Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
merindukan


__ADS_3

“Hei ...Kakek tua, suatu hari akan kubuktikan padamu Bahwa Aku Xu Yuan pasti akan memimpin negara ini” Dengan bangganya yuan menepuk dada.


“Hahahaha... Aku tunggu mimpi mu jadi nyata” Ucap ayahku memberi dukungan..


Padahal dulu dinegara itu hanya ada dua perusahaan besar Xu dan Sun.. karena sifat rakusnya mereka.. sekarang sangat banyak Wilayah diperebutkan.


Yuan..kalaupun dulu tidak bisa bersama tapi sekarang cucu kita yang akan mewakili perasaan kita.


Yuan wajah mu sudah sangat keriput..sampai kapan kau akan diam saja.. walau matamu terbuka.. tapi mengapa kau tidak memandangku.


*****


Lian duduk berhadapan dengan Shin diruang kantornya..


“sejujurnya aku masih belum siap untuk bertarung melawan zilan mengambil posisi penting itu.. aku hanya akan berusaha.. bagaimana pun hasil akhirnya..aku harap kau tidak kecewa” ucap Lian kepada shin yang sedang meminum kopi dengan kaki dilipatnya.


“Tidak masalah.. aku akan perintahkan yuanna untuk menjadi assissten pribadimu sementara waktu ini.. dia akan tinggal disebelah apartemen mu dikota B” balas Shin sambil meletakkan kopi keatas meja.


“Baiklah.. dia juga berkata akan membantuku,, aku tidak tahu hal licik apa lagi yang akan dia lakukan.. tapi aku harap kau juga berhati hati kepadanya” Saran Lian, ia lalu menggenggam lutut kakinya yang telah dilipat..


Yuanna masuk kedalam ruangan Shin..


“Shin..kau panggil aku?” tanya yuanna setelah menghampiri Shin


“Yuanna.. mulai besok kau akan menjadi assissten pribadi Zilian” perintah Shin kepada yuanna.


“Sudah dimulai ya .. baiklah”


*****


Aku... Xu yuanna.. hari ini adalah hari pertama ku menjadi Assissten pribadi Aktor terkenal Zin zilian.


“waaaahhh.... waaaa... Lian Lian Lian” belum lagi aku selesai perkenalkan diri sudah banyak orang orang berteriak..


“LIAN ... i love you” tampang begitu kok dicintai... baiklah baiklah ..aku tahu dia aktor berbakat jadi wajar saja banyak yang naksir..tapi tidak denganku..aku tahu dengan pasti siapa laki laki ini.

__ADS_1


Setelah berjalan melewati kerumunan penggemar Lian..akhirnya aku sampai juga di apartemen pribadiku..tentu saja yang membiayai ini semua adalah suamiku.. aku tinggal tepat didepan apartemen Lian..


Malam ini kami berencana pergi kerumah Lian untuk mengikuti jamuan makan malam keluarga Zin..ahhh.. jangan salah walaupun seorang assissten.. Lian juga memberi kesempatan padaku untuk ikut bergabung di jamuan keluarganya.


Aku berjalan mengikuti langkah kaki lian,, Lian berjalan dua kali lebih cepat dari jalanku jadi aku harus melangkah lebih laju.. walaupun seorang assissten bukan berarti aku harus selalu memakai sepatu hak tinggi.


“Lian sudah sampai” suara ibu lian lembut.. sepertinya dia sangat menyayangi lian..


“Kau?” aku tahu laki laki yang satu ini adalah Zilan.. kakak dari lian..


“Selamat malam,, saya adalah assissten tuan Zin” aku memperkenalkan diriku dihadapan keluarganya.. aku tidak menyangka aku bisa ikut serta diantara keluarga besar zin.. aku bisa melihat wajah asli Ketua Zin..


“Ayah.. bolehkah aku bergabung diperusahaan?” permulaan yang bagus Lian..


