Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
rasakan


__ADS_3

Sien berada diruang kantornya, wajah nya terlihat pucat dan khawatir,


selama 2 bulan ini dia sangat sibuk mencari tahu keberadaan yuanna dan Idris karena Tubuh laki-laki tersebut hilang dengan begitu misterius.


Sien berpikir bahwa kejadian ini pasti sudah sangat lama direncanakan oleh seseorang, sekarang dia malah mulai curiga dengan gerak-gerik shin apalagi mengingat kejadian di pertemuan keluarga kemarin,


pikirnya,


bagaimana mungkin shin tahu bahwa yuanna adalah anak emas kakeknya?.


dia mulai memerintahkan seseorang untuk mencari tahu tentang shin saat itu juga.


“panggil edward ke ruangan saya “ perintah sien kepada sekertarisnya. tidak selang beberapa lama, edward masuk keruangannya, edward sendiri adalah assisten kepercayaan sien.


sien mulai memerintahkanya untuk mencari tahu apa yang dilakukan shin akhir akhir ini, tidak beberapa lama kemudian telepon kantor sien tiba-tiba berbunyi, Sien segera mengangkat telepon tersebut.


“ maaf tuan, seseorang telah mengirim undangan pernikahan kepada tuan” suara dari dalam telepon membuat emosi sien, bagaimana mungkin dia menelpon hanya karena undangan pernikahan disela-sela kesibukan laki-laki tersebut.


“Apa kau bodoh...?" maki sien begitu marah "kau menelpon ku hanya karena undangan,kau mau membuang waktuku ya” bentak siennya lagi. dia sungguh kesal karena hal sesepele itu harus dilaporkan kepadanya,


segera memutuskan panggilanya. tiba-tiba Dia merasa ada yang aneh, begitu juga dengan edward.


“Bukankah kau merasa ada yang aneh..?." Seorang dari merek membuka suara "mengapa undangan dikirim kekantor bukan kerumah mu saja..?” ungkap edward menyatakan pemikirannya,


sien mulai menghubungi sekertarisnya, dia memerintahkannya untuk mengantar undangan tersebut.


Sekertaris pei memasuki ruangan membawa undangan pernikahan, dari jauh terlihat gambar seorang wanita yang telah lama dicari selma ini.


dia berdiri dari duduknya dan langsung mengambil undangan tersebut.


“Sial" makinya penuh emosi "shin ********" lanjutnya lagi teramat marah "undangan ini kenapa datangnya terlambat..?”tanya sien kepada skeretarisnya,.


sebelum sekertarisnya menjawab, sien sudah lebih dulu bergegas pergi ke tempat pernikahan tersebut.


*******


“Shin..." suara teriakan terdengar menggema diruangan. "brengsek" makinya sembari melangkah kaki cepat. "apa yang kau lakukan brengsek..?” suara itu sungguh terdengar sangat emosi.


Suara teriakannya menghentikan ciuman shin untukku,


teriakan itu memang terdengar sangat marah,


aku mengenal suara itu, suara yang tidak asing lagi ditelingaku. Suara itu adalah suara milik Sien.


“Kau datang juga ya ternyata..” ucap shin dengan sunggingan kecil di bibirnya, dengan senyuman licik yang dilontarkan itu, dia sama sekali tidak melepaskan tangannya dari pinggangku.


shin, dia mulai memelukku dengan kedua tangannya, menjatuh kan wajah ku kedalam dekapannya.


Shin,


Sebenarnya apa yang dia rencanakan????


Kuangkat wajah ku untuk sejenak melihat nya. Shin tersenyum licik, aku belum pernah melihat wajah seperti ini sebelumnya, wajah puas dan bahagia terlihat sangat jelas dipandangan mataku, dia bahagia karena menikahiku atau karena membuat sien marah ya..?


entahlah aku tidak mau peduli, yang terpenting sekarang, aku tidak berada digenggaman sien lagi.


lagi lagi tangan shin menggapai kepalaku, lalu membuat wajahku mendekap dadanya.

