Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
mulai bekerja


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Yuanna bekerja diperusahan Sun, wanita itu telah merencanakan masuk ke perusahaan dengan identitas yang berbeda.


Rambutnya dicat menjadi warna cokelat, dia memakai pewarna rambut Sementara yang bisa hilang kapan saja ketika terkena air,


Gulungan rambut kebelakang dan kacamata warna bening mampu merubah wajahnya.


itu semua karena dia telah membuat kesepakatan dengan Lu Arra, dan mendapatkan bantuan dari teman masa sekolahnya tersebut.


Lu arra sendiri merupakan seorang fashion stylist, dia berhasil me- make up wajah Yuanna agar penampilannya sama percis dengan adik Ibu sien, Go ansi yang saat ini sedang berada diluar negeri.


dan kebetulan sekali, Ansi memiliki bentuk wajah yang hampir sama dengan yuanna, wajah lonjong kecil dan mungil.


bekerja di bagian pengembangan bisnis, wanita itu kini sedang berjalan memasuki ruang divisi bagiannya bersama supervisor barunya, kepala bagian pengembangan bisnis, ketua Nam.


“Ppakkkpakkpakk” supervisor nam menepuk telapak tangan beberapa kali, sebagai sebuah isyarat perintah bahwa semua karyawan staff harus berhenti melakukan pekerjaannya sejenak.


mendengar tepukan tangan Laki-laki dewasa tersebut, semua orang yang sedang bekerja kini telah memandang kearahnya.


“ kita kedatangan karyawan baru.. “ ucap supervisor nam, ia melirik kearah yuanna dan memerintahkan wanita itu untuk memperkenalkan diri.


“ Hallo semua, nama saya Go Ansi lulusan dari universitas london jurusan bisnis perkantoran” ucap yuanna memperkenalkan dirinya lalu menunduk sopan.


“ Oh.. bukankah Ansi adalah adik dari ibu tiri presdir..?" seseorang mulai membuka suara, sepertinya dia tidak menyukai Ansi, hal itu terlihat jelas dari cibirannya "Kakaknya saja suka merebut suami orang, bagaimana dengan adiknya ya." sungguh jelas sekali ucapan sindirannya "hmm, dengar - dengar, tuan muda Zu juga telah menolak pertunangan mereka karena malu dengan latar belakang keluarganya yang suka merebut suami orang” lanjutnya lagi tidak ada habis-habisnya memberi sindiran, wanita itu terlihat sedang duduk melipat tangan kedada membelakangi komputer miliknya.

__ADS_1


“benarkah..?" tanya seorang lainnya pura-pura tidak tahu "aku baru dengar.." lanjutnya lagi " wahh tidak tahu malu sekali, seseorang seperti dia masih ingin bekerja disini.. “ sindirnya lagi, benar-benar ingin menyudutkan Yuanna, wanita itu terlihat sedang bersandar di meja dekat dengan wanita pertama pembuka suara.


“berhentilah bergosip” supervisor nam terlihat marah, tidak meyenangi ucapan kedua karyawannya.


“Orang seperti dia tidak bisa bekerja disini, takutnya dia adalah mata mata dari tuan muda Co sien." terang-terangan mengatakan isi hatinya, wanita yang duduk melipat tangan itu tampak jelas tidak menyukai Adik Dari ibu Sien, "Dilihat dari manapun Co Sien adalah anak kandung dari kakaknya” tambahnya lagi semakin menyudutkan "pasti, dan sudah pasti dia adalah mata-mata" ucapnya meyakinkan teman-temannya yang berada diruangan tersebut.


