Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
akhirnya kembali


__ADS_3

Shin dan yuanna berjalan keluar dari halaman kepala desa Xu.. tidak lupa mereka memberi salam penghormatan dengan menundukan tubuh mereka.


"Siall... Untuk apa datang malam malam begini kalau tidak ada hasil" ucap yuanna kesal sembari melemparkan tas nya ketanah lalu memijak saking geramnya..


"Seharusnya kau sebagai sekertaris cari tahu dulu sebelum bertindak.. kebiasaan mu masih saja sama seperti dulu" ucap Shin menyalahkan..


"Kau malah menyalahkan ku.. lagian.. buat apa perusahaan sampai susah susah mengumpulkan ketua klan.. memang mau demo dengan presiden ya" ucap yuanna lagi tidak terima disalahkan..


"Kau cerewet sekali,, sudah malam ,, ayo pulang" ajak Shin mulai kesal dengan Omelan yuanna.


"Karena kau ,, sekarang aku malah capek capek berjalan kaki,, untuk apa punya mobil tidak dipakai.. bodoh sekali.. " ucap yuanna semakin membuat Shin kesal.. dengan sigapnya Shin mengambil pipi yuanna dengan telapak tangan kemudian menekannya.


"Kau mau aku buat anjing pak kepala desa mengejar kau lagi ya?" Ancam Shin dengan geramnya..


"Baiklah baiklah. . Aku diam" ucap yuanna sembari melepaskan tangan Shin dari pipinya.


*******


"Hahaha... Kedua saudara..akhirnya kalian datang juga. Sudah lama sekali bapak kepala desa ini tidak bertemu dengan kalian" ucap kepala desa yang saat itu sedang duduk berada ditengah tengah Shin dan yuanna sembari memukul mukul punggung kedua orang tersebut.


"Iya pak,, kami ada urusan" ucap yuanna menahan sedikit rasa sakit karena pukulan tersebut.


"Nanti saja urusannya.. sekarang kita makan buah mangga dulu,, lihat bapak kepala desa kalian ini bahkan memanjat pohon sendiri demi memberi kalian buah mangga yang manis dan segar" ucapnya sembari menunjukan luka di kakinya akibat goresan dari rating pohon mangga. Yuanna dan Shin dengan sigapnya mengambil mangga tersebut tanpa malu Malu.. dulu ketika mereka masih tinggal didesa.. mereka,, Idris dan ayah yuanna sering di undang bapak kepala desa untuk memakan buah mangga bersama sambil mengobrolkan tentang sesuatu yang dapat membangun desa.. yuanna dan Shin sering berdebat cara terbaik untuk mengembangkan desa tersebut sementara Idris mengambil kesimpulan untuk mereka..


"5 tahun yang lalu,, itu kau kan yuanna yang melempar batu kepohon buah mangga bapak kepala desamu ini" tebak kepala desa membuat yuanna tersedak seketika.. Shin yang masih memakan buah mangganya tidak lagi dapat menahan tawanya.


"Hahahaha" tawa Shin dan pak kepala desa secara bersamaan..


"Dia memang hobi mencuri" ucap Shin seenaknya.


"Benar.. karena itu.. bapak kepala desa ini sengaja melepaskan anjing untuk mengejarnya.. " ucapnya menambah rasa malu yuanna.


"Hahahaahahahahha" tawa geli Shin dan bapak kepala desa bersamaan.


30 menit kemudian.


"Jadi maksud bapak,, ketua klan Xu tidak ada didesa ini?" Tanya Shin saat itu merasa kesal karena yang dia cari tidak ditemukan.


"Benar,, kalian tidak tahu ya,, klan Xu kan sudah hampir punah.. hanya keluarga Yuan saja mungkin yang saat ini masih tersisa.. dan Yuan sebagai ketua klan pun ,, bapak tidak tahu dimana keberadaanya!" Jelas pak kepala desa sembari mengambil segelas kopi lalu meminumnya.


"Jadi,, klan apa yang sekarang tinggal didesa ini?" Tanya Yuanna penasaran..

__ADS_1


"Klan campuran,, hampir semua klan mungkin ada disini.. bapak kepala desa ini saja berasal dari klan Sun" ucap bapak kepala desa lagi "bapak RT dari klan Ou,, istri saya dari klan Zin.. ada juga suku klan campuran lainnya seperti Zu,,Ru ,,shi,,No dan Bahkan Go" jelasnya lagi..


