Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
kesepakatan


__ADS_3

Shin, presiden sekolah baru yang sangat tampan dan rupawan memasuki ruang pertandingan.


Astaga.


melihat nya saja membuat jantung ku berdebar-debar. Sampai sekarang juga masih berdebar-debar!


Tunggu.


Benar juga.


Mengapa mengingat shin saja bisa membuat jantungku berdebar-debar.


Astaga


Tenang dulu.


memang bodoh sekali aku ini, mengapa mudah begitu saja jatuh hati. beginikah sifat aku yang sesungguhnya? Memalukan.


hari itu padahal aku telah bilang aku menyukai sien didanau. dia bilang dia akan mempertimbangkan perasaanku. Dan aku tidak menyangka sebenarnya dia menolakku. Kalau bukan karena ketua kelas yang memberi tahukan kepadaku. pasti aku masih menyangka bahwa sien memiliki perasaan kepadaku.


Tetapi mengapa hari itu jantungku malah berdegup kencang melihat Shin. Berbeda ketika aku bersama sien.


Hufft.


Huh


aku mohon tenanglah.


“ kau sudah sampai duluan ya, adik xu idris” lagi, semua orang ketika berjumpa dengan ku pasti mengatakan hal yang sama.


Adik Xu idris.


Adik Xu idris.


Tunggu, mengapa rasanya panggilan itu sangat familiar ditelingaku?


Aku merasa sangat merindukannya!.


Hari itu,betapa malunya diriku sesungguhnya. tapi aku juga merasa bangga sih punya kakak seperti Xu idris.


Lupakan, aku harus melanjutkan rencanaku untuk bertahan disekolah. “langsung saja. maaf mengatakannya. aku ingin menanyakan sesuatu padamu?” kataku terang-terangan kepadanya. aku tahu kalau aku kalah pasti shin akan memintaku menjadi pembantunya. Maka dari itu langsung saja tanpa basa basi aku akan bertanya.


“Oh” astaga menaikan kedua alisnya saja terlihat sangat tampan. SHin, mengapa wajahmu bisa sangat mempesonakan seperti itu? “baiklah. aku sudah tidak sabar mendengar pertanyaan darimu. aku dengar kau lumayan licik? Hmm memang benar sepertinya” apa!!!!!


Licik.


apa maksud laki laki ini bilang aku licik?


apakah dia tidak tahu yang licik itu sebenarnya adalah saudaranya?


Brengsek, pria itu, masih berdiri saja sudah cari masalah.


Geramnya.

__ADS_1


Geramnya.


Tetapi tetap saja dia sangat menawan.


“ apa maksudmu! seenaknya saja bilang Aku licik. ini juga pertama kalinya kita bertemu bagaimana mungkin kau bisa menilai orang hanya dari perkataan orang lain saja?, itu pasti sien. Iya kan” bicara langsung saja untuk apalagi disembunyikan. Dia saja mengataiku dengan sebutan licik “aku tahu, sien adalah saudaramu. tapi omong kosong seperti itu bahkan dengan mudah kau percayai. kau tidak seperti yang dibicarakan kebanyakan orang ternyata ya!. Hm apanya yang cerdas, dekat denganku saja belum, kau sudah bilang kalau aku licik! Memalukan” sangat kesal hari itu aku benar benar sangat marah.


Marahpun aku, tapi tetap saja tidak bisa menghilangkan kekagumanku dengan wajah tampannya.


“ hahaaha”


dia telah duduk dihadapan ku . Walaupun wajah nya tampan tetap saja aku merasa kesal apalagi melihat tawanya. Tapi tetap saja dia tampan. “kan sudah kukatakan, aku hanya mendengarnya. bukan aku orang yang pertama kali mengatakan kau licik.” Mengapa dia senang sekali, hmm.


Kalau para Penggemarnya mengetahui wajah senangnya mungkin banyak dari mereka yang terpingsan-pingsan. Hahaha, maaf saja, aku juga memiliki kakak yang tampan. Jadi menatap wajah Shin juga tidak akan mampu membuatku jatuh tak sadarkan diri. “tapi melihat dari perkataan mu barusan. aku baru sadar. mungkin pernyataan bahwa kau licik benar adanya. Terlihat sekali, Padahal belum saja aku duduk. Kau sudah ingin bertanya sesuatu padaku. Kau tidak suka berbasa basi ya sebagai oraang licik?. baiklah kalau begitu mulailah bertanya.” Baiklah.


