
Hari ini Shin mengajakku makan bersama,
Yang pertama kali muncul didalam benakku adalah sebuah kencan,
tapi miris,
ternyata semua salah.
shin hanya ingin mempertemukanku dengan lian, belum cukup sampai disitu saja, sekarang lagi dan lagi aku harus berurusan dengan laki laki ini, laki laki kejam yang suka memaksa orang, laki-laki yang sering kali menganggap manusia sebagai barang.
baru saja shin mengingatkan ku jika aku bertemu dengan srigala ini, aku harus segera menghubunginya.
tapi sekarang sudah kuputuskan, aku harus bisa bertambah kuat.
walau bagaimana pun, aku telah mengenal srigala ini selama tiga tahun lamanya.
srigala benar-benar panggilan yang cocok untuk nya, dan lagi saat ini dia sedang memaksa melepaskan tanganku yang sedang memegang lengan lian.
“ Mau apa kau..?” tanya lian keras yang saat ini sedang menghalangi tangan si srigala ini menghampiri tanganku.
Lian membantuku, aku menarik lengannya kebelakang, dia mengikuti langkah kakiku mundur. kami mencoba sedikit menjauh dari sien
“ Sien, kau membuat yuanna takut” bela anya, ibu Tiri shin dan merupakan ibu kandung sien. wanita itu mulai memperingati sien, suaranya sungguh....
lembut sekali.
kalau dipikir-pikir nyonya yang satu ini memang berasal dari keluarga kaya sebelumnya, tentu saja semua tindakannya sangat menawan.
“Takut, " Sien mulai membuka suara "yuanna kau takut denganku ya? Hahhahaa” tawa senangnya. kalau dipikir-pikir lagi buat apa juga aku takut dengannya.
sesenang itu kah dia melihatku ketakutan.
tentu saja sekarang aku tidak boleh takut, dan lagi, mana mungkin dia bisa menangkapku saat ini.
“ Tentu saja aku tidak takut, aku hanya ingin bermesraan dengan suami ku!” ucapku berbohong.
lian tolong lah aku sekali ini, tolonglah...
“ benar, " jawb Lian mengejutkanku "bukankah kau lihat sendiri, saat ini kami sedang berkencan..? tentu saja sudah biasa istriku memegang lengan suaminya” ucap lian membantuku.
gotcha,
lian, kau memang aktor berbakat
“ istri...?” ucap Sien, mungkin dia penasaran, mungkin saja.
ahhh..
dia pasti tidak mungkin percaya,
Lian suami ku, aku istrinya..?
Bagaimana pun lian dan shin berteman,
mana mungkin lian dan aku berselingkuh dibelakang...?
tentu saja Sien tidak percaya, bodohnya aku..
“ iya," lian menjawab lagi "dia adalah istri ku, tentu saja istri dunia maya," lanjut jawabnya lagi membingungkan Sien hingga laki-laki itu mengernyitkan dahinya "didunia maya adalah istri ku, didunia nyata tentu saja teman berharga" jawab Lian lagi, benar...
kita adalah teman Lian, jawabanmu memang sangat cerdas. "dia juga adalah istri dari temanku, sudah sepantasnya aku melindunginya dari macan seperti mu” bagus lian, lanjut kan saja membelaku sebagai balasan atas siramanmu dua bulan yang lalu.
“ lian.." panggilku kepada teman berharga "dia itu bukan macan, bagiku dia lebih terlihat seperti srigala” sindirku kepada sien.
“ pft.. hahahhaha.. " tawa laki-laki itu begitu keras, benar-benar membuatku kesal "kalian berdua kelihatannya sangat takut denganku” ucap Sien begitu remeh.
astaga srigala ini,masih bisa- bisanya dia mempermainkanku.
__ADS_1
“Di dunia maya saling melindungi, di dunia nyata tentu saja juga harus saling melindungi, apalagi ketika bertemu srigala sepertimu " aku tidak ingin lagi banyak bicara kepada laki-laki dihadapanku ini "ayo Lian kita pergi" ajakku menarik tangan teman berharga disampingku ini. "disini sungguh, sangat berbahaya, aku takut jika harus terus berada disini.” lanjutku lagi kepada lian.
dengan segera lian mengambil masker dan topi diatas meja yang dekat disamping kami, kemudian memakainya, setelah itu, kami bergegas pergi meninggalkan tempat ini.
