
Aku berdiri didepan rumah bapak Kepala desa untuk menunggu Shin kembali dari warung yang saat itu sedang pergi membeli minuman,, hari itu kami berencana pergi menonton petandingan voli ibu ibu antar desa bersama..tiba tiba pandanganku tertuju pada buah mangga yang menggiurkan.. aku mengambil beberapa batu lalu melemparkannya keatas.. tapi tidak mengenai satu buah pun.. saat aku sudah menyerah,, aku melihat shin datang berlari kearahku dan menarik tanganku untuk ikut berlari bersamanya kembali kerumah..
“Shin... kenapa kau tarik aku lari?” tanyaku yang belum tahu apa apa saat itu..
“Tidak bisa kau lihat ya, dua anjing sedang berlari mengejarmu” Ucap shin masih sembari berlari..
“Ya ampun.. shin kenapa bisa ada anjing sebesar itu mengejar kita?” tanyaku penasaran saat melihat dua anjing besar mengejar kami.
“Itu karena kau bodoh.. apa yang baru saja kau lempar sehingga anjing anjing tersebut keluar dari rumah pak sayo?” Tanya shin kesal denganku hari itu..
“Haa.. aku melempar batu ke buah mangga..bukan ke anjing” ucapku tidak merasa bersalah..
“Makanya jangan pernah mencuri... jadi begini kan keadaan kita” nasihatnya kesal sembari masih menarik tanganku.. sementara lari anjing lebih cepat sedikit dari lari kami.
“Shin.. kenapa kau berlari cepat sekali,, aku tidak bisa mengikutimu” ucapku kesal karena sudah tidak sanggup lagi mengikuti langkah kaki Shin yang sangat cepat.
“Haa.. bodoh sekali.. kalau kau selemah ini,, mana pernah bisa mengalahkanku,, lari estafet di festival sekolah tahun ini pasti kelas kami akan mengalahkan kelasmu dengan mudah” ucapnya meremehkanku saat itu,, membuatku kesal dan mulai bersemangat untuk berlari melewatinya dengan melepaskan tangan ku dari tangannya..
“Apa kau bilang... lihat saja siapa yang menang kali ini” ucapku kemudian berlari kencang hampir melewatinya..
Beberapa saat kemudian kami telah sampai disebuah jembatan tempat biasa kami memancing ikan.. jarak antara jembatan dan sungai tidak terlalu tinggi.
“lompat bodoh” perintah Shin seenaknya..dulu shin sering memanggilku dengan sebutan bodoh..ntah sejak kapan dia mulai berubah. bahkan saat ini ucapan itu tidak pernah terdengar lagi ditelingaku.. aku sangat merindukan saat saat bersama dengannya.
“Ha.. kau mau lompat..apa kau gila” ucapku yang tidak menerimanya.. kemudian Shin mendorong tubuhku masuk kedalam air sungai..
“Byur.....” kami berdua lompat masuk kedalam air sementara anjing tersebut menunggu kami diatas jembatan sambil melihat kearah kami yang saat itu sedang berenang..
“Hahahahahhaaha” tawa kami bersamaan karena merasa sangat lucu membayangkan kejadian hari itu..
“shin kenapa kau tinggi sekali.. bahkan bisa memijak dasar sungai” ucapku sambil naik dipunggung shin.
__ADS_1
“Tentu saja karena aku laki laki sempurna.. “ ucapnya menyombongkan diri.. benar,, aku akui dari awal bertemu sampai sekarang dia adalah laki laki paling sempurna yang pernah kutemui.
********
“Tembak kakinya” perintah Diahu dari ponsel kepada bawahannya yang saat itu berada dihalaman kantor. Yuanna terkejut Melihat seseorang menodongkan pistol ke kaki Shin,,
“Jangan kira kau bisa menembak shin brengsek” ucap yuanna sembari melempar kuat kedua sepatunya dan mengenai wajah bawahan diahu.
“Masuk” perintah Lian yang sudah menyiapkan mobil didepan halaman kantor tersebut.. Shin dan yuanna lalu bergegas masuk kebelakang mobil.. mereka pergi meninggalkan kantor,, diahu tidak dapat menyerah begitu saja..dia memerintahkan bawahannya untuk mengejar Mobil Lian.
“Kita dikejar” ucap yuanna khawatir..
“Kau bisa menghindari mereka kan? Jika tidak biar kan aku yang menggantikan mu” ucap Shin sembari sesekali menundukkan kepala Yuanna.. saat itu bawahan Diahu sedang menembaki Mobil lian..
“Serahkan saja padaku” jawab Lian dengan yakinnya..
Beberapa menit sebelumnya.
“Nenek Shin datang untuk mengambil yuanna” ucap natto serius kepada orang didalam telpon setelah dia mengangkat panggilan natto.
“Dia mulai bergerak ya,, tenang saja..aku akan mengurusnya” jawab orang tersebut yang tak lain adalah kakek shin.
