
Aku bangun dari tidurku.. aku melihat Shin berada disamping tubuhku.. dia duduk dikursi dan tertidur,, kepalanya bersandar pada tangan yang dilipat.. benar sekali.. aku ingat tadi aku dan Shin sedang berada diruang kerja.
“ Kau sudah sadar? Lemah sekali tubuhmu baru dipeluk saja sudah pingsan? " Ledeknya kepadaku.. Shin sudah bangun, dia membenarkan posisi duduknya.
Kenapa wajahnya sangat pucat?
Mana mungkin dia khawatir denganku bukan?
“Ah.. maaf.. aku tidak tahu kenapa tiba tiba jantungku berdetak kencang sekali.. lalu aku merasa sangat ketakutan” ucapku kepadanya..
“Hahaha” Shin tertawa .. apanya yang lucu.. disaat seperti ini dia bisa tertawa.. benar.. baru kali ini aku lihat dia tertawa lepas seperti itu.. tapi aku juga merasa heran..tidak ada hal yang lucu..kenapa dia malah tertawa.! Tapi kenapa aku merasa jika ia tertawa maka wajahnya terlihat semakin tampan.
“kenapa kau tertawa.. apa yang lucu?” Tanyaku padanya.. aku lalu mengambil posisi duduk..
“ Tidak.. hanya aneh saja..kau ketakutan hanya karena dipeluk..sebelumnya aku telah memelukmu.. kenapa kau tidak takut?” tanyanya kepadaku..
benar..
kenapa bisa begini..
ketika Sien memelukku aku juga tidak merasakan hal seperti ini sebelumnya.
__ADS_1
“Aku tidak tahu.. aku belum pernah merasakan detak jantungku sekuat ini sebelumnya” jawabku.. aku juga merasa aneh pada diriku sendiri.
“Bagaimana dengan Sien, bagaimana jika dia yang memelukmu? apakah kau juga merasakan hal seperti itu ketika dipeluk olehnya?” tanya nya lagi.. apa dia tahu jawaban dari keanehan yang kurasakan ini.? Kenapa dia bertanya-tanya seperti seorang dokter.
“ tidak pernah.,, kan tadi aku sudah bilang.! aku baru merasakannya kali ini, itupun karena kau yang memelukku.” jawabku tegas.. dia bodoh atau pura pura bodoh. Jelas sekali aku sudah menjawabnya.
“ehm” dia menganggukan kepalanya .. apa mungkin dia tahu jawabannya..
Kenapa aku merasa dia sedang menyembunyikan sesuatu kepadaku?
“apakah kau pernah memiliki keinginan untuk mencium Sien sebelumnya?” hahah bodoh sekali ... untuk apa aku ingin menciumnya. Dan lagi, dari tadi, kenapa dia selalu mengaitkan masalahku ini dengan sien sih?
“tentu saja tidak pernah.. bahkan untuk memeluknya pun aku tidak pernah terpikirkan olehku. Kalau dipikir-pikir, rasanya aneh sekali kalau mencium sien..pffft”aku tertawa kecil..
“Lalu bagaimana denganku?” malu sekali.. tentu saja aku ingin sekali menciummu..kenapa dia menanyakan hal memalukan seperti ini..
“Tentu saja aku ingin sekali” aku jawab dengan suara pelan..benar benar memalukan bagiku untuk menjawabnya..aku menggaruk garukan pipi ku yang tidak gatal.
“Hmm.. itu artinya kau sudah jatuh cinta kepadaku” bodoh sekali..aku juga sudah tahu hal itu.. aku memang suka padamu.. aku suka cowok tampan.. hahaha.. aku ini memang mudah jatuh cinta.
“Hahahahah... benarkan yang kukatakan.. sekarang sudah terbukti aku sudah jatuh cinta padamu.. jadi tugas ku sudah selesai” aku tersenyum kepada shin,, lalu shin tiba tiba berdiri, wajahnya berubah menjadi sangat menyeramkan.
__ADS_1
“ Bagus..tentu saja tugas mu belum selesai. sekarang kau harus menjalankan misi keduamu.. kau harus bantu aku menghancurkan keluarga Co.. tentu saja aku sudah tahu dari awal bahwa kau sudah menyamar masuk kedalam perusahaanku.”