__ADS_1


mungkinkah dia tidak ingin sien melihat ku atau sebaliknya.? atau Apakah mungkin dia takut aku akan kembali kepada sien lagi setelah aku melihatnya..?


hah.


konyol.


perlahan lahan aku mengeluarkan wajah ku lagi dari dekapan pelukan shin.


“ Tenang saja, aku tidak akan meninggalkan mu" ucapku mencoba meyakinkan dia "aku tidak akan ikut dengannya,aku hanya ingin memperlihatkan wajah puasku dihadapannya” lanjut ucapku pelan sedikit meminta.


aku harap shin mendengarkanku saat ini.


lagi,


dia tersenyum licik, lalu melepaskan tangannya dari kepalaku.


“Benarkah! Bisakah aku percaya dengan kata-kata mu sayang ku..?” ucap shin..


ahh..


shin kau mau buat aku gila ya..


mendengarkan kata katanya saja sudah membuatku hampir gila.


sayang ku, oh benar, kini aku telah resmi menjadi istrinya, jadi tidak masalah bukan jika dia memanggilku sayang.


“ izinkan aku masuk kedalam pertunjukanmu” pintaku lagi kepadanya.


lihat saja kau sien, akan kuperlihat kan kepada mu betapa hebatnya diriku ini.


“baiklah..” Laki-laki dihadapanku tersenyum, Perlahan lahan dia melepaskan tangannya dari pinggangku.


aku melihat dari jauh sien sedang dihadang oleh beberapa bodyguard bertubuh besar.


Shin tiba-tiba menggenggam tangan ku lalu menuntunku mendekati sien,


aku senang, sangat senang,


saking senangnya,aku tidak bisa menghentikan senyumanku terus berkembang.


semua tamu terlihat sangat terkejut, aku pikir mereka pasti tidak menyangka bahwa pewaris kelurga co akan datang dengan luapan penuh emosi,


aku juga sebenarnya tidak menyangka bahwa sien bisa melakukan hal ini hanya karena aku.


ahh benar juga.


ketika alat yang masih sangat berguna dicuri, pasti dia akan sangat marah.


aku ingat ketika aku tidak sengaja mengambil foto ibunya, dia juga sangat marah, tetapi baru kali ini aku benar'benar melihat wajah marah sien separah ini..


wajahnya sangat pucat, matanya benar-benar merah, dia hampir mengeluarkan air mata, rambutnya juga acak acakan.


kenapa hati ku terasa sakit melihat nya...? aku merasa kasihan kepadanya.


shin menghentikan langkah kakinya, aku juga melakukan hal yang sama, dia menyuruh pengawalnya melepaskan sien dengan isyarat tangan.


sien,

__ADS_1


kenapa bisa seburuk ini keadaan mu...?


ah sudahlah, biar saja.


Biarkan saja.


aku akan tahan,


shin mulai mengenggam erat tangan ku...?


mungkin dia tahu bahwa aku mulai merasa kasian kepada sien,


aku akan ingat,


ingat segala kejahatannya.


benar,


sien kaulah penyebab kakakku kecelakaan, kau juga selalu menghinaku, kau juga menolak cintaku, kau juga mengkhianati perasaanku, kau mencintai wanita lain tetapi malah mengurungku, menjadikan aku bahan candaan banyak orang, kau juga memanfaatkan kemampuanku, kau hanya menggunakanku sebagai alat saja, kau membuat kakakku tertidur selama bertahun tahun, bahkan kau...


juga ingin menikahi orang lain,


masih banyak lagi rasa sakit yang telah kau ciptakan untukku sien.


“Ahh.sayangku," aku mulai bermain peran "ada apa dengan saudaramu ini.. .?" tanyaku berpura-pura "kenapa dia tiba-tiba datang lalu mengacaukan acara pernikahan kita...?" aku pikir ini adalah akting yang bagus haha "apakah dia tidak takut ini akan menjadi berita besar yang akan menghancurkan nama baik perusahaan Co..?” terima kata-kata ku sien. hahaha


rasakan kau laki-laki brengsek


beberapa orang dari perusahaan co datang lalu menghancurkan setiap kamera yang dibawa oleh tamu .


