
Sien yang baru datang melihat Yuanna saat itu sedang memuji Shin.. dia terlihat kecewa lalu mendatangi shin yang saat itu sedang bergembira dengan anggota timnya.
“Shin” Ucap Sien mengejutkan Shin..dia tidak menyangka Sien akan mendatanginya.. “kita bicara diluar” ajak Sien kepada Shin.. shin meminta izin kepada kapten nya lalu mengikuti langkah kaki sien.
“kenapa kau bisa tahu aku ada disini?” tanya Shin penasaran setelah mereka menemukan tempat tepat untuk bicara.
“Kau mau mempermalukan nama baik sekolah co ya.. bukan kah kau pergi kejerman.. bisa bisa nya kau malah bertanding dan mengalahkan high raise” maki Sien kepada Shin.
“Aku tidak ada urusan lagi dengan High raise.. jadi jangan ikut campur urusan ku” ucap Shin kesal.
“Kau pindah ke desa Paman xu setelah kau tahu dia sudah kembali, bukan”tebak sien .. mendengar ucapannya..kali itu shin mengabaikannya dan meninggalkan sien tanpa menjawab sepatah katapun.
******
Tahun baru ..
“Aku menemukan tempat yang cocok untuk melihat kembang api ditahun baru ini.. kau mau ikut denganku?” tanya Shin kepada yuanna yang saat itu sedang menerima latihan passing dari Shin didepan rumah.
“Benarkah! Aku ikut .. kita berdua saja?”Tanya yuanna balik sambil menerima pukulan smash dari Shin.
“Tentu saja..itu adalah tempat rahasia kita berdua mulai saat ini” jelas Shin.. yuanna sudah terbiasa dengan keberadaan Shin dirumahnya.. bahkan kadang dia bisa lebih dekat dengan shin jika hal itu berhubungan dengan bola voli.
Ketika malam tiba sesuai dengan janji ..shin mengajak Yuanna ke sebuah bukit.. setelah sampai disana Shin dan yuanna bisa melihat suasana desa dari atas... tidak hanya itu..mereka juga bisa melihat dengan jelas kembang api yang meluncur keatas awan..
“Shin.. Aku menyukaimu kamu” ucap yuanna ketika kembang api meluncur.. suaranya yang begitu keras membuat shin tidak mendengar apa yang diucapkan yuanna.
“Kau bilang apa?” teriak shin..
__ADS_1
“Bodoh... “ maki yuanna kesal
“Kenapa kau bilang aku bodoh?” tanya Shin keheranan.
“VILLA disana.. aku ingin kau membawa ku kesana suatu hari nanti” ucap yuanna sambil menunjuk kesebuah villa besar yang ia lihat dari atas bukit.
"baiklah.. tenang saja suatu hari nanti aku akan berhasil membelinya dan mengajakmu kesana" ucap Shin membuat janji.
Setelah melihat kembang api ..mereka berdua bersenang senang di acara desa .. mereka sangat bahagia malam itu.. saking bahagianya mereka bahkan lupa waktu..ketika malam telah sangat larut mereka pulang kerumah.. Yuanna melihat ayahnya sedang menunggu kepulangan mereka duduk di ruang tamu berhadapan dengan seseorang yang dikenal oleh yuanna dan Shin.
“Yuanna ,, shin sepertinya kalian tampak senang malam ini.. sien datang berkunjung malam ini..dia sudah menunggu kalian lama” ucap sami.
“ Sien.. kau ngapain ada disini malam malam begini?” Tanya yuanna kesal..
“Kau sudah kenal sien ya? Bagus sekali kalau begitu” ucap sami lagi
“Mulai sekarang,, setelah tamat Sekolah ..sien akan menjaga mu.. dia adalah tunangan mu” jelas Sami membuat tubhb Shin dan Yuanna bergetar seketika.. ucapan sami sangat mengejutkan bagi mereka..
Yuanna.. sami .. shin dan Sien berada didalam ruang tamu malam itu..mendengar ucapan Sami yuanna yang tidak terima dengan keputusan sepihak mengajak ayahnya untuk berbicara hanya empat mata.
“ ayah sudah gila.. “ ucap yuanna setelah mereka menjauh dari Shin dan Sien..
“Kenapa kau berbicara seperti itu?” Tanya ayahnya tidak mengerti.
