
Saat ini Shin masih mencium ku, bibirnya mulai bergerak memainkan bibirku.
dia mulai melepaskan ciumannya,
astaga jantungku kenapa bisa sekencang ini terasa. Shin, dia mulai mencium pipiku lalu turun keleher ku. aku tidak bisa begini.
sangat memalukan Jika Shin mendengar detak jantungku ini.
“Akh.. “ aku tegang sekali, badanku panas dingin. jantungku tidak berhenti berdetak kencang.
huh..
Shin akhirnya melepaskanku dan menjauhkan tubuhnya dari tubuhku, kedua tangan Shin memegang kedua bahuku.
aku masih sangat terkejut dan mematung, bahkan jariku pun tidak sanggup lagi untuk aku gerakkan.
memalukan.
ini pertama kalinya aku merasakan hal seperti ini.
Aku melihat shin masih menundukkan kepalanya, menarik nafas lalu membuangnya, dia seperti sedang merasa kelelahan.
menegangkan sekali.
“ Apa apaan tubuhmu ini..?" pertanyaanya membuatku kebingungan "begitu mengejutkankah bagimu dengan apa yang telah aku lakukan..?" lagi-lagi pertanyaannya semakin mengejutkan aku "Hahhahaha" tawanya menggema didalam ruangan "sebagai simpanan orang, seharusnya kau sudah terbiasa dengan hal hal seperti ini" terbiasa apanya, "ternyata perkiraanku salah, kau seperti orang bodoh saat ini," aahh dia mulai menghinaku, mau bagaimana lagi, memang aku ini bodoh "tidak punya pengalaman dan membosankan” lanjut kalimatnya lagi,
menyebalkan, perkataan Shin sungguh menyebalkan.
Shin melepaskan tangannya dari kedua bahuku.
kata-katanya membuat ku tersadar bahwa aku memang tidak berpengalaman dan membosankan. Dia mulai menjentikkan kedua jarinya ke dahiku “Lusa malam bersiap siaplah, aku akan membawamu kepesta." pesta..!, benarkah dia akan membawaku kesana "Semua perlengkapanmu akan aku siapkan besok, jadi sekarang beristirahat lah dulu. " perintahnya, aku menganggukan kepala menyetujui "wajahmu sangat pucat,dan aku tidak menyenanginya” jelas laki-laki itu yang kini telah berdiri lalu meninggalkanku yang masih duduk diam membisu.
*******
Benar,
Shin sungguh membawa aku kepesta.
Saat ini, Aku sedang berjalan menelusuri jalan setapak ditaman belakang.
Malam ini Shin membawaku kepesta temannya. Gaun biru panjang membuat lekukan tubuhku terlihat jelas.
kalau dipikir pikir aku lumayan seksi juga, hihihi.
berbicara tentang pesta,
__ADS_1
ini pertama kalinya aku mengikuti acara seperti ini.
bagiku, hal seperti ini sangatlah tidak nyaman.
itu karena Aku adalah orang yang terlahir dengan kesusahan, tidak pernah sekalipun terpikir olehku bisa berada ditempat semewah ini.
pesta yang aku tahu selama ini hanyalah sebuah panggung yang dihiasi dengan para biduan biduan cantik yang bergoyang diatasnya dengan iringan berbagai jenis alunan musik.
Karena tidak nyaman aku keluar dari ruangan pesta, tentu saja aku juga tidak tertarik dengan makanan yang telah tersedia,
bagaimanapun selama tiga tahun hidup bersama sien, segala jenis makanan mewah sudah terbiasa kucoba dan aku tidak terlalu menyukainya.
lidah orang desa seperti ku tidak akan mudah terbiasa dengan makanan orang-orang kaya. Makanan yang paling aku inginkan saat ini hanyalah bakso saja.
dulu saat tinggal bersama sien, sedikitpun dia tidak mengizinkanku memakannya.
memohon untuk memakannya pun percuma saja.
sien, Dia sangat keras kepala, semua yang dia katakan harus aku turuti, jika tidak, tamparan akan selalu mendarat dipipiku.
