Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
perasaan yuanna sejak dari dulu


__ADS_3

Shin,, dia bermimpi,, dalam mimpinya ia melihat dua orang anak kecil sedang duduk Disebuah taman..


“Shin,, kau harus merelakan Anak laki laki paman Xu menjadi pengikutku,, aku tidak mau menjaga anak perempuan paman Xu” ucap salah seorang anak laki laki yang tak lain adalah sien..


“Kenapa harus aku,,, paman sami menyuruh kita berdua untuk menjaganya, dan lagi anak laki laki paman sami juga belum tentu mau denganmu” tolak shin tidak terima dengan keputusan sepihak dari sien..


“Kau mau bertemu ibumu tidak?” ancam sien membuat Shin tidak punya pilihan..


“Baiklah,, aku akan menjaga anak perempuan paman Xu dimasa depan.. dan kau tidak boleh mengambilnya dari aku setelah dia sudah bersamaku,, “ pinta shin kepada sien,, shin sangat tidak menyukai sien yang selalu merebut mainan miliknya..


“Baiklah.. aku janji tidak akan merebut anak perempuan itu dimasa depan.. ini” sien memberikan sebuah kartu kepada Shin..


“Ini apa?” tanya shin yang saat itu belum mengetahui benda tersebut..


“Ini adalah kartu nomor telpon.. aku memberikannya kepadamu sebagai hadiah karena telah meringankan janjiku kepada paman Xu untuk tidak bisa menjaga anak perempuannya.. “ jelas Sien sembari mengeluarkan satu kartu lagi “ ini untukku,, nomor ponsel kita hampir sama,, hanya berbeda satu angka saja.. “ sien menunjuk ke angka berbeda didua kartu tersebut.. “aku akan memberikan anak perempuan itu kepadamu dan kau akan memberikan anak laki laki itu untukku” pintanya lagi sembari memberikan Kartu kepada shin yang diterima olehnya langsung.


“Baiklah.. aku setuju” jawab shin menganggukan kepala..


Tubuh shin tiba tiba bergeser kesuatu tempat.. tempat yang sangat familiar baginya.. ia melihat dirinya bersama seorang laki laki dan dua orang perempuan berdiri dihalaman sekolah dihari kelulusannya..


“Jadi. . Senior zi yee akan pergi kuliah diluar negeri dan tidak akan kembali” ucap yuanna merasa sedih karena zi yee kapten bola volinya akan pergi meninggalkan desa dan tidak kembali lagi karena orang tuanya yang sudah berpindah tugas kerja kesana..


“Iya.. maaf yuanna,, aku tidak bisa menjadi teman main bola mu lagi didesa” zi yee mulai merasa sedih karena harus pergi dari Junior yang ia sukai.. meskipun mereka sering bertengkar tapi mereka telah berteman sejak yuanna SmA..


“Ayo pergi” ajak laki laki yang berdiri di samping shin ,, laki laki itu adalah sepupu zi yee yang telah diutus untuk membawa Zi yee pulang setelah hari kelulusan..


“Shin.. kau juga akan pergi kejerman ya?” tanya yuanna merasa sangat sedih karena telah mendengar shin akan berkuliah dijerman setelah lulus sekolah..


“Iya.. tapi tenang saja.. aku akan berkunjung kedesa ketika liburan” ucap Shin mencoba menenangkan hati yuanna yang telah kecewa mendengar perkataannya.. yuanna yang saat itu masih belum lulus tidak bisa mengikuti Shin pergi kejerman..


Shin dewasa yang berdiri di samping yuanna mencoba memeluk wanita tapi sayang.. tubuhnya tembus dan tidak bisa memeluknya meskipun telah dicoba berkali kali,, dia melihat dirinya sendiri ketika Sma berjalan beriiringan dengan Yuanna yang saat itu sedang sangat sedih.. matanya berkaca kaca melihat punggung wanita yang ia cintai meninggalkannya pergi..


Tubuh shin tiba tiba pindah lagi kelain tempat... saat itu ia melihat dirinya yang lain dan idris berdiri dihalte bus menunggu kedatangan bus yang akan mengantar Shin kebandara untuk pergi kejerman..


