Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
desa ini


__ADS_3

Shin menghentikan mobilnya tepat dirumah tidak berpenghuni,, rumah itu sangat tua bahkan atap rumahnya hampir jatuh..dibelakang rumah tersebut berdiri pohon kelapa tinggi dan didepannya berdiri sebuah pohon manggis yang saat itu sedang berbuah..


“Kenapa kau berhenti disini?” tanya yuanna yang saat itu telah terbangun dari lamunannya.


“Pergi sana melapor ke pak RT,, bahwa kau sudah datang Kembali dan akan menginap beberapa hari didesa.. bagaimanapun juga,, kau kan salah satu dari warga didesa ini” perintah Shin kepada yuanna,, saat itu rumah RT didesa tersebut berada sedikit lebih jauh dari tempat shin menghentikan mobilnya.. hal itu membuat yuanna kesal harus berjalan beberapa langkah menuju kerumahnya..


“Kenapa disini berhentinya” keluh yuanna kepada shin.. shin tidak menjawab perkataan yuanna,, dia hanya tersenyum nakal melihat kearahnya.. yuanna tahu bahwa saat itu shin pasti sedang mengerjainya.. dia membuka pintu mobil lalu membantingnya untuk kemudian berjalan menuju rumah RT,,Shin yang masih duduk dikursi mobil menatap lembut kepergian yuanna.. dia terbayang saat mereka berdua berjalan bersama sama setelah pulang sekolah melalui jalan tersebut... pandangannya mulai dialihkan ke rumah kosong yang ada disebelahnya setelah yuanna masuk kedalam rumah RT desa tersebut.. Shin keluar dari mobilnya lalu menyandarkan Diri dimobil sembari melipat kedua tangannya dan menyilangkan kaki nya,, dia tersenyum sedih sembari mengingat sesuatu.


*******


5 Tahun yang lalu (kedatangan idris kembali kedesa untuk liburan)


“Mana galanya.. lama sekali gerakanmu” keluh idris kepada yuanna yang sedang membawa gala panjang kearahnya.. saat itu rumah yang kosong yang ditatap shin masih terlihat sangat bagus dan juga berpenghuni..


“Berat tahu... “ keluh yuanna kepada idris.. tiba tiba gala yang tadinya berada dibahu yuanna terangkat.. yuanna yang terkejut lalu melihat kesebelah dan menemukan Shin sedang mengangkat gala panjang tersebut menggantikannya..


“Kau sudah meminta izin pemilik rumahkan? Aku takut mereka mengira kita mencuri” tanya idris meminta keyakinan..


“Sudah. Tenang saja” ucap Shin sembari berjalan menuju kearah idris..sementara Yuanna jatuh terduduk malas memandang kepergian shin.


“Oyyyy.. ketiga saudara.. apa yang sedang kalian lakukan” seru Pak RT yang kebetulan melihat mereka dari tepi jalan... ketiga saudara adalah panggilan julukan yang disebutkan orang orang didesa tersebut kepada shin,,idris dan yuanna ketika mereka sedang bersama.


“Mengambil kelapa,, kami ingin membuat es sirup kelapa siang ini ,,Pak RT” Jelas Idris saat itu yang sudah menaikan galanya keatas pohon.


“Oh..ada pak RT” seru pemilik rumah laki laki yang kebetulan keluar dari rumahnya..


“Iya.. melihat ketiga saudara mengambil kelapa,, membuat bapak RT ini ingin bergabung.. hahahaaha” jelasnya membuat khawatir shin,,yuanna dan idris.. mereka tahu bahwa RT mereka itu pasti akan meminta es sirup kelapa yang akan mereka buat.

__ADS_1


“Ah... kalau pak RT berkata demikian.. biar aku saja yang mengambil Kelapanya” ucap pemilik rumah mengajukan diri membuat yuanna,,shin dan idris merasa senang seketika.. tiba tiba terdengar suara sesuatu jatuh dari atas pohon manggis.. melihat itu,, ketua RT dengan sigapnya mengambil sebuah manggis yang baru saja jatuh untuk kemudian memberikannya kepada yuanna.. setelah itu dia berjalan mendekati pohon kelapa untuk menolong pemilik rumah mengambil kelapa.


“Pak RT..makasih buah manggisnya” ucap yuanna kepada pak RT yang lalu mengacungkan jempol keatas.. dengan cepatnya yuanna mendekati Shin dan idris yang sedang duduk berdua.. “Ayo kita makan bersama?” ajak yuanna kepada mereka..


“Haaa.. makan saja sendiri..satu buah mana cukup dibagi” ucap shin menolak..


“Makan bersama” paksa Yuanna lagi membuat idris dan Shin tidak dapat menolak permintaan orang yang mereka sayangi.


“Baiklah baiklah.. “ jawab idris mengiyakan.


“Pertama tama..hitung dulu kelopak yang ada dibawah pantat manggis ini,, jadi kita tahu berapa banyak isinya” jelas yuanna menjengkelkan idris dan Shin yang sudah tahu hal tersebut..


