
Setelah menyelesaikan langkah pertama,, saatnya aku melanjutkan langkah berikutnya . .Sebuah Hotel besar berada tepat didepanku.. aku sedang berdiri tegak sembari mengambil nafas dalam dalam.. aku kuat kan diriku dari rasa takut yang kian menyelimuti. benar sekali.. hari ini aku akan menemui Zin zailian.. seseorang yang telah menampar wajahku dan juga seseorang yang telah menuduhku sebagai pembunuh beberapa minggu yang lalu.. aku harus menjaga sikapku.. Saat ini aku bukan Yuanna..aku adalah Go Ansi.. karyawan dari perusahaan Sun.
Aku duduk dikursi sembari menunggu kedatangan Lian.. aku sengaja datang lebih awal direstoran di dalam hotel untuk menunjukkan kepada lian bahwa aku bersungguh sungguh dalam kesepakatan yang akan kami akan bicarakan.
Tidak beberapa lama kemudian Lian datang diikuti oleh seorang laki laki yang mungkin adalah Assisstennya..dia mengenakan kacamata hitam serta blezzer berwarna hitam dengan kancing terbuka.. aku tidak begitu mengenal fashion masa kini jadi aku tidak terlalu peduli barang mewah apa yang dia kenakan..
“ Selamat siang Tuan..” aku berdiri menyapa Lian.. dia masih saja sangat sombong..aku telah mengenalnya selama tiga tahun dan tahu persis seperti apa dia.. walaupun hanya melalui dunia maya.. tapi dia adalah orang yang cukup terbuka.. dia selalu membangga banggakan dirinya sendiri yang sebenarnya membuatku bosan mendengarkan kata katanya.
Dengan kesombongan seperti biasa , dia tidak membalas sapaanku.. dia duduk di kursi lalu melipat kakinya..tangannya melepaskan kacamata kemudian menyatuhkan ketangan yang lain lalu menggenggam keduanya menyandarkan sikutnya keatas meja..
“ Jadi kesepakatan penting apa yang ingin kau tunjukkan kepadaku” Dia mulai serius..baikalah..aku juga bisa serius.
“ aku dengar kau sangat ingin memiliki Akun Heroin Yuanna dari game Lord of Royal King milik yuanna..” kataku langsung ketujuan pertemuan ini.
“hmm.. jadi kau ingin menukarnya dengan Apa?”dia memang tidak suka basa basi .. Aku ambil ponselku lalu aku tunjukan kepadanya.. dia tampak terkejut melihat foto yang aku tunjukan didalam ponsel itu..
setelah bertemu dengan ean ..aku memang sudah merencanakan untuk mengambil banyak foto dengannya.. bahkan setelah makan malam kemarin,, aku mengajaknya untuk mengambil foto bersama ditempat tempat tertentu..aku berjanji padanya akan memberikan foto fotonya kepada Shin lalu menyuruhnya untuk berpose lucu dan menggemaskan .. benar saja..wanita ular itu mau melakukannya..
“Ini” sebelum Lian mengambil ponselku dari atas meja..aku cepat cepat mengambilnya.
“Aku dan Ean sangatlah dekat.. dia bilang kepadaku bahwa dia sangat ingin memiliki akun Heroin yuanna..kalau ada orang yang mampu memberikan akun itu untuknya..dia pasti akan sangat menyukai orang itu” aku melihat Lian mulai semangat.. dia mulai tersenyum..kesombongannya hilang seketika..oh.. cinta.. kenapa bisa begitu mudah kau merubah hati orang..
“Berapapun harganya..aku akan beli?..dimana akunnya sekarang” Gotca.. mantap..akhirnya rencanaku,, selangkah lagi akan menuju kesuksesan.
“Baiklah..sekarang kita mulai kesepakatan.. aku mau kau berikan resort mu yang ada di pantai C dikota B.. dan juga kau tidak boleh menjadi model perusahaan manapun kecuali Perusahaan Sun.. “
__ADS_1
“Omong kosong macam apa yang kau katakan ini” assisten Lian menggebrak meja..sepertinya dia sangat tidak setuju.. tapi tetap saja aku tidak boleh menyerah.
“Sebagai gantinya..kau tidak hanya memiliki akun Heroin Yuanna.. tapi aku juga akan membantu hubunganmu dengan Ean.. kau lihat sendiri difoto itu..aku dan dia sangatlah dekat..dia sangat menyukaiku.. sebagai kompensasi awal ..aku berikan foto ini” aku menunjukan foto ean yang saat itu memakai bando telinga kucing..dan berpose sok imut..bagiku sih sok imut..bagi Lian pasti sangat imut..ah..foto dia ada didalam ponselku saja aku sudah muak..apalagi melihatnya.
“Baiklah” Lian langsung menjawabnya... dia bahkan tidak berpikir dahulu sebelum menjawab..
“Lian” bentak assistennya... hahha seperti yang kuduga..jika hal ini berkaitan dengan ean..hal bodoh apapun pasti akan dia lakukan..termasuk menamparku..
Pada hari itu juga kami menandatangani kotrak..assisten Lian tampak sangat tidak menyukaiku..dia hanya berdiri melipat tangan kedadanya.. sesekali melirik kearah Lian yang sedang menandatangani kontrak.