Aku terkejut mendengarkan Shin berkata seperti ini..ternyata ini yang dia rencanakan..membuat ku menyukainya lalu membantunya mengahancurkan sein dan lagi dia sudah menyadari aku adalah Go ansi.
“ kemarin diruanganmu kau katakan kau suka denganku,! Dengan ku sebagai go ansi atau denganku sebagai istrimu?” Aku penasaran sekali.. dari awal dia sudah tahu siapa aku.. jadi siapa yang disukai sebenarnya.
“Kau jangan berharap terlalu tinggi.. kamarin tentu saja aku membohongimu.. aku hanya ingin membuat mu mengakui siapa dirimu yang sebenarnya.. bagiku mustahil untuk menyukaimu atau bahkan menyukai Go ansi..”
ah benar..
dia mungkin tahu aku menyukainya.. kalau dia mengatakan suka pada Ansi aku pasti akan cemburu dan berakhir marah kepadanya.. lalu tanpa sengaja membuka identitas ku.. untung saja aku bisa mengontrol hatiku.. y sudahlah ..begini pun tidak masalah.. lebih baik mengetahui dari awal bahwa orang yang kusukai tidak menyukaiku.. daripada harus berharap lebih padahal harapan itu tidak pasti.
“Baiklah baiklah..tidak perlu kau jelaskan,, aku juga mengerti situasimu..kau tidak perlu khawatir tentang aku.. aku tidak akan berharap banyak padamu.. cukup bagiku untuk kau merawat kakak ku hingga sadar.. dan aku akan menjalankan misi ku” jelasku sembari mengibaskan telapak tangan keudara..
“Baguslah kalau kau paham.. ingat jaga dirimu sendiri baik baik..jika kau mendapatkan kesulitan suatu hari nanti.. aku tidak akan bisa membantumu.. jaga kesehatanmu juga, mulai hari ini kau akan menghadapi bahaya besar.” Benar aku harus bisa menjaga diriku sendiri
“Keluarga Co bukan orang yang mudah untuk dihancurkan..dibelakang mereka ada beberapa keluarga yang mendukung.. seperti Lu, Zin ,Shen , Ou dan yang paling akan sangat sulit kau hadapi adalah keluarga Xu.. ayahmu sendiri” lanjut shin lagi. sungguh..aku sangat tidak menyangka bahwa ayahku ternyata adalah bagian dari pendukung keluarga Co..pantas saja dia begitu mudahnya memberikan aku kepada sien.. apa mungkin aku kuat berhadapan dengan ayahku sendiri...kakak.. aku sangat membutuhkan mu..cepatlah sadar..tolong gantikan posisiku saat ini.
“Kau mau aku menghancurkan ayahku?” tanyaku lagi kepada Shin.. siapa yang akan aku pilih..ayahku atau suamiku,.. pilihan apa yang akan aku ambil.
“Tentu saja .. kau punya pilihan.. kau pilih ayahmu atau kakakmu?” benar sekali.. Saat ini aku punya kakak yang harus aku lindungi sekuat tenaga.. ayah .. maaf.. aku tidak bisa jadi anak yang baik.
__ADS_1
“Baiklah.. aku akan membantumu.. “ tegasku lagi
“Kau harus tetap berpura pura sebagai Go ansi.. itu akan lebih aman bagimu untuk menjalankan tugas karena yang keluarga Co tahu,,Ansi adalah orang yang bodoh.. aku tahu secerdas dan selicik apa dirimu... keluarkan semua kemampuanmu.. ingat hutang budimu kepadaku terlalu banyak.. akulah yang menyelamatkanmu.. dan akulah yang mengambilmu ketika keluargamu membuangmu ketempat Sein...pastikan melakukan tugas mu dengan hati hati” Shin mengelus elus kepalaku.. lalu pergi meninggalkan ku yang saat ini sedang merasa gelisah.. aku harus menguatkan hatiku.. .aku akan memulainya dari keluarga Zin terlebih dahulu.. aku ingin membalas perbuatan lian yang telah menamparku beberapa minggu yang lalu.. langkah selanjutnya akan aku pikirkan nanti..yang terpenting berusaha untuk tidak ketahuan ketika aku menyamar nanti.