
Suara nada dering ponsel Lian berbunyi ketika Ia sedang menyiapkan makanan didapur apartemennya untuk diberikan pada yuanna. dia berjalan menuju kearah ponselnya lalu menemukan nama ayahnya sedang memanggilnya.
“Ayah,, ada apa?” Tanya Lian kepada ayahnya.
“bisakah kau membawa assisten mu kerumah malam ini? Ayah ingin mengundang Assisten Go makan malam malam dirumah sebagai tanda terima kasih karena telah menyelamatkan mu waktu itu” pinta ayah lian,, Lian berpikir bahwa saat itu Yuanna sedang sangat sedih karena telah diceraikan oleh Shin dan tidak berniat untuk membawa yuanna bertemu keluarganya.
“aku tidak bisa menjanjikannya tapi Aku pasti akan tanyakan kepadanya,,” jawab lian timanpa kepastian.
“Baiklah.. kalau begitu ayah akan tunggu kabar dari mu” ucap Ayah lian lalu mematikan panggilannya. Setelah panggilan berakhir Lian bergegas pergi keruang apartemen yuanna yang ada didepan ruangannyanya,, kemudian menekan bel pintu sebanyak tiga kali tapi tidak ada jawaban,, saat itu dia merasa mungkin yuanna masih belum mau menerima tamu lalu memutuskan untuk kembali keruangannya beberapa saat kemudian,, sebelum dia melangkahkan kaki pergi.. pintu ruangannya telah terbuka,, dia terkejut melihat mata bengkak yuanna yang tiba tiba muncul dari balik pintu.
“Ada apa dengan wajahmu,, jelek sekali” ucap Lian tersenyum sedih melihat keadaan temannya.
“Ahhh... hal ini sudah biasa terjadi karena patah hati” jawab yuanna sepele.. yuanna saat itu memang merasa perlu keluar menghirup udara karena tidak tahan dengan tempat sepi yang membuat hatinya semakin sakit mengingat Shin.
“mau keluar? Ayahku mengundang mu untuk makan malam bersama keluarga” tanya Lian yang sebenarnya masih ragu yuanna akan menerima ajakannya.
“kapan?” tanya yuanna balik.. dia merasa hal itu bagus untuk mengubah suasana hatinya.
“Malam ini” jawab Lian singkat,, dia masih tidak percaya bahwa yuanna akan menanyakan waktu kepergian.
“baiklah,, jemput aku jam 7 malam ini diapartemen arra.” ucap yuanna lalu memasukan kepalanya kembali ke ruangannya lalu menutup pintu.
*******
__ADS_1
Malam telah datang,, sesuai janji Lian menjemput yuanna diapartemen arra dan mengajaknya pergi bersama ke kediaman Zin,, setelah lebih dari setengah jam perjalanan..mereka akhirnya sampai ketempat tersebut.. belum lagi mereka mendekat ke pintu masuk,, beberapa orang telah terlebih dahulu meraih tangan Yuanna,, menutup mulutnya dan menangkapnya. Lian terkejut dengan keadaan saat itu dan ia mulai mencoba melepaskan yuanna dari orang orang tersebut.
“Lian,, cukup” teriak ketua zin menghentikan pukulan Lian yang akan mendarat disalah satu orang yang menangkap yuanna.
“Kakek.. ayah.. apa apaan kalian ini,, kenapa kalian membiarkan assisstenku di perlakukan seperti itu” ucap Lian tidak terima.. seketila itu juga tiba tiba matanya membesar s melihat tiga orang berjalan mendekati yuanna. mereka adalah Sien,, royan dan Zilan,,
“Kau telah ditipunya..dia bukan Bibi dari Presdir Sun,, dia adalah yuanna,, orang yang selama ini dicari cari oleh keluarga besar” ucap ayah lian menuduh.. dia tidak terima anaknya telah ditipu oleh yuanna..dari awal dia sudah merencanakan untuk menangkap yuanna dengan bantuan oleh Sien..
“Aku sudah tahu,, jadi tolong lepaskan dia..dia adalah teman berhargaku” maki Lian mencoba mengambil yuanna tapi sayang ,, kedua tangannya dihentikan oleh bawahan Sien yang tadi menangkap yuanna..sementara saat itu,, Yuanna sudah tak sadarkan diri lagi dan diangkat oleh sien dari depan.
“Kalau sudah tahu kenapa kau menyembunyikan nya dari kami..apa kau mau membuag keluarga zin dituduh berkhianat oleh keluarga besar yang lainnya. jangan hanya karena dia adalah temanmu ,,kau bisa seenaknya mengorban keluargamu” ucap zilan sembari tersenyum kecut kearah Lian,, kemudian mulai mengantongi kedua tangannya .
“Ayah....” belum lagi Lian berbicara,, seseorang telah menutup mulutnya dan membuat Lian tak sadarkan diri.
“Kenapa Lian harus dibawa?” tanya ibu Lian tidak terima anaknya ikut menjadi korban.
******
Disebuah gudang tua yang remang remang,, Yuanna terduduk disebuah kursi dengan tubuh diikat,, matanya perlahan mulai membuka ,,dan kesadarannya sudah mulai muncul.. dia mulai mengedipkan matanya berkali kali sembari menggelengkan kepalanya mencoba menghilangkan rasa pusing dikepalanya,, dia mengangkat wajahnya yang tadi nya tertunduk,, dilihat olehnya Sien sedang berdiri dengan wajah serius memendang kearahnya.
