
"Bagaimana caranya?" Tanya Shin kemudian mulai semangat"
"Temukanlah guru dari seluruh klan Asli yang saat ini sedang bersembunyi di pulau kecil wilayah selatan" jawab Alfa sembari berdiri dari posisi duduknya kemudian pergi menuju kamarnya "aku mau tidur,, sangat ngantuk .. jadi nanti lagi saja kita lanjutkan obrolannya" seru nya kemudian dari jauh.
******
Lian masih menatap serius kewajah neneknya yang saat itu sedang berada dihadapannya..melihat keseriusan Lian.. istri dari ketua klan Zin tersebut hanya bisa menarik nafas dan membiarkan Ketua Klan Zin yang menjelaskan alasan larangan mereka tersebut.
"Jika kau sudah melihat Cucu Xu Yuan.. itu artinya saat ini dia sudah lepas dari Kelompok Elite pemberontak negara yang hanya menginginkan klan Xu untuk menjadi pemimpin mutlak negara ini...." Ucap Zien sembari tersenyum kecut ",, saat ini,, selain Yuan.. cucu perempuannyalah satu satunya orang yang mengetahui keberadaan peta harta klan negara yang sedang diincar oleh kelompok pencari peta.. nyawanya sedang dalam bahaya" jelas Zien menggetarkan hati Lian.. Lian..saat itu bukan dirinya yang mencoba membantu Idris yang ia takuti.. tapi ia sangat ketakutan mendengar nyawa orang yang di cintai dalam bahaya. "Kelompok elite menolak keberadaan peta karena dirasa sangat berbahaya bagi negara..mereka takut negara lain akan mencoba mengincar negara kita demi mendapatkan catatan catatan pembuatan alat alat canggih zaman dahulu.. sementara kelompok pencari peta adalah kelompok yang ingin menggunakan harta tersebut untuk menjadi pemimpin mutlak negara."jelas Zien lagi memilukan hati Lian.
"Kakek.. bagaimana caranya untuk melindungi orang yang kucintai?" Tanya Lian serius dengan mata tajam dan sifat keras kepala.
"Temukan peta dan harta Karun klan atau jadilah pemimpin mutlak yang diakui semua Klan negara ini dengan menemukan guru dari seluruh ketua klan negara yang saat ini bersembunyi di pulau kecil wilayah selatan." jawab kakeknya tegas.
******
Disisi lain ,, Sien sedang berjalan memasuki sebuah hotel untuk menemui seorang yang telah lama ia tidak temui.. dia terus berjalan hingga memasuki sebuah ruangan yang telah dipesan secara khusus olehnya.. matanya memandang kearah seorang laki laki yang sedang duduk sendirian dengan mengenakan topi dikepalanya..
"Paman Xu " panggil Sien kepada laki laki tersebut..kemudian Sien datang menghampirinya..
"Kau sudah datang" ucap sami menyapa Sien sembari tersenyum kearahnya.
"sudah berapa lama paman menungguku?" Tanya Sien khawatir karena telah membuat orang yang disukai itu menunggunya.
"Baru sebentar.. Sien.. bergegaslah temukan Yuanna" ucap dan perintahnya langsung setelah Sien mengambil posisi duduk dihadapannya. Membuat Sien tercengang seketika.
"Paman tahu dimana dia saat ini?" Tanya Sien mulai serius.
"Aku tidak tahu.. yang kutahu saat ini dia sedang bersama Shin mencoba mengumpulkan seluruh ketua klan asli" jawab Sami mengejutkan Sien.
"Shin brengsek.." maki Sien dengan mengepalkan salah satu tangannya dan memukul meja.
"Apa Kau yang memberitahu Shin ga tentang aku yang mengajarkan bahasa klan Xu kepada mu dan Shin?" Tanya sami serius
"Benar,, aku juga memberitahunya tentang masalah Idris yang akan menjadi pengikutku dikemudian hari.. aku butuh kepercayaan Shin ga. Jika dia mengetahui aku juga berasal dari kelompok elite.. aku takut aku tidak akan lagi bisa melindungi yuanna" jelas Sien meyakinkan Sami..
