Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
natto dan shin


__ADS_3

Seperti biasa,, aku bangun lebih awal dari Shin untuk pergi keapartemen Arra.. Aku berjalan menuruni tangga ..terlihat olehku Natto sedang membaca Koran diruang tamu.. Shin tiba tiba datang kearah natto dengan membawa dua gelas entah itu kopi atau teh..aku pun tidak tahu.. aku memutuskan untuk terus berjalan tanpa memperdulikan mereka berdua..


“ berangkat kerjakah?” tanya natto kepadaku.. aku tidak peduli ..tetap saja aku lewati dia.


“Duduklah dulu.. aku sudah mempersiapkan segelas lagi untukmu.. tanganku tidak cukup untuk membawa tiga gelas teh sekaligus” aku menuruti perintah Shin..tentu saja harus kuturuti.. karena dia adalah orang satu satunya yang tidak ingin aku lawan.


Aku duduk diseberang natto.. Shin sudah kembali setelah mengambil segelas yang ternyata itu adalah teh lalu duduk disampingku..


“Sampai kapan kau akan tinggal disini?” tanya Shin kepada Natto.. ruangan yang tadinya cerah kini berubah menjadi abu abu..hahah itu lah yang aku pikirkan saat ini.


“Sampai Istri mu mau kuajak pergi dari sini”


“Pfttt uhuk uhuk” aku yang baru mulai meminum segelas teh buatan Shin ,,sudah tersedak mendengar kata kata natto.


“Kau paksa sampai kau ingin matipun .. kau tidak akan mungkin bisa membuat dia ikut bersamamu” Shin mulai merasa sombong..ahh iya benar..dia memang begitu sebenarnya.


“Ahahaha... padahal dia tahu bahwa kau sedang memanfaatkannya...tapi dia masih bertahan denganmu. Trik kotor macam apa yang kau lakukan terhadapnya” ucap natto ..kini semakin menjadi jadi.aku masih mengenggam segelas teh sembari meniup niup nya.


“Omong kosong.. dia sendiri saja yang mau tinggal bersamaku.. dan lagi dia sudah jatuh cinta padaku.. mana mungkin dia mau pergi” ahhh.. Shin .. kau memang terlalu narsis..walaupun benar apa yang kau katakan.. tapi harusnya kau berpikir sebelum berbicara seperti itu. Ini menyedihkan sekali untukku.


“ kau ingin memanfaatkannya untuk mengambil kembali satu satunya orang yang kau cintai saat ini bukan? Orang yang kau cintai itupun bahkan tidak mau pergi bersamamu..dia lebih senang hidup bersama Musuh terbesarmu.. sudahlah.. lepaskan saja istrimu,, aku lebih bisa membahagiakannya dibandingkan dengan dirimu” siapa orang yang dicintai Shin .. hmm..mendengarkannya saja sudah membuat hatiku sangat sakit.. aku benar benar ingin pergi dari sini.


“hmmm..kau sudah sangat pandai sekarang..aku jadi sangat penasaran siapa orang yang telah mengajarmu?” Natto.. ternyata sangat mengerikan tidak seperti yang kubayangkan.


“Hahaha ada apa denganmu.. aku hanya menebak nebak saja..jangan diambil serius.. Dan lagi otakku ini tidak sebanding dengan otak Idris” Idris.. yang dia maksud idris siapa.

__ADS_1


“Tutup mulutmu.. atau saat ini juga akan kurobek” ancam Shin..Shin terlihat marah.. ahh rasa penasaranku semakin tinggi.


“Ahh..kenapa kau marah ketika aku berbicara tentang Idris” Shin berdiri dari dari duduknya lalu menarik kerah baju Natto...aku baru kali ini melihat shin benar benar marah.


“Tutup mulutmu jika kau masih ingin tinggal disini” ancam Shin lalu melempar tubuh Natto ke sofa..Shin pergi keluar rumah meninggalkan kami berdua dengan hanya mengenakan kaos putih..dia terlihat sangat emosi.


“Idris..kau mengenal idris?”tanyaku sangat penasaran kepada natto..


