
"Doooor..." Suara tembakan memecahkan keheningan.. yuanna yang belum menyelesaikan ucapannya dibuat terkejut dengan sebuah peluruh yang melesat hampir mengenai wajahnya..
"Diam... " suara keras Sien membuat Yuanna tertegun.. saat itu dia melihat mata penuh kebencian dari sien.. yuanna melihatnya lagi.. melihat mata yang menatap benci kearahnya sama seperti saat dia baru saja menyelesaikan pernikahannya dengan Shin.. "benar.. kalau laki laki itu mati.. kau tidak punya pilihan lain selain kembali kepadaku yuanna" Sien mengarahkan pistolnya kearah Shin seketika.
"Tembak lah sien.. bunuhlah dia... Aku akan mati bersamanya hari ini juga.. kemanapun dia pergi.. bahkan sampai keneraka pun aku akan mengejarnya.. bunuhlah dia untukku.. aku benar benar tidak kuat hidup didunia ini tanpa nya.. Sien.. tidak ada satupun orang yang bersikap baik kepadaku kecuali Shin.. kakakku dia akan bahagia . Semua orang mencintainya.. tapi aku.. jika Shin mati.. siapa lagi yang akan menyayangiku.. walaupun saat ini Shin menganggapmu sebagai adik.. tidak masalah..bunuhlah Shin untukku Sien" yuanna menghapus air mata yang mengalir dipipinya saat itu.. pistol yang tadinya ia todongkan kearah Sien kemudian diarahkan langsung ke kepalanya .. Shin terkejut setengah mati melihat yuanna.. dia teringat mimpinya saat yuanna melakukan hal yang sama.
"Aku mohon yuanna.. aku mohon jangan lakukan itu" teriak Shin sembari melangkahkan kaki berlari menuju yuanna yang saat itu sudah bersiap siap untuk menarik pelatuk pistol yang ada digenggamannya. "Yuanna " teriak Shin lagi berlari menghadap yuanna..
"Dooor.." Suara tembakan mengejutkan Sien setengah mati.. tubuhnya gemetaran ketika membayangkan yuanna mati didepan matanya. Shin berhasil menangkap tubuh yuanna.. yuanna telah menarik pelatuk pistol tapi Shin berhasil mengarahkan tangan yuanna dan menjatuhkan tubuhnya dengan tubuh yuanna ketanah.. "aku mohon..." Air mata Shin menetes kewajah yuanna.. yuanna membelalak matanya tersenyum lembut kewajah Shin..
"Shin" air mata yuanna mengalir.
"Aku anggap aku tidak pernah mendengar kata kata itu keluar dari mulutmu saat ini... hari ini aku akan melepaskanmu.. tapi tenang saja.. aku pasti akan membuatmu kembali kepadaku suatu hari nanti yuanna.. bagaimana pun caranya.. tunggulah aku" Sien dengan perasaan penuh takut kehilangan yuanna pergi meninggalkan mereka dan melepaskan mereka hari itu.. dia pergi dengan membawa rasa sakit luar biasa didalam hatinya.. dia ingin mendapatkan yuanna kembali kepadanya disisi lain dia juga tidak ingin yuanna mati. Dengan marahnya Sien membuang pistol miliknya dan mencari bawahan mereka yang telah mengejar Idris untuk membawa Royan yang saat itu sedang tak sadarkan diri.
*******
Sien telah pergi meninggalkan Shin dan yuanna yang saat itu masih terjatuh diatas tanah,, dia membawa sejuta keperihan yang menusuk didalam hatinya karena penolakan yuanna untuk kembali kepadanya.. tubuh Sien masih gemetaran ketika harus membayangkan kematian yuanna ,, dia mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu saat yuanna mencoba membunuh dirinya sendiri..
__ADS_1
Shin dan yuanna yang tadinya jatuh terbaring saat itu telah berdiri.. wajah pucat dan air mata Shin membuat yuanna merasa bersalah..
"Sudah.. sudah...Shin jangan menangis lagi.. Tidak apa apa " yuanna memeluk Shin dengan lembutnya saat mereka telah berdiri. "Shin.. kau tidak perlu terbebani,, tidak masalah bagiku kalau kau tidak mencintaiku.. tenang saja.. aku hanya akan mengejarmu dan tidak akan memaksamu untuk mencintaiku" yuanna saat itu mengira Shin menangis karena merasa bersalah kepada Yuanna yang tidak bisa dicintainya.. dia mengusapkan wajah nya didada Shin yang saat itu sedang menggunakan kemeja lengan pendek berwarna abu abu polos..
