
“ bren**s*k kalian semua... mengurus hal seperti itu pun tak becus” maki ketua co sambil membanting notebook yang ada dihadapannya.
“Tubuh sami telah hilang dan tes Dna terbukti benar,, Sementara nyonya besar Nero memberi dukungan dari belakang.. Hasil Tes DnA antara ketua Xu Yuan dan Presdir Xu saat itu terbukti Salah.. Idris kini sudah sepenuhnya menguasai perusahaan Xu” jelas Edward yang saat itu juga berada diruangan ketua Co.
*******
Aku masih berbaring malas diatas kasurku.. beberapa kali bel pintu rumahku berbunyi.. aku tahu siapa yang datang tapi aku sangat malas melayaninya.. entah kenapa akhir akhir ini Lian perhatian padaku.. aneh sekali melihatnya melakukan hal yang baik padaku.. walaupun itu hanya untuk membantunya mengambil alih jabatan presdir di perusahaan Zin tapi tetap saja aneh.
dari dulu dia juga sudah sering memanfaatkanku.. aku masih ingat sekali dia mengambil untuknya sendiri hadiah dari kemenangan pertandingan game lord of royal king, lalu mengambil wilayah kekuasaanku untuk diberikan kepada wilayah ean.. dan banyak lagi lah contoh lainnya..
Sekarang aku sedang menggenggan ponsel milik Shin.. aku tidak sabar untuk bertemu dengannya aku ingin sekali menanyakan kepadanya masalah kata sandi.. mungkinkah Shin sudah menyukaiku seperti cerita cerita didalam komik yang selama ini kubaca.. ahhhh.. malu sekali kalau seperti itu..
Sebenarnya aku ingin sekali melihat semua isi didalam ponsel shin ini.. tapi aku takut melakukannya.. kalau ketahuan Shin ,, aku pasti dimarahinya.. dan lagi aku kurang suka ikut campur urusan orang.. mungkin didalam ponsel ini ada data data rahasiayang tidak boleh diketahui orang dan lagi aku sudah cukup senang mengetahui bahwa tanggal ulang tahunku dipakai shin sebagai kata sandi ponselnya.
"Tillit.. oh my baby my baby,," nada dering ponsel ku berbunyi,, tadi malam untung saja Lian membawa ponselku, jadi aku bisa mendapatkannya tanpa perlu pergi menemui ean .. menghubungi nya saja sudah tak suka apalagi menemuinya.
Aku mengambil ponselku dan melihat joila menghubungiku.. kemarin malam dia menghubungiku, menanyakan keadaan ku dan memberitahu bahwa sien baik baik saja.. tapi darimana dia bisa tahu nomor ponselku! Ahhh...mungkin saja ean yang memberitahukannya..
“Hallo”
“kau dimana?” aku tidak menyangka akhirnya bisa mendengar suara Shin lagi.
“Di apartemen..kau baik baik saja? Kau dimana? Kau sudah sarapan? Kau benar baik baik saja kan Shin” aku tidak bisa menahan lagi keingintahuanku tentang keadaan Shin.
“Bodoh.. akulah yang seharus nya bilang begitu..tunggu aku..aku akan datang kesana beberapa jam lagi” akhirnya aku akan bertemu shin lagi.. aku merasa sangat bersemangat.
“Baiklah.. aku tunggu” Shin menutup panggilannya.. aku baru sadar Pintuku tidak berbunyi lagi, mungkin Lian sudah menyerah ingin menemuiku.. hah.. biar saja.. aku harus cepat cepat mandi.. Suamiku sebentar lagi akan datang.
******
__ADS_1
Bel pintu apartemen Yuanna berbunyi.. yuanna yang sudah menunggu kehadiran Shin berlari cepat menuju kepintu..dilihatnya Shin sedang berdiri didepannya.. Yuanna membukakan pintu untuk Shin.
“Kau sudah sampai?” tanya Yuanna semangat.. Tanpa mengucap sepatah katapun Shin masuk lalu memeluk tubuh yuanna.. dia mengambi bibir yuanna dengan mulutnya.. yuanna terkejut melihat sikap Shin tapi dia tetap membiarkan Shin menciumi bibirnya.. tangan Shin mulai masuk kedalam baju Yuanna sampai menyentuh bagian dada yuanna.. yuanna mendesah,,, wajah shin mulai berpindah keleher yuanna..
“Yuanna,, akhirnya kau membukakan pintu juga” Suarra Lian dari depan pintu.. Mata Yuanna membelalak melihat kedatangan Lian.. Shin menghentikan ciumannya.. lalu melepaskan yuanna,,dia terlihat sangat kesal melihat kedatangan Lian.. “Ahahahha...maaf maaf... aku menggangu.. tapi Yuanna belum sarapan,,jadi aku membelikannya beberapa makanan” ucap Lian merasa tidak bersalah sambil menggaruk garuk belakang lehernya yang tidak gatal.. Lian lalu masuk kedalam apartemen.. yuanna terlihat sangat canggung dan malu.
“Kau terlihat sangat perhatian kepada yuanna” ucap Shin menyindir.. dia masih tidak terima urusannya diganggu oleh lian.
