Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
dia mengetahuinya


__ADS_3

“ kau mendorong Arra dengan sengaja karena dia pacar sien, iyakan....?" konyol, mana mungkin aku melakukannya "Sebegitu cemburunya kah kau dengan hubungan orang sampai tega ingin membunuhnya.." tidak bisa bicara, hatiku mulai bergetar takut "dengan cara mendorong arra bukan berarti kau bisa memutuskan hubungannya dengan Sien begitu saja" tuduhnya lagi tanpa bukti.


terkejut,


aku tidak tahu apa apa,


mengapa jadi aku yang dituduh..?


pandanganku mulai ku tujukan kepada kariean yang saat ini bersandar ditubuh lian "uhuk uhuk " dia berpura pura batuk, menyebalkan.


“ kariean, apa maksudnya ini?” tanyaku meminta penjelasan.


aku mengepalkan erat kedua tanganku.


merasa kan sakit hati yang luar biasa dan kekesalan saat dituduh melakukan hal yang tidak pernah aku lakukan.


“ Apa lagi." wanita ini benar-benar, "jelas jelas aku melihat mu mendorong Arra lalu Ia menarik tanganmu" dia memang wanita licik " kalian jatuh bersamaan dikolam, dan aku juga melihat mu pergi meninggalkan Arra saat dia sedang meminta tolong" penjelasannya benar-benar memuakan "karena melihat itu tentu saja aku lompat dan menyelamatkan arra, lalu kau masih mau bertanya lagi ya..?” sungguh, dia ini pasti sedang menfitnahku,


wanita ini memang sungguh keterlaluan.


“Bohong" ucapku membela diri "kau telah berbohong." lanjutku lagi " lihat saja Cctv kalau kalian tidak percaya?” seruku mencoba meyakinkan.


aku kesal sekali.


sangat kesal.


kenapa aku harus berurusan dengan kedua orang ini lagi....?


“ Cek Cctv sekarang” perintah lian kepada para pelayan pesta.


“Cctv saat itu tidak berfungsi tuan” teriak salah seorang pelayan dari lantai atas.


“ benarkan!" Ucapan Lian sungguh menyakitkan "Orang sepertimu memang tidak akan bisa dipercaya.." lanjutnya menekanku "kau juga sanggup mematikan Cctv, asalkan ada komputer didepan mu.." memang dia sangat ingin mempermalukanku "aku tahu siapa kau Yuanna! Kau termasuk seorang hacker.." memang benar, tetapi bukan aku yang melakukannya "bisa saja saat kau meninggalkan Arra lalu mulai bersiap siap meretas cctv” tuduh nya lagi kepadaku, berkali-kali menerima tuduhan sungguh sangat membuatku geram.


“bodoh sekali kau, kalau aku mematikan Cctv,untuk apa aku menyuruhmu mengecek Cctv...? " aku mencoba membela diriku lagi "Ah... benar," berusaha tersenyum kecut "cintamu yang buta, mampu membuatmu sampai menjadi gila karena tidak bisa melihat iblis yang bersemayam didalam tubuh teman wanitamu ini” teriakku kesal.


marah, sangat marah


“ kau..” Lian mencoba memukulku lagi tapi kariean menghentikannya.


padahal aku sudah bersiap siap dipukul, tetapi baguslah, setidaknya rasa sakit itu tidak kurasakan lagi.


“ Sudah, kita pergi saja dari sini, tidak usah ladeni wanita murahan ini” ajak kariean kepada lian dengan menarik tangannya berlalu dari pandanganku.


benar pergilah kalian, tidak usah muncul dihadapan ku lagi.


akhirnya mereka pergi aku,


sangat malu. semua orang yang berada disekitarku memandang sinis dan tak suka,


badan ku mulai mengigil, aku kedinginan, aku juga sangat takut Shin melihat ku saat ini.


itu karena aku sudah membuatnya malu.


aku ingat.


