
Silly dengan menahan rasa kesal didalam hatinya berjalan masuk keperusahaan Ou untuk menemui natto yang telah mengingkari janji untuk membuat silly masuk kedalam televisi..
Dia tanpa sengaja melirik kearah kostumer servis yang telah berganti orang menunduk kearahnya.. karena dia harus bergegas menemui natto,, silly tidak terlalu memikirkan apa yang terjadi dengan konstumer sevis sebelumnya..
Pintu lift telah terbuka,, Silly melihat dua orang dewasa berdiri didepan pintu lift.. satu diantaranya wanita yang lainnya adalah laki laki separuh baya..
Wanita itu terkejut melihat Silly,, silly yang telah keluar merasa aneh dengan wanita cantik yang tiba tiba meneteskan air matanya dan memeluk Silly seketika..
"Ha... Yuanna" tangis wanita itu keras mengejutkan Silly .
"Aku bukan yuanna,, aku kembarannya" jelas silly sembari membalas pelukan wanita itu
"Yuanni" ucap wanita itu lagi masih dengan memeluk hangat silly..
"Aku bukan yuanni.. aku silly.. anda siapa?" Tanya silly merasa bingung dengan wanita cantik bahkan menurut silly,, dia adalah wanita tercantik yang ia pernah temui..
"Siapapun namamu,, aku tidak peduli.. aku Arra,, yuanni... Aku sahabat dekatmu.. bahkan sangat menyayangimu dan kau juga sangat menyayangiku.. aku dan kau adalah teman sejak Smp.. yuanni.. aku sangat merindukanmu.. sungguh merindukanmu" jelas Arra sembari melepaskan pelukannya dari Silly dan menghapus air mata dipipinya..
"Maaf,, tapi aku bukan yuanna atau yuanni'" silly berusaha meyakinkan Arra tentang namanya..
"Hmm"angguk Arra.. "siapapun namamu.. mulai sekarang aku akan memanggilmu yuanni" ucapnya sembari memeluk silly lagi membuatnya kesal.. dia tidak menyukai dengan panggilan nama yang dirubah seenaknya oleh Arra..
"Yuanna,, terima kasih telah kembali"ucap laki laki separuh baya yang terharu berada disebelah Arra..
"Namaku Silly paman.. dan lagi ini bukan negaraku.. aku juga bukan yuanna!" Jelas Silly memandang laki laki separuh baya itu penasaran.
"Siapapun namamu,, darimanapun kau berasal.. Itu tidak masalah.. " laki laki itu mendekati Arra yang masih memeluk terharu silly dan tidak ingin melepaskannya.. "kau adalah orang yang sangat dicintai anakku... Terima kasih telah kembali.. karena mu.. Shin sekarang sudah jauh lebih baik" jelasnya ,, matanya mulai berkaca kaca mengingat keadaan Shin beberapa bulan yang lalu.. " sudah.. ayo kembali" dia menarik tubuh Arra yang masih memeluk Silly ,, silly terpaku membisu melihat kedua orang tersebut masuk kedalam lift.
__ADS_1
"Yuanni... Jangan tinggalkan aku lagi..berjanjilah" teriak Arra saat pintu lift hampir tertutup..
Setelah kepergian mereka.. silly memandang kedua lututnya yang telah tertutup perban.. dia menyadari bahwa Shin adalah orang yang telah merawat lututnya tersebut sehari yang lalu tanpa diketahuinya..
"Mungkin benar,, laki laki brengsek itu sangat mencintaiku" gumamnya dalam hati tersenyum lembut memandang kedepan setelah menghembuskan nafas.
"Sayang ,, kau sudah datang" suara natto terdengar ditelinga Silly.. silly yang tadinya menatap lift mengalihkan tubuhnya kesumber suara..
"Natto brengsek... " Maki Silly kemudian membuat natto merasa geli mendengar kemarahan tiba tiba silly..
"Aku.. kenapa! Sini peluk aku.. aku akan meminta maaf kepadamu apapun itu salahku" ucapnya sembari memberikan tubuhnya kepada Silly.
"Natto.. kau keterlaluan sekali.. aku sudah lelah dan bahkan tidak digaji sedikitpun menyapu jalanan.. tapi kau tidak membiarkan aku masuk kedalam televisi... Kau sengaja kan" maki Silly mulai mendekati natto yang bersiap siap untuk memeluknya..
"Ada.. kau ada didalamnya silly" ucap natto mulai memeluk Silly tapi ditolak oleh wanita tersebut..