“benarkah.. kau sudah tertarik untuk masuk keperusahaan.. kalau begitu kapan saja kau mau kau boleh gabung..nanti ayah atur posisimu” ayah Lian terlihat sangat semangat.. sepanjang makan malam berlangsung aku tidak mendengar ketua Zin berbicara..entah mengapa..aku rasa dia sedang dalam masalah.. sebenarnya aku tidak peduli peduli kali sih mengurusi masalah orang.. hanya aku sedikit penasaran bagaimana suara aslinya terdengar..hihihi..


*****


Setelah makan malam kami memutuskan untuk pulang.. untung saja tempat tinggalku dekat dengan Lian.. jadi tidak perlu jauh jauh kembali kekota C tempat dimana aku sebelumnya tinggal.


“Ada yang aneh...” ucapan Lian benar benar membuat ku khawatir.. ada apa sebenarnya.


“Remm.. remmnya bloong” ahhh.... akhirnya ajalku akan segera tiba.. dan lagi lian mengendarai mobil lumayan laju.. aku tidak menyangka akan mati seperti ini...


Tidakkkk... aku tidak bisa mati disini.. aku masih punya Shin yang sedang menungguku.


“Hei kau mau apa” Si bodoh ini ..mau hiduplah.. kalau tetap melaju seperti ini aku khawatir akan menabrak mobil.


“Hei.. apa yang kau lakukan” sudah diam sajalah .. aku mau putar setirnya.. itu dia..lebih baik menabrak pohon daripada ditabrak truk..


“Tiinnntiinnnn”...ah pusing sekali.. badan ku yang kurus ini malah jadi tameng untuk badan lian yang tegap.. lagi dada nya terasa keras sekali ketika menabrak punggungku..


“Heii.. yuannna.. kepala mu berdarah” berdarah.. ahhh benar aku coba sentuh kepala.. ditanganku ada darah..


“Sudahlah..aku tidak apa apa... keluar saja dari mobil” aku melihat ke Lian.. aku merasa lega dia baik baik saja..

__ADS_1


Aku langkah kan kaki ku keluar dari mobil.. ahhh lagi..pusing sekali..tiba tiba suasana nya menjadi gelap..aku dengar suara lian memanggil manggil namaku.


*****


"Saat ini aku sedang merindukannya..sungguh sangat merindukannya.. aku selalu memikirkan dia.. " gumam shin dalam hatinya sembari menatap langit-langit atap ruangan kamarnya.


2 tahun yang lalu.


Shin duduk dilantai sambil melipatkan kaki kedepan dadanya,ia menatap lapangan bola voli sejak satu jam yang lalu.. dia membayangkan wajah yuanna sedang tersenyum kepadanya.. tidak beberapa lama kemudian. suara dering nada ponsel membangunkan dia dari lamunannya.


“Kau jadi pergi?” Suara diahu dari dalam ponsel ..


“ iya.. satu jam lagi pesawat berangkat.. “ jawab Shin masih menatap lapangan bola voli.. dia tampak sangat merindukan yuanna.


“Baiklah.. Jangan lupa kembali.. kau masih harus melanjutkan kuliah mu” ucap diahu lalu ia menutup panggilannya.


***


beberapa jam setelah pesawat mendarat, Shin dengan bergegas kembali kekediaman Co. Tempat dimana keluarha dari pihak ibunya berada.


Shin yang telah masuk kedalam kediaman keluarga Co.. disambut senang kedatangannya oleh ralla.


Sang ibu memang sudah merindukan putranya yang tinggal bersama mantan mertuanya.


Karena merasa tidak mungkin berkunjung ke jerman.


Ralla harus menunggu kedatangan Shin kekediamannya.


Yang lebih membuat wanita separuh baya itu kesal adalah..


“dia baik baik saja?” Tanya shin kepada ralla..


pertanyaan Shin dan kedatangannya hanya dimaksudkan untuk mengunjungi dan melihat yuanna dari jauh.


“Kau datang jauh jauh hanya untuk menanyakan kabarnya.. tidak kah kau rindu pada ibumu ini” Ucap ralla mulai manja..Shin hanya terdiam melihat kecemburuan ibunya.

__ADS_1


__ADS_2