__ADS_1
"Benar.. saat ini yuanna sedang dalam bahaya.. sepertinya Shin ga mulai bergerak untuk menjadikan Cucunya sebagai pemimpin mutlak negara.. yang artinya kakekmu, Tien akan bekerja sama dengan kelompok pencari peta untuk menghentikan rencana Shin ga. Shin juga sedang dalam bahaya.. jika mereka mengetahui Shin dan yuanna saat ini sedang bersama.. aku yakin dengan girangnya mereka akan menyerbu kearah mereka secara langsung" jelas Sami kemudian.. "pergilah cepat.. temukan Yuanna.. dan jangan pernah temui kakekmu.. aku yakin saat ini dia pasti akan memerintahkan mu untuk membunuh yuanna agar peta tersebut tidak ditemukan" perintahnya kemudian..
"Baiklah paman" jawab Sien kemudian bergegas pergi mencari keberadaan yuanna.
*******
Shin dan yuanna masih memandang punggung Alfa yang berjalan menuju ke kamarnya,,setelah Alfa masuk,, Shin dan yuanna kemudian saling membalikan tubuh untuk memandang satu sama lainnya.. yuanna mengembangkan senyum pahitnya ketika melihat kekhawatiran di mata Shin..
".. Shin,, kalau aku mati,, kau juga ikut mati bersamaku kan" ucap yuanna membuka suara sembari menggenggam kedua telapak tangan Shin..
"'bodoh.. mana mungkin aku biarkan kau mati " jawab Shin sembari memukul pelan kepala yuanna.
"Hahahaha.. seru sekali.. sangat menarik... saat ini..Aku seperti berada didalam sebuah game strategi yang sedang berusaha menyelamatkan diri dari kejaran musuh" tawa Yuanna senang untuk mengurangi kekhawatiran Shin.
"Kau ini,, disaat seperti ini pun masih bisa bisa nya memikirkan game" ucap Shin kesal..
"Shin.. bukankah kau merasa ada yang aneh setelah mendengar cerita dari Kakek alfa?,, Kenapa kakekku jadi begitu bodoh hanya karena seorang wanita " Tanya Yuanna kemudian mengalihkan topik pembicaraan.
"Kau juga menyadarinya!.." Tanya Shin tercengang seketika.. dia tidak menyangka yuanna punya pemikiran yang sama dengannya.
"Tentu saja,, aku menyadarinya" jawab Yuanna serius sembari menatap tajam ke arah Shin.
"Saat ini aku memang belum mati,, tapi aku yakin cepat atau lambat hidupku pasti dalam bahaya.. jadi sebelum itu terjadi.. Shin.. Bawalah aku ke villa yang kau beli dibawah bukit" pinta yuanna sembari berdiri dan menatap penuh harapan kepada Shin.
"Oh... Kau masih ingat rumah itu" tanya Shin mulai Nakal..
"Tentu saja aku ingat.. kau pernah berjanji kepadaku untuk membawaku pergi kesana bukan,, setelah kau membeli rumah itu,, sampai sekarangpun kau bahkan tidak pernah mengajakku pergi" ucap yuanna geram kemudian.
"Aku akan membawamu kesana tapi imbalan apa yang akan aku dapatkan setelah aku melakukannya?" Tanya Shin dengan nakalnya sambil menatap senang kearah yuanna..
"Hmm.. pergi kesana pun harus pakai imbalan.. kau benar benar sangat keterlaluan" ucap yuanna sembari melipat kedua tangannya dan membuang wajah dari hadapan Shin.
"Dulu kau juga seperti itu,, jika aku membutuhkanmu ,, kau selalu saja minta imbalan" ucap Shin memberi alasan..
"Dulu ya dulu ,, sekarang sudah berbeda .. baiklah kalau tidak mau aku akan pergi sendiri.. hahaha lagian kau kan pemiliknya..tidak ada salahnya kan kalau aku pergi melihat lihat" ucap yuanna sembari berjalan keluar rumah meninggalkan Shin yang sedang kesal dengan sikapnya..