“ byurr “ terdengar olehku sesuatu yang besar telah terjatuh kedalam air, aku melihat kesekelilingi tempat ku saat ini berada, lalu berlari menuju suara tersebut.
benar saja, tak jauh dari tempatku ada kolam renang yang Luas. saat ini sedang aku melihat seorang wanita dengan gaun putih berdiri dipinggir kolam.
aku mengenalnya, benar...
tidak hanya itu,
didalam kolam itu juga, aku melihat sebuah tangan tampak sedamg melambai- lambai meminta pertolongan.
kulepaskan sepatu hak tinggi ku lalu berlari menuju kolam.
Aku melompat,
dan sungguh mengejutkan, orang yang terjatuh dikolam itu adalah Arra,
astaga, mengapa kekasih Sien bisa ada disini..?
“ Apa kau gila...?" suara karien terdengar "dia hanya berpura pura, tidak perlu menyelamatkannya” teriaknya Lagi.
aku mengenal arra, yang kutahu dia memang tidak bisa berenang karena dimasa sekolah arra pernah tenggelam saat diadakan pertandingan renang.
aku mengangkat tubuh arra dan meletakkanya dipinggir kolam, karena aku tidak sanggup membawanya, aku berencana meminta pertolongan orang.
sungguh wajah Arra sangat pucat, ia juga terlihat tak sadarkan diri.
__ADS_1
“Jaga dia." pintaku kepada Kariean "aku akan pergi keruang pesta untuk meminta bantuan." Lanjutku lagi lalu berlari meninggalkan kariean setelah menyelamatkan arra dari dalam kolam tersebut.
“ jangan bodoh, dia hanya berpura pura” teriak kariean dari jauh, tapi maaf, aku tidak peduli, saat ini nyawa arra dalam bahaya, dan sangat membutuhkan pertolongan.
Aku terus berlari hingga memasuki ruang pesta dengan pakaian basah dan tanpa alas kaki, karena ingin bergerak cepat, aku terpaksa membuang sepatuku saat berlari tadi. rambutku juga berantakan saat ini, air dari gaunku jatuh menetes keatas lantai.
“Tolong." teriakku keras " seseorang jatuh dalam kolam, saat ini nyawanya dalam bahaya” lanjut teriakku.
semua orang yang sedang bersenang-senang telah berhenti melakukan kegiatan mereka, bergegas segera pergi bergerombolan menuju kolam setelah mendengar teriakanku dan meninggalkanku tanpa bertanya apapun.
didepan pintu masuk aku melihat Sien dan assistennya edward sedang berjalan beriringan, mungkin dia baru saja tiba dipesta,
aku berteriak kepadanya. “ Sien, Lu arra barusan terjatuh didalam kolam” tdengan cepat Sien segera berlari menuju kekolam, melewatiku begitu saja.
saat ia melewatiku, rasa hampa tiba-tiba menguat didalam hatiku.
ahhh benar sekali, rasa ini mengingatkanku pada hari itu.
pada hari dimana arra jatuh kedalam kolam renang, Sien yang saat itu berniat merayakan ulang tahunku, pergi meninggalkanku begitu saja tanpa sepatah katapun.
hampa sekali.
hatiku kosong.
aku rasa itu adalah rasa cemburu.
sungguh, aku sangat benci mengakuinya.
Belum lagi aku melangkahkan kakiku untuk melihat keadaan, seseorang tiba-tiba muncul dari belakangku. “ Yuanna, wanita brengsek” suara itu. sudah beberapa hari aku tidak mendengarnya.
tapi aku masih ingat, itu adalah suara Lian.
kenapa Lian marah kepadaku.. ?
dia datang dari jauh kearahku setelah aku berbalik, setelah mendekat, mataku terbelalak melihat sosok wanita yang tak lain adalah kariean berada disebelah lian dengan rambut basah dan jaket kering yang menutupi tubuhnya.
kenapa dia bisa basah?? aku sangat yakin, sebelum aku pergi pakaian dia masih kering.
Apakah saat ini aku sedang dijebak?
Haaa..
Bagaimana ini!
Semua orang melihat kearahku.
__ADS_1
Pasti, mereka jijik melihatku.
Apa yang harus aku lakukan?