“ Ehhh.... Benarkah!" yuanna mulai membuka suara, "Sayang sekali.." tersenyum remeh " presdir kita sendirilah yang meminta aku untuk bekerja disini.." lanjut yuanna lagi berbohong, meskipun demikian, ucapannya tersebut mampu memberikan keterkejutan yang mendalam bagi kedua wanita yang tadinya menyudutkan dia "aahh, baru pertama kali masuk kerja, sudah banyak mendapatkan perhatian.." lanjut wanita itu begitu senangnya melihat wajah pucat kedua wanita dipandangan matanya "kalau begitu.." masih tersenyum remeh "kedepannya harus ingat aku baik baik ya.." Mulai menggertak "aku.." memandang tajam "Go ansi, adalah adik kesayangan Go anya, Tuan besar Sun sangat menyayangi istrinya, Tuan muda Sun sangat menyayangi ayahnya, kalau aku mengadu pada kakak yang sayang kepadaku, lalu kakakku mengadu kepada suami yang sangat sayang kepadanya, dan suaminya mengeluh kepada anak yang menyayangi ayahnya..ckck.." semakin senang memberi tekanan "kira-kira apa ya yang akan terjadi!” lanjut wanita itu lagi mulai mengubah senyuman remeh menjadi senyuman licik memandang kedua wanita yang terlihat ketakutan didepan matanya..” ah..iya." masih belum puas memberi tekanan "ngomong-ngomong, baru pertama masuk kerja saja sudah dituduh sebagai mata mata.." suasana ketegangan semakin menyelimuti hati semua orang yang ada disana "bagaimana mungkin karyawan biasa bisa berbicara seperti itu?" tanyanya mengejutkan semua orang disana "Mungkinkah sebenarnya diperusahaan ini sudah ada mata mata sebelum kedatanganku..?” tambah yuanna lagi, kali ini kata katanya membuat gugup seluruh karyawan disana, tidak terkecuali juga supervisor Nam.


“Ehm ehmm..." mengalihkan perhatian " semua kembali bekerja." supervisor nam kelihatannya tidak ingin suasana ketegangan terus berlanjut "Sua antar nona go ketempat duduknya.." tidak menjawab pertanyaan Yang dilontarkan Yuanna, laki-laki tersebut memerintahkan salah seorang karyawan untuk membantu yuanna "aku akan melaporkan kedatangan Nona Go kepada presdir, jadi jangan sampai terdengar pertengkaran lagi disini..” peringat supervisor nam kepada semua karyawannya yang langsung bekerja kembali dan tidak berniat mencari keributan dengan yuanna lagi.


*********


supervisor Nam telah berada di ruangan Shin, ditangannya terlihat beberapa lembar kertas didalam map, mungkin itu adalah data-data pribadi tentang Go ansi.


“ Sudah presdir.." jawabnya mundur beberapa langkah setelah Dokumen diambil Shin "seperti yang anda katakan, dia adalah orang yang sangat cerdas." pujinya membuat Shin tersenyum tipis tak disadari "kedua karyawan yang anda perintahkan bahkan tidak bisa melawan kembali ketika nona ansi mulai berbicara” Lanjutnya lagi melaporkan.


“Hmm" tersenyum senang meletakan dokumen diatas mejanya "Baiklah, kau boleh pergi " perintah Shin kepada laki-laki tersebut "ingat,.." ucapnya ketika supervisor nam mulai melangkah " jangan lepaskan pandanganmu sedikitpun darinya..” lanjut Shin memberi peringatan, mengangguk tanda mematuhi,berbalik lalu mulai melangkah pergi tetapi langkah kaki bawahan Shin tersebut terhenti, sepertinya, dia sedang penasaran dengan satu hal.


“Tapi presdir .." berbalik kembali " benarkah anda yang telah memintanya untuk bekerja diperusahaan ini?” Tanyanya saking penasaran, mengingat ucapan yuanna beberapa saat yang lalu.


“Dia berkata begitu?” Shin balik bertanya.


“ Benar.. " jawab laki-laki tersebut "dia bahkan mengancam anggota staff dengan mengatakan hal itu” lanjut supervisor nam menunggu jawaban untuk meyakinkan hatinya.

__ADS_1


“Hmm..” shin menganggukan kepalanya, tersenyum tipip kembali lalu mulai berpikir sesuatu “ kalau dia bilang begitu maka benarlah yang dikatakannya” jawab Shin membuat supervisor Nam merasa aneh.


aneh , karena mengira bahwa atasannya terlihat sedang memikirkan jawaban itu dan tidak langsung mengiyakan.


