Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
malam dikapal pesiar


__ADS_3

menerjang ujung kapal yang terbuat dari kayu beton tercat berwarna putih tersebut.


Shin membuka matanya,, ia tersenyum bahagia memandang seorang wanita yang saat itu sedang tertidur lelap disampingnya.. hatinya dipenuhi dengan perasaan cinta yang tak terhingga..


Dia mencium kepala wanita tersebut,, untuk kemudian mendekatkan tubuh wanita yang hanya memakai selimut untuk menutup tubuhnya kepelukannya.. Shin,, dia benar benar tidak ingin melepaskan wanita itu.. satu satunya wanita yang pernah masuk kedalam hatinya,, dan wanita yang telah ia cintai selama lebih dari sembilan tahun didalam kehidupannya .


Yuanna membuka matanya.. dia melihat dada bidang Shin sangat dekat dengan matanya,, yuanna yang mengetahui bahwa Shin telah terbangun lalu berpura pura menutup kembali matanya,, dia merasa malu kepada dirinya sendiri yang bisa dengan mudah memasrahkan dirinya begitu saja kepada Shin..


Yuanna,, didalam hatinya sama sekali tidak pernah bisa menolak apapun keinginan Shin,, dia sangat mencintai laki laki itu,, bahkan jika berhasil menolak keinginan laki laki itu,, hatinya sendiri akan merasakan sakit yang luar biasa.. hati yuanna selalu memerintahkan pikirannya untuk selalu memikirkan laki laki yang memeluk lembut dia saat itu..


"Kau sudah bangun,, ?" Shin tersenyum geli melihat tingkah yuanna yang menyembunyikan wajahnya didada Shin.. Shin mengetahui bahwa saat itu yuanna sedang berpura pura masih tertidur.. "baiklah.. aku akan pergi ke tempat kakek Yiu.. dan meninggalkanmu disini" laki laki itu mulai memainkan caranya untuk mengakali kepura puraan wanita yang sangat ia kenali sifatnya tersebut.


"Aku sudah bangun.. " suara Yuanna membuat Shin mulai mengembangkan Senyum nakalnya. Yuanna merenggakan pelukan Shin lalu mendongak kan wajahnya menatap kewajah Shin yang berada diatas kepalanya..


"Yuanna!" Panggil Shin menarik kembali tubuh yuanna yang telah merenggang dari tubuhnya..


"Hmm" jawab Yuanna mencoba untuk memandang Shin lagi tapi Shin tidak menginginkan wanita itu lepas dari pelukannya.. Shin sungguh sangat mencintai yuanna..


"Kau tidak ingin mengatakan sesuatu kepadaku tentang masa lalumu! Kau bahkan bisa mengetahui banyak hal tentang kelompok kelompok besar dinegara ini yang aku sendiri baru tahu belakangan ini" Shin berharap yuanna mau berbagi cerita dengannya saat itu... Yuanna yang tadinya merasa senang.. tiba tiba berubah menjadi serius.. Dia memandang dada Shin dengan tatapan kosong. Saat itu dia benar benar tidak ingin Shin mengetahui masa lalunya yang sebenarnya Shin telah mengetahuinya dari Yiu saat pertama kali memasuki ruangan Pintu darah .


"Shin.. bisakah kau tidak menanyakan hal itu,, saat itu,, ketika kita diruangan obat obatan ,, aku telah dibuat tak sadar diri oleh kakek Yiu.. setelah aku bangun.. aku bahkan tidak bertanya apa apa kepadamu,, aku tahu kau pasti punya alasan sendiri untuk tidak mengatakan segalanya kepadaku,, jadi jangan bertanya hal tentang masa laluku yang aku juga punya alasan sendiri untuk tidak menceritakannya kepadamu!" Shin memejamkan matanya mendengar jawaban wanita yang sangat cintai itu,, dia tahu bahwa Yuanna pasti akan merencakan sesuatu diluar sepengetahuannya.. Dia mendekap wanita itu lagi,, wajahnya terlihat mulai khawatir,, Shin saat itu berpikir untuk membiarkan hal itu terlebih dahulu,, dia akan mendiskusikan masalah yuanna kepada Idris setelah bertemu dengannya nanti..

__ADS_1


"Baiklah,, tapi sekarang aku ingin melakukannya lagi,, bagaimana ini.. kaukan sudah menolak permintaan ku" ucap Shin mulai manja . dia sendiri bahkan hampir tertawa dengan tingkah manjanya kepada Yuanna itu .


"Ha.. lagi,, tapi kita sudah melakukannya hampir semalaman,, kau bahkan melakukannya dua jam tanpa berhenti,, kau melakukan Di kamar mandi,, disudut ruangan.. kau juga melakukannya didepan,, samping bahkan belakang " keluh yuanna "bagian bawahku juga saat ini masih sakit" gumamnya kemudian dalam hati.. Yuanna sebenarnya tidak ingin menolak jika ia tidak merasa sakit pada salah satu bagian tubuhnya.