“Yuanna tidak datang ya!” tanya shin kepada idris yang dianggukan oleh Laki laki itu.. bus yang ditunggu akhirnya telah datang.. dengan perasaan perih karena tidak dapat melihat wajah orang yang dicintai untuk terakhir kalinya sebelum pergi kebandara ,, shin masuk kedalam bus meninggalkan idris yang berdiri sedih menatap kepergiannya..


“Hati hati dijalan” teriak idris kepada Shin yang sudah masuk kedalam bus.. buspun pergi meninggalkan idris yang masih menatap kepergian shin dari jauh..


Tubuh shin lagi lagi berpindah.. dia melihat dirinya yang lain sedang menahan tangis dibandara karena merindukan sosok wanita yang ia cintai sebelum jadwal pesawat tiba.. karena rindunya tidak tertahankan.. ia menghubungi nomor wanita tersebut berkali kali tapi tidak diangkatnya.. dia lalu menekan nomor idris untuk menanyakan kabar yuannna.. tapi tidak juga diangkatnya.. ketika dia hampir menyerah idris kemudian mengangkat panggilan telpon Shin dengan suara gemetar ketakutan..


“Shin.. yuanna menghilang,, dia bahkan tidak pergi kesekolah hari ini.. sampai sekarang dia juga belum ditemukan” tangis idris kepada Shin setelah mengangkat panggilan laki laki itu.. Dengan bergegas shin lari menuju halte bus untuk pulang kembali kedesa Xu,, dia tidak lupa menghubungi neneknya untuk membatalkan kepergiannya hari itu..


“Shin.. kau sudah dibandar...”


“Nenek.. maaf,, aku tidak jadi berkuliah di jerman.. aku akan mengejar ketinggalanku,, nenek bisa mengirimkan buku pelajaran mata perkuliahan kepadaku,, dan aku akan belajar keras setahun ini sampai yuanna menyelesaikan sekolahnya lalu aku akan membawanya pergi bersamaku jadi nenek... tunggulah aku “ pinta shin dihalte bandara yang tidak bisa ditolak lagi oleh diahu..


Shin dewasa menjatuhkan air matanya karena terharu senang dengan keputusannya saat itu,, tiba tiba tubuhnya berpindah lagi kesuatu tempat yang sangat tak asing baginya..


Dia melihat dirinya dimalam hari berlari khawatir mencari keberadaan yuanna diujung jembatan.. beberapa saat kemudian ia melihat dirinya sendiri berhenti diujung jembatan tersebut dengan perasaan lega karena telah menemukan wanita yang ia cintai berjalan perlahan lahan dengan isak tangisan sembari memeluk tas sekolah dan pakaian basah diujung jembatan..


“Kemana saja kau bodoh” teriak shin sembari berlari kearah yuanna yang sedang menangis menatap kearah laki laki itu..


“Shin” ucap yuanna masih dengan tangisannya menatap kearah shin yang berlari menghampirinya “kenapa kau disini,, kau tidak jadi pergi kejerman ya?” tanya yuanna dengan suara serak karena telah menghabiskan suaranya untuk menangis tidak ingin shin pergi meninggalkannya..

__ADS_1


“Kenapa kau membuat semua orang khawatir,,” ucap shin sembari mengambil tas yang dipeluk yuanna dan memakaikan jaket kepada wanita yang ada didepannya . “ayo” shin berjongkok membiarkan yuanna untuk naik kepunggungnya saat itu..


“Shin.. kau tidak pergi kejerman?” tanya yuanna lagi yang saat itu sudah berada dipunggung Shin..


“Aku akan pergi bersamamu setelah kau lulus” jawabnya mengubah perasaan yuanna yang sedih menjadi senang..


“Sungguh!” ucap Yuanna meminta keyakinan..


“Iya.. sejak kapan aku pernah berbohong kepadamu” ucap shin meyakinkan yuanna , saat itu mereka telah melewati tubuh shin dewasa yang telah meneteskan air mata memandang kejadian hari itu..


“Emm.. kau tidak pernah berbohong kepadaku,, sampai kapanpun aku akan percaya dengan kata katamu” yuanna tersenyum senang dibelakang shin saat itu..ia mencium kepala laki laki itu tanpa diketahui olehnya yang membuat shin dewasa merasa sangat menyesal karena tidak menyadari ciuman dari yuanna saat itu..


“Kau kemana saja.. kenapa tidak kesekolah?” tanya shin dari jauh yang diikuti shin dewasa saat itu..


