
Silly berdiri di tempat syuting dengan mengenakan pakaian serba biru bahkan sepatu juga berwarna biru.. dia telah bersiap siap untuk masuk kedalam kamera dan berakting sebagai penyapu jalanan hari itu.
Dari kejauhan Lian dan natto yang melihat Silly berdiri dengan menggenggam sapu dan tong sampah tertawa geli tertahan.. mereka tidak menyangka silly setuju dengan ide konyol yang diberikan natto.
"Roll on... Kamera action" sutradara mulai memberikan perintah akting dimulai... Dengan sigapnya silly menyapu jalanan sesuai dengan naskah yang diberikan..
"Cut" suara sutradara mengakhiri akting pemain drama hari itu.. semua orang hanya bisa menahan tawa melihat silly yang masih menyapu jalanan,, silly,, dia tidak mengetahui bahwa syuting saat itu telah berakhir.
Tanpa ia sadari setelah jalanan telah bersih ,, dia tidak lagi menemukan semua orang berada ditempat syuting tersebut.. Silly yang sangat fokus dengan menyapu jalanan hanya berdiri bingung ketika melihat semua orang telah menghilang menyisa kan Lian dan Natto yang tertawa kecil sembari menahan perut mereka dengan salah satu tangan..
"Sudah selesai ya.. kenapa tidak bilang" silly merasa kesal telah ditinggal .. dia yang telah membuat tempat syuting bersih tanpa satu helai sampah terpaksa harus menerima kenyataan bahwa dia tidak bisa melihat dirinya sendiri berada didalam kamera.
"Baru saja berakhir" ucap natto bohong menenang hati Silly yang telah mendekatinya..
"Kerja bagus Honey,, " puji Lian yang kemudian mencoba untuk memeluk silly tapi dihentikan natto..
"Sayang,, ayo ganti baju.. aku akan membawamu makan bakso hari ini' natto membuang sapu dan tong sampah yang ada ditangan silly .. lalu menarik tangannya.. Lian yang tidak ingin ketinggalan pun mengikuti mereka dari belakang.
"Disini ada bakso juga ya!'" tanya silly yang tidak percaya di negara lain tersedia makanan kesukaannya..
"Tentu saja" jawab natto masih dengan menarik tangan silly,, Lian yang berjalan dibelakang mereka tersenyum lembut merasa lega melihat sifat yuanna yang masih tidak berubah.
******
__ADS_1
Shin masuk keruang Idris atas permintaan Nana yang ingin membicarakan hal penting kepadanya..
Nana sudah terbiasa menggunakan ruangan Idris,, semua yang ada didalam ruangan tersebut bisa kapan saja dia sentuh dan Idris juga tidak pernah melarangnya..
Nana,, dia merasa sangat kecewa dengan sikap Shin yang telah berubah.. dia tidak menyangka Shin menolak kebenaran yang sudah pasti ada didepan matanya..
'"setelah Idris,, sekarang gantian kau lagi" Shin masuk kedalam dengan wajah kesal.. dia sangat tidak nyaman semua orang memaksa untuk terus bersama silly dan mengawasinya..
"Yuanna.. bukan,, maksudku silly,, dia telah menyelamatkanmu dengan menahan puluhan peluru yang menancap ditubuhnya tapi kau masih bersikeras menolak kedatangannya,," Nana mulai emosi dengan sifat sombong Shin setelah terlepas dari kesakitannya akibat kehilangan yuanna..
Shin menarik nafas lalu menghembuskannya,, dia mulai memaksakan diri untuk membalas ocehan Nana saat itu , "kau tidak tahu betapa perihnya hatiku ketika melihatnya,, perih bahkan sangat perih... Dan kau mau aku menahan rasa sakit hanya untuk melihatnya.. aku yakin pasti dimasa lalu dia telah membuat kesalahan yang besar terha...."
"Taarrrr" suara gelas terlempar pecah di hadapan Shin.. Nana dengan sangat emosi mengambil gelas yang ada didepannya lalu melempar kedepan Shin yang sedang berdiri .
