
"Ka...kau bilang aku tidak boleh muncul dihadapan mu lagi.. ka..kalau kau menggendongku seperti ini.. wajahku akan muncul terus dihadapanmu "
Shin terus berjalan tanpa lelah menggendong silly yang masih merasa khawatir dengan keadaannya sendiri.. silly takut kalau Shin akan melemparkannya kedalam Sungai secara tiba tiba karena saking membencinya sebagai orang yang telah mengahancurkan rumah tangganya dengan yuanna apalagi saat itu mereka sedang melewati sebuah jembatan yang ada diwilayah barat tersebut..
"Shin" suara seorang wanita terdengar ditelinga Shin membuatnya menghentikan langkah kakinya. "Shin,, jangan tinggalkan aku" suara itu terdengar lagi ditelinga Shin.. Shin dengan segera menurunkan Silly dan melihat kesekitarnya tapi dia tidak melihat siapapun disana kecuali silly yang kebingungan dengan Sikap Shin saat itu...
Air mata Shin tiba tiba jatuh membasahi pipinya.. ia berjalan menuju pinggir jembatan untuk melihat sesuatu yang sangat ingin ia lihat saat itu.. silly yang melihat Shin menuju pinggir jembatan mengira bahwa Shin akan bunuh diri malam itu ..
"Jangan... " Teriak Silly sembari memeluk pinggang Shin '" aku minta maaf.. aku tidak akan menghancurkan hubungan kalian berdua lagi setelah kalian bertemu.. tapi aku mohon jangan bunuh diri . Kita pasti akan menemukan Yuanna secepat mungkin" ucapnya lagi membangunkan Shin dari lamunannya.. Shin merasa ada yang aneh dengan dirinya.. saat itu ia sangat merindukan sosok wanita yang sangat ia cintai namun telah hilang dari ingatannya.. Shin masih mengingat sedikit hal tentang yuanna tapi dia belum bisa mengenali wajahnya..
"Bodoh,, siapa juga yang akan bunuh diri" ucap Shin menyentakan hati silly saat itu juga.. silly seperti terbiasa dengan hinaan itu sebelumnya.. dia menggelengkan kepalanya untuk tidak mengingat masa lalunya.. ia tidak ingin mengalami rasa sakit yang teramat dalam seperti sebulan yang lalu saat ia masih tinggal di Indonesia..
Shin melepaskan pelukan silly lalu menghadap kearahnya.. kemudian mengangkat silly kembali dari depan..
"Hanya .. hanya gendong saja aku dari belakang.. dari depan itu pasti sangat melelahkanmu" pinta Silly untuk meringankan beban Shin..
"Shin gendong aku,, cepat gendong aku" suara wanita yang sama terdengar ditelinga Shin.. suara tersebut sangat tidak asing ditelinganya.. Shin melihat kesekelilingnya tapi tidak menemukan siapapun disana..
"Jangan banyak bicara.. sepertinya aku mendengar suara hantu disini" ucap Shin membuat mata silly membesar seketika.. silly saat itu merasa sangat takut..dengan beraninya ia memeluk leher Shin dan memejamkan matanya bersandar didada Shin..Shin yang melihat sikap takut Silly kemudian tersenyum Lucu..
*****
Silly berjalan memasuki perusahaan Ou untuk kedua kalinya.. kali itu ia tidak lagi mendatangi meja kostumer.. dia terus berjalan menuju lift untuk menemui natto diruangan kantornya.. natto telah berjanji kepada silly untuk membantunya menjadi artis agar yuanna dapat menemui silly dengan sendirinya..
__ADS_1
Melihat Orang yang sama muncul dihadapannya.. kostumer yang telah mengusir silly sebelumnya menghalangi jalan wanita tersebut... Dia tidak membiarkan silly masuk kedalam kantor seenaknya..
"Nona,, anda masih tidak tahu malu ya,, sudah saya bilang anda harus mengikuti audisi untuk menjadi seorang artis,, tapi sekarang malah datang kemari lagi" jelas kostumer service tersebut.. dia memerintahkan satpam penjaga untuk mengusir silly lagi..
"Tapi aku sudah membuat janji dengan natto dan dia menyuruhku masuk untuk menemuinya" silly berusaha meyakinkan Kostumer tersebut tapi dia tidak memperdulikannya.