“Tunggu yuanna.. “ suara ibu sien menghentikan langkah kaki kami, ”aku sudah meminta izin kepada shin untuk bertemu dengan mu.." begitulah ucapannya hingga aku terpaksa harus menghentikan langkah kaki yang tadinya mulai bergerak "jika tidak keberatan, bisakah kau meluangkan waktu sedikit untukku..?” pintanya padaku,,
ahh pantas saja bukan kebetulan, ternyata ini semua ulah shin lagi.
beginikah tugas ku sebagai istri nya..?
“Lian,kau pergi saja dulu.. " aku sungguh, tidak ingin membebani lian "aku tahu, saat ini kau pasti sedang sibuk" lanjutku lagi lalu melepaskan lengan lian , kemudian berjalan menuju ibu sien berada.
“ tentu saja aku tidak sibuk." jawab lian mengejutkanku "aku sengaja mengosongkan jadwal ku hari ini, aku juga sudah berjanji kepada shin untuk menjaga mu.. “ ucapnya begitu menyenangkan hatiku.
aku baru tahu,
ternyata kau masih memiliki rasa tanggung jawab. tapi kemana rasa itu pergi ketika dipertemuan pernikahan dua bulan yang lalu....?
sudahlah lupakan saja.
“Maaf meminta bantuan mu" ucap ibu sien lagi, semakin memberatkan hatiku untuk pergi "hanya saja kalau tidak ada dirimu, sien sama sekali tidak ingin bertemu denganku" benarkan, wanita ini ternyata sedang memanfaatkanku " jadi aku mohon duduk lah bersama kami,"pintanya lagi sungguh memelas.
lagi lagi,aku dimanfaatkan orang lain,
kali ini orang yang baru kukenal lagi.
“ hehe” aku menahan tawa ku kecil. seharusnya dia tahu bahwa aku keberatan tapi tampaknya dia cuek cuek saja, malah menyuruhku duduk disampingnya. dan lagi,
kenapa juga sien malah duduk berada berhadapan denganku.. ?
dan kenapa juga dia harus tersenyum melihat ku..?
senyumannya sungguh nakal.
bagaimanapun nakalnya dia, tetap saja dia terlihat tampan,
“ ayo mulai " ajakku "kau mau perang tidak..?.” lanjut ajakku lagi kepada lian,
aku mulai berdiri lagi, melangkah mendekati lian dan melihat layar ponsel nya,
sien mulai melirik kearah ku, dia pasti tidak senang dengan sikap ku ini. terserahlah, salah sendiri memanfaatkan waktu orang.”aku mau duduk dibawah, duduk diatas tidak enak, atau duduk disofa sana aja mungkin lebih nyaman ?” ajak ku lagi kepada lian untuk menghindari kedua orang ini.
tampaknya lian menyetujui ku, dia menganggukan kepala.
belum lagi pindah posisi, tangan ibu sien sudah memegang lenganku,
astaga.
benar-benar dia ini.
“ Aku mohon duduklah disini saja,hanya sebentar.." wajahnya begitu menyedihkan "aku ingin melihat anakku sebentar saja” pintanya lagi memelas..
sedih sekali melihat wajahnya, beginikah sikap seorang ibu yang sebenarnya....?
********
Makanan yang dipesan kini telah datang, aku sengaja memilih makanan laut karena aku tidak bisa makan ayam,
“ kau kurus sekali, makan daging ini yang banyak” ucap ibu sien lalu memberikan ku beberapa potongan daging ayam. tiba tiba lian mengambil potongan itu.
“Aku kira kalian belum cukup saling mengenal.. ternyata kalian sangat dekat ya” tebak Sien terlihat kesal,,
setiap ia berbicara sebenarnya juga membuatku sangat kesal.
bagaimana tidak.. ?
sikapnya angkuh dan sangat sombong.
__ADS_1
“Tentu saja kami sangat dekat, warna celana dalam yang ia pakai pun aku tahu” apa sih yang kau katakan lian, Astaga.