"Kalau bapak dari klan Sun,, jadi siapa yang memimpin klan Sun saat ini?' tanya Yuanna lagi semakin penasaran.


"Astaga,,, kalian bahkan tidak tahu,, apa kakekmu tidak memberi tahukan kepadamu ya Shin ?" Tanya kepala desa terkejut. Shin menggelengkan kepala tanda tidak mengetahui apa apa.


"Kakekmu sendirilah ketua klan Sun! Karena pusat kota dekat dengan desa Sun.. kakekmu sering berkunjung ke sana... Aduh.. kalian ini bagaimana sih" ucap kepala desa meremehkan sembari menggelengkan kepala.


*******


"Kakek sendiri pun tidak kenal" sindir yuanna setelah melepaskan tangan Shin.


"Memang kau kenal dengan kakekmu sendiri" balas Shin meremehkan yuanna..


"Kau cari masalah ya" tantang Yuanna.. Shin yang malas melayaninya pun mulai berjalan meninggalkannya.. dan yuanna yang tidak mau ketinggalan segera bergegas mengambil tas yang ia jatuhkan kemudian mengikuti langkah kaki Shin.


Beberapa menit berjalan kemudian Shin dan yuanna melewati sebuah gedung olahraga desa.. yuanna yang tadinya berjalan lebih cepat karena harus mengikuti langkah kaki Shinpun tiba tiba memperlambat gerakan langkah kakinya.. dia memandang gedung tua yang sudah lama berdiri itu dengan tatapan menyedihkan..


*******


5 Tahun yang Lalu ..


Pertandingan sepak bola antar klan Desa telah usai.. Yuanna masih berada diatas podium melihat Shin yang telah menyelesaikan pertandingannya berdiri dikerumunan anggota sepak bola desa.. saat itu Shin mengusap keringatnya dengan baju olahraga yang dia kenakan...


Yuanna yang saat itu sudah berencana mengatakan perasaannya kepada Shin jika desa mereka memenangkan pertandingan pun bersiap siap melaksanakan rencananya..


"Shin dengar kan aku.. aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu" teriak yuanna sembari meletakan kedua telapak tangannya dekat dengan mulutnya . Agar suaranya semakin keras..


"Katakanlah" ucap Shin yang juga meletakan kedua telapak tangan dimulutnya.


"Aku menyukaimu" teriak yuanna tapi teriakannya terhenti seketika.. dia berdiri terpaku melihat apa yang ada di bawahnya.. Shin yang seharusnya mendengarkan ungkapan perasaan malah berbalik membelakanginya.. seseorang telah menarik tangan Shi sehingga mengharuskan Shin melihat kehadapannya.. orang tersebut adalah Sahabatnya sendiri Vivia.. Shin yang tidak bisa mendengar suara Vivia dikeramaian lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Vivia.. Yuanna saat itu juga mengira bahwa Shin sedang berciuman dengan sahabatnya.. hatinya sakit seketika.. dia tidak menyangka sahabat dan orang yang dia cintai berciuman tepat dihadapannya..


"Kau bilang apa tadi?" Teriak Shin setelah selesai berbicara dengan Vivia.. dengan tegarnya yuanna mengambil nafas dalam dalam.. " aku tidak akan mengalah" gumamnya dalam hati.. untuk kemudian kembali berteriak "aku mau lompat.. tangkap aku!" Teriak yuanna lagi dengan sekeras kerasnya..


"Hahahaha.. baiklah" jawab Shin yang saat itu mendekati yuanna dari bawah... yuanna yang telah bersiap siap akhirnya Lompat dan jatuh kedalam pelukan Shin..


"Hahahaha" tawa mereka berdua..


"Kau mau kemana?" Tanya Shin yang saat itu telah melepaskan Yuanna..


"Shin kau berpacaran dengan Vivia ya!" Tanya Yuanna yang seketika itu menghentikan langkah kakinya dan menatap serius kearah Shin..

__ADS_1


"Bodoh . Tentu saja tidak " jawab Shin kesal dengan pertanyaan yuanna..


"Itu artinya ciuman mereka tadi karena paksaan dari Vivia" gumam Yuanna merasa kesal.. "bagus.. kau harus ingat aku ini adalah ketua klub fans Shin sejati,, jadi siapapun yang mencoba mengambil keuntungan darimu.. bersiap siaplah pergi keneraka" ucap yuanna membuat Shin merasa aneh.. dia membalikan tubuhnya lalu memandang Yuanna yang sedang berjalan menghampiri Vivia yang sedang berbicara dengan Anggota sepak bola desa lainnya.


