
Sebuah apartemen kecil bertingkat dua terbuat dari kayu papan biasa dengan tangga disampingnya sedang ditatap oleh seorang wanita muda yang telah mengenakan pakaian terbaik yang ia miliki selama tinggal di Indonesia..
"Hmm... Kalau tidak dapat menemukan Yuanna didalam kerajaan.. Aku lah yang akan membuatnya menemuiku secara langsung.. ibu bilang kepadaku saat kecil yuanna sangat menyayangiku sebelum aku pergi ke negara NC ini,, aku yakin dia pasti memaafkan kesalahan besarku yang telah merebut suaminya.. Yuanna.. tunggu aku.. aku akan memberikan Sien yang sangat baik hati kepadamu dan menendang Sun Shin Ya yang tukang berselingkuh itu" gumam wanita itu dalam Hati.. dia tersenyum nakal dengan ide yang baru ia dapat kemarin malam setelah 2 hari yang lalu menginjakan kaki dinegara tempat kelahiran saudara kembarnya itu.
"Kau tahu,, aku dengar yang mulia raja Xu Idris tidak suka dipandang orang,, dia menderita alergi berat dan tubuhnya akan memerah seperti kena cacar apabila terus dipandangi" suara wanita terdengar sedang berbincang bincang ditelinga Silly.. silly dengan seksama mendengarkan kelanjutan dari cerita yang lain.. dia mencoba menguping pembicaraan Wanita tersebut dengan teman wanita yang lainnya .. mereka saat itu hendak menuju keapartmen kecil yang dia tempati juga..
"Astaga.. benarkah! Kasihan sekali yang mulia kita.. pantas saja setiap orang menatapnya dia selalu memukul orang tersebut... Dari pada raja kita yang baik hati terluka.. lebih baik orang yang menatap itu saja yang mati" ucap teman wanita itu sembari terus berjalan melewati silly yang saat itu masih menguping pembicaraan mereka..
"Waaaah.. kasihan kali kakak yuanna.. dia menderita penyakit yang begitu mengerikan... "Gumamnya dalam hati lalu membalikan tubuhnya untuk pergi kesuatu tempat..
******
Lian terbaring terlentang menatap sebuah ponsel yang ada dihadapannya.. saat itu dia tidak memainkan game.. rambut Lian yang berwarna Kuning telah memanjang hingga ke bahu,, dia dengan kacamata putih di matanya sedang memandang sebuah karakter game yang sangat ia sukai.. dia tersenyum lembut memandangnya.. hatinya piluh ketika mengingat saat karakter tersebut bermain bersama karakter game miliknya bersama sama..
Karakter game itu sudah tidak digunakan lagi.. Lian,, dia mengambil paksa akun heroin yuanna dari tangan Shi' Kariean yang saat itu telah menjadi artis.. karena merasa tidak terlalu berguna,, dengan terpaksa Kariean memberikan Akun yang menyebabkannya menjadi populer dinegaranya tersebut..
Perut Lian berbunyi tiba tiba.. dia sangat lapar pagi itu... Dia bangun dari baringannya lalu berjalan menuju kulkas sesekali dia menatap sofa tempat tidurnya tadi membayangkan yuanna duduk diatasnya dengan memainkan game Lord of royal kingdom lebih dari 2 tahun yang lalu...
Matanya teralih lagi ke arah karpet didepan televisi.. Lian membayangkan yuanna sedang bermain akun game miliknya diponsel yang ia ambil secara paksa saat itu.. Lian tersenyum kecut.. air matanya menetes tanpa ia sadari... Dia lalu mengikat rambut panjangnya dengan tali rambut yang berada dipergelangan tangannya sebelum membuka pintu kulkas..
__ADS_1
Kosong,, tidak ada makanan sama sekali.. dia mencari cari makanan tapi tetap saja kosong.. Lian mengambil dompet didalam kantung celana belakangnya.. Kosong,, Lian tidak punya uang sama sekali hari itu..
Tiba tiba ia teringat akan sesuatu,, dia lalu bergegas menuju ke suatu tempat untuk mendapatkan uang agar hari itu ia bisa membeli makanan..dia pergi keluar ruangan dengan memeluk bantal bergambarkan Heroin yuanna ditangannya..
*******
Didalam ruang raja, Idris sedang duduk dengan mengepal tangan renggang dipipi menahan kepalanya,, sikut tangan ia tempelkan di gagang kursi tahta ,, ia memandang lurus kedepan penuh dengan kesedihan membayangkan masa masanya dengan yuanna dan Shin ketika mereka sedang bersama di desa Xu..