“Aku dibawah jembatan.. aku tidak sanggup melihat kepergianmu.. jadi aku menangis sepuas puasnya sampai hatiku lega.. saat kakak dan pak Rt mencariku,, aku masuk kedalam sungai untuk bersembunyi.. saat itu aku benar benar ingin menyendiri” jelas yuanna yang telah menghentikan tangisannya..


“ kau tidak boleh melakukannya lagi dikemudian hari,, kau dengar..” perintah shin kepada wanita yang saat itu berada dibelakang tubuhnya..


“Hm” angguk yuanna “ tapi berjanjilah.. kau tidak boleh meninggalkan ku” pinta yuanna kepada Shin dengan harapan tinggi.


“Baiklah aku berjanji tidak akan meninggalkanmu” ucap shin menyenangkan hati wanita itu.


Shin dewasa berdiri menatap shin lainnya berjalan bahagia bersama wanita yang ia cintai menuju pesta pernikahan yang diadakan didesa malam itu..


Shin sengaja membawa yuanna pergi untuk memakan bakso bersama karena yuanna sangat menyukai makanan itu.


“kedua saudara”teriak ketua RT yang berada diatas panggung melihat shin dan yuanna sedang berjalan menuju warung bakso yang tak jauh dari tempatnya. Shin dan yuanna yang mendengarkan teriakan ketua RT terpaksa harus berhenti untuk menjawab panggilan laki laki separuh baya yang telah turun panggung menghampiri mereka..


“Tunggu dulu ,, ayo ikut ketua Rt mu ini nyanyi diatas panggung” ajak ketua Rt sembari menarik salah satu lengan tangan Yuanna..


“Tidak mau” yuanna menarik lengan Shin menolak ajakan Ketua Rt untuk bernyanyi bersama.


‘”Ayolah” paksa Pak Rt masih menarik lengan yuanna yang dilepaskan oleh Shin secara sengaja..


“Shin..jangan jadi pengkhianat” maki yuanna karena shin telah melepaskan tangannya dari lengan shin.. saat itu dia tertawa geli melihat yuanna yang diajak naik keatas panggung oleh ketua RT..


“Ini” ketua RT memberi kan pengeras suara kepada yuanna.. “ Cepat nyanyi..musik nya sudah Dimulai” perintah pak Rt sembari berjoget dengan Warga desa lainnya..


“Aku seorang biduan...” suara malas yuanna terdengar tidak enak ditelinga ketua RT saat itu,, shin yang memandangnya bahkan tertawa terpingkal pingkal Mendengar suara yuanna..


“Sudahlah tidak usah menyanyi.. suara mu jelek sekali” keluh ketua RT sembari mengambil pengeras suara dan mendorong pelan yuanna untuk turun panggung “biduan dari melayu iiiihaa.” Lanjut Pak Rt lagi sembari bergoyang diatas panggung.. yuanna yang kesal dengan shin pun terpaksa memaki dia sepuas puasnya malam itu..


Shin dewasa tersenyum senang melihat dirinya sendiri bahagia dimasa lalu.. .


Tubuh shin dewasa berpindah tempat,, dia melihat lagi dirinya sendiri sedang berjalan masuk kedalam rumah membawa sekantung lolipop yang akan diberikan kepada yuanna yang saat itu sedang duduk diatas sofa sembari menonton tayangan naruto..


“Ini” Shin memberikan semua lolipop kepada yuanna yang memandang senang kearahnya..


“Untuk aku” tanya yuanna mendongakkan wajah memandang shin dari atas.


“Tentu saja bodoh” ucap Shin sembari duduk disamping yuanna untuk bergabung melihat tayangan naruto ditelevisi.


“Terima kasih shin.. aku menyukaimu” ucap yuanna kepada shin yang merasa bahwa Yuanna menyukai dia yang telah memberikan lolipop kepada yuanna.

__ADS_1


“Mulai sekarang aku akan membeli banyak lolipop agar kau menyukaiku yuanma” gumam shin dalam hati yang masih mengira yuanna menyukainya karena lolipop yang telah diberikannya.


tubuh shin berpindah.. dia melihat dirinya berada dipinggir jalan depan rumah.. saat itu Shin yang telah setuju untuk ikut neneknya kejerman telah mengurungkan niatnya hanya untuk melihat yuanna terakhir kalinya..