“omong kosong, jangan banyak berbohong, makan saja makananmu” ucapku mengelak,
mulut lian ini dari dulu tidak pernah berubah, aku kenal lian. walaupun hanya sekedar didunia game saja.tapi aku lumayan memahaminya.
Zin zilian adalah putra kedua dari perusahaan Zin, kakak laki lakinya, zin Zilan Adalah presiden perusahaan tersebut. lalu dia memiliki temana sejak kecil, namanya adalah shi kariean. dari dulu dia sangat menyukai kariean.
hanya saja,
wanita itu tidak pernah menyukainya.
“ Hidup denganku selama 3 tiga tahun, aku bahkan belum pernah mengetahui warna celana dalam apa yang kau pakai.. ?" kesal sekali, ini semua karena ucapan konyol Lian "bagaimana mungkin orang yang hanya berkenalan didunia maya bisa lebih mengetahuinya..?” Astaga, laki-laki ini malah memperpanjang masalah.
“Tentu saja dia tahu, kerena setiap hari aku memberitahukan kepadanya” jawabku kesal, biar saja malu yang terpenting sien menghentikan Ucapan konyolnya.
bisa-bisanya, disaat makan seperti ini pun harus membahas masalah celana dalam.
zin zilian,
kau benar- benar cari masalah ya.
“ sudahlah sudah sebaiknya kita makan saja" ibu sien mulai menjernihkan suasana " ini ibu beri lagi potongan daging ayam.. “ ucap wanita itu menenangkan, untung ada dia, kalau tidak, mungkin pertengkaran ini masih tetap berlanjut.
“Dia tidak bisa makan daging ayam, kau akan membuatnya memuntahkan seluruh makanan didalam perutnya kalau tetap bersikeras memberikan daging ayam” ucap sein kepada ibunya.
ternyata dia tidak melupakan itu begitu saja. “ ada urusan apa kau ingin bertemu dengan ku?” tanya Sien terdengar kasar kepada ibunya. Bagaimana mungkin dia bisa berkata sekasar itu kepada ibu yang telah melahirkannya.
“ Aku hanya sangat merindukan mu dan ingin melihatmu” jawab ibunya begitu lembut
“ Kau ingin membuang-buang waktuku hanya untuk hal tidak penting seperti itu ” ucap laki-laki itu lagi seenaknya.
srigala ini benar benar kurang ajar, dia sungguh keterlaluan.
tetapi maaf,
aku tidak mau ikut campur urusan orang, biar saja lah, walaupun sebenarnya aku tidak senang tetapi membela ibu sien bukan berarti hal yang baik juga. mungkin wanita itu juga telah mempersiap kan diri dengan kata-kata kasar sien.
Sien itu memang selalu seperti ini. tidak hanya terhadap ibunya, terhadap ayahnya juga demikian kasar. dia hanya bisa sopan kepada ketua Co saja.
tiba tiba Semua terdiam.
rasanya sangat canggung,
ibu sien, mungkin saat ini merasa sakit hati tapi dia tidak membalas ucapan kasar putranya,
belum juga selesai makan, suara lift terbuka lagi. dan lagi lagi untuk ketiga kali nya aku dibuat terkejut.. memang hari ini aku kurang beruntung.
seorang wanita berparas cantik, berambut panjang,bahkan cantik sekali, kalau ibu sien masih muda mungkin masih jauh lebih cantik wanita satu ini, dia mulai keluar dari Lift.
lalu berjalan menuju kearah kami, siapa lagi kalau bukan si srigala tujuannya.. ?
tentu saja dia adalah kekasih nyata Sien dan dulu aku adalah kekasih gelapnya.
bukan bukan, aku bahkan tidak pernah pacaran dengannya.
jadi baginya dulu aku ini sebenarnya apa? Alat kah? benda..? aku kan juga manusia.
aahhhh kesalnya.
yang lebih mengejutkanku lagi sekarang, ternyata dia bersama seorang laki-laki, dan laki-laki disebelahnya i tu adalah suami ku.
aku ingin marah, sangat ingin marah.
tapi mana boleh,
setidaknya aku ingin bilang, mengapa dia meninggalkanku malah kembali bersama wanita lain?
__ADS_1