Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
tak terlihat


__ADS_3

"Kami semua ingin melihatmu berada didalam televisi" ucap Idris bohong membuat silly tersenyum kecut.


"Apanya yang melihat,,muncul saja tidak" gumam Silly pelan.. dia merasa kesal ketika mengingat lagi kejadian kemarin yang tidak menemukan dirinya berada didalam televisi.


"Muncul kok.. tenang saja" natto memperlihatkan Sebuah kaset ditangan kepada silly..


"... Omong kosong" ucap Silly tidak mempercayai ucapan natto.. membuat semua orang yang berdiri memandang nya tersenyum geli.


Shin yang mendengar keributan diluar terpaksa harus keluar kamar untuk melihat keadaan.. dia terlihat kesal dengan kemunculan beberapa orang yang ia kenal sering mendekati Silly..


Dengan rasa khawatir silly akan didekati ,, Shin menghampiri silly lalu duduk disampingnya.


"Geser"perintah Shin kepada Silly.. silly yang merasa aneh dengan perintah tersebut lalu berdiri untuk menghindari Shin tapi tangan Shin menarik duduk silly kembali.. "kau duduk di sofa paling sudut" perintah Shin lagi yang kemudian dilaksanakan dengan kesabaran tingkat tinggi oleh silly..


Semua yang memandang hal tersebut mulai menyadari, Shin yang sebenarnya sebentar lagi akan muncul kembali..tidak ingin menyia nyiakan kesempatan yang masih sedikit.. Lian lalu duduk diatas pegangan tangan sofa dekat dengan Silly yang duduk diujung sofa..


"Honey,, apa kabarmu! Aku sangat merindukanmu,, beberapa hari ini bahkan tidak bertemu" ucap Lian sembari mengelus kepala silly yang kemudian dia singkirkan oleh Shin..


Silly merasa aneh dengan sikap Shin yang tidak biasa tanpa menjawab pertanyaan Lian... dia memandang wajah kesal Shin yang memandang kearah depan sesaat kemudian memandang kearah Lian yang memandang tidak senang kearah Shin..


"Sini" Nana membuka suara sembari menarik Tangan Silly untuk duduk disebelahnya. Nana mengetahui dengan pasti Shin saat itu sedang sangat kesal dengan sikap Lian..


Silly berkali kali memandang kearah Shin dan Lian yang masih menutup mulut dan tampak bermusuhan..


"Sudah diputar" suara natto memecahkan ketegangan malam itu,, Lian yang tidak punya alasan untuk duduk di gagang sofa lalu mengambil posisi yang nyaman untuk melihat Keberadaan silly didalam televisi..


Idris dan Joila hanya bisa tersenyum melihat kejadian yang baru saja terjadi.. mereka berdua teringat kejadian pertengkaran Lian dan Shin dua tahun yang lalu dipulau selatan.


"Mana.. aku mana?" Tanya silly yang belum menemukan keberadaannya ditelevisi..

__ADS_1


"Ini" natto menunjuk kesebuah gambar yang berada disudut televisi.. gambar yang hanya terlihat berwarna biru bahkan sangat jauh dari keberadaannya dari pemain yang sedang berakting saat itu..


"Itu... " Teriak silly sembari berdiri.. Natto kemudian menghentikan putaran video tersebut..


"Iya ..ini" yakinkannya dengan mengetuk dua kali jari telunjuknya didepan televisi..


"Wajahku saja tidak terlihat.. itu bahkan tampak seperti Tiang yang hanya berdiri disudut televisi..omong kosong apa yang kau katakan natto.. " maki Silly tidak terima dengan keberadaannya yang sangat jauh dari televisi bahkan tidak akan disadari oleh orang yang menonton sinetron tersebut..


"Hmmm...aku lihat kok" ucap Lian meyakinkan Silly..


"Aku juga.. " tambah Nana..


"Itu sangat jelas terlihat" ucap Joila sembari menganggukan kepala..


"Silly,, kau tampak anggun didalam televisi" Idris membuka suara untuk meyakinkan Silly..


"Omong kosong .. aku saja tidak menyadarinya" Shin mulai membuka suara karena memang ia tidak melihat wajah silly didalam televisi..


'" ada apa dengan mu sayang... Bukankah aku sudah menunjukan keberadaanmu .. kenapa kau malah marah" ucap natto memelas tidak merasa bersalah.. dia sengaja mengumpulkan orang orang untuk meyakinkan Silly..


"Bagaimana mungkin dengan gambar yang sangat jauh dan bahkan hampir tidak ada yang menyadari.. Yuanna akan mengetahui bahwa itu adalah aku" Maki silly dengan kesalnya kepada natto..


