
Joila tiba tiba menghentikan langkah kakinya dan aku tidak sengaja menabraknya.
aduh.
malu sekali
“Maaf” apa yang aku pikirkan sih. Bisa-bisanya aku melamun. baru kusadari bahwa aku benar-benar orang yang sangat bodoh.
ahhh pasti sekarang dia anggap aku wanita murahan. sepertinya sebutan murahan tidak akan lepas dari dalam hidupku. aku sudah terbiasa diremehkan oleh orang lain.
ayah ataupun ibu kandungku juga selalu meremehkan aku. kakak adalah orang yang sangat menghargaiku, begitu pula dengan sien. tapi itu dulu sekali. aku lupa, ada seorang lain lagi. Dia adalah lu arra juga. tapi sebenarnya dia hanya berpura pura.
Dan bodohnya aku tidak menyadari bahwa lu arra sebenarnya adalah pacar sien. Akupun mengetahuinya tanpa sengaja. karena kesal mengetahui hal itu, setiap kali sien mendatangi ku untuk membicarakan masalah perusahaannya. aku tidak membantunya lagi.
aku merasa sangat dimanfaatkan.
brengsek.
dia butuh aku karena aku orang yang bisa membantu dia memecahkan masalah dan mengatasi urusan perusahaannya.
Sien, dia sama sekali tidak menyukaiku.
kenapa hatiku ini lemah sekali?.
kenapa juga aku mudah suka dengan orang?
“Kita sudah sampai” Joila membuka pintu “masuklah “ mengapa dia memperlakukanku dengan baik sekali? Dan mengapa dia bisa selembut ini padaku?
Perlakuannya tidak seperti perlakuan sien dan keluarganya yang sering kasar kepadaku.
hati ini mulai menyukainya, menyukai kebaikan hatinya.
suka saja sekedar suka.
Aku masih berdiri dan belum melangkahkan kaki.
Kulihat dari depan pintu, seorang pria sedang memegang beberapa lembar kertas di tangannya dan juga sebuah pena.
aku pikir.
Mungkinkah kertas itu adalah perjanjian kesepakatan yang dia katakan kemarin?
saat aku dirumah sien, karena adanya handphone dan komputer , aku terbiasa membaca komik dan novel.di dalam komik itu selalu saja ada semacam cerita tentang hal-hal yang berbau perjanjian.
dan lagi yang merasa sering dirugikan adalah pihak wanita!.
benarkah ini perjanjian seperti dikomik-komik ataupun dinovel-novel.
ahh...
__ADS_1
sudahlah bagi ku tidak masalah membuat perjanjian dengan pria tampan seperti shin.
mungkin dia bisa jatuh cinta dengan ku dimasa yang akan datang? Hehehe...
bodohnya aku berharap hal konyol.
“ kau mau membuat perjanjian denganku seperti dikomik-komik dan novel-novel ya?” tanyaku langsung saja. seperti kejadian pertama kali kami bertemu “ kau tahu kan! Dari dulu, aku tidak suka bertele tele”
“Pft..hahahha”
“Hahahah"
Kedua laki laki ini malah tertawa. apa mereka menganggap pertanyaan ku sebagai bahan tertawaan? jantung ku saja hampir mau copot karena terkejut mendengar tawa mereka berdua yang bergelega mengisi ruangan.
“duduklah terlebih dahulu. Sebelum aku menjelaskannya kepadamu. Tenang saja aku akan bicara baik-baik denganmu?” dia baik sekali.
Shin yang sekarang masih sama baiknya dengan shin yang kukenal 8 tahun yang lalu.
“Aku ingin melihat kakakku? Bisakah aku melihatnya dulu sebelum kita memulai kesepakatan?”lagi lagi aku langsung meminta sesuatu.
mungkin shin juga sudah mengenal siapa aku, kelihatan sekali dia telah terbiasa menghadapiku.
“Baiklah.”
Tidak sulit. Shin begitu mudahnya menyetujui permintaanku. Masih sama dengan dia yang dulu.
Obat tersebut merupakan obat modern yang dikembangkan dari keluarga go selama bertahun- tahun lamanya. maka dari itu selama 3 tahun belakangan ini kakak belum terbangun juga dari mimpi panjangnya.
Hari itu aku menangis Tak tertahankan.
hati ku sesak mendengarkan penjelasan dari Shin.