“Sudah tahu,, kau kira aku bodoh ya!” ucal Shin geram..


“Ya sudah ya sudah... kalau sudah tahu ,, cobalah menghitung..lalu kita bagi setelah membukanya” perintah yuanna kepada shin membuat Shin semakin geram.. karena melihat wajah Shin yang kesal ,, idris mengambil buah mangga tersebut dan menghitungnya..


“Baiklah..kalau begitu.. shin dan kakak dua sementara aku tiga..” ucap yuanna memutuskan seenaknya..


Idris lalu membuka buah manggis tersebut yang ternyata isinya hanya lah lima..


“Kenapa isinya adalah hanya ada 5..?” tanya yuanna tidak percaya..


“Bohong.. hahahhaahah “ tawa idris senang mengerjai adiknya..


“Kalau begitu..kau makan saja satu yang paling besar ini” ucap shin sembari memasukan satu bagian kedalam mulut idris.. lalu mengambil seluruh bagian dan memasukannya kedalam mulut.


“Hei.. bagianku mana” pinta yuanna sembari meraih pipi Shin untuk meminta bagiannya dari mulut shin..

__ADS_1


“Habis..hahhahahahaha” tawa Shin senang saat itu.


“Ini tidak adil..aku mendapatkan bagian yang besar dengan biji yang lebih besar daripada dagingnya” ucap idris tidak terima sembari menggelitik perut Shin.. Yuanan yang melihat itupun ikut membantu kakaknya.


“Hahahahah..hei kalian berdua..hentikan ini..hahhahaah” ucap Shin tidak dapat menahan tawanya.


******


Shin yang saat itu sedang memandang kerumah kosong tersebut tiba tiba tersadar mendengar sesuatu jatuh dari pohon manggis,, dia mendekati pohon tersebut lalu menemukan sebuah manggis tergeletak jatuh diatas tanah dibawah pohon..shin lalu mengambil buah tersebut kemudian membawanya kembali ke mobil.. sesaat kemudian yuanna telah kembali dari rumah RT desa tersebut dan mendekati shin.


“Buka mulutmu” perintah Shin kepada yuanna.


“Hah” ucap yuanna tidak mengerti..


“Buka mulut mu,, ku bilang” perintah shin lagi,, yuanna yang memang sulit menolak perintah Shinpun menurutinya dengan membuka Mulutnya.. Shin yang telah membuka Buah manggis tersebut,, memasukan beberapa bagian kedalam mulut yuanna.. kemudian memasukan bagian lainnya kedalam mulutnya.


“Emm.. kau dapat buah manggis dari mana” ucap yuanna sembari meletakkan salah satu telapak tangannya kemulut.


“Dari situ” ucap shin yang masih mengunyah manggis sembari menunjuk kearah pohon manggis yang ada didepannya.


“Kau mencuri ya” tuduh yuanna yang kemudian mencoba memuntahkan buah manggis yang telah ia telan..


“Bodoh.. rumah itu saja sudah kosong.. itu artinya buah ini tidak ada lagi yang memilikinya” jelas shin membuat yuanna terpaku seketika.. dia tidak menyangka ,, setelah sekian lama tidak pernah mendengarkan panggilan bodoh yang biasa dilontarkan shin,, akhirnya saat itu bisa mendengarkannya kembali..matanya mulai berkaca kaca ,, dia hampir saja menangis..


“Oy... dua saudara” teriak pak RT dari depan rumahnya sembari melambaikan tangan.. dia juga mengisyaratkan Shin untuk datang menemuinya. Shin tersenyum memandang RT desa yang sudah lama bekerja untuk desa dan tidak pernah tergantikan.. wajah nya saat itu mulai menua dan rambutnya sudah banyak memutih berbeda dengan yang ia lihat 5 tahun yang lalu. Shin dan yuanna masuk kedalam mobil mendekati pak RT.


“Aduhhh.. dua saudara ini sudah dewasa sekali.. Shin sudah tumbuh sangat tampan dan jauh lebih tinggi dari tiga tahun yang lalu saat membeli rumah besar di bawah bukit,, yuanna juga tumbuh menjadi lebih cantik dan anggun daripada sebelumnya.. ayolah shinn masuk.. kenapa kau tidak mau menemui pak RT mu ini.. “ puji Rt tersebut..lalu menarik tangan shin. Shin yang saat itu tidak bisa menolak pun mengikuti langkah kaki RTnya untuk masuk berkunjung.

__ADS_1


“Rumah dibawah bukit..maksudnya villa yang dulu pernah aku minta kepada shin untuk membawa ku kesana.. ternyata dia sudah membelinya ya dan dia juga tidak pernah membawaku pergi kesana,, shin setega itukah kau denganku?” gumam yuanna dalam hati menatap shin dari belakang dengan sangat menyedihkan.


__ADS_2