Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
ditemukan yang dicari


__ADS_3

Semua orang telah keluar dari ruang bawah tanah milik Yiu .. pagi itu mereka berencana untuk kembali kekota tanpa membawa Yiu.. yuanna berdiri sembari tersenyum memandang langit beberapa detik untuk kemudian menolehkan wajah kearah Yiu.


"Kakek.. terima kasih .. lain kali aku akan berkunjung" ucap yuanna kepada Yiu yang saat itu berada disampingnya..


"Baiklah... Segera kembali ... Ini adalah rumahmu sendiri" ucap yiu kepada Yuanna..


"Tentu saja.. ruangan ini bahkan aku yang menemukannya" ucap Yuanna merasa sombong membuat orang orang disekitarnya terkejut ..


"Hahahaha... Jangan bercanda seperti itu" ucap yiu mengalihkan perhatian..


"Hahahaha.. jangan menyembunyikan fakta begitu" ucap yuanna balik yang membuat Yiu tidak bisa menjawab apapun..


"Akhirnya kutemukan" ucap seseorang yang tiba tiba muncul ketempat mereka semua..


"Sien" ucap Shin sembari tersenyum kecut melihat kedatangan Sien dihadapannya . "Masuk" perintah Shin kepada semua orang..


"Shin" panggil Yuanna kepada Shin saat itu,, semua orang mulai khawatir.. Sien telah datang diikuti oleh Royan dan Zilan serta beberapa bawahan mereka dibelakangnya..


"Masuk" perintah Idris kemudian.. yuanna yang melihatnya hanya bisa tersenyum kecut.


Dengan sigap,, Joila menarik Nana,, Natto menarik Arra dan Lian menarik yuanna diikuti oleh Wan Zi dan Fan RI yang membawa Yiu masuk kedalam ruang bawah tanah.. Shin dan Idris berdiri berhadapan dengan Sien dan rombongannya..


"Ahhh... Kelompok elite telah tiba.. " sindir Idris sembari Meletakan sikut tangannya kebahu Shin untuk bersandar kepadanya.


"Hmm bagaimana ini,, sepertinya istri tercintaku sedang dalam bahaya" ujar Shin sembari memasukan tangan kedalam kantong celananya..


"Shin... Berikan yuanna.. saat ini dia sedang dalam bahaya.. kakekku sudah bergabung dengan kelompok pencari peta untuk menangkapmu,,, kau bahkan tidak akan bisa melindunginya lagi" jelas Sien dengan tatapan tajam mengarah kemata Shin..

__ADS_1


"Hahaha konyol sekali.. kelompok pencari petapun bahkan kau tidak tahu yang mana! Aku yakin kelompok pencari peta yang barusan kau ucapkan itu adalah kelompok peta Abal Abal... " Jelas Shin membalas tatapan tajam kearah Sien..


"Shin .. bagaimana ini,, lebih baik kita gabung kelompok pencari peta saja dibandingkan harus gabung kekelompok elite!" Saran Idris memanasi Sien..


"Ide bagus... Walau bagaimana pun saat ini yang mendukung aku jadi pemimpin mutlak adalah kelompok pencari peta... Dan kalau calon pemimpin mutlak yang dipilih oleh kelompok elite.. bergabung kekelompok pencari peta,, sepertinya akan sangat luar biasa" jelas Shin tersenyum mengejek..


"Idris.. kembalilah.. kakek mu akan segera keluar" perintah Sien yang kemudian mengalihkan perhatiannya kepada Idris..


"Hahahaha.. maaf saja.. aku tidak ingin menjadi pemimpin boneka .. jadi tidak ada niat sama sekali untuk kembali" ucap Idris dengan senyum kecut diwajahnya..


"Lari" perintah Shin yang kemudian dilakukan Idris.. Shin dan Idris berlari ke arah yang berlawanan saat itu.. mereka tahu Sien pasti akan mengincar yuanna... Karena merasa yuanna telah aman diruang bawah tanah.. Shin dan Idris yang tidak memiliki pistol harus melarikan diri dari Sien agar tidak menjadi ancaman bagi yuanna yang saat itu telah aman.


"Brengsek... Buka pintunya!" Perintah Sien kepada bawahannya.


"Tidak bisa bos... Tidak ada kunci pembuka... Pintunya seperti dinding tertutup rapat.. hanya ada botol kecil dan garis ditengah tengahnya!" Jelas bawahannya yang tidak bisa membuka pintu bawah tanah milik Yiu tersebut.


