Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
saling emosi


__ADS_3

"Jangan percaya dia Shin.. jangan percaya.. hanya percayai saja lah kakekmu.." ucap yuanna yang belum bisa melepaskan diri.


"Lupakan lah paman.. maaf.. aku tidak bisa menuruti permintaan mu" ucap Shin kemudian sembari mengangkat yuanna kebahunya.. yuanna saat itu mencoba melepaskan diri karena masih ingin memaki ayahnya . Tapi Shin tidak membiarkan hal itu terjadi.. dia membawa yuanna masuk kedalam kapal diikuti dengan orang orang yang masih berada diluar meninggalkan Sami dan rombongannya.


"Shin.. lepaskan aku" pinta yuanna sembari memukul punggung Shin.. Shin hanya bisa diam menahan rasa sakit pukulan yuanna.


"Kunci" perintah Shin kepada Joila setelah Shin masuk kedalam kamar bersama Yuanna.. Shin telah mengambil kunci kamar kapal tersebut lalu melemparkannya kejoila agar Joila mengunci mereka dari luar kamar... Shin tidak membiarkan yuanna keluar saat itu..


"Shin" bentak Yuanna saat telah dia letakan diatas kasur..


"Hm" Shin duduk diatas kasur sembari melipat kaki dan kedua tangannya kedada.. saat itu dia sedang bersiap siap mendengar kemarahan yuanna.


"Shin.. dia pasti akan memisahkan kita jika kita tidak membunuhnya.. Shin,, cepatlah keluarkan aku,, " pinta yuanna sembari mencoba membuka pintu kamar.. " Shin.. dengarkan aku.. kenapa kau masih keras kepala.. " lanjutnya lagi "kau pasti akan menyesal karena keputusan mu membuat dia tetap hidup shin... " Ucap yuanna sembari berjalan menuju kasur yang ditempati Shin,, kemudian berbaring marah diatasnya..


"Kau masih marah'" tanya Shin,, Shin membaringkan tubuhnya disebelah yuanna yang telah terbaring sebelumnya dibelakang Shin..


"Pergilah.. kau hanya bisa menghancurkan rencanaku" usir yuanna marah.. dia menghadapkan wajahnya Kedinding tidak ingin melihat Shin.. Shin benar benar merasa sangat khawatir dengan keadaan yuanna yang tidak ia kenali saat itu .


"Kau mau kita berpisah" ancam Shin kemudian.. yuanna tersenyum kecut lalu membalikan tubuhnya kearah Shin..

__ADS_1


'"tidak.. mana mungkin aku marah kepadamu" ucap yuanna sembari menyandarkan kepalanya didada Shin..


"Kalau ingin bersama denganku .. maka turutilah perintahku,, jangan membuat aku marah yuanna'" ucap Shin mencoba menguji yuanna.. Shin berpikir bahwa mungkin Yuanna masih bisa ia kendalikan ketika sifat lainnya muncul tiba tiba..


"Baiklah.. aku akan menurutimu" ucap yuanna sembari tersenyum lembut kewajah Shin..


"Kenapa kau sangat menyukaiku yuanna" Shin yang saat itu terbaring miring merasa sangat penasaran karena sifat yuanna yang begitu mudah berubah terhadapnya..


"Kau tahu,, tidak ada satu manusia pun di Negara ini yang baik kepadaku.. Shin.. hanya kau lah yang paling baik kepadaku,, saat usia ku 5 tahun aku saja sudah dipaksa menyaksikan pembunuhan oleh kakekku. lalu setiap usiaku bertambah..aku diajarkan cara cara untuk membunuh orang.. saat usiaku 8 tahun.. aku mulai di hajar habis habisan oleh kakekku karena dia mengetahui bahwa aku menyembunyikan peta harta klan dari Shen Shi Zin brengsek itu.. dia mencari cariku sampai kekediaman Xu.., saat di SMP aku pernah jatuh sakit selama seminggu.. tidak ada satu orangpun yang mengurusiku .. aku akhirnya sembuh dengan sendirinya.. saat SMA.. aku baru bisa merasakan kasih sayang darimu, walau kakakku sayang kepadaku.. tapi dia tidak memiliki banyak waktu untukku,, tapi kau Shin,, kau benar benar berbeda.. kau sangat baik kepadaku.. aku benar benar menyukaimu" jawab jelas Yuanna kepada Shin,, Shin saat itu merasa sangat sakit mendengar penderitaan wanita yang dia cintai itu.. dia mulai memeluk yuanna lagi..


"Yuanna" panggil Shin


"Hmm" jawab Yuanna yang senang berada dipelukan Shin.