Akhirnya Masalah Resort telah berhasil diselesaikan.. Sekarang waktunya kembali kekantor..
*******
Saat ini, Aku sedang berjalan menelusuri Trotoar Jalan dan memikirkan langkah apa yang selanjutnya akan kulakukan.. tanpa kusadari, aku telah berada diatas jembatan..aku melihat kerumunan orang diatas jembatan mereka tampak meributkan sesuatu.. setelah kuperhatikan disekitarnya .. aku melihat Seorang Laki laki berdiri dipinggir jembatan.. dan didepannya ada seorang wanita yang sedang melipat tangannya kedada..beberapa orang mencoba menghentikan aksi laki laki tersebut.
“Byur..” aku terkejut setengah mati..laki laki itu benar benar loncat..
“Cepat cepat tolong dia.. “ sial semua orang disekitarku mulai panik.. aku berlari kencang menuju pinggir jembatan dan loncat..laki laki bodoh itu..mengapa nekat sekali ingin mati..
Sungai ini lumayan besar..tapi air nya mengalir tidak terlalu deras... dimana dia.. aku mencari cari laki laki yang tadi menjatuhkan diri.. ah..laki laki itu...terlihat sekali dia ingin mati..sampai sampai begitu pasrah membiarkan tubuh nya hanyut begitu saja..
“Uhuk uhuk..” aku berhasil naik keatas air. ..laki laki ini mungkin sudah banyak meminum air.. tapi untung saja dia masih memiliki kesadaran.. dan juga untung aliran air tidak begitu deras...karena bantuan air..aku bisa menarik tubuhnya kedarat.
“uhuk uhuk” laki laki ini masih lemas..orang orang mulai berdatangan kearah kami yang sudah sampai kepermukaan darat.. setelah menyelamatkannya, aku putuskan untuk langsung pulang dan tidak jadi pergi keapartemen Arra.. aku berdiri lalu melangkah kan kaki..tiba tiba sebuah tangan menarik bajuku.. benar tangan laki laki yang mau mati ini... dia terduduk dan masih terbatuk batuk..
__ADS_1
“Ambulan telah datang..segera bawa masuk dia kedalam mobil” seru salah seorang warga.
“Kau baik baik saja?” tanya seorang wanita yang sudah agak tua kepadaku ..Aku tersenyum melihat wanita itu.. dia tampak sedang mengkhawatirkan ku..
“Tenang saja..aku sudah biasa berenang disungai ..jadi tidak apa apa” jawabku kepadanya.. dia memegang lenganku dan menepuk nepuk punggungku.. mungkin ia bermaksud menenangkan ku..
Laki laki yang mau mati ini tidak ingin melepaskan bajuku.. aku mencoba melepaskannya..tapi dia tetap mengenggam erat dan tidak mau melepaskan. dia pasti sangat ketakutan karena didalam air juga sangat gelap..
“Kenapa menarik bajuku?” Tanyaku kepada laki laki ini.. dia hanya menggelengkan kepala dan tidak menjawab perkataanku..seseorang mencoba menolongnya berdiri untuk membantunya pergi ke ambulan..tapi dia menolak.. dia hanya ingin menggenggam bajuku.. ahh ..merepotkan sekali..pikirku.. aku jongkok.. dan mencoba membantunya berdiri..dia mengenggam lenganku..dan tidak ingin melepaskannya..orang disekitarku merasa kebingungan melihat perilakunya..
Wanita yang tadi berdiri dihadapan dan menyerukan laki laki ini untuk mati datang dan tiba tiba ingin menampar laki laki ini.. aku terkejut lalu menahan tangannya.
“ Kau mau apa.! Dia sudah lemas begini ..kau masih mau memukul” ucapku sambil melempar tangannya yang akan memukul tadi.
“Kenapa kau hanya diam ... pergi kerumah sakit segera” Teriak wanita itu kepada laki laki yang saat ini menggenggam lenganku.
“Hei... pergilah kerumah sakit..aku masih ada urusan.. dengarkan teman mu baik baik” perintah ku kepada laki laki ini.
“Dia bukan temanku.. “ teriak laki laki ini.. membuat semua orang kaget..begitu juga dengan wanita itu.
“Ya sudah ya sudah..ayo aku antar kerumah sakit” ajakku kepadanya.. ada apa sih dengan laki laki ini..
“Aku tidak mau kerumah sakit.. aku tidak mau pulang..aku mau mati” ahh... menyebalkan.. kalau mau mati jangan didepan ku.
“Baiklah...ayolah ayo pulang kerumahku saja" bentakku kesal..karena aku sudah tidak sanggup menahan rasa dingin, kuputuskan untuk membawanya pulang.. aku melangkahkan kakiku..dan dia mau mengikuti langkah kaki.. wanita temannya tadi menghentikan langkah ku, lalu memberikan tas ku.. ahh..benar ketika aku lompat ..aku melempar tasku..
__ADS_1
“Aku minta tolong jagakan dia untuk sementara waktu.. kalau dia sudah merasa baik..telpon saja aku” Wanita itu lalu memberikan kartu namanya kepadaku... aku terkejut sekalian merasa senang ketika melihat kartu itu.. tidak menyangka sudah secepat ini bertemu dengan musuh yang lainnya.