"Pintu darah" gumam Sien dalam hati lalu mendekati pintu tersebut.. dia terkejut ketika melihat garis merah yang ada ditengah tengah pintu tersebut "Xu" ucapnya kemudian,," brengsek... Tidak bisa dibuka dari luar"maki Sien lagi yang saat itu sedang berjongkok dengan lutut diatas tanah.. Sien sangat geram ketika mengetahuinya dia bahkan mengepalkan tangannya dan meninju kepintu bawah tanah tersebut.. "cari Idris..." Perintah Sien kepada Royan dan Zilan yang segera dilaksanakan mereka.. "Shin,, hari ini kau akan mati ditanganku" gumamnya kemudian didalam hati sembari memandang kearah depan dengan tatapan kebencian.


Ditempat lain,, didalam ruangan bawah tanah,, Yuanna yang kesal karena sikap Lian yang tiba tiba menarik paksa tangannya masuk,, lalu membalikan tubuh nya kearah Lian.. untuk kemudian mendongak menatap wajahnya..


"Karena kau menarik ku paksa.. sekarang kau harus bantu aku menyelesaikan sesuatu" ucap pelan setelah matanya dan mata Lian saling beradu.


"Apa maksudmu!" Tanya Lian yang tidak mengerti...


"Tahan Joila untukku" perintahnya lagi kemudian membalikan tubuhnya kearah Joila yang saat itu sedang berjalan kearah pintu .


"Kau mau kemana?" Tanya Yuanna menghentikan langkah kaki Joila .

__ADS_1


"Tentu saja keluar membantu Shin.. kau mau mereka mati ya diserang oleh kelompok elite!" Ucap Joila lalu mencoba pergi .


"Dari mana kau tahu mereka kelompok Elit!" Ucap yuanna sembari mendekati joila.. Lian yang tahu bahwa Yuanna memiliki rencana tanpa penjelasan,, dia lalu melakukan apa yang telah diperintahkannya beberapa saat yang lalu .


"Hei . Lian kau mau apa!,, Lepaskan aku" pinta Joila sembari mencoba melepaskan tangannya yang telah di pegang oleh Lian dari belakang.


"Aku benar benar tidak tahu apa yang dipikirkan yuanna,, aku hanya menuruti apa yang dia katakan" jelas Lian membuat Joila kesal..


"Bodoh.. Shin saat ini dalam bahaya.. aku harus pergi" maki Joila masih mencoba melepaskan diri.. Yuanna yang telah mendekati joila kemudian memasukan tangannya ke dalam celana training joila.. membuat semua orang terkejut melihatnya begitu juga Lian...


"Yuanna.. apa kau gila!" Ucap Lian tidak menyenangi sikap Yuanna.. kemudian..


"Door"... Suara tembakan pistol terdengar melengking diruangan tersebut.. Yuanna.. dia mengarahkan pistol yang dia dapatkan dari Paha Joila yang selalu dia bawa untuk melindungi Shin ke arah Natto.


Semua orang yang ada didalam Ruangan terkejut melihat sikap Yuanna..


"Hahaha..pantas saja kau selalu memakai celana training.. kau juga menolak untuk bermain power ranger bersamaku,, dan kau juga tidak mau mandi dipantai... Karena kau membawa selalu pistol ini di pahamu .." jelas Yuanna kepada Joila sembari menggelengkan kepala..


"Yuanna.. kenapa kau menembak adikku" tanya Nana tidak terima dengan sikap yuanna.. Lian yang merasa aneh dengan sikap yuanna terpaksa harus melepaskan Joila..


"Kembalikan!" Pinta Joila..


"Kau mau mati" ucap yuanna masih menodongkan pistol kearah natto..


"Apa maksudmu!" Tanya Joila yang kemudian memandang kearah natto yang saat itu masih berpura pura tidak tahu .


"Sayang. Kenapa kau menembak ku seperti ini.. aku tidak tahu salah ku apa..tembakanmu benar benar menakutiku" ucap natto memelas ke yuanna..

__ADS_1


"Wahahahha.. hahahha.. hahaha " tawa Yuanna sembari memegang perutnya dengan salah satu tangannya dan tangan yang lain memegang pistol..


"Dooor" tembak yuanna lagi. Tembakan tersebu ia tujukan kepada natto. Semua orang terkejut setengah mati melihat sikap yuanna yang semakin mengerikan dipandangan mereka.


__ADS_2