Shin,, yuanna dan Lian bersembunyi disebuah pabrik tua yang sudah tidak terpakai lagi.. mereka terpaksa berhenti disana karena ban mobil lian saat itu pecah akibat tembakan dari bawahan Diahu.
“Dimana mereka?” tanya salah satu bawahan diahu..
“Mereka masuk kedalam .. “ ucap bawahan lainnya yang melihat mereka masuk kedalam pabrik..
Saat itu mereka sedang bersembunyi dibalik ban ban truk besar yang tersusun rapi keatas.. tiba tiba..
“Dooor” suara tembakan memecah keheningan tempat itu.. seseorang telah menembak mati salah satu dari bawahan diahu..
__ADS_1
“Tuan shin,, silahkan keluar.. saya adalah utusan dari kakek anda” ucap pria tersebut.. shin berdiri dari tempat persembunyiannya dan melihat tubuh laki laki bersimpah darah dan telah meninggal.. yuanna mendongak kearah Shin berharap Shin tidak meninggalkannya.. shin tersenyum lembut kearah yuanna untuk kemudian memukul leher belakang yuanna,, membuat yuanna tidak sadarkan diri..
“Kenapa kau memukulnya ?” ucap Lian tidak terima..
“Ada mayat disana,, dia akan berteriak ketakutan jika melihatnya” jelas Shin ,, mendengarkan ucapan Shin,, Lian teringat tentang kejadian malam ketika Yuanna melindungi nya dari pembunuhan yang direncakan Zilan dikediaman Zin beberapa bulan yang lalu.. dia mengerti maksud dari Shin dan tidak berbicara lebih lagi. “tolong,, jaga dia untukku” pinta Shin lalu pergi menuju laki laki utusan kakeknya tersebut.
*******
Diahu berdiri dengan di temani hampir sepuluh orang bawahannya yang berada dibelakangnya,, dia menatap benci kearah Shin ga yang juga ditemani beberapa orang berjas hitam dibelakangnya.. seluruh bawahan mereka masing masing saling menodongkan pistol didepan perusahaan T.N sun.
“Lama tidak berjumpa” sapa Shin ga yang meletakan kedua tangan dibelakang pinggangnya kepada Diahu dengan senyuman lembut yang mengembang dipipinya,, matanya terlihat sangat merindukan sosok wanita yang ada dihadapanya..
“Berikan obat nya” pinta diahu dengan tatapan tajam.
“Hahaha... minta saja pada orang orangmu yang telah berhasil memasuki ruangan itu” ucap shin ga yang mengetahui bahwa sebelumnya ada beberapa obat tercuri dari ruangan penyimpanan.
“Kau sembunyikan dimana obat itu?”tanya diahu kali itu melihat shin ga masih dengan tatapan kebencian.
“Nenek” panggil shin dari jauh yang saat itu berjalan mendekati nenek dan kakeknya,, dia berada ditengah tengah mereka.
“Kenapa kau mengkhianati nenekmu ini shin,, bukanya aku yang membantumu mendapatkan kembali yuanna,, aku juga yang selalu ada disisimu ketika kau dalam kesusahan,, kembali bersamaku kejerman.. aku akan bawah yuanna ikut bersamamu” jelas diahu meyakinkan Shin..
“Hahaha.. kau selalu saja memutuskan seenaknya.. bukankah dulu kau yang telah mengambil Shin dari aku,, aku masih ingat sekali,, kau merencakan sesuatu untuk melenyapkan ku,, untuk kemudian mengambil cucuku satu satunya..” ucap Shin ga tidak terima dengan keputusan Diahu.. “ nah..shin sekarang pilih.. kemana kau akan pergi?” tanya shin ga saat itu setelah seseorang berjas hitam datang dengan menggendong yuanna dari depan..
“Maaf shin” ucap lian yang saat itu menyesal tidak dapat melindungi yuanna.. beberapa saat yang lalh Lian tertangkap oleh beberapa bawahan Shin ga.. dia berjalan diringi dua orang laki laki berjas dibelakangnya..
“Maaf nenek,,, aku lebih baik mati daripada harus kehilangan yuanna lagi” tegas Shin sembari berjalan menuju laki laki berjas hitam untuk kemudian mengambil tubuh yuanna darinya dan meninggalkan nenek dan kakeknya.
“Shin” bentak neneknya.. kemudian menyuruh bawahannya menembak Shin.. tapi sayang pistol yang menuju kearah Shin telah tertembak jatuh oleh bawahan Shin ga..
“Aku akan dengan senang hati mati didepanmu hari ini juga.. tapi kau.. kau masih memiliki seseorang yang harus kau urus bukan?,, apa kau yakin ingin mati disini juga dan meninggalkannya?” Ucap shin ga dengan senyuman licik mengembang dibibirnya membuat Diahu berpikir untuk melepaskan shin dulu hari itu.
__ADS_1