Sakit.
Tega kali mereka melakukan hak tersebut kepada kakakku!
aku sangat merindukan kakak ku. Dialah satu-satunya orang yang selalu membuat nyaman hidupku seingatku.
“Aku ingin kakak ku sembuh dan ingin melihat nya. apa kau bisa memenuhi permintaan ku?” tanpa basa basi lagi aku ajukan permintaan ku setelah selesai mengeluarkan tangisanku. terserahlah.
apa saja yang kau minta aku patuhi. Yang penting kakakku selamat.
“Baiklah. tapi aku ada syarat!” benar sekali.
tidak mungkin ada orang yang mau membantu orang lain dengan Cuma Cuma. Aku sudah mengetahui dari perkataannya kemarin yang membahas tentang kesepakatan.
“Apa Syarat nya?”Tanyaku kepada laki laki luar biasa yang saat ini duduk didepanku. Saat ini aku berada didalam Ruangan kerja dengan susunan buku-buku rapi di rak lemari.
Dihadapanku, seorang laki-laki tinggi berambut hitam dengan bola mata hitam lekat menatap tajam kearahku.
__ADS_1
Ya, dialah orang yang telah menyelamatkanku.
Mengubah setiap langkah kaki dan berharap aku bisa hidup lebih baik dari hari-hari sebelumnya.
“Tetap disisiku dan belajarlah mencintaiku, tapi satu hal yang perlu kau ingat, meskipun kita tidak mungkin berpisah, sangat mustahil bagiku untuk mencintaimu. jadi jangan berharap apapun didalam hatimu” jelas laki-laki tersebut, laki-laki yang mungkin akan menikahiku ini adalah cucu kedua dari perusahaan terbesar dinegara ku.
dia bahkan memiliki perusahaan sendiri yang ia dapatkan dari warisan ayahnya. Dan mampu mengembangkan perusahaannya diusia yang sangat muda. Menakjubkan, dekat dengannya mungkin adalah sebuah keajaiban.
Dia benar benar tampan, bahkan hanya memandangnya saja membuat hatiku bergetar, rasanya sedikit sakit. ah menyebalkan, melihatnya saja membuat jantungku bergetar. aku sungguh tidak ingin jatuh cinta lagi.
aku mohon, aku mohon hati. tolong lah tenang, kau ini hanya alat baginya. Alat baginya untuk menghancurkan saudaranya sendiri.
Benar, saudaranya adalah orang yang sudah lama aku sukai.
“Baiklah” Aku menjawabnya. Huh, aku bisa mencintainya. Mudah saja, berpikirlah! Wanita mana yang tidak akan jatuh cinta denganmu.
Tetapi...
Aku akan berpura-pura mencintainya. Bukan! Hanya saja, sungguh, mencintai seseorang jika tidak terbalas, itu hal yang sangat menyakitkan.
Haruskah aku jatuh kelubang hitam besar untuk kedua kalinya!
Ahhhh... aku tidak mau!
Aku tidak mau jatuh cinta lagi.
Itu menyakitkan, bahkan hatiku bagaikan tersayat pisau yang teramat tajam.
“2 hari lagi pesta pernikahan kita, aku ingatkan sekali lagi jangan bertindak bodoh. tetaplah disisiku, apapun yang terjadi belajarlah untuk diam. jika kau berbicara, itu hanya akan menghancurkan rencanaku. bagaimanapun juga saat ini aku masih belum bisa mempercayai mu. kau harus sadar posisimu sebelum aku menyelamatkanmu. ingat, aku adalah tuanmu, klan tuanmu ini adalah Sun bukan Co” setelah penjelasan panjang yang ia lontarkan, laki laki itu berdiri dari kursinya dan pergi diikuti laki laki berkacamata yang tak lain adalah Joila.
Cepat sekali!
2 hari lagi aku akan menikah!
Menikah?
Astaga. Benarkah, aku tidak sedang bermimpi?
Masih ada orang yang mau menikahi wanita yang telah dicap murahan ini.
Aku akan menikah.
Dan menikah dengan seorang laki-laki tampan pujaan dan dambaan banyak wanita.
Apakah ini namanya keberuntungan?
Bukan,
Sudah jelas kan dia bilang, dia tidak akan mencintaiku.
__ADS_1