"Tunggu aku di rumahmu,,, aku akan bawa videonya dan memperlihatkan buktinya kepadamu" ucap lembut natto sembari menggenggam kedua bahu silly.. natto memandang wanita tersebut dengan penuh cinta..
"Baiklah.. tapi awas saja kalau berbohong..sungguh menemuimu pun aku tidak akan pernah mau" ancamnya membuat hati natto bergetar tiba tiba.. natto saat itu sangat takut akan kehilangan wanita yang disukainya lagi.. baginya,, hanya dekat dengan Silly adalah kebahagian yang ia miliki.. walaupun dia sadar tidak dapat memiliki wanita tersebut tapi asalkan dapat selalu melihat silly.. itu sudah lebih daripada cukup untuknya..
"Tenang saja.. aku akan buktikan kepadamu.." ucapnya lembut lagi sembari mengelus kepala wanita yang ia sayangi itu "kembalilah" pintanya yang dianggukan Silly kemudian..
*******
Silly duduk bersebelahan dengan Shin,, mereka berdua sedang menonton sebuah anime didalam televisi depan mereka sembari memakan sebungkus cemilan bersama..
"Kenapa aku merasa telah menonton Naruto sebelumnya ya,, aku juga bisa menebak cerita selanjutnya yang akan terjadi.. padahal aku belum pernah menonton Naruto sebelumnya" silly membuka percakapan sembari mengambil sebuah pilus ditangannya yang saat itu memegang bungkus Cemilan..
__ADS_1
"Aku juga merasa begitu,, aku bisa tebak, setelah ini Jiraiya Sensei pasti akan mati.. " Shin mengambil pilus dari tangan Silly lalu memakannya masih dengan menonton tayangan anime tersebut.
"HM" angguk silly "aku juga menebak hal yang sama.. " tambah Silly mengambil lagi pilus ditangannya..
"Kau wanita aneh... Kenapa bisa sangat menyukai menonton anime seperti ini!" Ucap Shin sembari melirik sedikit kearah Silly yang masih fokus dengan tontonannya.
"Aku juga tidak tahu.. aku sangat suka dengan tayangan yang berbau laki laki.. aku suka Kamen rider,, power ranger,, Ultraman,, super Sentai,, aku juga suka Naruto,,one piece,, Bleach,, dan banyak lagi... Sewaktu di Indonesia.. aku banyak menghabiskan waktu menonton one piece.. "jelas Silly menoleh ke arah Shin sejenak kemudian kembali menonton anime didepannya "sepertinya aku dulu sangat dekat dengan Sien.. mungkin semua yang aku katakan tadi adalah tontonan kesukaannya" jelas Silly membuat kesal Shin seketika..Shin yang tadinya mulai memasukan Tangan kedalam plastik pilus telah mengurungkan niatnya.. dia lalu mengambil remote tv dan mematikannya..
"Hei.. kenapa kau matikan'" teriak Silly tidak terima.. Shin berdiri dari Sofanya lalu berjalan menuju kabel televisi dan memutuskan sambungan kabelnya..
"Jangan nyalakan " perintahnya dengan tatapan tajam memandang kearah Silly yang tertegun melihat wajah marah Shin tiba tiba.. Shin dengan menahan kekesalan lalu mengambil lolipop diatas meja,, membuka dan memasukan lolipop tersebut kedalam mulutnya sembari berjalan mengantongi kedua tangan masuk kedalam kamarnya..
"Ada apa dengan dia?" gumam Silly dalam hati sembari menghempaskan tubuh keatas sofa memandang langit langit atap rumah dan memakan pilus yang tersisa..
*******
Malam telah tiba.. Silly terduduk diatas Sofanya sembari menunggu kedatangan Natto yang tidak kunjung tiba untuk memberikan bukti keberadaannya didalam televisi...
Dengan perasaan amat kesal dia mengambil ponselnya untuk menghubungi laki laki yang telah memanfaatkannya untuk membersihkan jalanan kota beberapa hari yang lalu..
"Kau bohong" maki Silly keras setelah natto mengangkat panggilannya..
"Aku didepan pintu sayang!" Ucap natto lembut kemudian membuka pintu rumah,, Silly yang mendengar pintu rumahnya terbuka lalu menolehkan kepala,, dia melihat Natto berdiri dengan menggenggam ponsel diikuti dengan Lian,, Idris.. Nana..dan joila
"Kenapa ramai sekali" tanya silly yang telah membalikan tubuh menatap natto dari atas sofa.
"Kami semua ingin melihatmu berada didalam televisi" ucap Idris bohong membuat silly tersenyum kecut.
__ADS_1