Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
bagian utara


__ADS_3

Wilayah Utara adalah wilayah yang daerahnya cukup dikenal oleh Idris. didalam wilayah tersebut ada sebuah desa dimana ia dan adiknya pernah tinggal dan menetap disana untuk sementara waktu ketika mereka masih kecil.


Saat itu mereka terpaksa harus tinggal bersama bibi mereka karena ayah mereka pergi mencari obat untuk ibu mereka yang tiba tiba jatuh sakit dan sampai sekarang masih belum dapat disembuhkan..


Mobil yang dikendarai Nana berhenti tepat didepan sebuah rumah besar namun tidak bertingkat sesuai dengan yang diperintahkan Idris.. setelah mobil tersebut berhenti Idris keluar dan bergegas menuju ke rumah tersebut..sebelum itu,, dia menemui Nana dulu yang duduk didepan mobil,, Idris mengetuk kaca jendela sesaat kemudian Nana membukanya.


"Ambil dan bawakan barang barangku dari bagasi,,atau malam ini kau akan tidur di mobil!" Perintah dan ancam Idris kepada Nana sesaat sebelum dia pergi menuju kerumah bibinya.


"Lakukan saja sendiri,, tidak masalah bagiku kalau harus tidur didalam mobil" tolak Nana dengan sombongnya sembari melipat tangannya dan menyandarkan tubuhnya.


"Baiklah... Buka bagasi" perintah Idris lagi, dia membiarkan kesombongan Nana dan tidak membawanya masuk kedalam rumah..


"HM.... Peduli amat" ucap Nana lagi dengan sombongnya.


Setelah beberapa langkah berjalan,, Idris yang telah berada didepan rumah malam itu pun menekan bel pintu.. seorang wanita paruh baya membukakan pintunya,, dia adalah bibi Idris,, Ann Iis.. Iis terkejut melihat kedatangan keponakannya yang sudah sangat lama sekali ia tidak temui.


"Astaga... Idris ku sayang... Mengapa tidak beri kabar kalau mau datang. kau sudah tumbuh dewasa tapi tetap saja wajah mu tidak berubah." sapa Iis merasa senang melihat kedatangan anak angkatnya,, matanya berkaca kaca ingin menangis tapi dia menahannya dengan tetap tersenyum memandang wajah Idris.. dulu ketika SMA Idris sering melakukan video call kepada Iis.. jadi dia tidak terkejut ketika melihatnya secara langsung "ahhh. Benar pasti kakekmu melarang ya!" Ucapnya kemudian.. saat itu tiba tiba wajahnya berubah menjadi sedih.


"Kakek sudah tidak ada.. dia telah menghilang tanpa kabar,, maaf bibi tidak pernah berkunjung sebelumnya,, " ucap Idris merasa bersalah..


"Hmm" Iis menggelengkan kepala "tidak masalah.. tidak apa apa... " Ucapnya menenangkan hati Idris " ayo masuk... Kau sendirian saja ya?" Tanya Iis yang tidak menemukan siapa siapa bersama Idris..


"Iya.. aku sendirian saja" ucap Idris berbohong. Sementara di dalam mobil Nana memandang kesal kearah Idris yang tidak membawanya masuk.. dia lalu pergi kebagian belakang mobil dan berbaring miring disana sembari melentangkan jaket ketubuhnya.

__ADS_1


"Ahhh lapar sekali.. Idris brengsek.. tidak tahu terima kasih.. aku bahkan sudah menyupir mobil selama enam jam tapi dia tidak mengajakku masuk.. bahkan memberi makanpun tidak.. aish.. tidak ada uang lagi" gumam Nana merasa teramat kesal dan menahan rasa lapar sembari mencoba memejamkan mata... Suasana malam didesa sangatlah sepi.. terkadang terdengar suara motor dari jauh .. suara katak berteriak membuat Nana tidak bisa tidur.. belum lagi ditambah suara tangisan kucing yang membuat bulu kudu Nana berdiri..


"Wak..wak.wakk....wakk" suara burung gagak mengejutkan Nana.. dia bangun dari baringannya lalu membuka pintu mobil dan berlari menuju rumah bibi Idris... Kemudian menekan bel pintu sambil menunduk ketakutan.


"Ehh.. siapa ya?" Tanya Iis saat telah membukakan pintu,, dia merasa aneh dengan tamu yang belum pernah ia lihat sama sekali sebelumnya.


"Teman Idris" jawab Nana singkat,, wajahnya memelas dan matanya berkaca kaca hendak menangis karena sedang ketakutan dan butuh pertolongan.


"Idris.. dia temanmu?" Tanya Iis kepada Idris yang saat itu sedang meminum teh diruang tamu.


"Tidak.. aku tidak mengenalnya" jawab Idris seenaknya sembari meletakkan gelas tehnya keatas meja untuk kemudian mengambil remote televisi.


