Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
lorong


__ADS_3

“ Shin Shin...ada apa ..aku dengar teriakkan yuanna” suara khawatir nenek mengejutkan kami.. setelah aku naik aku mulai mendatangi pintu untuk memberitahu bahwa kami baik baik saja..memang kamar nenek tidak jauh dari kamar yang kami gunakan saat ini.. setelah keluar dari kamar mandi.. Ehh..sebuah tangan memeluk ku dari belakang.


“Nenek...kami tidak apa apa”kata Shin tiba tiba.. Shin memelukku dari belakang ..lalu mencium tengkuk leherku.


“Shin jangan begitu” aku melarang Shin melakukannya..aku ingin memberitahu nenek bahwa aku baik baik saja.


“ Jangan buka pintunya...berpura puralah dulu .. saat ini aku ingin mencari tahu tentang ruangan itu” bisik Shin ditelinga ku.. tangan Shin lalu merayap menuju pahaku.


“Ahh..ahh..Shin iya iya aku pahamm..jangan sentuh yang itu” suara ku agak sedikit keras.


“Yuanna ..kau baik baik saja” tanya nenek kepadaku. sebenarnya aku tidak baik baik saja daat ini karena tingkah laku Shin.. Shin mulai memegang kulitku.. memasukan tangannya kedalam bajuku


“Nenek..ahh..nenekk.. aku ah..aduh Shin jangan begitu..nenek aku baik baik saja..hanya kami sedang sibuk..ahhh shin jangan sentuh yang itu.. jantungku berdetak kencang sekali...nenek maaf..” aku tidak bisa berkonsentrasi lagi..tidak hanya tangan Shin yang bermain main..Shin juga menggigit telingaku..dia lalu menyentuh bagian sensitif ku..membalikan tubuh ku kehadapannya lalu mencium bibirku.. aku mundur dia juga mengikuti langkah mundurku sampai punggungku menabrak dinding.


“Ahh..kalian sedang membuatkan Cucu untukku ya?” Tanya nenek dari luar pintu.. Shin melepaskan ciumannya.


“Iya nek..kami sedang ingin membuat cucu untuk mu..tenang saja jangan khawatir.. Yuanna sudah terbiasa berteriak seperti itu..nenek kembali saja kekamar” ucap Shin.. jantungku benar benar berdetak tidak karuan... Shin masih memelukku..setelah mengucapkan..Shin mengulangi kembali ciumannya.


“Oh..oke oke..baiklah nenek pergi. semoga sukses ya” ucap nenek menyemangati..lalu aku mendengar langkah kaki nenek pergi menjauh dari kamar.


Shin melepas kan ciuman dan pelukannya..tanpa pikir panjang lagi.. dia menarik tanganku masuk kamar mandi... padahal aku masih belum mengatasi debaraan jantungku...dan kini aku harus mengikuti langkah kakinya...Shin terlihat tenang tenang saja..apa dia tidak merasakan hal yang sama denganku..


Ruang bawah tanah ini seperti sebuah lorong.. sangat gelap..Shin mengambil Ponsel yang ada dikantung celananya.. lalu memnghidupkan lampu senter..dia menggenggam Erat tanganku..sesekali Shin memelukku ketika tikus lewat didepan kami..


setelah berjalan sekitar 30 menit kami menemukan jalan buntu... namun terdapat tangga besi yang sama dengan kamar mandi didinding tersebut. Didinding itu juga terdapat kran yang sama dengan yang tadi dikamar mandi. Aku memutar kran seperti sebelumnya.. Terbuka....

__ADS_1


Aku dan Shin saling memandang..aku tahu itu adalah isyarat untuk naik keatas dengan hati hati..


Setelah sampai diatas.. kami juga berada dikamar mandi yang desainnya sama dengan kamar mandi yang ada dirumah anya.. Shin lalu memutar kran yang ada dikamar mandi ini.. tiba tiba lantainya tertutup.. kami berjalan hati hati.. membuka pintu kamar mandi.. betapa terkejutnya aku ketika melihat ruangan diluar kamar mandi ..