"Kau... Sekali lagi kau melakukannya.. bersiap siaplah mati ditangan ku" bisik yuanna kepada Vivia sembari memegang bahunya dengan menekan seketat ketatnya . Vivia yang mengetahui hal itu hanya bisa diam terpaku dan tidak dapat melawannya.. dia tahu apa yang telah dilakukannya adalah salah.. Vivia memang sengaja melakukan hal tersebut dar awal karena mengetahui bahwa Yuanna akan Mengatakan perasaannya kepada Shin.. saat itu,, Kakaknya Vian memohon kepadanya untuk menggagalkan usaha yuanna.


********


Yuanna terus berjalan tanpa ia sadari Shin telah menghentikan langkah kakinya beberapa saat yang lalu karena dia sedang menatap kearah gedung olahraga disebelahnya... BUKKKK


"ahhhh... " Seru yuanna kesakitan sembari memegang dahinya.. ia telah menabrak punggung Shin.. "kenapa kau berhenti berjalan" makinya kemudian.


"Kau saja yang bodoh.. jalanpun tidak lihat lihat" ucap Shin geram yang saat itu sudah membalikan tubuhnya kehadapan yuanna..


"Kok malah aku yang disalahkan.. kau ini menyebalkan sekali" ucap yuanna lagi lagi tidak terima disalahkan...


"Aku ingin melihat gedung olahraga wajar saja aku menghentikan langkahku" jelas Shin mengelak..


"Ahhh... Melihat gedung atau mengenang ciuman pertama mu?" Sindir yuanna kesal ketika melihat kejadian tersebut.


"Ciuman pertama ku... ? Kapan aku menciummu ditempat ini?" Tanya Shin tidak terima..


"Kau bukan menciumku.. kau mencium Vivia.. kau lupa" bentak yuanna kesal..


"Ada masalah dengan otakmu ya.. aku tidak pernah mencium wanita manapun kecuali kau " bentak Shin juga kesal..


"Saat aku diatas podium.. aku melihat mu mencium Vivia... Padahal aku sedang berbicara kepadamu saat itu..kau malah mengabaikan ku" jelas yuanna semakin kesal..


"Kau ingat!" Tanya Shin dengan mata berkaca kaca.. kemudian memeluk yuanna.. yuanna yang saat itu kesal berubah menjadi aneh..


"Tentu saja aku ingat" ucapnya melembutkan suara kemudian.


"Sejak kapan kau ingat dan berapa banyak yang telah kau ingat!" Tanya Shin sembari meneteskan air mata dan tidak ingin yuanna untuk mengetahuinya.. dia terus memeluk yuanna dengan lembutnya.


"Hampir semua,, aku ingat sejak malam itu.. malam pertama yang aku lakukan dengan mu.. saat itu aku ingin berbicara kepadamu..tapi kau tidak mau mendengarkan ku.." jelas yuanna.. kali ini sembari membalas pelukan Shin..Shin tersenyum bahagia.. dia tidak menyangka yuanna telah mengingatnya.


"Benarkah!" Ucap Shin sembari melepaskan pelukannya.. dia tersenyum kearah yuanna lalu mengambil bibirnya dengan mulutnya.. kemudian melahapnya malam itu.. mata yuanna yang membesar karena terkejut terpaksa harus ia tutup kembali... Dia membalas ciuman lembut shin.. tanpa ragu ragu Shin memeluk pinggang yuanna malam itu dan menciuminya sampai kedadanya..


yuanna dan Shin memasuki rumah dengan keadaan Canggung.. Yuanna yang merasa sangat malu itupun terlebih dahulu berjalan masuk dan meninggalkan Shin yang sesaat kemudian memukul mukul kepalanya tanpa sadar mengingat kebodohan yang telah dia lakukan..


Sementara yuanna yang telah masuk kedalam kamarnya lalu membanting tubuhnya keatas kasur lalu memegang kemeja yang beberapa kancingnya telah lepas karena ulah Shin..

__ADS_1


"Shin..mesum.. ditempat seperti itupun bisa bisanya dia melakukan hal seperti itu.. sampai sampai kancing kemejaku pun ikut terlepas.. tidak hanya membuat bekas merah.. bagian sensitif didadaku ini pun di habiskan dengan mulutnya. ahhhh... Aku bisa gila mengingatnya" gumam Yuanna sembari membalikan tubuhnya dan menghentak hentakan kedua kakinya..


__ADS_2