
“Shin,, dia benar benar datang menyelematkan ku” ucap yuanna dalam hati yang saat itu membuang wajahnya dari sien kearah Shin.. dia mulai membalikan tubuhnya untuk menatap Shin. Tapi tiba tiba Sien mengambil tubuhnya dan menangkap tangannya kebelakang dengan tangannya untuk kemudian menodongkan sebuah pistol kekepala yuanna.
“Aku akan lepaskan kekasih tercinta mu ini, asalkan siang ini kau tidak pergi keperesmian pengalihan jabatan kepemilikan perusahaan keluarga besar” jelas Sien masih dengan menodongkan pistolnya kekepala yuanna yang terdiam tidak mengerti dengan maksud dari perkataan Sien..
“ tangkap dia” perintah Royan yang mulai bergerak dari kegiatan santainya.. dia diikuti oleh zilan berjalan mendekati sien. Natto dan joila mulai mengeluarkan Pistol mereka masing masing untuk melindungi Shin.. tiba tiba..
“Dooooor” suara tembakan terdengar.. “akhhhh” teriak yuanna kesakitan,, membuat sien menjatuhkan pistolnya secara tidak sengaja.. matanya membelalak melihat keadaan yuanna lalu dia melepaskan kedua tangan yuanna,, yuanna dengan cepatnya langsung memegang lengannya yang terluka dengan telapak tangannya yang lain.. saat itu tidak hanya sien yang terkejut,,semua yang ada didalam ruangan tersebut pun tidak menyangka bahwa Shin akan menembak lengan yuanna. Yuanna terduduk menahan rasa sakitnya “sialan laki laki bre**s*k itu,, bisa bisa nya dia menembakku,, aku bahkan sudah mengira bahwa dia akan menyelamtkan ku.. betapa bodonya aku ini..” ucap yuanna masih menahan rasa sakitnya.
“Shin ba**s*t” maki Lian yang tidak menyukai tindakan Shin.. dia memandang shin dengan tatapan kebencian.
“Ahhhh .. sayang sekali meleset,,. Jika tidak dapat mengenai hatinya.. maka kepalanya pun tidak masalah” ucap sien seenaknya sembari menodongkan pistolnya kembali kearah yuanna yang masih menahan kesakitan.
“Kenapa kau menembak yuanna ba**s*t..” ucap Lian lagi tidak dapat menerima nya.. sien terduduk jatuh melihat keadaan yuanna.. dia terdiam tak berdaya memandang kearah yuanna yang sedang kesakitan.
“rahasia pentingku ada ditangannya, jika dia sudah tertangkap oleh musuh maka dia sudah tidak berguna lagi bagiku dan tidak ada cara lain selain membunuhnya untuk tetap menjaganya menutup mulut” jawab Shin lagi menyepelekan.
“rahasia,,, rahasia apa? Apa ingatanku masih belum kembali semuanya, ,, mungkin benar,, ada rahasia penting shin yang masih belum aku ingat” gumam yuanna dalam hati... “hahahhahahaha “ tawa yuanna seketika membangunkan ketidak berdayaan sien,, dan membuyarkan ketegangan orang orang yang ada didalam ruangan tersebut.
__ADS_1
“apa yang kau tertawa wanita sialan ?” Tanya royan sembari menendang kepala yuanna dengan kakinya yang membuat yuanna terjatuh kelantai..
“Kau berani menendangnya br**ng**k” maki sien yang langsung berdiri memukul wajah Royan.
“Hahah..sudah cukup pertengkaran kalian.. ahhh ,, joila,, tampaknya aku tidak terlalu ahli dalam hal tembak menembak.. aku serahkan kepala wanita itu kepadamu” perintah shin serius..
“Baiklah bos” jawab Joila mulai menarik pelatuk pistolnya.
“Hentikan” teriak sien dan lian secara bersamaan..
“Lepaskan,, lepaskan dia” perintah sien kepada seluruh bawahannya.. mereka pun menuruti perintah sien dan melepaskan Lian,, Lian berlari kearah Yuanna dan membantunya berdiri.. melihat lian keadaan lian,, yuanna ikut berdiri,, tubuhnya bergemataran dan tangannya mulai memegang wajah Lian yang membiru.