Dengan sigapnya dua orang satpam menghampiri silly dan mencoba melemparnya keluar kantor lagi..
"Hei... Kalian tidak bisa melakukan hal ini lagi" teriak Silly tidak terima diperlakukan hal yang sama untuk kedua kalinya.
Kepala kedua satpam tersebut kemudian tertunduk tiba tiba ketika melihat natto dengan assistennya keluar dari pintu lift.. pandangan natto tajam menusuk.. dia tidak menyenangi perilaku karyawannya.. kostumer service yang merasa aneh dengan sikap kedua satpam tersebut membalikan tubuhnya.. dia terkejut seketika melihat presdirnya yang tidak pernah keluar kantor tiba tiba muncul dihadapannya lagi..
Tanpa mengucap sepatah katapun .. natto menarik tangan Silly mendekat kearahnya.. dia dengan lirikannya memerintahkan assistennya untuk mengurus masalah yang saat itu sedang terjadi,, yang dianggukan assisten tersebut seketika itu juga.
"Sayang,, kau lama sekali" ucap natto mengejutkan semua orang yang mendengarnya termasuk kostumer dan dua satpam yang masih berdiri dibelakang natto dan Silly yang telah memasuki Lift perusahaan hari itu..
"Kalian semua.. ikuti aku keruanganku" perintah assisten natto membuat ketakutan ketiga orang tersebut semakin bertambah..
*******
Keesokan harinya..
Seorang wanita berdiri ditempat syuting dengan mengenakan pakaian biru menyeluruh dan topi yang juga berwarna biru hari itu... Natto dan Lian yang yang baru saja datang menghampiri wanita tersebut dengan menahan tawa.
__ADS_1
"Kau sudah siap?" Tanya natto kepada silly yang merasa aneh dengan penampilannya..
"Aku benar benar akan masuk televisi kan?'"silly masih tidak yakin dengan janji natto untuk membuat nya menjadi seorang artis..
"Tentu saja.. " ucap natto memastikan sembari memberi Sapu dan Tong sampah kepada silly..
"Artis office boy" bisik Lian dari belakang telinga silly.
******
Dua hari sebelumnya.
Shin telah pergi meninggalkan ruang kantornya karena merasa sangat marah dengan Idris yang memaksanya untuk mengakui silly sebagai yuanna..
Dia meninggalkan Idris yang telah merasa tenang akibat kemarahan yang timbul atas ucapan tidak menyenangkan dari Shin tentang adiknya..
"Aku benar benar menyesal telah memberikan dia obat penghilang ingatan" Idris memegang kepalanya yang sakit lalu menghela nafas dalam dalam kemudian menghempaskannya,, ia berjalan menuju sofa untuk duduk diatasnya .
"Yuanna,,bukan maksudku silly ,, dia memintaku untuk membuat dia menjadi seorang artis agar yuanna yang dia kira sebagai kembarannya akan menemukan silly" natto duduk disofa sembari menggenggam kedua tangan diantara paha..
"Tidak.. jangan lakukan itu,, aku takut Sien akan menemukannya jika dia berada ditelevisi" tolak Idris yang telah menghempaskan tubuhnya didinding sofa.. dia merentangkan kedua tangan dan menatap langit langit ruang kantor..
"Tidak bisa... Aku takut Yuanna,, bukan maksudku silly akan semakin curiga dengan kebohongan yang kita buat jika melarang dia untuk menjadi artis" saran Joila,, ia mulai melepaskan kacamatanya yang sedikit buram lalu membersihkan dengan sapu tangan dari kantong jas yang ia kenakan.
__ADS_1
"Aku setuju dengan Joila,, kita tidak boleh membuat Yuanna,, bukan ..silly maksudku,, berpikir bahwa kita sedang menyembunyikan sesuatu darinya." Tambah Lian .. dia berjalan menuju kursi Shin mengambil segelas air diatas meja untuk diminum.. Lian merasa sangat lelah menahan kemarahan Idris terhadap Shin beberapa saat yang lalu.. dia lalu duduk dengan menghempaskan tubuh dikursi Kerja shin.
"Aku punya ide... " Natto tersenyum senang dengan ide yang baru saja ia dapatkan.