
"Buuuukkk.... " Idris memukul wajah sami dengan kepalan tangannya.. Sami terpelanting agak jauh dari tempatnya.. semua orang terkejut melihat Idris.. mereka tidak menyangka pukulan Idris bisa membuat Sami tersungkur jauh.. saat itu Idris tampak sangat menyeramkan.. dia mendatangi Tubuh sami yang tersungkur jatuh..
"Karena kau.. karena kau.. aku tidak bisa mengingat masa kecilku.. ,aku juga tidak bisa melindungi yuanna.. karena kau.. yuannaku bahkan dicuri orang.. karena kau... Mati lah kau...hahahahahah... Senang sekali" Idris menendang tubuh Sami membabi buta.. beberapa orang yang melihatnya bergetar.. mereka merinding ketakutan...
"Senang sekali.. kau itu pantas mati" teriak idris dengan pandangan penuh dengan kebencian... Sihan dan Zidan mencoba menahan Idris.. tapi sayang .mereka bahkan terpelanting jauh..
"Yuan.." ucap Sihan merasa ngeri melihat Idris... Dia teringat masa lalunya ketika melihat Yuan membunuh seseorang dengan cara yang sama dengan yang Idris lakukan saat itu.
"Hahahahahah... Rasakan...rasakan itu" tawa Yuanna memecah keheningan.. Semua orang semakin dibuat takut dengan perubahan yuanna.. Shin bergegas menghampiri idris mencoba menahan serangan Idris kepada sami..
"Idris... " Bentak Shin.. ketika melihat sami tidak berdaya lagi.. Idris menolehkan wajahnya kehadapan Shin yang berada dibelakangnya..
"Kau.. kau yang telah mencuri yuanna.. aku pasti akan membunuhmu" bentak Idris sembari mencekik leher Shin.. yuanna yang melihat perbuatan Idris saat itu tersenyum kecut.. dia menghampiri kakaknya yang saat itu mencoba membunuh Shin...
"Kakak.. lihatlah.. lihatlah aku baik baik saja.. " ucap yuanna..melepaskan tangan idris dari leher Shin.. Idris yang menatap Yuanna kemudian tersadar dari insting membunuhnya.. Dia lalu memeluk adik yang ia sayangi itu.. "tidak ada lagi yang akan membunuhku.. dan kupastikan kepadamu tidak akan ada yang sanggup menggangguku" lanjutnya kemudian...mata Idris berubah seketika setelah menatap yuanna.. dia kemudian sadar dengan apa yang dia lakukan.. Idris mamandang wajah Shin yang ada dihadapannya,, saat itu sia merasa sangat bersalah.
"Shin.. maaf,, " ucap Idris setelah melepas pelukannya dari yuanna kemudian pergi meninggalkan mereka.. Idris masuk kedalam kapal.. dia masih tidak menyangka dengan sikap dirinya sendiri.. hampir semua orang memandang ngeri melihat Idris..
__ADS_1
"Kau lihat Shin... Idris tidak bisa di satukan dengan yuanna.. kalau dia melihat yuanna menderita ..dia akan menjadi gila dan membunuh siapa saja yang membuat yuanna menderita.... " Ucap sami menahan rasa sakit akibat pukulan Idris..Sami hampir tidak sanggup berdiri tanpa bantuan Sihan saat itu....
"Hahahahahaha.. ... Lucu sekali..kau mau aku berpisah dengan kakakku dan Shin.. aku katakan kepadamu itu mustahil,, ingatan ku telah kembali... Bahkan membunuhmu pun aku mampu" ancam yuanna dengan pandangan mematikannya.. yuanna tersenyum menghina kewajah sami..
"Kau sengaja melakukannya kan.. sengaja berpura pura menderita didepan Idris agar dia menghajarku habis habisan... Aku tahu siapa kau Yuanna,, " sami memandang Yuanna sembari memegang perutnya yang sakit akibat tendangan Idris.
"Hahahahaha.. senang sekali,, memang kenapa kalau aku melakukannya.. itulah hobiku... Membuatmu menderita.. apalagi kau berasal dari klan Xu.. bukan kah ayahmu yang mengajariku .. " yuanna tersenyum mengejek sembari melipat tangannya kedada.. Shin baru melihat sifat lain yuanna saat itu,, dia sangat terkejut dengan perubahan wanita yang ia cintai.. Shin tidak membenci yuanna,, dia membenci orang yang telah membuat yuanna menjadi seperti itu..
"Kau gila..kau benar benar sudah gila.. Shin ,, buat lah dia tak sadarkan diri.. kita harus cepat cepat menghapus ingatannya.. " perintah sami kepada Shin.. saat itu Shin benar benar sangat ragu untuk mengambil keputusan..