“Ahhh iya..idris .. orang itu terkenal dimasa lalu karena karangan bukunya yang menakjubkan ” Natto yang tadinya jatuh tergeletak diatas sofa kini telah berdiri tegak.“ Ahh..ini tidak menyenangkan..aku akan pergi mandi.. kau mau ikut?” laki laki ini otaknya malah mulai mesum..


“Kau gila” jawabku .. aku langsung meninggalkannya yang sedang menertawakan ucapanku.


*****


“Hallo..ean..ini aku.. Ansi..bisa kah kita bertemu di CaFe Mx jam satu siang?” ajak yuanna ke Kariean ..


******


Malam sebelumnya.


Yuanna sedang menunggu Shin pulang kerja... dia berdiri mondar mandir sembari menggigit ibu jari.. Natto yang sedang duduk Disofa sembari bermain game di Smartphone tertawa sendiri melihat tingkah Yuanna.


Pintu rumah telah terbuka, Shin yang ditunggu tunggu akhirnya telah kembali dan masuk kedalam rumah.. Yuanna mengambil jas kerja Shin,, lalu mengikuti langkah kaki Shin hingga sampai dikamarnya.


“Aku mau mandi,, kau mau ikut juga” tanya Shin yang merasa lucu dengan sikap dan tingkah laku yuanna malam itu.. Shin sudah mengetahui bahwa sikap Yuanna tersebut menunjukan bahwa dia sedang butuh bantuan.

__ADS_1


“Ah... tidak.. mandi saja dulu.. aku tunggu di sini” Tolak Yuanna sembari menunjuk kasur milik Shin..


Yuanna duduk dikasur, memainkan kancing jas kerja Shin sambil menunggu Shin keluar kamar mandi. sesekali ia melirik kekamar mandi menunggu Shin keluar dari pintu.


Wajah Yuanna tiba tiba memerah ketika melihat Shin yang hanya mengenakan handuk disekitaran pusar dan lutut keluar dari kamar mandi sembil menggosok gosok rambutnya yang basah dengan handuk.


“Aku tunggu di ruang kerja” teriak Yuanna lalu ia berlari keluar kamar.. Shin tertawa geli melihat tingkah laku istrinya.. Begitu juga dengan natto yang melihat wajah lucu Yuanna ketika keluar dari kamar Shin. Kamar shin berada dilantai bawah, berhadapan dengan kamar tamu yang digunakan oleh natto pada saat itu.


Masih dengan Sabarnya yuanna menunggu Shin datang keruang kerja..dia duduk dan membaca beberapa buku.. tetapi berkali kali ia menggelengkan kepala,, menandakan bahwa saat itu dia sedang tidak berkonsentrasi..


Shin akhirnya Masuk kedalam ruang kerja lalu berjalan menghampiri yuana dan mengangkat buku yang dipegang yuanna.


“Ini... kau sedang berlatih membaca buku terbalik ya?..apa membaca buku terbalik saat ini sedang populer?” yuanna terkejut melihat tingkah lakunya sendiri..dia tidak menyadari bahwa buku yang dia baca terbalik.


“heehehe” ketawanya malu.. sambil menggaruk garuk kepala yang tidak gatal.


“Ada perlu apa?”tanya Shin yang kemudian membuat Yuanna kembali bersemangat..


Yuanna mengambil sebuah flashdisk dikantungnya.. lalu mencolokkan flashdisk tersebut di Laptop yang telah ia sediakan sebelumnya diatas meja.. kemudian ia memutar sebuah Video..


“Aku ingin kau melihat video ini dengan penuh semangat..dan mengatakan bahwa kau sangat menyukai orang yang memenangkan game ini..dan juga kau harus berkata bahwa seandainya pemenangnya adalah wanita.. pasti kau akan mengaguminya” Yuanna menyatuhkan telapak tangannya memohon dengan sangat kepada Shin untuk membantunya..


“Apa ini bagian dari rencanamu?” tanya Shin kepada yuanna..yuanna menganggukan kepalanya.


“Tolonglah aku kali ini juga” Yuanna memasang wajah melas dihadapan Shin..

__ADS_1


“Baiklah” Yuanna mengambil ponselnya lalu merekam aksi Shin.


__ADS_2