Dia berjalan menuju pintu rumah tapi dihalangi oleh sien yang telah melihat kedatangannya..


“Minggir sien.. aku ingin melihat yuanna” shin mendorong tubuh Sien pergi


“Yuanna sakit.. pergilah” usir sien menggeramkan hati shin.. Shin tidak menyerah begitu saja.. dia tetap ingin melihat yuanna untuk terakhir kalinya tapi sami telah datang terlebih dahulu.


“Pergilah shin.. yuanna sudah tidak mengingatmu lagi.. aku telah memberikan Dia obat penghilang ingatan karena Ia telah melihatku membunuh sahabatnya” jelas Sami menggetarkan hati shin.. hati shin sangat sakit mendengar bahwa yuanna sudah tidak mengingatnya lagi.. dia dengan perasaan sedih dan tangisan yang membasahi pipi terpaksa harus meninggal Rumah yang selama 2 tahun lebih itu ditempatinya.. ia juga tidak bisa melihat yuanna hanya untuk terakhir kalinya..


Shin yang telah berjalan pergi lalu menghentikan langkah kakinya sejenak untuk mengatakan sesuatu kepada sepupunya “Sien.. aku tunggu kau dilapangan bola.. ada yang ingin aku bicarakan kepadamu” dia lalu melanjutkan langkah kakinya membawa keperihan yang mendalam. Shin dewasa yang melihat hal itu mencoba memeluk shin lainnya yang menangis sedih karena tidak bisa menerima kenyataan yang telah terjadi..tapi sayang.. tubuhnya yang tembus tidak bisa melakukan keinginan hatinya untuk memeluk shin lainnya.


Shin dewasa bergeser tempat lagi untuk kesekian kalinya. Dia melihat shin lainnya memandang sedih kearah seorang wanita yang telah masuk kedalam mobil.. wanita yang tidak lagi mengingat dirinya saat itu.. Shin lainnya hanya bisa menangis memegang dadanya yang sakit karena kepergian yuanna yang tidak bisa lagi ia temui.. shin dewasa memandang piluh dirinya sendiri yang tersiksa karena kehilangan wanita yang ia cintai..


Shin dewasa bergeser tempat lagi.. ia melihat shin lainnya duduk disebuah kursi kamar sembari memegang ponsel miliknya.. wajahnya yang pucat dan tubuhnya yang kurus karena telah keluar dari rumah sakit tampak sedikit senang..


“Yuanna.. akhirnya aku bisa berbicara denganmu walaupun hanya melalui game” ucapnya dengan senyuman wajah senang “maaf yuanna. aku hanya bisa berpura pura menjadi Orang lain.. aku takut.. sien akan menemukan ku jika aku menggunakan aku pribadiku untuk berhubungan denganmu” tambahnya lagi sembari meneteskan air mata.. Shin lain tampak sangat sedih memandang Ponsel yang ia gunakan..”yuanna.. sungguh.. aku sangat merindukanmu” ucapnya lagi sembari meneteskan air mata dipipi.


Shin dewasa bergeser tempat lagi.. ia saat itu berada di tempat kosong berwarna putih .. ditelinganya terdengar suara wanita yang tidak asing lagi baginya..


“senior kau hebat,, good job”


“Shin jangan tingggalkan aku”


“Aku akan percaya semua perkataanmu”


“Shin.. “ “shin” “shin gendong aku”


“Shin aku menyukaimu”


“Shin kau adalah laki laki paling tampan yang pernah aku temui”


“suatu hari walau ingatanku hilang jangan pernah meninggalkanku pergi.. berjanjilah shin”


“Aku mencintaimu shin”


“Aku katakan suka suka tapi kau tidak menanggapinya”


“Aku bahagia hidup bersama shin”


“jangan larang aku untuk mengejarmu”


“Aku akan memakai harta klan untuk membuat shin tetap disisiku”


“Shin.. benarkah kau mencintaiku”


“shin.. shin...shin..”


“Drududk drududk druduk “


“Kenapa tenaganya kuat sekali.. aku mohon terbuka lah” tangis shin ketika melihat yuanna tertembak peluru didepan matanya saat shin dewasa telah bergeser ke rumah besar dibawah bukit.

__ADS_1


__ADS_2