
"Dooor..." Suara tembakan mengenai lengan Shin yang saat itu sedang memegang pistol milik Royan.. pistol yang telah ia dapatkan terjatuh seketika.. Shin memegang lengan tangan dengan telapak tangannya untuk menutup luka tembakan yang ia terima.
"Sien" ucap Shin sembari berdiri menatap tajam ke Sien yang telah menodongkan pistol kearahnya..
"Kau juga ingin aku mati '" ucap Shin merasa sedih melihat Sepupunya saat itu..
"Tentu saja.. kau harus mati agar calon penguasa mutlak kelompok pencari peta lenyap.. " jelas Sien dengan senyum senang karena akhirnya bisa menangkap mangsa yang selama ini diincarnya..
"Hahahha... kalau sebegitu inginnya aku mati Kenapa selama ini kau tidak pernah berhasil membunuhku.. kau dan aku juga saat kecil sangat dekat.. bahkan nomor telpon kita juga hampir sama.. dan kau tidak pernah mengganti nomormu,,aku juga melakukan hal yang sama.. kenapa... Kenapa saat ini kau menginginkan aku mati, Sien... !" Bentak Shin kemudian dengan penuh rasa sakit didalam hatinya.. dia bertanya tanya kenapa semua saudara yang ia miliki sangat membencinya bahkan menginginkannya mati..
"HM.. aneh sekali.. kau sendiri tidak sadar kau sedang dilindungi.. setelah ibuku dan ayahku berpisah.. dan ayahmu mengambil ibuku... Kau masih mau mengatakan kita saudara... Omong kosong.. aku sangat membencimu mulai dari hari itu shin.. mencoba mendekatimu pun aku tidak bisa.. kau tahu bahkan masih SMp pun Joila sudah membawa pistol kemana mana.. setiap ingin berbicara denganmu.. dia selalu mengancam ku.. dan lagi kau pergi ke Jerman saat itu bagaimana mungkin aku bisa membunuhmu... " Jelas Sien lalu melanjutkan kata katanya "waktu itu .. aku sangat kaget ketika melihatmu bertanding bola voli mengalahkan sekolah High raise.. aku mencoba mendekati mu berkali kali.. tapi benar saja..didesa pun kau dilindungi oleh kelompok pencari peta.. ketua RT,, kepala desa bahkan Paman Xu juga melindungimu... Dan yang paling kubenci saat itu sampai sekarang adalah Kau bersama Yuanna... " Jelasnya kemudian sembari menatap Shin dengan tatapan kebencian..
"Hahaha lucu sekali.. kau benci aku dengan yuanna lalu memisahkan kami... Setelah kau mendapatkan yuanna.. apa yang kau lakukan brengsek... Aku juga sangat membencimu.. kau memukuli orang yang sangat kucintai didepan mataku sendiri.. kau bahkan mengambil darahnya untuk kebutuhan kelompok elitemu.. kau brengsek Sien.. dia bahkan harus meminum obat ketiga dan tertidur berbulan bulan hanya karena hampir mati kehabisan darah" ungkap Shin dengan penuh kebencian kepada Sien..
"Kau menyelidiki ku,, iya kan!,, Ahhh benar... Itu kau kan... Kau yang bermain game online selama tiga tahun yang lalu dengan yuanna.. dan kau hahhaa.. kau bahkan berpura pura menjadi pelayan.. senang sekali.. aku senang sekali melihat tatapan kesakitan mu saat itu... Aku memang sengaja sengaja membiarkan mu melihat yuanna menderita,, " ungkap Sien dengan senangnya..
__ADS_1
"Kau brengsek Sien... Kau ********.. aku yang harusnya membencimu" maki geram Shin masih dengan menutup luka lengannya..
"Hahahaha... Iya iya iya... Awalnya aku sangat senang mempermainkan mu,, aku bahkan membuat Yuanna agar cemburu melihat kedekatanku dengan Arra.. tapi sayang... Sungguh sayang.. kuberi tahu kepadamu hal yang paling menyakitkan.. yuanna.. dia itu cinta mati kepadamu..bahkan saat sakit pun dia memanggil namamu padahal waktu itu ingatannya hilang.. yuanna selalu menyebut namamu.. kau kemana! Hahahaha kau ada disana bukan ..tapi tidak bisa berbuat apa apa..hahahha.. senang sekali memisahkan kalian berdua" ungkap Sien dengan tawa yang menyenangkan baginya..
"Hahahahhaaha... Sien.. Dulu sudah dulu.. aku akan menghapusnya.. sekarang aku bisa sangat bahagia hidup bersama Yuanna.. bahkan aku telah mencobanya.. aku pasti akan melakukannya berkali kali sampai aku merasa puas dengannya.. dan kau.. sekarang untuk apa lagi kau mencarinya . Kau sudah kalah ... Menyingkirlah,, yuanna selamanya akan menjadi milikku.. kau tidak akan sanggup lagi mendapatkannya" ucap Shin merasa puas.. Shin, dia sangat membenci Sien saat itu.. tatapan matanya tajam memandang mata Sien..sementara Sien sangat marah mendengar ucapan Shin,, dia benci dengan Shin yang telah berhubungan badan dengan yuanna.