“Cepat jalan,, aku tidak punya banyak waktu mengurusi kalian” perintah Shin kesal sembari membalikan tubuhnya dan mulai melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut dengan sebuah pistol ditangannya diikuti oleh joila dan natto dibelakangnya.. Sien memandang kepergian Lian dan yuanna dengan menggempal kan kedua tangannya.
“karena perasaan gila kau ,, rencana dan usaha ku gagal .. bre***s*k kau sien” maki royan yang masih tidak bisa menerima perilaku Sien..
“Diam mulutmu” ucap sien sembari mulai memukul royan lagi namun kali itu Zilan berhasil meraih pukulan tangan sien dengan tangannya.
__ADS_1
“Royan.. berhentilah berbicara yang akan membuat keadaan semakin kacau” perinta zilan sembari menghempaskan tangan sien.
********
Di tempat lain idris sedang berjalan menelusuri koridor hotel tempat dimana peresmian pengalihan jabatan pemimpin seluruh perusahaan besar diadakan. Langkahnya terhenti ketika seorang wanita muda seusia hampir sama dengannya menghalanginya.. dia mencoba menghindar tapi lagi lagi wanita tersebut menghalanginya.
“Siapa kau?” tanya idris yang sudah tidak sabar lagi melihat tingkah wanita itu.
“Ou nana,, aku ou nana,, aku datang kehadapan mu untuk mengambil kembali saham perusahaan Ou yang telah kau dapatkan dari Shin” jawab wanita yang tak lain adalah nana tersebut..
“Maaf aku tidak kenal” ucap idris menghiraukan lalu mencoba melangkahkan kaki nya lagi.. tapi tangan nana mencoba manggapai lengan idris untuk menghentikan kepergian Idris,, melihat tindakan nana yang mengejutkan itu, idris lalu mengehempas kan tangan nana,, membuat keseimbangan tubuh nana menurun dan hampir terjatuh ,, dengan sigapnya idris menangkap pinggang nana,, mereka saling menatap dan membuat idris tidak nyaman lalu secara tidak sadar menjatuhkan tubuh nana kelantai.
“Ahhh.. pantatku” ucap nana kesakitan sembari mencoba berdiri dengan mengelus elus bagian belakangnya yang sakit..
“Maaf” ucap idris lalu bergerak pergi lagi,, dan lagi untuk kedua kalinya nana tidak membiarkan dia pergi,, kali itu dia mulai menangkap pinggang idris dan memeluknya dari belakang..
“Tidak boleh pergi.. kau harus memberikan saham itu dulu.. aku akan bayar berapa pun yang kau mau.. aku mohon tolong lah aku.. tolonglah.. kalau saham itu belum kembali,,aku belum bisa kembali kerumah dan saat ini tidak punya uang sama sekali untuk menyewa tempat tinggal.. aku sudah tidak punya apa apa lagi” tangis Nana masih dengan memeluk idris..
__ADS_1
“Wanita ini sudah gila ya” gumam idris dalam hati.. “lepaskan ku bilang” perintah idris mulai emosi..dia mencoba melepaskan tangan nana dari pelukannya dengan menggunakan tangannya kemudian menghempaskannya keudara dan mulai membalikan tubuh nya menghadap nana untuk mengatakan sesuatu,, tapi tiba tiba sepatu hak tinggi nana patah, membuat nana terjatuh kebelakang dan tanpa sengaja menarik kerah kemeja idris yang membuatnya ikut terjatuh kelantai tepat diatas nana, bibir nya menempel di atas bibir nana.. yang membuatnya semakin tidak nyaman ,, dengan sigap nya idris berdiri,, dia terlihat sangat kesal..
“ Kalau kau mau saham mu kembali,, bayar saja dengan tubuhmu,, itupun kalau kau sanggup menemukanku” ucapnya dengan sengaja agar Nana tidak menganggunya lagi lalu bergegas meninggalkan nana yang masih terbaring tidak berdaya mendengar ucapan idris. tatapan nya kosong,, dia sangat terkejut dengan syarat yang diajukan oleh idris.