Ruangan besar ini seperti sebuah ruangan rumah sakit.. ada beberapa orang terbaring dengan menggunakan tabung nafas dan tangan yang terinfus.. kami melihat satu demi satu orang orang tersebut.. aku ingat mereka seperti kakakku,, saat itu aku yang mencoba bunuh diri membuat Sien marah lalu memperlihatkan panggilan video dari dokter yang merawat kakakku.. pakaian dan segala perlengkapan mereka saat ini sangat mirip dengan semua yang dikenakan kakakku pada waktu itu.


Shin masih mengenggam lenganku..pandangan ku tiba tiba tertuju pada tubuh seorang wanita muda yang kira kira seumuran denganku.. wajah wanita itu sangat mirip dengan foto yang ada di kalung Natto.. ternyata dia adalah kekasih natto yang katanya sudah meninggal itu. Aku menghentikan langkah kakiku.. shin yang mengnggem tanganku juga ikut berhenti..aku ambil ponsel dari tangan shin yang lain..lalu aku foto tubuh wanita itu.


Tiba tiba terdengar suara obrolan dari luar ruangan..Shin bergegas menarikku lalu kami sembunyi dibawah tempat tidur wanita itu. Saat ini ia sedang memeluk erat tubuhku.aku bisa mendengar detak jantung didadanya..mungkin saat ini dia sedang khawatir .


“Tubuh idris sepertinya belum ditemukan.. padahal mereka menyuruh membawanya keluar negeri tetapi mereka malah menyalahkan kita" ucap suara laki laki salah satu dari mereka.


“ mereka memang tahunya menyalahkan orang saja.. dengar dengar tubuh idris sangat spesial.. mereka menempatkannya diruangan khusus.. dan aku juga sering melihat Nyonya Co sering mengunjunginya dengan membawa kotak bekal..” ucap orang yang lain.. saat ini aku sedang melihat Shin berpikir, dimana pun tempat nya dan bagaimanpun posisinya..Shin tetap saja sangat tampan..beruntung sekali aku bisa menikah dengannya.


“ masa sih? Aku tidak menyangka nyonya Co bisa perhatian pada pasien yang bahkan bukan saudaranya sendiri.. Bekal itu mungkinkah. ...................” Shin tiba tiba menciumku.. aku merasa terkejut saat dia melakukannya,tanganya mulai merayap entah kemana saja..konsentrasi ku mulai pecah dan aku tidak bisa mendengarkan obrolan mereka lagi.. ahh aku mengerti kenapa Shin melakukan ini..mungkin dia ingin menyembunyikan sesuatu tentang kakakku.. aku jadi ingat percakapannya dengan natto pertama kali aku melihat mereka bertemu.. idris yang di ucapkan Natto pasti adalah kakakku....


Kenapa Shin melakukan ciuman tadi?


Aku merasa dia sedang menyembunyika sesuatu dariku.


Benar, begitulah shin? Dari awal menikah sampai sekarang memang dia sudah sering menyembunyikan sesuatu dariku!.


Tapi tidak masalah.


Bagiku asal dapat membantunya dan membalas budi baik saja sudah lebih dari cukup.

__ADS_1


Akhirnya, Kami keluar dari bawah tempat tidur ini..


Shin masih tidak mau melepaskan tanganku.. dia menarik ku kesana kemari untuk mencari sesuatu yang mungkin dia butuhkan.. tiba tiba shin menemukan sesuatu di tempat sampah.. dia mengambil botol kecil bekas cairan.. dia memasukannya kekantung plastik dari tempat sampah.. lalu bergegas menarik lenganku pergi.


Tanpa sengaja.


mataku tiba tiba tertuju pada satu tubuh..tubuh laki laki separuh baya..aku merasa wajahnya mirip dengan seseorang yang kukenal.. tapi tidak ingat siapa.


Siapa dia?


Kenapa aku merasa sangat dekat dengannya!


Setelah aku pikir-pikir dan ingat-ingat!


Benar, kenapa wajah hampir mirip denganku!


Ahhh mungkin terjadi kesalahan pada mataku.


Mana mungkin ada yang mirip denganku, apalagi wajah laki-laki.


Kami masuk kekamar mandi diruangan tadi.. lalu shin memutar kran dan akhirnya aku merasa lega telah meninggalkan ruangan tadi.


Terus berjalan dikegelapan lorong, Shin, dia sangat melindungiku.


Kenapa aku merasa kejadian ini tidak asing lagi.

__ADS_1


Kejadian dimana shin menggenggam tanganku.


__ADS_2