Shin pergi meminta izin padaku untuk bertemu dengan pemilik pesta, ada beberapa urusan bisnis perusahaan yang harus ia selesaikan diruangan lain. dia pasti akan lama, sebaiknya aku tinggalkan tempat ini sebelum dia melihat keadaanku.


semua orang pasti mengira bahwa Shin sangat bodoh telah menikahi wanita seperti ku, aku melipat kedua tanganku kedada, menahan rasa dingin yang menyiksa.


“ kau puas..?” ucap seseorang yang suaranya sangat kukenal,


dan lagi.


masalah satu sudah pergi, kini masalah baru datang kembali


.aku tahu dengan jelas suara ini, aku melihat Sien sedang menggedong Arra,


aku bertanya tanya saat ini bagaimana keadaann Arra... ?


apakah ada kemungkinan dia bangun lalu menjelaskan kejadian yang sebenarnya..?

__ADS_1


sien memberikan tubuh arra kepada assistennya. assistennya pergi meninggalkan kami membawa arra entah kemana, mungkin saja rumah sakit atau kerumahnya.


“Apa...?” Tanyaku menantang, tidak beruntung sekali malam ini,


menahan kakiku yang sedang menggigil, sungguh, aku sangat tidak menyukai kalau harus berhadapan dengan Sien.


“Aku benar-benar menyesal pernah mengenalmu dan berusaha keras agar kau tetap berada disisiku." ucapan Sien begitu menyakitkan "aku benar benar tidak menyangka, kau akan membunuh orang hanya karena rasa cemburu” bentaknya marah.


ucapannya menekan hatiku.


hatiku sakit,


Sien. KENAPA BARU SEKARANG KAU MENYESAL.!


******


Aku berada di ruang pesta, saat ini semua mata tertuju kepada ku.


dingin..


tubuhku menggigil.


Aku mengencangkan lipatan tangan didadaku,


dihadapanku berdiri seorang laki laki muda berambut silver. Dia tinggi,semua orang yang baru melihatnya akan mengatakan bahwa dia itu adalah suami idaman seluruh wanita.


Aku menengadahkan wajah ku melihat wajah nya yang tinggi, dingin pun harus kutahan,


aku harus kuat.


tersenyum kecut memandangnya “Kenapa tidak dari dulu saja kau menyesal brengsek...?” makiku keras, membuka lipatan tangan didadaku, menjatuhkan kedua tanganku dan menggenggamnya erat erat, gemetaran tubuhku semakin bertambah tapi tetap harus kutahan “seandainya dulu kau tidak datang kerumah ayahku, memintaku bekerja denganmu, menawarkan dirimu untuk menanggung semua biaya kecelakaan kakakku, dan bertanggung jawab untuk menjaga tubuh kakakku sepenuhny, aku yuana" diam sejenak menatap marah kearah sien "tidak akan pernah mau berada disisimu, dan tidak akan pernah mau berada disisi mu dan tidak akan pernah sudi berada disisimu” aku sangat marah


sangat ingin menangis tapi tidak bisa.


aku tidak boleh lemah dan tidak boleh menangis dihadapan srigala ini.


“ Baguslah" jawab laki-laki dihadapanku seenaknya. "mulai sekarang,jangan pernah muncul lagi dihadapanku" lanjutnya lagi semakin membuat emosiku bertambah "aku tidak mengenalmu dan kau juga tidak mengenal ku.” Bentaknya geram lalu wajahnya mendekati telingaku, dia mulai membisikan sesuatu “ dan lupakan bahwa kau dan aku pernah hidup bersama” setelah mengatakan hal itu dia pergi berlalu meninggalkan ku.


akhirnya..


senang atau sedih? Akupun tidak tahu perasaan mana saat ini yang sedang aku rasakan.


aku ingin menangis.


tapi masih kutahan


tubuhku masih terasa dingin.


ahh iya benar, aku harus cepat cepat pergi. tapi kaki ku tidak sanggup bergerak lagi.


tiba tiba terdengar suara ribut disekitarku..