*******


Yuanna terlihat masih berada diruang kerjanya, sementara semua karyawan telah kembali kerumah mereka masing-masing.


jarum jam dinding telah menunjukan angka 7, tapi yuanna terlihat masih sangat sibuk.


kebetulan sekali, saat itu Joila tampak sedang melewati ruangan kantor Yuanna, dia merasa aneh melihat seseorang masih sangat sibuk bekerja. laki-laki itu mulai melangkah kaki masuk kedalam ruangan tersebut,


dilihatnya, Yuanna sedang memeriksa peta kota dinegaranya dan menandai beberapa bagian disana. wanita itu tampak sangat sibuk hingga tidak lagi mampu menyadari kedatangan seseorang yang telah berdiri dibelakangnya.


“Ehmm “ joila mendehem namun yuanna tidak mendengar, wanita itu benar-benar sedang memfokuskan diri dengan urusannya. “Selamat malam nona” terkejut mendengar suara seseorang, wanita itu mulai membalikkan tubuhnya. memandang Joila, karena mengenali laki-laki yang berdiri dibelakangnya, wanita itu terlihat tidak peduli, dengan cueknya dia kembali mengerjakan kesibukannya. “nona, anda karyawan baru ya? " tanya joila "Saya baru pertama kali melihat anda” lanjutnya lagi. tapi tetap saja, yuanna diam tidak menjawab.


yuanna tidak memperdulikan pertanyaan joila, dia tetap fokus pada pekerjaannya.wanita itu memang sedang tidak ingin diganggu.


hal itu malah membuat Joila merasa kesal, dia menganggap sikap wanita itu sangat sombong. berusaha keras agar pegawai baru menjawab perkataanya “ nona, apakah anda tidak tahu siapa saya? " pertanyaan joila terdengar begitu menekan "Kalau nona sesombong ini, bisa saja saat ini juga saya memecat anda” ancam joila kepada wanita itu. Kali ini sepertinya yuanna menghentikan kesibukannya, ia membalikkan kursi putarnya lalu menatap joila sembari menggigit pena.


“benar saya karyawan baru." tersenyum kecut "Nama saya adalah Go Ansi, adik dari Go anya dan bibi dari Sun Shin ya." lanjut wanita itu mengejutkan laki-laki dihadapannya " tentu saja anda baru pertama kali melihat saya, karena saya datang dari luar negeri." mulai menggoyang-goyangkan penanya keudara dan melanjutkan perkataanya " saya kenal anda Anda adalah Assissten Ru, bukan..?" lanjut wanita itu mulai menghentikan Gerakan tangannya " Salah satu tangan kanan dari presiden Sun, Ru joila." mengambil nafas lalu membuangnya dan mulai berkata lagi. "Assissten Ru, saat ini saya sedang sibuk." Ucap yuanna memberi tahu "besok jam 9 pagi perusahaan akan mengadakan rapat penting untuk membangun plaza baru dikota B." jelasnya " meskipun saya adalah karyawan baru, sebagai seorang karyawan dari bagian pengembangan dan juga adik dari anggota keluarga Sun, " menundukan kepala sejenak lalu memandang Joila kembali "saya berkewajiban untuk membantu meningkatkan pendapatan dan menaikan nama baik perusahaan," lanjutnya lagi menegunkan laki-laki dihadapannya "tentu saja, anda tidak bisa memecat saya hanya karena saya tidak menjawab panggilan anda dan juga assisten ru..." mulai memberi tekanan " ingat baik baik bahwa saya adalah adik dari Nyonya Sun." dia mulai mengancam "Posisi nyonya sun sendiri saat ini lebih tinggi dari posisi anda." menjelaskan sembari memberi tekanan "maka kemungkinan besar, Posisi saya juga hampir sama dengan posisi anda.. “ lanjut yuanna lagi sembari memainkan pena kehadapan joila."jadi mohon berhati-hatilah jika ingin memecat orang. " lanjutnya lagi mulai membalikan badan, sepertinya yuanna mengambil keuntungan dari Nama Go ansi untuk menyelamatkannya dari tindasan para karyawan diperusahaan shin.


Joila yang tampak sangat kesal, mulai meninggalkan yuanna. terus berjalan hingga memasuki ruangan presdir lalu duduk diatas sofa menghela nafas berat berkali-kali sembari melihat Shin sedang duduk santai dikursinya dengan mengangkat kaki keatas meja.

__ADS_1


__ADS_2