
Bukkk....
Yuanna keluar dari lemari Lian lalu memukul orang tersebut dengan pentungan yang sengaja ia bawa bersamanya... orang itu terjatuh pingsan tidak berapa lama kemudian seseorang lainnya masuk dan berusaha menancapkan pisau kepunggung Yuanna..tapi Lian dengan cepat menarik Yuanna kedalam dekapannya dan menendang orang tersebut..
“Bre**s*k” lian memukul wajah laki laki itu.. yuanna lalu menghidupkan lampu kamar.. semua orang didalam rumah mulai berdatangan mendengar keributan dikamar Lian..
“Mereka mencoba membunuhku” Bentak Lian marah saat itu ketika melihat keluarganya datang.. yuanna masih dengan sigapnya mengikat tangan salah satu dari orang tersebut..sementara lian menangkap orang yang lainnya..
“Lian. Anakku.. kau baik baik saja” ucap ibu lian khawatir.. lalu ingin mendekati lian..
“Jangan mendekat.. segera panggil polisi“ teriak lian menghentikan..
“kau siapa? kenapa kau bisa berada didalam kamar lian?” tanya ketua Zin kepada yuanna.. yuanna merasa sangat kesal ketua Zin yang tidak mengenalinya padahal ia pernah ikut bergabung ke pertemuan makan malam keluarga zin beberapa hari yang lalu..
“Aku assissten pribadi Lian.. Lian menyuruhku menjaganya.. terakhir kali setelah kami pergi meninggalkan pertemuan makan malam bersama keluarga zin,, seseorang mencoba mencelakakan tuan Lian dengan Merusak rem mobil miliknya” jelas yuanna kepada Ketua zin.. tiba tiba..Door...dooodrrr....
******
Suara tembakan terdengar..darah keluar dari kedua kepala orang orang yang mencoba membunuh Lian tadi. Mata Yuanna membelalak seketika..tubuhnya mulai bergemataran.. lian yang mengetahui keadaan yuanna lalu memeluknya .
“Kenapa kau membunuh mereka? Zilan bre ** s*k”.. bentak lian marah..
“Mereka berusaha membunuhmu.. mereka pantas mendapatkannya” jawab Zilan dengan gampangnya..
*****
Yuanna kecil berada didepan pintu sebuah ruangan, ia melihat dua orang pria di dalamnya dengan masing masing membawa sebuah pistol.. dan beberapa orang lainnya yang sedang terikat.
“Jangann... tolong jangann bunuh aku...” teriak salah seorang yang sedang terikat itu.. Dua laki laki itu hanya diam tidak menjawab lalu mengacukan pistol mereka ke orang orang yang sedang terikat..
__ADS_1
“Kau.. .suatu hari nanti kalian akan mendapat karma atas apa yang kalian perbuat” teriak laki laki yang juga terikat.
Dooooor...dooor...dorrrrr..dorr. terdengar suara tembak berkali kali..seketika itu darah mulai membasahi lantai.. yuanna menyaksikan pembunuhan itu.. salah seorang yang lebih muda diantara pembunuh itu membalikan tubuhnya,, dia terkejut melihat Yuanna berada dibelakangnya.. Idris datang dari belakang memeluk adiknya.. laki laki itu lalu mendekati yuanna dan idris lalu memeluk mereka..
“Ayah.. kenapa ayah membunuh mereka?” tanya yuanna kepada ayahnya...ayah yuanna tidak menjawab.. kemudian laki laki yang lebih tua keluar dari ruangan tersebut.. “kakek.. kenapa kau membunuh mereka?” tanya Yuanna..tubuhnya kini mulai gemetaran...
“kenapa kau membunuh mereka ..shin tolong aku..kenapa kau membunuh mereka...kenapa kau membunuh mereka.... hiks hiks hik...tolong aku shin tolong aku takut sekali.... kenapa kau membunuh mereka....” teriak Yuanna yang saat itu sedang berada didalam pelukan Lian ...lian merasa kebingungan lalu berusaha mengambil ponselnya untuk menghubungi Shin..
tidak beberapa lama kemudian SHin masuk kedalam kekediaman Zin..dia berlari menuju kamar lian.. ia melihat Yuanna masih berteriak dengan mengatakan hal yang sama dengan yang ia dengar melalui telpon ketika lian menghubunginya tadi berulang kali... ruangan itu sudah bersih.. mayat pembunuh telah dibersihkan..tapi yuanna tidak bergerak dari posisinya.
“Hikss....kenapa kau membunuh mereka...hikss.. shin tolong aku.. kenapa kau membunuh mereka...hikss” teriak yuanna sambil menangis,, kedua tangannya memegang kepalanya yang saat itu terasa sakit.
“Tidak ada yang dibunuh.. lihat lah..tidak ada yang mati” ucap Shin mendatangi Yuanna,,, lian melepaskan pelukannya dan membiarkan Shin memeluk yuanna.