Aku tahu pasti akan terjadi kekacauan, bukan hanya aku, shin juga pasti telah menyadarinya, semua tamu undangan tampak berlalu pergi dari tempat ini, mungkin mereka tahu bahwa dengan situasi saat ini sangat tidak baik bagi mereka tetap berada didalam ruangan. sekarang diruangan ini hanya ada aku, shin, sien, joila, ayah shin dan yang duduk disamping ayah shin, kalau tidak salah lagi, dia adalah ibu sien, ibu tiri shin.


dan mungkin akulah penyebabnya, penyebab ayah shin dan ibu sien akhirnya memutuskan menikah.


Hari ini, aku yang tidak tahu malu ini malah menikahi orang yang telah kuhancurkan kehidupannya,


Sien aku mohon. Cukuplah sudah apa yang kau lakukan padaku, aku takut membuat kesalahan lagi jika aku terus bersamamu.


"yuanna" Sien mulai membuka suara lagi "mulut manismu sekarang mulai pandai berbicara ya.?" sindri sien kepadaku "apa kau tidak tahu apa yang akan suami lakukan kepada mu jika dia tahu orang seperti apa kau ini..?" ancam sien kepadaku.


sial, sudah kutebak, dia pasti mencoba mengancam ku. Cara kotor ini membuat ku tidak bisa berbicara lagi.


“Tenang saja sayangku" haa, shin menenangkan ku..?" aku terima kau apa adanya, tidak perlu takut lagi dengan ancaman" aku tersentak mendengar ucapan Shin, sungguh sangat bahagia "bukankah dia memang selalu suka mengancam..?" ucap shin semakin membantuku,


shin, dia memang sangat pandai, dia tahu dengan pasti bagaimana membuat orang lepas dari masalah.


"Sayangku" balas panggilku untuk shin "kau memang bisa diandalkan, pantas saja 2 bulan ini kita bersama, kau berhasil membuat hatiku ini beralih tempat” godaku kepada shin. aku senang sekali melihat wajah marah sien.


"Coba saja,.." sien mulai mengancam lagi "aku pasti akan memberitahukan kepada suami licik mu ini segalanya tentangmu" ancamannya semakin menjadi-jadi "tunggu saja.."


“ Silakan saja.." jawabku tegas "aku juga sudah siap mati," lanjutku lagi membalas ancamannya " sien, aku pernah mati sekali, kau bahkan melihat sendiri hari itu aku mengiris nadi tanganku" tambahku lagi, tak perlu ada rasa takut "jadi buat apa lagi aku takut." benar-benar tidak boleh takut "Sungguh sien lebih menyenangkan bagiku bila aku bisa mati ditangan orang yang kucintai” ancamku kepadanya,


haa...


tiba tiba sien meraih tanganku, melepaskan tangan shin yang tadinya sedang mengenggam tanganku lalu memelukku, mendekap ku dengan sangat lembut. Sekuat tenaga aku mencoba melepaskan diri tapi dia terlalu kuat.


"Dengarkan aku.." bisiknya kepadaku "kau tidak ku izin kan mati, kau tidak boleh mati kecuali aku yang membunuhmu." Dia menahan suaranya, Lalu dia mengencangkan pelukannya, aku benar benar hampir kehabisan nafas. “Aku pasti akan ambil dia kembali, aku akan bawa dia kesisiku kembali suatu hari nanti.. ingat itu" ucapan Sien beralih kepada shin, dengan cepat ia melemparkan tubuhku kearah suamiku.

__ADS_1


shin menangkapku dengan sangat hati hati, setelah itu, sien pergi meninggalkan kami, dia pasti tahu saat ini jika dia mengambilku, aku bisa kapan saja mati bunuh diri, karena tidak ada kakak ku lagi diitangannya.


Sien, dia tidak bisa mengancamku lagi.


__ADS_2