"Ha... " Shin masih tidak percaya dengan ucapan Nana "Aku bahkan tidak dapat mengingatnya" Shin mencoba bersabar dengan menarik nafas yang kemudian dihembuskannya,, dia lalu melanjutkan perkataannya "kalau memang seperti itu,,. kenapa kalian memberikan obat penghalang ingatan kepadaku?" Shin masih tidak mau mengakui kesalahannya.. dengan rasa marah yang sudah tak tertahankan lagi..Nana lalu datang menghampiri Shin.
"Paaaak" pukulan tangan mendarat dipipi Shin..
"Kau lihat ini... Kau lihat" bentak Nana sembari mengambil tangan Shin dan menunjukan luka sayatan di pergelangan tangannya " kalau bukan kau yang ingin melukai dirimu sendiri,, kau kira kami mau memberimu obat itu... " Tambah nya lagi sembari menghempaskan tangan Shin keras.. Nana menggertakan Giginya menahan emosinya untuk memukul Shin kembali.. "bukan kau saja yang menderita" ucapnya lagi dengan geramnya.. "pergilah temui Yuanna,, jadilah managernya agar kau tahu perasaanmu yang sebenarnya kepada dia.. " perintah Nana lalu pergi meninggalkan Shin dengan menabrakan tubuhnya di lengan laki laki itu karena saking kesalnya. "Dan jangan tolak hatimu *****" tambahnya lagi dari kejauhan.
********
Silly berdiri memegang sebuah payung,, dia yang saat itu telah mengenakan pakaian serba biru dengan topi dan sepatu biru terpaksa menuruti perintah Shin memegang payung agar Shin tidak kepanasan terkena sinar matahari..
__ADS_1
Shin dengan ancamannya menolak untuk menjadi manager silly jika tidak menuruti perintahnya,, membuat silly harus menuruti semua kemauannya.. Silly tidak ingin kehilangan kesempatan untuk masuk kedalam televisi agar yuanna dapat menemukannya.
Shin duduk dengan santai dikursi berpayung ditempat syuting,, natto dan Lian hanya bisa pasrah melihat sikap seenaknya Shin yang disetujui Silly beberapa jam yang lalu.
"Kopi" perintah Shin yang segera dilaksanakan Silly.. dengan sigapnya silly berlari membeli kopi di supermarket yang tak jauh dari tempat syuting..
"Shin,, kau sungguh keterlaluan" Lian yang telah menghampiri Shin yang sedang duduk dengan santainya tidak terima dengan sikap Shin kepada silly..
"Bukankah dia sendiri yang menyetujuinya... Kalau kau tidak suka ..katakan saja kepadanya" senyum licik mengembang dibibir Shin ketika melihat wajah Lian penuh dengan kekesalan..
*******
Beberapa jam sebelumnya.
silly berada diruang kantor natto untuk mendengarkan hal penting yang natto ingin bicarakan.. dia berdiri dihadapan natto sembari melihat kearah Shin yang duduk santai melipat kaki diatas sofa.
"Silly,, sebagai seorang artis.. kau harus memiliki Manager.. jika tidak,, semua orang tidak akan menerima mu masuk ketempat syuting" jelas natto berbohong,, natto diperintahkan Nana untuk membuat Shin dekat dengan Silly sebagai managernya,, dia tidak bisa menolak permintaan kakaknya yang saat itu telah memiliki posisi jauh lebih tinggi darinya dinegara tersebut.
"Karena aku baru datang Kenegara ini,, aku tidak memiliki satu teman pun yang bisa dimintai pertolongan untuk menjadi managerku" jelas silly kepada natto agar dia membiarkannya tetap menjadi artis meskipun hanya artis office boy saat itu..
"Shin,, dia akan jadi managermu...."
"Dengan satu syarat" potong Shin tiba tiba.. "kau harus melakukan apapun yang aku perintahkan'" ucapnya kemudian... Membuat natto berdiri tidak bisa menerimanya.
__ADS_1
"Baiklah.. mohon bantuannya ya manager" jawab Silly secara langsung yang tidak bisa lagi di tolak oleh natto..