Sesekali dia tersenyum mengingat tingkah konyol yuanna yang selalu membuatnya kesal dan tingkah Shin yang selalu membuat yuanna marah marah...
Disebelah Idris.. Nana sedang memberikan arahan kepada salah satu Mentri kerajaan,, sesekali Nana mengambil nafas sedih melihat Idris yang sedang melamun saat itu.. Nana telah terbiasa melihat Idris melamun selama berada disampingnya.. kadang ia melihat air mata Idris jatuh tanpa Idris sadari.. hatinya piluh melihat orang yang mungkin ada didalam hatinya itu kesakitan..
"Perintah apa lagi sekarang!" Tanya Shin yang masih kesal Idris menghubunginya beberapa menit yang lalu.
"Natto,, dia tidak ingin keluar dari ruangan kantornya dan juga tidak ingin ditemui siapa siapa khusus untuk hari ini.. hari ini adalah hari perpisahannya dengan wanita yang ia cintai dua tahun yang lalu,, jadi dia tidak ingin diganggu.." Idris menegakan kembali kepala miringnya dan memperbaiki posisi duduknya.. dia memerintahkan Nana untuk memberikan dokumen kepada Shin.. "berikan dokumen penting itu yang harus ditanda tangani natto hari ini juga.. aku sudah menghubunginya,, dia bilang,, dia hanya mau kau yang memberikannya,, tampaknya dia hanya ingin melihatmu" lanjut Idris lagi "pergilah" perintahnya kemudian ... Idris kembali memiringkan kepala dengan kepalan renggang tangannya.. dia tampaknya tidak ingin diganggu hari itu.. dia merasa keperihan mendalam saat mengingat tubuh adiknya penuh dengan puluhan luka tembakan 2 tahun yang lalu .. membayangkan nya membuat ia tiba tiba meminta obat penenang kepada Nana yang langsung diberikannya..
******
Silly berdiri menatap sebuah bangunan yang menjulang tinggi keatas.. sesekali ia mengambil nafas memberanikan diri untuk masuk kedalam bangunan tersebut..
__ADS_1
Langkahnya kemudian bergerak,, dia dengan tubuh yang gemetaran berjalan masuk kedalam sebuah perusahaan besar.. bahkan salah satu terbesar di Negara saat itu...
"Aku ingin menjadi artis" silly menggebrak meja mengejutkan kostumer yang ada ditempat itu..
"Anda harus mengikuti audisi terlebih dahulu jika ingin menjadi artis nona" jawab kostumer yang telah kembali normal dari keterkejutannya .
"Tapi aku harus menjadi artis sekarang juga. .. kalau tidak,, aku mungkin tidak punya kesempatan lagi untuk berjumpa dengan yuanna.. " ucap Sily memaksakan kehendaknya.
"Maaf nona.. anda tidak bisa secara langsung menjadi artis tanpa audisi" jelasnya lagi..
"Waktuku hanya 1 minggu,, tolonglah" paksa silly membuat kostumer tidak nyaman.. dengan bergegas ia melirik kearah dua satpam yang berdiri didepan pintu.. melihat isyarat yang diberikan temannya.. kedua satpam tersebut lalu mengangkat tubuh silly dan mengusirnya keluar dari perusahaan entertainment terbesar negara..
"Heeee.....lepaskan ..mau apa kalian... Aku ingin menjadi artis... Lepaskan" satpam tersebut membuang tubuh yuanna keluar perusahaan.. silly jatuh terduduk merasakan kesal setengah mati karena sikap kasar satpam tersebut...
"Hei... Itu Presdir Sun Shin Ya kan!" Suara wanita terdengar ditelinga Silly..
"benar,, Presdir Sun dari perusahaan plaza terbesar di negara ... Sungguh tampan sekali.. bahkan lebih tampan dari para aktor.. wajahnya gagah.. astaga.. melihatnya saja membuat jantungku serasa akan lepas " puji wanita lain mengejutkan Silly yang sedang terduduk karena lemparan Satpam yang baru saja terjadi .
"Sun Shin Ya" silly melihat kesekelilingnya.. dia terkejut melihat seorang laki laki yang ia kenali beberapa hari yang lalu berjalan menuju perusahaan yang ada dihadapannya.. semua mata wanita yang ada disekitarnya tertuju kepada laki laki itu.. Shin berjalan terus melewati silly yang tidak ia pedulikan sama sekali..
__ADS_1
"Hey kau" panggil silly menghentikan langkah kaki Shin..