
Yuanna yang baru keluar dari kamar mandi merasa sangat kesal melihat Shin menunggunya dengan berdiri disamping pintu kamar sembari melipat tangannya didada dan menekuk sebelah lututnya,, dia mulai mengembangkan senyum nakalnya yang membuat yuanna mulai merasa khawatir..
“Kau teriak apa barusan?” tanya Shin tidak terima..
“... memang aku teriak apa ya bos?” tanya yuanna balik pura pura tidak tahu..
“Brengsek...! Sepertinya aku dengar kata kata itu keluar dari mulut seseorang” jawab Shin untuk membuktikan.. Yuanna tampak merasa menyesal mengatakan hal tersebut.
“Maafkan aku bos” ucap yuanna sembari membungkukan punggungnya lalu bergegas keluar kamar melewati Shin yang masih memandang penuh cinta kearahnya.
Natto berjalan menuju kearah yuanna yang saat itu sedang duduk dikursi kerjanya didepan pintu ruangan Shin.
“Sayang.. gantilah.. aku sudah belikan baju untuk mu”ucap Natto sembari memberikan sebuah kantung kertas berisi pakaian baru yang sengaja dia beli karena mengetahui kejadian pagi itu.
“Makasih” ucap yuanna yang telah berdiri tanpa basa basi dan merampas paksa kantung tersebut dari tangan natto lalu pergi menuju toilet perusahaan meninggalkan natto yang terkekeh melihat tingkah yuanna.
“Kemana meja dan kursi ku?” teriak yuanna ketika telah kembali dari toilet dan masuk keruangan Shin.
“Aku telah memindahkannya disana” ucap shin sembari menunjuk kearah meja dan kursi Yuanna yang telah dibawa masuk kedalam ruangannya.
“Kenapa ada didalam sini?” Tanya Yuanna tidak terima lalu mencoba menggeser kursinya..
“Tenang saja.. Natto juga berada diruangan yang sama dengan kita.. jadi jangan khawatir aku akan memakanmu” ucap shin lagi sembari memakai kacamata lalu mengambil pena dan mulai menulis sesuatu. Yuanna yang mendengar ucapan itu melihat kearah sebuah meja dan kursi yang ada dihadapannya.. dia membenarkan apa yang dikatakan Shin tapi pada saat itu ia tidak menemukan natto berada didalam ruangan tersebut.
“Kemana natto?” Tanya yuanna penasaran
“Kembali keapartemen.. sedang sibuk mengurus pelebaran ruang apartemen kita” jawab Shin kali itu mulai mengetik sesuatu dikomputer.
*******
__ADS_1
Shin yang telah menyelesaikan tugasnya tiba tiba merasa sangat merindukan yuanna.. dia berjalan menuju meja yuanna dan menemukan orang yang sangat ia cintai tertidur dengan masih memegang sebuah pena ditangannya.
“Lucu sekali” gumamnya senang.. lalu dia mengangkat yuanna dari duduknya dan membawanya masuk kekamar kemudian menyelimutinya dan menekan remote ac untuk mengontrol suhu ruangan kamar tersebut agar tidak terlalu dingin setelah itu keluar meninggalkan yuanna.
5 menit kemudian..
Shin yang sudah berada di mejanya mulai tidak bisa berkonsentrasi mengerjakan kesibukannya.. pikirannya terisi penuh dengan wajah tidur yuanna.. dia telah mencoba berkali kali mengalihkan pikirannya tersebut dengan menonton sebuah video ataupun bermain game tapi tetap saja tidak bisa membantu banyak. Dengan ragu ragu dia memasuki kamar dan melihat yuanna yang masih tertidur.. dia mengembangkan senyum penuh cinta memandang yuanna.. karena tidak dapat menahan untuk menyentuh wajah yuanna.. Shin mencoba berbaring dan memasukan tubuhnya kedalam selimut.. dia terbaring menyamping dengan menatap kewajah yuanna sembari menyingkirkan rambut yuanna yang menutupi wajah..