"Gila.. aku gila! Jangan omong kosong.. kau yang buat aku menjadi seperti ini sami... Kau meninggalkan aku dan kakakku hanya demi obat yang sampai sekarang masih kau cari cari,, sami sami... Kau harus tahu,, saat kau meninggalkanku dan kakakku,, saudara perempuan istrimu itu sendiri yang menyerahkan ku kepada Yuan... Hahahaha...ahahahah... Kau melihatnya bukan.. dihadapan mu sendiri Yuan menghajarku habis habisan.. kau hanya diam saja.. kau juga melihatnya kan . Melihat dia memaksaku membunuh orang.. tapi kau diam saja.. kau tidak bisa melindungiku sami... Jadi pergilah sebelum aku membunuhmu." yuanna menatap Sami penuh kebencian saat itu.. dia benci mengingat masa lalunya yang kelam.
"Shin.. kau telah berjanji untuk tidak meninggalkanku bukan,,, Shin jangan percaya omongannya.. dia lah iblis yang sebenarnya, dia ingin memisahkan kita berdua" yuanna memelas kewajah Shin yang ada di hadapannya.
"Yuanna.. tenanglah.. tenanglah" ucap Shin seketika sembari memeluk erat wanita yang ia cintai itu.. "katakanlah paman.. kenapa kau membunuh Vivia dan Vian saat itu!?" Tanya Shin kepada sami masih dengan memeluk yuanna..
"Mereka dari kelompok pencari peta.. mereka sedang mengawasi yuanna saat itu,, pencari peta saat ini sudah mulai mencurigai yuanna.. aku akan memberikan Idris bersamamu... Tapi berikan yuanna ke Sien.. Shin, kau adalah calon penguasa mutlak... Yuanna bukan orang yang baik untukmu" jelas Sami membuat perih hati Shin saat itu.. yuanna yang geram mencoba melepaskan pelukan Shin tapi Shin dengan sekuat tenaga menahan yuanna tetap berada dipelukannya..
__ADS_1
"Aku akan pergi dengan yuanna keluar negeri..berikan saja posisi penguasa mutlak kepada Idris.." jawab Shin berharap yuanna tenang saat itu..
"Shin,, kau benar benar tidak bisa pergi kemanapun.. Klan shen menutup semua jalur untuk kepergianmu keluar negeri.. " jelas sami lagi..
"Paman,, aku hanya ingin yuanna.. posisi itu tidak layak untukku,, tolong mengertilah.. kau juga pernah mencintai istrimu sampai rela membuat anak anakmu ini menderita bukan. begitu juga aku" jelas Shin masih mencoba menahan yuanna kedalam pelukannya..
"Aku telah berjanji dengan kakekmu... Shin.. aku tidak ingin Idris menjadi penguasa mutlak.. dia benar benar sangat kejam... Kau tahu,, dia bahkan berhasil membuat Yuan jatuh ketangan Diahu tanpa bisa kembali." sami masih berdiri menahan rasa sakit dengan bantuan Sihan yang menopang tubuhnya..
"Paman ,, kenapa kau mencuci otak yuanna dan Idris?'" tanya Shin lagi dengan seriusnya.. yuanna masih meronta ronta ingin melepaskan diri dari pelukan kuat Shin.
"Yuanna.. dia benar benar orang yang kejam..dia akan gunakan harta klan untuk kepentingannya sendiri setalah lepas dari Yuan,.. dia berencana menguasai negara ini dan memaksa orang tunduk dihadapannya.. Idris... Dia bahkan membunuh siapa saja yang mendekati yuanna,, Shin.. mereka tidak bisa bersama.. yuanna akan mengendalikan Idris sesuka hatinya.. Idris bahkan lebih kejam dari yuanna.. dia sudah berkali kali menusuk Yuan.. dan Yuan berkali kali berhasil selamat dari Idris.. tangan mereka penuh dengan darah ... Shin dengarkan a..."
"Hahhaha...omong kosong.. aku yang menemukan peta.. tentu saja aku yang akan gunakannya.. " belum lagi sami menyelesaikan perkataannya.. yuanna telah menyela nya ,, yuanna yang saat itu masih berada dipelukan Shin tersenyum kecut mendengar ucapan Sami " memang benar awalnya aku ingin menguasai negara ini,, tapi sekarang tujuanku sudah berubah.. aku hanya ingin Shin.. aku akan gunakan harta klan beserta bom atomnya untuk menggapai Shin.. kau tahu.. saat ini,, Shin adalah orang terkaya nomor satu dinegara ini,, karena itu..aku butuh harta klan untuk menjadi penguasa mutlak negara,, agar posisi ku berada diatas Shin.. aku ingin menggunakannya untuk mendapatkan Shin dan tidak akan membiarkannya lepas dariku selamanya.. " jelas yuanna masih meronta ronta..
"Shin.. bergegaslah.. kita harus mencuci otak yuanna.. kalau tidak dia akan mati sebelum selesai membalas dendamnya kepada Yuan.. Shin.. tangan yuanna akan penuh dengan darah karena dendamnya kepada Yuan yang sangat besar.. " jelas sami lagi membuat Shin semakin ragu.
''paman.. sebenarnya apa yang telah terjadi...saat ini aku tidak bisa mempercayai siapapun" tanya Shin membuat yuanna memaksa melepaskan diri .
__ADS_1
"Jangan percaya dia Shin.. jangan percaya.. hanya percayai saja lah kakekmu.." ucap yuanna yang belum bisa melepaskan diri.