukan kepala. Ia mendengar langkah kaki Shin mulai mendekatinya.


“ Kau dirumah ku? Sudah senang bukan?” jawab Shin setelah dekat dan berdiri disamping yuanna.


Wanita itu sontak tidak habis-habisny diibuat terkejut.dia tidak menyangka bahwa saat itu dia berada di rumah shin bukan sien.


“ apa tujuanmu sebenarnya? kau berniat menjualku kepada sien ya?”


Menjual.


Shin mengernyitkan dahinya. Dia mulai tersenyum lalu..


“Pft...hahahhahaha bodoh” tertawa geli. shin menjentikkan jari-jari tangannya ke dahi yuanna “ setelah berusah keras membawa xu idris kabur dari rumah sakit keluarga Go dan menahan malu menyelamatkan mu yang terbaring pingsan dipinggir jalan. haruskah aku kembali memberikan mu kepada sien?” yuanna kembali terkejut lagi.


SHin menyelamatkan kakakku.


Dan lagi..


Dia tidak hanya menyelamatkan kakakku tapi ia juga tidak berniat mengembalikan yuanna ke genggaman tangan sien lagi.


Benarkah?


Ia mendongakan kepalanya memandang wajah shin.


“Terima kasih..”ucap wanita itu sampai menitihkan air mata "tapi benarkah yang baru saja kau bilang itu?" Tanya yuanna meminta kepastian.


“Aku akan menyelamatkan mu. karena kau sangat berguna bagi ku saat ini. hari ini istirahat lah besok aku akan menjelaskan semuanya kepadamu. Tentu saja, kita akan membuat kesepakatan”. Yuanna menganggukan kepalanya berkali-kali, mematuhi perintah laki-laki yang telah berjalan pergi meninggalkannya Yuanna dan buku yang masih ia letakan diatas kursinya.


*******


Pagi ini benar benar cerah.


akhirnya aku bisa membuka jendela kamar sendiri. aku juga bisa menghirup udara segar dan tidak terkurung dalam hanya dengan cahaya lampu saja.


halaman rumah samping yang luas. Ohhh ternyata aku berada dilantai kedua rumah shin ya!.


sangat indah.


Aku melihat pohon.


aku benar benar ingin memanjat pohon besar yang ada didepan rumah tersebut.


hari ini adalah hari kesepakatan aku dan shin. aku akan membuat kesepakatan dengannya untuk yang kedua kalinya dan untuk yang kedua kalinya juga. dia telah menyelamatkan ku dari genggaman sien.


Waktu SMP dan sekarang.

__ADS_1


aku berharap kakakku bisa cepat sadar. aku merindukannya, aku ingin bertemu dengannya.


selama ini aku hanya dikurung didalam kamar. kamar yang hampa itu. hanya ada komputer handphone tanpa kartu sim dan buku buku marketing dari perusahaan.


Saat berada disana, sien selalu datang kepadaku ketika dia memiliki Masalah dikantornya.dan aku selalu membantunya.


pernah dalam tiga bulan dia sama sekali tidak mendatangi mengunjungiku. aku merasa sangat bosan tanpa dia yang biasa menemani meskipun hanya duduk menungguku menyelesaikan tugas darinya.


lalu semua pelayan didalam rumahnya tidak ada yang berani berbicara dengan ku. atau lebih tepatnya, sien melarang mereka untuk berbicara dengan ku.


Makanan memang selalu tersedia. tapi setelah mengantarkan makanan mereka langsung menutup pintu kamarku dan menguncinya.


diruangan itu, memang ada jendela kecil. sangat kecil bahkan tampak seperti lubang panjang jadi sangat sulit untuk aku melarikan diri.


Jendela itu mungkin hanya berfungsi sebagai fentilasi udara didalam kamar itu saja. ruangan itu seolah-olah sengaja didesain sedemikian rupa khusus untukku dipenjara.


Sekarang, Aku sudah keluar dari kamarku. walaupun masih memiliki banyak kekhawatiran tapi hati ku sedikit merasa tenang. Benar! Mengapa aku bisa setenang ini dirumah shin?


Tidak seperti rumah sien, disini, Kamarku tidak dikunci. sekarang ada kemungkinan aku bisa keluar melihat langit.


Kulihat disekelilingku, Ruangan rumah yang besar dan sangat bagus. Bahkan lebih besar dari rumah keluarga ayahku.


Jika Mengingat rumah ku dulu, aku jadi sangat merindukan kakakku. Banyak kejadian yang telah berlalu menyisahkan rasa pahit didalam hatiku.


Andai saja aku bisa kembali lagi kemasa itu?apakah aku bisa mengubah takdir ku ini!.


aku merasa putus asa.


aku berjanji didalam lubuk hatiku yang paling dalam. Aku akan berusaha tidak melakukan kesalahan lagi asalkan kakakku selamat. asalkan aku bertemu dengan kakak ku. itu saja sudah cukup.


“kau sudah bangun?” Suara itu mengaget kan ku. Siapa?


aku cari-cari sumber suara tersebut.


Aahh tenyata itu adalah joila.


dia sedang berjalan menaiki anak tangga. sepertinya dia sedang menunggu ku keluar kamar dilantai bawah.


“ Kau mengagetkanku saja? sudah dari tadi sih aku bangunnya. kenapa kau tidak mengetuk pintu saja? kau pasti lelah menungguku iyakan?” aku harus sopan.


bagaimana pun laki-laki yang telah berdiri dihadapanku ini, pernah menyelamatkanku dimasa lalu.


“Shin tidak suka menganggu orang, maka dari itu aku tidak ingin mengganggumu. Sudahlah, ayo cepat ikut aku keruangan Shin. Saat ini dia juga sedang menunggumu ” ajak nya dengan suara lembut.


wahhh...dia benar benar pria yang lembut.


wajahnya manis walaupun kulit nya tidak seputih sien. tapi bisa dikatakan ketampanannya juga diatas rata rata.


“ tidak ada pelayan ya disini?.” tanyaku pelan. sebenarnya aku malu menanyakannya.


hanya saja, aku cukup penasaran, sedari tadi tidak ada satupun terlihat orang berada disini. baik diruang tamu maupun dihalaman.


“ sebagian dari Mereka sudah pulang. shin tidak terlalu suka ada orang dirumahnya. ketika shin dirumah, mereka sudah harus menyelesaikan tugasnya dan pergi, hanya 1 atau 2 orang saja yang tinggal. Itupun pergi ketika melihat shin dirumah. Mungkin kedapur atau tempat lainnya.” dia menjawab pertanyaanku lagi.

__ADS_1


Benar-benar orang yang baik. Selama ini ketika aku bertanya hal-hal sepele. Sien selalu mengabaikanku dan juga aku kira, dia tidak akan peduli padaku atau meremehkanku seperti Lord zin, ah maksudku, aktor berbakat Zin Zilian, si brengsek itu.


Saat ini, akun keduaku masih berada ditangannya tunggu saja, pasti akan aku ambil barang milikku.


__ADS_2