“Itu dia Shin..." teriak seorang tamu,


"kaget sekali aku, tiba tiba dia muncul disini, sangat jarang aku melihatnya berada dipesta” terdengar olehku suara obrolan beberapa wanita diruangan ini,


aku tidak sanggup menoleh kan kepalaku, aku menunduk diam dan mematung,


tiba tiba sebuah jaket menyelimuti tubuhku, tubuhku mulai terangkat,


benar yang kudengar, ternyata Shin telah datang. padahal aku berniat pulang sendiri kerumah, tapi Shin sudah lebih dahulu mengetahui keadaanku.


dia mungkin akan sangat marah padaku kali ini,


apa mungkin dia akan menceraikan ku...? Bagaimana dengan kakakku yang saat ini sedang dalam perawatan jika dia menceraikanku..?


shin menggendong tubuhku dari depan, meninggalkan ruangan yang dipenuhi obrolan sampah.


shin benar benar lembut melakukannya, bahkan dia sangat berhati hati meletakkanku kedalam mobilnya saat ini.


Disepanjang jalan aku hanya terdiam, pandanganku tertuju kedepan dan juga tidak sedikitpun menolehkan kepala kearah Shin yang saat ini sedang menyetir mobil disampingku.

__ADS_1


aku tidak tahu ekspresi wajahnya saat ini,


apa yang dia pikirkan dan perasaan apa yang ia miliki....? Saat ini yang kupikirkan hanyalah..


bagaimana menghadapi nya nanti.


*******


Kami telah sampai dirumah,


aku membuka pintu mobil lalu berjalan masuk kerumah.


lagi, Shin segera menangkap ku lalu menggendongku masuk kedalam rumah.


setelah melangkah masuk keruang tamu. Dia mendudukanku diatas sofa.


“aku tidak mau minta maaf, aku tidak bersalah” suaraku lirih, ketika aku sudah terhempas duduk diatas sofa.


Shin berjongkok menghadapku, dia memandangku. aku menundukan wajahku, tidak ingin melihatnya.


aku tahu shin pasti ingin meminta penjelasan dariku. aku harus menjelaskan kepadanya tentang kejadiaan tadi.


Aku tidak mau dia salah paham,


mau dia percaya atau tidak, terserah saja, yang penting aku sudah mengatakan sejujurnya.


“ kalau begitu akulah yang seharusnya minta maaf kepadamu karena datang terlalu lama untuk menyelamatkanmu disaat situasi seperti itu terjadi” Shin, hiks..kenapa kau bicara seperti itu..?


aku tak kuasa menahan tangisku lagi, aku menangis sejadi jadinya dihadapan shin, shin naik atas kesofa lalu memelukku, dan untuk yang kedua kalinya aku menangis dipelukkan Shin.


shin tidak menyalahkanku, malahan ia meminta maaf kepadaku yang membuat pertahananku runtuh.


Setelah aku selesai menangis, shin membersihkan wajahku, merapikan rambut yang acak acakan di wajahku lalu ia mulai bercerita.


“ tenang saja, masalah ini akan aku selesaikan." ucapnya menenangkanku "ini..” Shin mengeluarkan sebuah flashdisk kecil dari kantung celananya.“ ini adalah rekaman cctv kejadian tadi." haaa.. benarkah..?, "aku mendapatkannya dari orang kukenal" lanjut Shin lagi menenangkanku "aku tidak bodoh,mana mungkin aku biarkan nama istriku jadi buruk tanpa usaha apapun” jelasnya membuat ku terkejut,tadinya aku mengira urusan Shin sangat rumit karena tidak kunjung datang juga menemuiku. ternyata dia berhasil mendapatkan sesuatu yang sangat mengejutkan.