"Hahaha.. kau bisa apa... saat ini Kau hanya bisa menunggu aku menarik pelatuk dan menembak kepalamu sampai kau mati,, dan Yuanna akhirnya, dia akan kembali kepadaku" ucap senang Sien bercampur kebencian yang mendalam.
"Dooor" suara tembakan memecahkan keheningan saat itu.
Angin berhembus menggugurkan daun daunan kering yang berada diranting pepohonan tengah hutan siang itu...
Suara tembakan memecahkan keheningan didalam hutan membuat burung burung yang tadinya hinggap di dahan pohon beterbangan menjauhi tempat tersebut..
Angin yang berhembus menghamburkan rambut panjang seorang wanita muda yang diikat kebelakang dengan satu ikatan... Wanita itu berdiri dengan menggenggam sebuah pistol yang diacungkannya kepada Seorang laki laki muda yang saat itu juga sedang mengacungkan sebuah pistol keseorang laki laki muda lainnya..
__ADS_1
Tatapannya tajam menusuk.. matanya dipenuhi rasa benci ,, wanita itu telah menarik pelatuk pistol dan mengeluarkan isi didalamnya kepada laki laki yang ada dihadapannya,, Tipis.. saat itu dia sengaja melesatkan peluru yang dia miliki mengenai tipis pelipis mata orang yang saat itu ditatapnya.. tetesan darah keluar dari pelipis mata laki laki itu,, dia.. laki laki yang telah dibenci wanita itu tersenyum kecut melihat tindakan orang yang saat itu telah menembaknya..
"Yuanna" panggil laki laki muda yang saat itu sedang menahan rasa sakit luka tembakan yang ia dapatkan sembari menatap khawatir kearah wanita yang saat itu sedang mengarahkan pandangannya ke laki laki yang mencoba membunuhnya tersebut.
"Yuanna" panggil laki laki muda yang membawa pistol bersamanya,, dia menolehkan pandangannya kesamping.. membalas tatapan tajam wanita muda itu dengan tatapan penuh rasa senang.. Senang karena telah berhasil menemukan orang yang sudah beberapa hari dicarinya itu.
"Sien... Kau masih memiliki banyak hutang maaf kepadaku dan sekarang kau mau melakukan kesalahan lagi" yuanna,, itu lah wanita yang saat ini sedang menggenggam sebuah pistol kearah laki laki yang tak lain adalah Sien. dengan sangat marahnya,, ia menggertakkan gigi tanda bahwa dia sangat geram dengan perilaku Sien saat itu.. matanya penuh kebencian saat melihat orang dihadapannya telah melukai orang yang selama ini dicintainya..
"Ha... Hutang maaf! Aku bahkan melindungimu selama ini.. kau masih bilang aku perlu minta maaf,, kau yang harusnya minta maaf kepadaku karena telah menodai dirimu sendiri.. . Kembalilah.. kau adalah milikku" Sien membalas tatapan tajam yuanna dengan perasaan sakit hati karena merasa dikhianati. .. Sien saat itu mencoba melupakan sakit hatinya dan berusaha meminta Yuanna untuk kembali kepadanya..
"Kau selalu mengatakan aku milikmu.. aku milikmu.. sejak kapan aku setuju untuk menjadi milikmu.. Sien,, kau tidak tahu diri ya.. kau yang telah menyebabkan aku diganggu teman sekelasku diSMP dulu.. kau juga yang membuat kedua orang tua Shin berpisah dan kau menjebakku dengan pendapat yang kuutarakan kepadamu.. lalu kau juga yang memisahkan aku dengan Shin.. kau yang sudah memukul wajahku sebanyak 169 kali... Tidak.. kau juga memukulku saat ditaman kota untuk terakhir kalinya.. total semua pukulan mu adalah sebanyak 170 kali.. dan sekarang kau masih mengaku aku milikmu... Konyol sekali ucapanmu" maki yuanna dengan senyum kecut mengingat kembali masa masa yang telah ia lalui saat bersama dengan Sien.. yuanna merasa sangat sakit hati karena ulah Sien yang membuat sulit kehidupan masa lalunya..
"Haa.. omong kosong apa yang kau ucapkan.. aku bahkan orang yang telah melindungi dari gangguan Royan saat itu.. kau bahkan belum berterima kasih kepadaku malahan sekarang menjauhiku " daun daun kering diatas tanah berhamburan karena hembusan angin ditengah hutan.. yuanna dan Sien saat itu saling menatap dengan perasaan mereka masing masing..
"Melindungi,,, kau mengancam kakakku,, kau bilang melindungi!'" tatapan yuanna yang penuh kebencian membuat Sien merasa hal tidak beres telah terjadi diantara mereka saat itu..
__ADS_1