"Bodoh.. aku menangis bukan karena itu,, " Shin membalas pelukan Yuanna dengan lembutnya.. dia tidak ingin melepaskan yuanna begitu saja hari itu "kenapa kau melakukannya ,, bodoh sekali " tanya Shin semakin mempererat pelukannya.. dia masih merasa takut teringat kejadian saat yuanna mencoba menembak dirinya sendiri dihadapan Shin.
"Sengaja.. aku melakukannya dengan sengaja" jawab Yuanna mengejutkan Shin,, Shin merasa sangat kesal dengan apa yang dilakukan yuanna.. dia melepaskan pelukan yuanna dan menyisakan kedua tangannya dibahu wanita yang ia cintai itu..
"Sengaja kau bilang!" Tanya Shin kesal sembari menatap mata yuanna yang berada dibawa matanya..
"Kau benar benar mencintaiku!" Shin saat itu telah berubah serius. Dia selama ini tidak menyangka bahwa Yuanna memilik perasaan yang sama dengannya.. dia mengira yuanna mungkin membutuh kan Shin karena yuanna sangat bergantung kepadanya..
"Tentu saja.. kau ini bodoh sekali.. aku sudah mengatakannya berkali kali.. suka suka suka.. tetap saja kau tidak menganggapku.. kau bahkan menolak ku diperpustakaan.. lalu setelah menikah kau bahkan mengatakan tidak akan pernah mencintaiku . Kau juga bilang aku tidak boleh berharap... Tapi Shin maafkan aku.. sepertinya aku tidak bisa menyerah begitu saja.. Shin sungguh...biarkan saja lah aku ini mengejarmu" ucap yuanna sembari tertunduk malu menghindari wajah Shin.. hati Shin sangat senang mendengar ucapan yuanna saat itu.. dia bahkan tidak henti hentinya mengembangkan Senyum diwajahnya...
"Aku tidak pernah menolakmu.. saat diperpustakaan aku kira kau memintaku untuk menggendongmu.. aku kira kau malah mencintai Sien,!" Shin ingin memastikannya lagi.. dia merasa sangat cemburu ketika mengingat yuanna menyatakan perasaannya kepada Sien tiga tahun yang lalu..
"Mana mungkin... Konyol sekali... Aku ini sudah menyukaimu selama hmmm.. mungkin sembilan tahun lebih... Saat pertama kali aku melihatmu keluar dari mobil didepan sekolah.. aku sudah menyukaimu... Tapi karena banyak orang yang menyukaimu dan aku juga adalah orang yang miskin...bahkan tinggal bersama pamanku, bukan orang tuaku. bagaimana mungkin bisa mengejarmu saat itu..." Yuanna mengingat sedih masa SmP nya yang tidak begitu menyenangkan.. dia masih tertunduk dihadapan Shin yang saat itu memeluknya lagi.. Shin mendekap lembut yuanna..
__ADS_1
"Tapi aku pernah melihatmu menyatakan cinta kepada Sien didanau dekat sekolah!'" Shin mengingat masa SmP nya saat dia mengikuti Yuanna selalu pergi menuju kolam.. dan mendengarkan percakapan Sien dan yuanna hanya untuk melihat wajah orang yang disukainya itu..
"Iya.. waktu itu aku bodoh sekali... Aku hanya ingin tahu bagaimana rasanya pacaran. .. bahkan sampai menikah pun aku belum tahu rasa pacaran itu seperti apa!" Yuanna membalas pelukan Shin kemudian... Dia sangat menyenangi ketika Shin memeluknya..
"Lalu sejak kapan kau mulai mengejarmu!" Tanya Shin lagi dengan bahagianya.. dia tersenyum lembut sembari sesekali menutup lama matanya merasakan cinta didalam hatinya..
"Itu karena kau telah memberi harapan kepadaku,, waktu SMA kau selalu memanggilku adik Xu Idris adik Xu Idris terus.. lalu aku yang sudah menyukaimu tiba tiba memiliki sedikit harapan kecil didalam hati... Dan yang lebih mengejutkanku adalah ketika kau ternyata akan tinggal dirumah Ku .. kita bahkan hampir selalu bersama.. dari situlah aku putuskan untuk mengejarmu... Sampai sekarang aku tetap ingin mengejarmu.. Shin aku mohon jangan marah kepadaku " pinta yuanna kemudian.
"Hahahhaah" tawa Shin tidak tertahankan lagi.. dia melepaskan pelukan yuanna kemudian.. Shin menatap wajah Yuanna dengan lembut.. '"tunggulah aku" ucapnya kemudian..
"Tunggu" yuanna merasa aneh dengan kata kata Shin..
"Hmm" angguk Shin "tunggulah aku" ucapnya lagi..
"HM.. baiklah " yuanna yang merasa bahwa Shin akan pergi,, dia lalu duduk diatas tanah..
"Kenapa kau tiba tiba duduk !?"
__ADS_1