“Lepaskan”perintah yuanna serius sembari memdongakkan kepalanya kearah wajah Sien. seketika itu juga Sien tersenyum kecut melihat tatapan benci yuanna,, dia menyuruh bawahan yang berada disekitarnya untuk melepaskan yuanna dengan menggunakan isyarat kepalanya.. setelah yuanna terlepas dari ikatannya ,,ia melihat kearah sekitarnya dan menemukan zilan duduk dengan santainya diujung ruangan gedung tersebut sedangkan royan berdiri menyandarkan tubuhnya sembari mengembulkan asap roķok dan mengangkat kaki kirinya keatas dinding. Yuanna yang merasa sudah bebas bergegas meninggalkan tempat tersebut,,
“Kau sudah mau pergi,,” ucap sien sembari menarik pergelangan tangan yuanna yang saat itu memandang benci kearah Sien,, beberapa menit saling menatap ,,yuanna menarik kuat tangannya agar dapat terlepas dari Sien tapi sayang dia tidak mampu“ bawa masuk”perintah sien lagi kepada bawahannya,, beberapa menit kemudian dua orang bawahan sien datang dari luar gudang membawa Lian dengan wajah biru di bagian pipinya yang sedang tersenyum kecut memandang kearah sien,, tatapan benci yuanna berubah seketika,, air mata keluar dari pipinya merasa sakit melihat keadaan temannya, , sementara Lian yang saat itu masih mengembangkan senyum kecut nya tiba tiba berubah menjadi terkejut,, matanya membesar melihat yuanna yang sedang menangis menatap kearahnya. dia melihat yuanna mulai melangkah untuk mendekatinya namun sayang tangan Sien yang masih menggenggam pergalangan tangan yuanna menariknya kepelukannya,, dan lagi lagi yuanna mencoba melepaskan diri tapi tetap saja gagal.
__ADS_1
“Lepaskan bre**s*k,,, “ ucap yuanna yang masih mencoba melepaskan diri..
“Kenapa kau terus terusan mencoba melarikan diri dari ku?” Tanya sien kesal masih dengan menahan Yuanna didalam pelukannya.. Lian yang melihat keadaan yuanna mencoba melepaskan diri dari bawahan sien namun usahanya sia sia,, tenaga Lian tidak cukup kuat untuk melawan dua orang yang membawanya masuk kedalam gudang tua tersebut.
“Sien,, sadarkah kau bahwa sebenarnya kau tidak pernah mencintaiku” bentak yuanna yang sudah menenangkan diri dari perilaku sien walaupun saat itu dia masih berada didalam pelukan sien.
“Wanita seperti mu memang tidak pantas dicintai” balas sien seenaknya.
“Kalau kau sudah tahu,, maka lepaskanlah aku,, “ ucap yuanna berteriak dengan mendongakan wajah nya keatas.
“Saat ini aku membutuhkanmu untuk membuat kesepakatan dengan seseorang yang sangat mencintaimu” jawab Shin membuat yuanna mendorong tubuhnya menjauh,, saat itu pertahanan sien tidak sekuat sebelumnya,, hal itu membuat Yuanna yang tadinya gagal melepaskan diri akhirnya bisa menjauh dari tubuh sien.
“Hahahahaha... bodoh sekali, kau kira dia akan datang.. jangan melakukan hal konyol untuk membuang buang waktumu bre**s*k” tawa yuanna sembari memegang perutnya.
“Mulut mu masih saja sangat tajam”ucap sien mulai memandang tajam kearah yuanna yang saat itu sedang mengelap air mata tawa di matanya.
“Kau melakukan semua ini karena iri dengan Shin bukan? Kau mencoba mendekatinya karena dia lebih bahagia daripadamu bukan? Dengar Sien..perasaan mu padaku tidak pernah jelas,, sedangkan perasaan ku pada Shin sangatlah jelas,,, kau hanya tidak dapat menerima bahwa anak dari paman yang kau banggakan mencintai Sainganmu bukan?hahhahahah Sien sien,,, aku ingat semuanya,, betapa bahagianya ayahku memiliki murid seperti Shin” ucap Yuanna keras.. dia mulai memandang remeh kearah sien yang saat itu sedang mendekatinya.
“Kau” ucap Sien yang saat itu akan memukul wajah yuanna tapi sayang tangan yuanna sudah terlebih dahulu menangkapnya.
“Kau kira aku masih bodoh seperti dulu yang segitu pasrahnya untuk kau pukuli” bentak yuanna sembari menghempaskan tangan sien keudara..
“Ehhh... jangan bilang kau mendekati Shin karena ingin membalas dendam padaku,, kau berpura pura menyukainya kan agar dia mau menolongmu menghancurkanku” ucap Sien sembari mendekatkan wajahnya kewajah Yuanna ,,dan memasukan tangannya kedalam kantung celananya.
__ADS_1
“Kesepakatan apa yang mau kau buat denganku” tiba tiba terdengar suara Shin dari depan pintu gudang,, disebelahnya berdiri Natto dan Joila. Shin terlihat sangat marah mendengar ucapan Sien yang membuatnya menjadi salah paham. saat itu dia berpikir bahwa selama ini Yuanna hanya memanfaatkanya untuk membalas dendam pada sien, dan tidak pernah menyukainya,.
“Shin......