
"Hmm...tunggulah aku" Joila lalu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan yuanna yang masih menangis.. dia menghentikan sejenak langkahnya untuk melihat yuanna lagi ketika telah sampai didepan pintu.. saat itu Nana dan Arra sudah berada didekat yuanna.. mereka bertiga menangis bersama.. Joila tersenyum bahagia..dia mengingat beberapa bulan yang lalu yuanna masih belum memiliki teman dekat,, saat itu dia merasa lega melihat ada orang yang menangis bersamanya.
********
Perjalanan yang menghabiskan waktu selama 3 jam akhirnya telah sampai.. yuanna berdiri dibawah sebuah bukit yang sangat ia kenali ,, bukit yang pertama kali ditemukan Shin ketika mereka masih SMA..
Bukit itu terlihat berbeda dari sebelumnya.. Ada tangga yang terlihat baru saja dibuat untuk menaiki bukit tersebut.. Yuanna terus berjalan menaiki anak tangga satu demi satu sampai ia akhirnya naik kepuncak bukit tersebut...
Kosong,, tidak ada orang sama sekali diatas bukit tersebut.. Yuanna terus berjalan menelusuri bukit tersebut mencari cari keberadaan Shin yang harusnya menemuinya..
"Tuuuuttttt.. baammm" suara kembang api mengejutkan yuanna.. yuanna memandang keatas langit yang dipenuhi kembang api malam itu..
"Yuanna" suara yang sangat familiar ditelinga yuanna telah mengejutkannya seketika..yuanna membalikan tubuhnya dan melihat orang yang dicari carinya sedang berdiri di anak tangga terakhir..
"Shin" air mata yuanna terjatuh seketika melihat seorang laki laki yang sangat ia cintai berjalan menghampirinya.. suara kembang api meriuhkan pemandangan bukit malam itu..
__ADS_1
"Aku merindukanmu" Shin yang telah mendekati yuanna lalu memeluk lembut wanita yang dicintainya itu...
"Shin,, benarkah kau mencintaiku,, benarkah Shin! Semua orang bilang kau mencintaiku.. kau tidak mencintaiku sebagai adik kan Shin,, kau mencintaiku sebagai wanita kan Shin...'"
"Kau cerewet sekali,, " Shin menyela perkataan yuanna sembari melepaskan pelukannya.. dia mengambil sesuatu didalam jas biru tua yang ia kenakan malam itu.. Shin memegang sebuah kotak berisi kalung berlian yang sengaja dipersiapkannya untuk yuanna malam itu.. dia mengambil kalung tersebut lalu membuang kotak yang dianggap tidak penting untuknya .. Shin memakaikan yuanna kalung yang Berbandulkan kata YS dileher yuanna.. perasaan yuanna saat itu sedih bercampur bahagia.. sedih karena melihat orang yang dicintai tampak kurus dan wajahnya pucat..
"Yuanna.. aku mencintaimu" ucap Shin setelah memakaikan kalung untuk yuanna kemudian ia mencium bibir yuanna dengan lembutnya yang dibalas oleh yuanna seketika.. suara kembang api menambah kemesraan mereka malam itu..
Joila tersenyum dibawah bukit memandang Shin dan yuanna yang akhirnya saling mengetahui perasaan mereka masing masing selama lebih dari sembilan tahun tersembunyi. dia merasa sangat lega akhirnya orang yang selama ini dilindunginya telah bahagia..
"Sejak kapan kau menyukaiku !" Yuanna membuka suara,, dia sangat penasaran dengan Seorang Shin yang bisa menyukainya.. Yuanna tidak pernah menyangka dalam hidupnya untuk bisa dicintai oleh Shin.
"Kan aku sudah bilang ketika kau menyamar jadi Go ansi di ruangan kantor Sun lama" Shin mencium kepala yuanna.. dia merasa lega akhirnya bertemu lagi dengan orang yang dicintainya yang belum ia temui selama lebih dari satu bulan.
"Jadi yang kau bicarakan itu aku dan bukan bibi Ansi'" yuanna menarik kepala yang bersandar dari tubuh Shin untuk memandang langsung wajah laki laki muda itu..