"Bohong.. aku temannya.. lihat mobil itu.. mobil itu adalah mobil yang kami kendarai untuk pergi berkunjung ke desa ini.. dia menyuruhku untuk tidur didalam mobil dan tidak mengizinkan aku untuk mengikutinya masuk kedalam rumahmu,, ayo lihatlah kedalam mobil bersama..mobil itu masih menyala dan aku bahkan masih meninggalkan kuncinya didalam " jelas Nana sembari memegang lengan Iis..


"Tidak,, aku tidak mengenalnya.. mungkin dia hantu wanita yang sedang berkeliaran" jawab Idris lagi masih tidak mau mengakui.. dia lalu mengambi kue diatas meja..dengan santainya dia memakan kue tersebut sembari menyaksikan acara komedi ditelevisi.


"Aishah.. anakku itu sejak kapan jadi sekejam ini" ucap Iis tidak menyangka melihat perubahan anak angkatnya tersebut. Dia lalu mengajak Nana pergi kedalam mobil untuk mengambil kunci dan kopernya.


*******


Idris yang tadinya sedang berbaring, saat itu sudah mengambil posisi duduk,, disebelahnya,, dikursi yang berbeda Iis duduk dengan melipat kakinya sembari memandang kearah anak angkatnya..sementara itu Nana yang sudah masuk kedalam rumah saat itu pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya... sebelumnya Idris telah mandi terlebih dahulu ketika Nana masih berada didalam mobil .


"Siapa dia?" Tanya Iis mulai penasaran dengan wanita cantik berambut panjang berwarna ungu yang dibawa Idris masuk kedesanya.

__ADS_1


"Tidak kenal" jawab singkat Idris membuat kecewa bibinya.


"Aiish . Sudahlah hentikan pertengkaran kalian. Sepasang kekasih memang sudah biasa seperti itu.. belajarlah mengalah" nasihat Iis untuk Idris,, membuat Idris menghela kan nafas.. dia berpikir mungkin bibinya sedang salah paham melihat hubungan mereka.


"Benar.. aku tidak kenal,, dia teman yuanna.. yuannalah yang menyuruhnya untuk menemaniku datang kemari" jawab Idris meyakinkan bibinya. Beberapa saat kemudian Nana datang dari arah kamar mandi,, dia telah berganti pakaian.. dia berjalan mendekati Iis dan duduk disebelahnya.. dia bahkan tidak melihat kearah Idris sedikitpun..


"Kenapa begitu.. sudahlah jangan marah lagi pada kekasihmu ini.. itu tidak baik" saran Iis dengan menepuk nepuk punggung tangan Nana yang saat itu berada diatas pahanya.


"Kekasih!" Ucap nana terkejut lalu memejamkan mata sesaat untuk kemudian menghadapkan diri kearah Iis yang berada disampingnya.. "bibi,, aku ini hanya rekan kerjanya.. tidak ada hubungan lain.. aku benar benar tidak menyukainya" jelas Nana kepada Iis..


"Ehhh.. benarkah... Sebelumnya bukankah kau mencoba menerobos masuk ke kamarku dan melepaskan pakaianmu untuk menggodaku,, kau bahkan berkata ingin memberikan tubuhmu untukku.. benarkan kau tidak menyukaiku?" Ucap Idris dengan santainya sembari mengambil teh lagi diatas meja lalu menghirupnya. Sementara itu,, Iis menahan tawanya dengan salah satu tangannya melihat wajah malu Nana.


"Bohong" ucap Nana tidak terima dengan perkataan Idris.


"Hah.. apa perlu aku telpon yuanna untuk membuktikannya" ucap Idris lagi dengan sombongnya..Nana tampak sangat kesal dengan sikap Idris..


"Sudah sudah... jangan bertengkar " ucap iis menengahi dia melihat wajah Nana mulai memerah dan dia sangat tidak menyukai pertengkaran mereka "Idris.. selama tinggal disini,, berbuatlah baiklah kepada dia" perintah Iis membuat Idris tersentak sesaat.. dia tidak menyangka Nana berhasil membuat bibinya berpihak padanya.. karena tidak ingin membuat bibinya marah.. Idris yang tadinya keras kepala terpaksa menganggukkan kepala tanda dia menuruti perintah.


"Bagaimana kabar ibuku?" Tanya Idris mulai khawatir..


"Hmm masih seperti dulu. saat ini dia sedang berada dirumah sakit jiwa klan Ann diujung desa yang tiga tahun lalu dibangun khusus oleh ayahmu.. bibi berharap ayahmu segera datang mengunjunginya, bagaimana kabar yuanna! " Tanya Iis balik..


"Ayah.. mungkin akan lama berkunjung" ucap Idris sedih.. saat itu dia masih mengira bahwa sami belum sadar "yuanna baik baik saja.. bibi.. bisakah kau katakan padaku,, kenapa ibu sangat membenci yuanna,, dan kenapa ayah pergi meninggalkan kami waktu itu? Sungguh.. aku telah berusaha bertanya kepada ayah,, tapi dia tidak pernah mau menjawabnya." Tanya Idris mulai penasaran dengan masa lalu mereka..

__ADS_1


"Baiklah" jawab Iis mengiyakan.. lalu mulai bercerita.....


__ADS_2