“tentu saja.. dia adalah assissten pribadiku.. bagaimana mungkin aku tidak perhatian..dan kau bilang kau tidak menyukainya..?” sindir Lian balik.
“Wajar saja suami melakukan hal hal seperti itu kepada istrinya” jawab Shin mulai marah..
“Ahahaha.. maaf maaf.. aku hanya perlu mendiskusikan sesuatu kepada istrimu” jelas Lian lagi.. yuanna yang merasa canggung berdiri kemudian pergi menuju sofa untuk menenangkan pikirannya..dia masih merasa terkejut.
“Ponsel ku?” Tanya Shin pada Yuanna.. yuanna hanya terdiam sembari menunjuk kearah sebuah ponsel diatas meja.. dia masih merasa sangat canggung..Shin melangkahkan kaki menuju ponselnya..setelah mengambilnya..dia lalu menarik lengan Lian untuk mengajaknya keluar ruangan meninggalkan Yuanna yang masih duduk berdiam diri.
******
“Tidak bisa kau lihat kami sedang sibuk?” Ucap Shin
“tenang tenang..aku hanya membantumu mengontrol diri” jawab lian sambil menepuk nepuk pelan dada Shin.
“Kau harus ingat kata katamu.. jangan pernah sedikitpun memilik perasaan kepada yuanna.. “
“Kau mengancam ku?”
“Aku katakan padamu.. kau tidak akan mampu melawanku... dia adalah milikku..selamanya akan menjadi milikku”
“Hahahaha kau mau bertaruh”
__ADS_1
“ aku tidak punya waktu bertaruh dengan orang yang pasti sudah kalah” Shin berlalu pergi meninggalkan Lian yang saat itu tersenyum kecut.
******
Jauh Dikediaman klan Zin
“ kau yakin cara ini berhasil?” tanya Lian kepada Yuanna yang saat itu sedang memakai baju pelayan.. disebelahnya seorang pelayan dari kediaman Zin bersiap siap untuk membantu yuanna agar bisa masuk kekamar Lian dikediaman Zin..
“Bodoh.. kita hanya perlu memastikan saja.. sudahlah tenang saja. Kalau tidak terjadi apa apa artinya bukan dia yang merusak rem mobil mu waktu itu” jelas Yuanna kepada Lian.. Lian mengangguk tanda setuju..
Malam telah tiba, kini yuanna ikut makan malam bersama keluarga Zin.
“ Alah alah... akhirnya putraku akan menginap dirumah ini.. sudah sangat lama sekali kau pergi meninggalkan rumah” ucap ibu Lian manja ..
“Terakhir melihatnya pergi dengan marah marah.. mungkin sekarang marahnya sudah reda” ucap ayah Lian sembari memasukan potongan daging sapi panggang kedalam mulutnya.
“Uhuk.. uhuk... kapan kau berencana masuk keperusahaan,, kakek menantikanmu untuk datang.. kakek berharap kau akan membantu Zilan mengurus perusahaan... kau cerdas dan sangat bisa diandalkan.. setelah kepergianmu.. akhir akhir ini perusahaan sudah banyak mengalami penurunan.. Perusahaan Ou sudah mengejar posisi perusahaan Zin.. “ ungkap ketua Zin sekalian menyindir Zilan.. Zilan hanya terus memakan makanannya.
“Ou? Bukannya Ou saat ini sedang dalam kondisi buruk.. perusahaan Sun sudah mendapatkan 10% saham dari mereka?” tanya Lian mencari informasi.
“Ahahaha.. Kau tidak perlu khawatir dengan perusahaan Sun.. tidak masalah kalau perusahaan Sun juga mendapatkan Saham perusahaan Zin.. mereka tidak bisa berbuat apa apa.. saat ini perusahaan Xu jauh lebih berbahaya dibandingkan perusahaan lainnya” jelas ketua Zin kepada Lian.
“Xu? Bukannya kakek memiliki saham di perusahaan Xu juga?” tanya lian lagi penasaran..
“ Anak itu menendang semua orang orang yang ada didalamnya.. sepertinya dia punya backing hebat dibelakangnya.. dan lagi saat ini natto sudah mulai memimpin perusahaan Ou.. kau tahu sendiri bukan seberapa bahayanya anak itu,, ? Diusia muda seperti itu bisa menyelesaikan kuliahnya dengan nilai sempurna.. dia mungkin hampir seimbang dengan cucu ketua Co,, sien” jelas Ketua zin lagi kepada Lian..” kita tidak bisa ketinggalan jauh dari mereka, aku ingin kau segera masuk perusahaan”
setelah makam malam berakhir ..Lian masuk kedalam kamarnya.. lalu menjatuhkan tubuhnya diatas kasur miliknya kemudian mematikan lampu dan menutup matanya berniat untuk segera tertidur..
Jarum jam menunjukan angka dua malam..semua orang kini telah tidur.. suasana mulai sepi tidak terdengar suara apapun dikamar kedap suara milik Lian..
__ADS_1
Beberapa menit kemudian.. seseorang mulai membuka pintu kamar Lian.. Lian yang sudah menduga itu akan terjadi tetap berpura pura tidur tenang diatas kasurnya.. orang itu mulai mendekati tubuh Lian dan mengacungkan pisau kedada Lian..
Bukkk....