__ADS_1
"Tentu saja itu kau,, walau seperti apapun kau menyamar aku pasti akan mengetahuinya.. yuanna... Kau bagiku tidak pernah berubah" Shin menarik pinggang yuanna yang telah merenggang untuk mendekat ke tubuhnya lagi.. merasa tidak puas dengan yuanna yang hanya duduk disebelahnya,, Shin lalu mengangkat tubuh yuanna untuk duduk dipangkuannya..
"Jadi kau benar benar memandangku berlatih bola voli?" Tanya Yuanna yang telah duduk dipangkuan shin..
"Hmm"angguk Shin sembari memeluk yuanna dari arah samping.. kaki Yuanna ia lonjorkan diatas kursi panjang yang terbuat dari kayu saat itu.. "kenapa kau tidak balik memandangku!?" Shin mencium pipi yuanna,, tangan kirinya mengambil kepala yuanna yang sudah sejajar dengan kepalanya untuk bersandar dibahu Shin.
"Bagaimana mungkin aku berani memandangmu,, kau tidak tahu berapa banyak fans mu yang akan menyerangku jika aku sedikit saja memandangmu,, dan lagi aku juga sengaja berlatih dilapangan hanya untuk melihat mu bermain sepak bola,, walaupun saat itu aku takut anjing.. aku tetap berlatih dilapangan yang sama denganmu,, sesekali aku melirik kearahmu,, aku kira saat itu kau memandang ke Arra yang juga bermain bola Tenis" yuanna mulai memegang bahu Shin dengan sebelah tangannya.. dia tersenyum bahagia ketika mengingat masa SMP nya,, dia tidak menyangka bahwa Shin sudah lama menyukainya..
"Mana mungkin aku memandang Arra,, suka saja tidak,,, aku hanya menyukaimu ,, tidak pernah ada wanita lain didalam hatiku" Shin mencium kepala yuanna lagi sembari mengetatkan pelukannya sesaat kemudian meranggangkannya.. Shin sangat menginginkan yuanna malam itu tapi dia masih menahannya.. "awalnya aku melihat mu melompati pintu gerbang sekolah dari atas atap.. tapi aku belum menyadari ternyata itu kau,, lalu saat hujan deras ,,aku yang tidak membawa payung berlari menuju mobil tanpa sengaja melihatmu sedang berlatih bola voli.. sejak saat itu aku mulai tertarik dengan mu lalu mencaritahu tentangmu,, aku tidak menyangka kau adalah anak guruku.. sejak saat itu aku selalu mencarimu,, dan memandangmu dari kejauhan..aku yang saat itu belum cukup kuat untuk melindungimu dari keluargaku tidak berani mendekatimu,,aku hanya bisa mengikutimu bahkan sampai kedanau dekat sekolah.. setiap kau bertemu dengan Sien ketika makan siang,, aku selalu berada disana memandang kalian berdua.. bukan,, aku hanya memandangmu, aku juga mendengar semua percakapan kalian.. saat itu aku pengecut sekali.. tapi ketika aku berada dijerman,, Paman Sam tiba tiba menghubungiku dan mengatakan bahwa dia akan mengajarkan kepadaku cara membuat obat obatan Xu lagi,, tentu saja aku merasa sangat senang,, aku memaksa nenekku untuk membiarkan aku pergi,, dan mulai dari saat itu aku pindah ke rumahmu dan menghabiskan waktu bersamamu.. yuanna,, aku bahagia selama hidup denganmu,, aku sangat mencintaimu" Shin merenggangkan tubuh yuanna lalu mengambil bibir wanita itu lagi dengan mulutnya.. dia mencium yuanna dengan lembut yang kemudian dibalas yuanna... Shin mulai bergerak menuju leher yuanna.. tangan yang tadinya berada dikepala saat itu telah bergerak menuju kedada yuanna.. Shin menciumi aroma tubuh yuanna..
"Shin,, aku menemukannya! Aku menemukan peta yang kau cari!'" Ucapan yuanna membuat Shin terkejut seketika.. dia merenggangkan pelukannya ingin mendengar informasi lebih lanjut dari yuanna..
"Dimana!" Tanya Shin yang sangat penasaran..
******
__ADS_1
"Peta ditemukan.. aku akan kirim tempatnya keemail mu" Idris yang belum menyelesaikan ucapannya dikejutkan langsung dengan ucapan Shin... Dia yang saat itu berada diruang kantornya dengan buru buru mengambil jas nya dan membaca pesan yang dikirim Shin di email ponselnya..