“Shin.. aku melihatnya..aku melihat mereka dibunuh hiks...hiksss.” ucap yuanna setelah melihat Shin.. yuanna mulai agak sedikit tenang ketika melihat Shin datang memeluknya..dia melepaskan tangan dari kepala lalu memeluk shin..
“Tadi..aku lih...” belum lagi yuanna menyelesaikan kata katanya..Shin sudah mengangkatnya lalu menggendongnya dari depan.. yuanna diam lalu memeluk shin dengan melingkarkan kedua tangannya dileher shin..
“Alah alah.. tidak disangka Cucu ketua Sun datang hanya demi assissten pribadi orang” ucap ketua Zin kepada Shin.
“Dia adalah bibiku ..wajar saja aku datang ketika dia dalam kesulitan” jawab Shin tenang
“Bibi?” Tanya ketua Zin penasaran.
“Kakek.. wanita itu adalah Nona go ansi dari keluarga Go..” jelas Lian kepada kakeknya.
“Oh..hahahah kukira dia adalah anak emas..maaf maaf .. aku hanya telah mendengar kau menikahi anak emas lalu membuangnya..sayang sekali .. kalau kau tahu dia lumayan berharga mungkin kau akan mempertahankannya” ucap ketua zin lagi kali ini sambil menyindir.. Shin tersenyum kecut dan tidak mengatakan apa apa..dia melangkah kan kaki meninggalkan keluarga Zin yang masih berkumpul di depan kamar lian.
*****
__ADS_1
Setelah keluar dari kediaman Zin.. Shin meletakkan yuanna di belakang mobil.. tetapi yuanna tidak mau melepaskan Shin.. Shin mengangkat Yuanna lagi..kali ini ia menempatkannya duduk didepan mobil.. disebelahnya...
“Kenapa ketua zin memanggilku anak emas?” tanya Yuanna yang sudah merasa tenang.. ia sangat penasaran dengan apa yang telah diucapkan ketua zin.. shin yang sedang menyetir mobil,, mengambil telapak tangan yuanna dengan salah satu tangannya.. lalu menggenggamnya. dan tangan lain digunakannya untuk menyetir.
“ anak emas yang mereka maksud adalah orang yang bisa membuka sebuah ruangan yang berisi obat obatan yang sangat mahal harganya dan tidak ada orang yang dapat membuat obat obatan itu saat ini kecuali tiga orang.. itupun harus menggunakan resep yang ada didalam ruangan tersebut.” jelas Shin kepada yuanna.
“Kenapa aku bisa membukanya..dan kenapa hanya ada tiga orang saja yang bisa membuat obat obatan itu?”tanya yuanna sangat penasaran..
“Kau ingat saat kau tinggal dirumah Sien.. mereka sering mengambil darah mu bukan.. mereka bilang itu untuk menyelamatkan kakakmu karena dia kekurangan darah.. padahal bukan.. darah mu yang sebenarnya digunakan mereka untuk membuka pintu rahasia itu.. darah mu adalah darah klan Xu,, seluruh klan Xu mampu untuk membuka ruangan yang sistem pintunya hanya bisa terbuka dengan menggunakan darah klan Xu.. saat ini klan xu sudah tidak ada lagi ditangan mereka.. jadi posisimu sedang dalam bahaya.. kau harus ber hati hati..kemanapun kau pergi..bahkan diluar negeri sekalipun mereka akan mampu menemukan mu.. Salah satu dari mereka adalah pemimpin negara..dia mampu mengetahui posisimu jika kau berencana meninggalkan negara ini..dan lagi sebenarnya masih ada satu orang lagi yang bisa membuat obat obatan tersebut..hanya saja ingatannya sudah dihapuskan” jelas Shin sambil tersenyum memandang Yuanna.. yuanna terdiam memahamin penjelasan Shin..
******
“Kalian benar benar tidak bisa membacanya?” Bentak ketua kepada dua orang anak laki laki yang saat itu berada dihadapannya.
“Kakek.. Bahasa nya sangat sulit.. walaupun Paman Xu sudah mengajarkan kami tetap saja sangat sulit dipahami.. “ jelas Sien kecil..
“Omong kosong,, percuma saja kalian belajar.. satupun tidak ada yang berguna” maki ketua co lagi kepada mereka yang saat itu merasa ketakutan.
“Kakek.. kami bukan dari klan Xu..tentu saja sulit memahaminya” Shin membela diri..
“keluar... Pergi kalian dari hadapanku bocah tak berguna” usir ketua Co.. dua anak laki laki itu pun pergi keluar ruangan itu.
Mereka berjalan menuju sebuah rumah kecil dibelakang kediaman Co.
“Paman... kakek marah marah lagi.. tapi kami berhasil menipunya” seru sien dengan bangganya karena telah menipu Ketua Co.
“Bagus..bagus.. berjanjilah kepada paman.. kalian tidak akan memakai kemampuan yang paman ajarkan untuk orang lain kecuali jika itu benar benar sangat dibutuhkan” pinta Sami kepada mereka
“Baiklah paman.. kami berjanji” seru sien dan shin secara bersamaan.
__ADS_1