"Mau bagaimana lagi,, aku hanya ingin melakukan hal seperti itu denganmu. ya sudah kalau tidak mau tidak apa apa!'" senyum nakal Shin mengembang di bibirnya.. dia terlihat sangat puas dengan apa yang mereka lakukan malam itu.


"Hanya denganku!" Yuanna memastikan hal tersebut dengan mencoba memandang wajah Shin lagi


"Hmm" angguk Shin "hanya denganmu" timpalnya lagi..


"Baiklah.. kau boleh melakukannya lagi'' senyum senang yuanna ketika mendengar ucapan Shin yang hanya menginginkannya...


"Tentu saja" jawaban yuanna membuat Shin menjadi tersenyum Liar.. Shin melepaskan pelukan yuanna.. lalu mencium bibir wanita itu.. setelah puas ia lalu masuk kedalam selimut yang hanya dikenakan mereka berdua saat itu.. Shin mulai menggerakkan wajah dan tangannya secara liar ditubuh yuanna yang saat itu merasa kesakitan.


******


Idris duduk disebuah gua kecil sembari merobek lengan kaos merah yang saat ia kenakan.. Di sebelahnya Nana sedang menahan rasa sakit dikakinya akibat tembakan yang dilakukan oleh bawahan Zilan beberapa jam yang lalu..


"Sakit sekali" ucap Nana membuat Idris merasa sangat khawatir.. saat itu Idris berpikir keras cara untuk mengeluarkan peluru yang saat itu tertancap di betis Nana yang tidak terlalu dalam tersebut.. dia mulai mencari cari sesuatu di gua tersebut.. lalu pandangannya tertuju kepada pita rambut kecil yang terbuat dari besi menempel dikepala Nana.. Nana biasa menggunakan pita kecil tersebut untuk menahan poni panjangnya..


Dengan sigapnya Idris mengambil pita kecil itu lalu mengarahkannya kebetis Nana untuk mengeluarkan peluru didagingnya .

__ADS_1


"Kau mau apa!" Tanya Nana yang merasa tidak nyaman idris memegang pergelangan kakinya.


"Diam saja.. " tanpa menatap wajah Nana.. Idris membalikan kaki Nana dan mulai memasukan pita kecil kedalam luka tembakan Nana..


"Hei kau mau apa.. sakit tahu" maki Nana sembari memukul punggung Idris yang ada didekatnya..


"Tahan Saja.. Kalau sakit kau boleh menggenggam lenganku " Idris mulai mengeluarkan peluru dari betis Nana.. Nana yang sangat kesakitan tidak punya pilihan lain selain menggenggam erat lengan Idris dengan sebelah tangannya..


Peluru akhirnya berhasil dikeluarkan.. robekan baju idris kemudian ia gunakan untuk menutup luka Nana. .. Nana merasa sedikit lega saat peluru telah keluar.. dia merasa kelelahan setelah menahan rasa sakitnya dan tanpa sadar tertidur,, Idris yang mengetahuinya lalu membiarkan kepala Nana jatuh kepahanya.. dia membaringkan tubuh nana.. saat itu dia merasa sangat berterima kasih karena pertolongan Nana.. dia berpikir bahwa jika bukan karena Nana mungkin dia telah dibawah oleh kelompok elite dan dipaksa untuk menuruti keinginan mereka.


******


Yuanna mencoba berdiri untuk pergi kekamar mandi setelah menyelesaikan urusannya atas perintah Shin saat itu.. Shin yang sudah berdiri dari kasur memberikan tangannya untuk menolong yuanna berdiri..


Yuanna yang telah berdiri tiba tiba mengerang kesakitan.. bagian tubuhnya tidak bisa ditahannya lagi saat itu...


"Ahh.. " Yuanna hampir terjatuh jika Shin tidak dengan Sigapnya menangkap tubuh lemahnya.


"Ada apa denganmu.. " tanya Shin khawatir ketika melihat wajah pucat yuanna.. Shin mulai kesal kepada dirinya sendiri yang telah membuat yuanna kesakitan setelah ia menyadari masih ada sedikit sisa darah yang keluar dari bagian bawah tubuh yuanna.. "kalau sakit kenapa tidak bilang " maki Shin kesal karena yuanna tidak mengatakan apa yang dia rasakan.


"Mau bagaimana lagi,, apapun itu,, kalau untukmu.. aku akan berikan" ucapan yuanna membuat hati Shin bercampur aduk antara khawatir dan senang.. Shin saat itu benar benar membenci dirinya sendiri yang tak terkendali.. dia mengangkat tubuh yuanna lalu membawanya kekamar mandi untuk ia bersihkan.

__ADS_1


__ADS_2