"Yuanna akan menyadarimu.. karena dia sangat sayang kepadamu" Idris mulai meyakinkan Silly yang saat itu sangat emosi..


"Benar.. dia pasti melihatmu!'" tambah Lian meyakinkan lagi..


"Percayalah Silly,, dia akan menemukan mu!'" Nana memegang tangan Silly untuk lebih meyakinkannya..


"HM.. bodoh sekali" ucap Shin mulai geli mendengar kebohongan yang dilontarkan orang orang disekitarnya..

__ADS_1


"Ah sudahlah.. aku tidak ingin lagi jadi artis" ucap Silly kesal.. dia berpikir bahwa semua orang sengaja untuk tidak menemukannya dengan yuanna karena mereka ingin menyatukannya dengan Shin..


"Hmm.. lebih baik jangan jadi artis lagi" ucap Joila masih dengan menganggukan kepala..


"Setuju.. keputusan yang sangat bagus" dukung Lian membuat geram silly..


"Itu lebih bagus.. kau bisa beristirahat lebih banyak dirumah.. atau kita bisa liburan bersama" tambah Nana lagi ..


Melihat reaksi orang orang disekitarnya.. silly semakin yakin bahwa saat itu mereka semua sedang merencanakan sesuatu agar dia tidak bertemu dengan yuanna..


"Aku tarik kembali.. natto.. aku masih akan menjadi artismu.." ucap Silly dengan kesalnya lalu meninggalkan Semua orang untuk masuk kedalam kamarnya..


'"ha.. dia mulai curiga karena kebodohan kalian" ucap Idris sembari menghempaskan tubuhnya didinding sofa .


Semua orang hanya bisa tersenyum geli melihat kekesalan Silly yang telah masuk kedalam kamarnya..


*******


Idris berjalan masuk ke istana setelah kembalinya ia dari acara kenaikan pangkat militer negara.... Dia yang sangat sibuk terpaksa harus menyempatkan sedikit waktu untuk menemui Go Alfa membahas tentang obat penghilang ingatan yang dikonsumsi oleh Shin beberapa bulan yang lalu..


Nana yang tadinya sedang mengurus masalah negara,, terpaksa harus menundanya karena telah melihat kedatangan Idris kembali keistana.. ia menghampiri idris lalu berjalan dibelakang mengikutinya untuk menerima beberapa perintah yang mungkin idris akan berikan.


"Kau sudah datang!" Alfa yang telah menunggu Idris menyapanya.. dia berdiri diruang raja bersama joila yang telah membawa beberapa dokumen yang dibutuhkan idris..


“Bagaimana hasilnya!” tanya idris yang telah duduk dikursi tahtanya,, nana yang melihat idris telah duduk lalu berjalan ketempat kerjanya yang berada dibelakang idris..


“Efek obat terhadap orang berbeda beda.. seingatku dulu ,, yuanna pertama kali lepas dari obat tersebut tertidur selama 2 bulan dan 3 kali jatuh pingsan.. saat ini,, tampaknya reaksi kepada shin berbeda.. dia bahkan belum pingsan sama sekali’” jelas joila yang telah menutup dokumen.. ia memperbaiki posisi kacamatanya lalu duduk dikursi yang tidak jauh dari idris


“yuanna dan shin berbeda... karena darah Yuanna tidak normal dan semua jenis obat klan Xu telah dikonsumsinya,, sudah dapat dipastikan efek obat kepada dia dan darah klan lainnya berbeda’” jelas alfa yang masih berdiri dihadapan Idris.. alfa mengambil botol obat obatan yang ia bawa di tasnya lalu menunjukannya kepada Idris “gagal.. hasilnya tidak sama dengan aslinya.. saat ini bahkan paman Yiu telah masuk rumah sakit karena usia nya yang telah lanjut..mungkin dia hanya tinggal menunggu waktu” alfa mengeluarkan sebuah pil bulat berwarna merah untuk ditunjukan kepada idris..

__ADS_1


“Tanpa resep ,,ternyata sangat sulit membuat obat terakhir...Yuan memang sangat Licik,, yang lebih parah,, resep tersebut malah jatuh ke tangan cucumu yang brengsek itu.. aku bahkan tidak mampu membom Klan Co karena mereka tidak berhubungan dengan laki laki licik itu” jelas idris sembari mengepalkan salah satu tangan dan menghentakkannya.. dia merasa sangat tidak berguna menjadi seorang raja yang bahkan tidak bisa melindungi adiknya sendiri..perasaan penuh kebencian terhadap sien telah menyelimuti hatinya..


“Bagaimana dengan remote klan lain?”


__ADS_2