*******


Shin berjalan memasuk apartemen tempat dimana mereka tinggal.. dia membawa yuanna yang saat itu lemas tidak berdaya karena efek dari mabuk laut yang masih ia rasakan...


Dibelakangnya Idris,, natto,, nanna,, Joila dan Lian mengikuti Shin.. masih tersisa beberapa ingatan didalam pikiran mereka tentang kejadian pagi itu.. idris merasa pandangan orang kepadanya mulai berubah..

__ADS_1


Dia sadar bahwa dirinya telah lepas kendali,, walaupun dia tidak mengingat kejadian dimasa lalunya.. tapi Idris merasa tubuhnya bergerak sendiri dan tidak terkendali saat ia melihat yuanna menderita karena orang lain.


Shin yang telah memasuki apartemen lalu membawa yuanna masuk kedalam kamarnya.. hari itu dia telah membuat keputusan untuk mengunci yuanna didalam kamar saat dia pergi agar dia tidak berbuat sesuatu yang bahaya hanya untuk balas dendam terhadap kakeknya..


"Istirahatlah dulu.. aku akan kembali lagi nanti... Ada beberapa urusan penting yang harus aku lakukan" Shin meletakkan yuanna diatas kasurnya.. yuanna hanya bisa menganggukan kepala setuju dengan perintah Shin...


Shin yang telah membawa Yuanna masuk kedalam apartemennya merasa sedikit lega saat itu.. hari itu dia berniat mencari rumah baru untuk mereka tinggali karena cepat atau lambat Sien pasti akan mengambil Yuanna kembali kepadanya ...


Shin yang saat itu mengenakan kemeja putih polos menutup kamar yuanna kemudian menguncinya dari luar.. Idris yang melihat hal tersebut dari ruang tamu saat itu merasa tidak terima dengan sikap Shin.


"Kau menguncinya! " Idris menghampiri Shin yang berada didepan pintu "kau kira dengan begitu kau bisa melindunginya" tambahnya lagi semakin kesal dibuat Shin.


"Buuuukkk" Shin memukul Idris dengan kepalan tangannya saat itu.. mata Shin mulai merah tanda ia sangat emosi dengan Idris.


"Tadi pagi kau bilang apa kepadaku!! Aku mencuri yuanna.. " Shin mengambil tubuh Idris yang sudah jatuh tersungkur ketanah.. dia mencengkram baju kemeja lengan pendek berwarna Hitam yang Idris kenakan saat itu.. "Idris.. dengar aku,, saat itu kau yang meninggalkan yuanna sendirian hanya untuk pergi bersekolah diluar negeri.. kau yang melepaskan adikmu.. jadi jangan bicara omong kosong mengatakan aku yang mencurinya" geram Shin sembari melempar Idris kelantai..


"Tapi tetap saja kau salah menguncinya.. kau tidak percaya dengannya Shin... Kau bahkan sudah mengenalnya lebih dekat dibanding aku" Idris membersihkan darah yang keluar dari bibirnya akibat pukulan dari Shin,, dia berdiri mencoba meminta kunci dari Shin..


"Karena kau... "Shin memukul Idris lagi untuk yang kedua kalinya..dan Idris terjatuh lagi.. Nana ,, natto dan Joila hanya dapat melihat pertengkaran mereka dari jauh,, mereka tidak bisa berbuat banyak untuk membantu Idris.. "kalau bukan kau yang tidak bisa mengendalikan diri,,, aku pasti tidak akan mengunci yuanna.. kau tahu apa yang ayahmu katakan kepadaku,, yuanna pasti akan mencari Yuan dan kelompoknya sendirian.. apa kau mau dia dalam bahaya! "Bentak Shin dengan tatapan penuh emosi "aku akan mengunci yuanna sampai dia mengingat tempat dimana dia meletakkan peta klan" tambah Shin lagi masih dengan geramnya.. dia lalu memandang Joila yang saat itu berdiri didepan pintu..

__ADS_1


"Joi,, jaga yuanna untukku,, besok pagi aku pastikan akan pindah dari tempat ini.. jangan biarkan siapa pun masuk kedalam kamarnya sampai aku kembali" perintah Shin lalu melempar kunci kamar yuanna keruang tamu agar Joila dapat mengambilnya.. Shin lalu memandang natto ,, natto tahu maksud Shin,, dia kemudian melangkahkan kakinya untuk mengikuti langkah kaki Shin keluar dari apartemen saat itu..


"Brengsek " maki Idris yang masih terduduk diatas lantai dengan satu kaki dilipat kedepan dada.. Nana yang melihat keadaan Idris lalu pergi mengambil kotak obat.


__ADS_2