__ADS_1
Beberapa saat setelah Yuanna keluar dari rumah.. Shin mengambil ponsel yang ada diatas meja lalu menghubungi natto..
"Kau dimana?" Tanya Shin serius..
"Masih di tenggara,, kau sudah tahu semuanya?" Tanya Natto dari dalam telpon..
"atur semua untukku.. aku harap lusa kita sudah bisa berangkat" perintah Shin kemudian..
"Baiklah" jawab natto lalu menutup panggilan telponnya.
Beberapa menit kemudian..
Yuanna dan Shin berjalan mendaki sebuah bukit siang itu ... Sesekali Yuanna berhenti sembari memegang kedua lututnya merasa lelah karena telah menaiki tanjakan bukit yang mencuram..
"Cepatlah... Salah kau sendiri kenapa memilih lewat jalan ini.. padahal ada banyak jalan bagus yang bisa dilalui" keluh Shin yang saat itu sudah berada di atas bukit.. dia masih kesal kepada yuanna yang pergi seenaknya tanpa mengajaknya terlebih lagi memilih jalan curam hanya untuk pergi melihat rumah yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka.
"Aku lelah.. kembali lah kemari.. gendong aku"pinta yuanna sembari terduduk dibawah tanah..
"Kau ini.. selalu saja begitu.." keluh Shin sembari berjalan menghampiri yuanna,, Yuanna yang sudah tahu akan digendongpun bersiap siap naik keatas punggung Shin setelah Shin mendekatinya..
"Kenapa ada orang setampan dan sehebat dirimu didunia ini!" Gumam Yuanna terdengar oleh Shin.. Shin yang sedang menggendongnya pun tersenyum senang .
"Benarkah,,, lebih tampan mana,, aku atau kakakmu?" Tanya Shin kemudian.
"Tentu saja Shin adalah orang yang paling tampan yang pernah aku temui" puji yuanna sepenuh hati membuat Shin semakin senang.
"Hahahaha" tawa Shin tidak bisa menahan rasa senangnya "Wanita ini,, kenapa bisa sejujur itu ucapannya,, "gumam Shin dalam hati..
"Kau senang! Wah padahal kau tahu sendiri bahwa kau sangatlah tampan.. dan lagi kau juga sudah terbiasa mendengar pujian orang.. tapi kenapa saat ini kau terlihat senang sekali... Kalau kau mau,, aku bisa memujimu setiap hari" ucap yuanna lagi..
"Hahahhaah" tawa Shin lagi dengan senangnya "benarkah,, kalau begitu aku akan tunggu ucapan pujianmu setiap hari mulai dari sekarang" ucap Shin kemudian menaikan tubuh yuanna sedikit keatas.
"Baiklah.. asalkan aku berada di sisimu setiap hari,, aku akan memujimu.. jadi berjanjilah jangan pernah tinggalkan aku lagi" pinta yuanna kemudian menghentikan langkah kaki Shin seketika.. Shin terlihat sangat menyesal karena pernah meninggalkan yuanna sebelumnya..
"Baiklah.. kau juga berjanjilah jangan pernah pergi dari ku lagi.. apapun yang terjadi" ucap dan pinta Shin kemudian..
__ADS_1
"Tentu saja.. selama ini,, kalau bukan karena ingatanku .. mana pernah aku ingin pergi darimu,, jadi.. suatu hari walaupun ingatan ku dihilangkan.. jangan pernah membiarkan aku pergi .. berjanjilah Shin.. walaupun kau tidak menyukaiku.. tidak masalah bagiku.. asalkan aku bisa tetap berada disisimu" pinta yuanna lagi..
"Baiklah.. aku berjanji.. aku berjanji" ucap Shin berkali kali untuk meyakinkan yuanna.. yuanna yang senang pun memeluk erat leher Shin yang saat itu berada di kedua lengan tangannya.