“ Tapi Cctv tadi.... “ belum lagi kulanjutkan kata kata ku, Shin sudah menggeleng gelengkan kepala dan mengisyaratkan kepadaku untuk diam.


“ Seseorang sengaja diperintahkan untuk menghapus Cctv ini" shin mulai menjelaskannya kepadaku "hal ini mungkin berkaitan dengan pertikaian antara keluarga LU dan keluarga Shi dan tanpa sengaja kau ikut masuk kedalam pertikaan mereka" lanjut jelasnya lagi "setelah melihat Cctv ini, menurutku keluarga Lu berusaha menjatuhkan Keluarga Shi dengan cara menjebak kariean dengan melakukan usaha pembunuhan kepada Arra." tambah Shin lagi menjelaskannya dengan baik "tentu saja aku punya mata mata dan untung saja dia berhasil menangkap pelaku yang menghapus Cctv dan mengambil barang bukti ini.. “ Shin mulai mengelus rambut panjang ku, dia tersenyum lembut.“ sekarang mandi dan istirahatlah." perintahnya masih mengelus rambutku "tenang saja kau pasti baik baik saja.. “ dia berhasil membuat perasaanku menjadi tenang,


shin mulai berdiri, aku sungguh merasa tidak percaya diri.


sudah berkali kali Shin menyelamatkan ku,


apakah aku pantas menerima kebaikaannya....?


“ Shin.. " panggilku menghentikan langkahnya "kenapa kau sangat baik kepadaku..?" tanyaku terang-terangan "aku takut mencintaimu, aku tidak sanggup menahan beban berat seperti itu, maafkan aku” aku mangangkat tanganku lalu memegang jari Shin “aku tidak pantas mencintaimu dan aku tidak boleh mencintaimu, orang sepertiku tidak seharusnya berada disisi orang sehebat mu” ucapku lirih.


aku angkat kepala ku lalu menengadah melihat wajah shin yang seketika berubah jadi marah.


Shin benar benar marah, aku terkejut melihat ekspresi wajahnya, ada perasaan takut yang tiba tiba muncul dari diriku.


dia mengayunkan tangannya yang saat ini aku pegang lalu mengepalkannya.


sepertinya dia tidak mau melihat ku.


“Yuanna.. " panggilnya "dengarkan aku baik baik.." aku tertegun mendengar suara kemarahannya "Mencintaiku adalah hukuman untuk mu." lanjutnya lagi menekanku "kau harus merasakan penderitaan dengan cara mencintaiku, aku menikahimu karena aku tidak mau kau ikut serta kedalam permainan ku dan sein." dia mulai menjelaskan segalanya kepadaku "Cukup sudah kau membantu Sien, merusak kehidupan rumah tangga orang tuaku, kau sedikit pun tidak diperkenankan untuk membantu Sien lagi selama sisa hidupku."lanjut jelas shin lagi membuatku sangat takut "Mulai sekarang dan selamanya kau adalah milikku. Tetap tinggal disisiku, dan jangan pernah coba pergi dariku." ucapnya menekanku "hutang budimu terlalu banyak kepadaku dan kau harus membayarnya dengan semua sisa hidupmu,“ setelah mengatakannya, Shin pergi meninggalkan ku begitu saja.


aku sungguh sangat terkejut ternyata Shin sudah mengetahui bahwa akulah penyebab hancurnya rumah tangga orang tua Shin.


Aku bodoh dan baru mengetahui kalau Shin sengaja berbuat baik kepada ku agar aku segera mencintainya.


siapa juga orang bodoh yang tidak menyukainya walaupun orang itu memiliki maksud terselubung didalam hatinya.


Shin, kalau itu yang sebenarnya kau mau.


tentu saja.


aku akan mengabulkan keinginanmu.


hati ku, jiwaku dan ragaku sepenuhnya akan kuserahkan kepadamu.

__ADS_1


Tunggu saja,


aku pasti datang dengan penuh cinta untukmu..


__ADS_2