“ayah,, kau baru hadir dalam kehidupan ku baru baru ini sudah membuat sebuah keputusan tanpa memikirkan pendapatku terlebih dahulu... dan lagi selama ini kau kemana saja? Kau titip kan perusahaanmu pada paman Sanni kemudian kau tinggal kan kami dan ibu,, saat itu ibu menjadi depresi karena kepergianmu.. lalu kau titip kan aku dan kakak pada paman sanni dikota.. kau kira kami senang tinggal dengan orang.. Sekarang kau mau aku bertunangan dengan Sien.. jangan mimpi kau bisa melakukan seenaknya tentang hidupku” maki yuanna menumpahkan seluruh amarah yang dia tahan selama ini.
“Ohh iya...maaf maaf.. sungguh ayah tidak tahu ternyata kau tidak menyukai Sien.. ayah kira kalian saling menyukai .. jadi ayah memberikan mu padanya.. dan kakakmu kepada Shin.. Karena Shin sangat cerdas,, aku berharap dia dapat bekerja sama dengan kakakmu,, dan Sien bertunangan denganmu.. sesuai janji ayah pada kakek Sun..” jelas sami pada yuanna,, dia tampak sangat merasa bersalah.
__ADS_1
“Kakek Sun? Apa maksudmu ayah” tanya yuanna mulai penasaran.
"Ayah perlu orang untuk menjaga perusahaan Xu karena kakakmu belum dewasa jadi ayah memberikan perusahaan sementara waktu pada paman sunny.. Ayah memiliki janji penting penting yang tidak bisa ayah jelaskan padamu.. maaf yuanna. ayah benar benar tidak bisa memberitahumu. tapi kalau masalah pertunangan ini.. kau boleh menolaknya.. tidak masalah.. tenang saja.. ayah tidak akan memaksamu” ucap Sami menenangkan yuanna.
********
Lian berdiri disebuah taman berhadapan dengan Zilan sembari mengantongi kedua telapak tangannya. matanya penuh dengan kebencian mengingat banyak hal yang telah zilan lakukan padanya dimasa lalu.
“Kau yang melakukannya?” tanya Lian menuduh.. dia tahu bahwa selama ini Zilan mencoba menjauhkannya dari keluarganya.
“Hahaha kau menuduhku” ucap zilan seenaknya..
“Kau masih bicara seperti itu.. kau mau aku mati kan? Kau takut aku masuk perusahaan Zin kan? Kenapa...aaaaa.. aku tahu ternyata kau takut kalah bersaing denganku” ucap Lian sembari mengembangkan senyum kecut dari bibirnya.
“Kalah? Aku.. ya ya ya.. aku takut kalah dengan mu karena kau senang mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku..” ucap zilan mulai serius.
“Milikmu? Apa maksudmu?” tanya Lian merasa aneh.. selama hidupnya lian lah yang merasa bahwa zilan mengambil semua miliknya.
“Kau tidak ingat.. setiap kali aku menyukai sesuatu.. kau juga menyukainya.. ayah ibu dan kakek selalu memberikan apa yang kusuka padamu.. setiap kali kau bermain.. mereka selalu bergabung dengan mu dan meninggalkan aku sendirian.. Lian,, sadarkah kau semua orang berharap padamu.. mereka berkata kau sangat cerdas.. mereka selalu menyanjung mu didepanku.. menyalahkan ku.. seolah olah aku bukan bagian dari keluarga Zin.. “ ucap Zilan mengeluarkan semua kekesalan dalam hatinya.
“kau iri dengan hal tersebut makanya kau ingin membunuh ku.. aku bahkan adalah saudara kandung mu sendiri.. tidakkah kau ingat kau selalu mencelakakan ku sampai sampai aku tidak tahan padamu dan keluar dari rumahku sendiri ” ucap lian yang juga menumpahkan kekesalannya.
“Kau memang seharusnya mati dari dulu.. “
“ahh benar... dulu kau yang mendorongku di kolam bukan? Kau benar benar sesuatu yang mengerikan Zilan.. ya .. tapi buktinya sampai sekarang aku masih bisa hidup..usahamu sia sia dan keselamatan ku itu akan mengakhiri semua perbuatanmu padaku” Lian mulai mengancam.
“Sebelum kau melakukannya.. kau akan mati terlebih dahulu” Zilan balik mengancam.
__ADS_1
“Kita lihat saja siapa yang akan mati terlebih dahulu” balas ancam Lian lagi dengan tatapan kebencian kepada zilan... kemudian dia melangkahkan kakinya melewati zilan dan meninggalkannya yang saat itu masih berdiri dengan penuh perasaan benci juga.