Aku terima pernyataannya bahwa aku adalah orang yang licik.


Tidak masalah juga.


Shin mulai duduk dihadapan ku. kakinya ia lipat begitupula dengan tangannya yang juga ia lipat kedada.


Terlihat sekali dia memang orang kaya yang benar-benar sombong.


Sudahlah.


Aku tidak ingin membuang-buang waktu.


“ Baiklah” kataku memulai pertanyaan “langsung saja. SHin, Tuan muda Pemilik sekolah sekaligus presiden sekolah. Jika kau mengalahkanku dipertandingan catur kali ini, kau akan menjadi kan aku sebagai pembantu mu benarkan?” Shin dengan santainya menganggukan kepala” Dan jika kau yang kalah bagaimana?” tanya ku langsung.


kelihatannya dia bisa menebak aku akan bicara seperti itu. wajah nya saja tidak terlihat menunjukan rasa kaget sama sekali.


aku tahu apa yang kau pikirkan. Tapi aku tidak akan memberikanmu kesempatan menjawab karena....” jika aku menang, perintahkan semua orang-orang yang telah kau kalahkan di pertandingan catur untuk melindungiku sampai aku menyelesaikan sekolahku. termasuk juga dengan kau, kau harus melindungiku. Bagaimana?” kau bilang tadi aku licikan?


Hahahaha


Rasakan itu?


Tahukan kau! aku ini cukup pemberani hanha sekedar untuk mengancammu. aku tidak takut karena kakakku telah pergi maka aku harus bertahan disekolah ini.


hari itu kakakku berjanji. kalau aku bisa melewati masa sekolah menengah pertamaku. dia akan membawaku untuk melanjutkan SMA di jepang. Aku tidak sanggup hidup bersama keluarga Ayahku hari itu.


ayahku memang pengusaha yang cukup kaya. tapi aku harus hidup bersama ibu tiriku.


Benarkan ibu tiriku?


Entahlah. Begitu kata kakakku seingatku.


sebenarnya karena kakakku lah aku bisa bertahan hidup disana. jika kakakku pergi aku harus bagaimana? di rumah tidak nyaman makanya disekolah aku harus merasa nyaman. kalau aku dekat dengan sien. semua orang di sekolah akan iri padaku dan lagi mendengar apa yang dikatakan ketua kelas. ada baiknya aku menjauh dari sien untuk selamanya.


aku takut akan ada terjadi hal yang tidak aku inginkan.


“Apa kau yakin kau bisa menang melawan ku?”


“ Ini adalah pertandingan hidup dan mati ku. bagaimana mungkin aku bisa kalah?"

__ADS_1


“Pfft.. hahahahahahha....” laki laki dihadapanku ini membuat ku sangat kesal.


benar benar kesal.


apa nya yang lucu?


ingin sekali aku memukulnya.


Tahan tahan.


Dia sangat tampan, kau tidak boleh memukulnya.


“baiklah. Aku setuju” beruntung! Hari itu persetujuan Shin membuatku sangat beruntung.


Tahukah kalian!


Hari itu aku menang.


Hahaha aku bisa mengalahkannya meskipun harus menguras banyak tenaga dan pikiran.


aku masih ingat wajah kesal Shin.


wajah kesal orang yang saat ini berada disampingku.


Benarkah dia kesal hari itu?


Aku tidak peduli.


Yang terpenting, aku bisa menjalankan hari-hari disekolahku dengan tenang.


******


“Adik Xu idris, iya kan?” Aku terkejut. Suara shin membangunkanku dari lamunanku. Membangunkan dari ingatanku ketika aku Di SMP.


Mataku terbelalak.


Shin memandangku.


wajahku hampir dekat dengan wajah nya. Bahkan hampir menyentuh.


Pandangan kami saling beradu.


Malunya.


sangat malu.


Aduh.


Kenapa jantungku berdegup kencang seperti ini?


sudah berapa lama dia melihatku memandang wajah nya ya?


aku membuang wajahku.

__ADS_1


Malu.


sangat malu.


__ADS_2