*******
5 tahun yang lalu..
“Gara gara kau bertengkar dengan Zi yee kita jadi pulang malam” keluh Shin pada yuanna yang saat itu berada ditengah jalan kembali kerumah.
“Kenapa kau malah menyalahkanku” ucap yuanna ragu ragu yang sebenarnya merasa bersalah telah memukul wajah kapten bola volinya.
Beberapa jam sebelumnya dilapangan bola voli.
Vian sedang berjalan menuju kelapangan bola voli putri untuk memberikan sebuah pengumuman bahwa lapangan putri saat itu akan dipakai untuk latih tanding antara sekolah mereka dengan sekolah didesa lain.
“Kenapa tidak gunakan lapangan kalian sendiri” ucap zi yee tidak terima dengan keputusan sepihak.
“Kau tidak lihat ada beberapa lubang yang belum diperbaiki” jelas vian memaksa..
“Tidak bisa.. tidak kuizinkan” jawab zi yee tegas.. yuanna yang saat itu sedang mengutip bola voli menghentikan kegiatannya dan mendatangi suara kegaduhan yang terjadi saat itu.
“Kau... bisa tidak jangan egois jadi orang” ucap vian tidak terima dengan keputusan Zi yee.
“Egois kau bilang.. kau juga egois telah mengambil uang kas tim untuk membeli obat adik mu.. seharusnya uang itu kau gunakan untuk memperbaiki lapangan bola voli putra” tuduh zi yee mulai membuat situasi panas
__ADS_1
“Aku bilang aku akan kembalikan” jelas Vian kepada Zi yee
“Mana mungkin orang miskin sepertimu bisa mengembalikan uang tersebut. Kau itu pen cu ri” tuduh zi yee lagi kasar.. Yuanna yang tidak tahan mendengarkan ucapan Zi yee tiba tiba mendatanginya dan memukul wajah nya.. saat itu juga terjadi pertengkaran hebat antara kedua wanita itu.
******
“Ucapannya sudah keterlaluan”ucap Yuanna membela diri..
“berhenti membela diri.. itu bukan urusan mu untuk ikut campur masalah mereka” maki Shin masih dengan merasa kesal karena yuanna membela vian...
Setelah beberapa menit berjalan, mereka melewati sebuah gang kecil lalu tiba tiba tangan Yuanna ditarik oleh seseorang dari dalam gang tersebut.
“SHin..” teriak Yuanna yang saat itu mencoba menarik tangan shin.. shin terkejut melihat yuanna dibawah masuk kedalam gang dan berlari berusaha menggapai tangan yuanna.
“Tolong aku shin” teriak yuanna sembari masih memandang kearah Shin yang saat itu masih berlari.
Beberapa saat kemudian akhirnya shin berhasil meraih tangan Yuanna dan menariknya keluar gang..
“Vian?” ucap Shin saat mengetahui orang yang menarik masuk yuanna kedalam gang.
“Hahahha...maaf membuat terkejut.. aku hanya ingin berbicara pada yuanna” ucap vian seenaknya..yuanna yang saat itu sedang ketakutan berada dipelukan Shin seketika menatap tajam kearah vian.
“Begitu cara kau ingin berbicara pada orang” bentak Shin tidak terima dengan perilaku vian.
“Hahaha kalau aku datangi dia langsung,, kau pasti tidak akan membiarkannya dan membawa yuanna pergi tanpa membiarkanku berbicara kepadanya sedikitpun.. “ jelas vian lagi sembari menggaruk garuk belakang kepalanya yang tidak gatal.
“kalau kau sudah tahu jadi untuk apa lagi kau berusaha berbicara dengannya” maki Shin lagi.
“Memang kau siapa bagi yuanna,, aku lihat kau terlalu melindunginya. Kau bahkan tidak membiarkan satu orang laki lakipun mendekatinya” tanya vian sembari menatap tajam kearah Shin.. pandangan mereka Saling beradu pada malam itu.
__ADS_1