
Di negara jerman.. diahu sedang bersama yuan duduk dikursi taman.. tiba tiba terdengar suara ponsel berbunyi..
“Ada urusan apa ?” tanya Diahu kepada orang yang menelponnya..
“Yuan.. bawa dia kembali” perintah suara didalam telpon yang tak lain adalah kakak sepupu diahu.. Lu diyaho..
“Hahahaha.. kau bercanda.. Yuan sudah lama mati” tawa diahu ..bermaksud untuk menolaknya.. lalu menutup panggilan telponnya.. kemudian mematikan ponselnya..
“Sudah dimulai ya” gumamnya dalam hati
*****
Lian berjalan memasuki ruang Yuanna ketika dirawat.. dia terkejut ketika tidak melihat yuanna didalamnya ,,dia telah mencari cari keseluruh ruangan tetapi tetap tidak bisa menemukannya.. diambilnya ponsel dikantung celana lalu ditelponnya yuanna..
“Hallo lian” lian kembali terkejut mendengar suara didalam panggilan tersebut
“Ean.. kenapa ponsel Ansi bisa berada ditanganmu?” Tanya lian mulai khawatir.
“Bibi ansi meninggalkan Shin dan ponselnya didalam tempat parkir hotel..Shin saat ini masih belum sadar..aku membawanya kerumah sakit xxx di kota C” jelas Ean.. lian segera bergegas pergi menuju kerumah sakit tersebut..
Beberapa jam kemudian lian telah sampai kerumah sakit itu lalu berlari kecil menuju ruangan tempat Shin berada.. dilihatnya ean sedang duduk disamping Shin yang tengah terbaring diatas kasur.
“Bagaimana keadaanya?” tanya Lian khawatir ..
“Dokter bilang dia baik baik saja.. dia belum sadar karena efek obat tidur yang telah diminumnya. sepertinya ada orang yang berencana menculiknya“ jawab kariean..
“Bagaimana dengan Ansi?” Tanya Lian lagi
__ADS_1
“Hmm” kariean menggelengkan kepalanya “ketika aku sampai,, aku hanya menemukan ponsel Bibi dan Shin yang terbaring tak sadarkan diri” jelas kariean..
“Shiitt .. pasti Dia yang menggantikan posisi Shin” ucap Lian,, dia mulai gelisah... tiba tiba kariean meraih baju lian lalu menariknya..
“Kumohonn... kumohon kali ini,, biarkan shin tahu bahwa aku yang telah menyelamatkannya..aku ingin membuatnya berhutang budi kepadaku” pinta kariean kepada Lian yang masih gelisah..
“Apa maksudmu?” Lian mulai merasakan hal aneh terhadap kariean..
“Anggap aja ini hadiah untukku sebagai temanmu.. tolong katakan pada Shin bahwa akulah penyelamatnya.. aku yang melindunginya dari Penculik” pinta kariean lagi...
“Kariean.. sudah cukup.... ada aku.. kenapa kau bersusah payah berbohong untuk orang yang sama sekali tidak menyukaimu” bentak lian marah melihat kelakuan Kariean..
“Kau... kau hanyalah aktor biasa yang sewaktu waktu bisa jatuh.. kau bahkan tidak bisa menjadi pewaris keluarga.. aku tidak butuh orang sepertimu.. Zilan lah yang aku butuhkan..tapi dia menolakku mentah mentah.. dan lagi percaya diri sekali kau bisa bersanding denganku.. kau tidak punya apa apa..” maki kariean.. Lian yang tadinya gelisah menjadi berubah.. wajahnya penuh amarah..ada rasa sakit yang tak terhingga didalam dadanya.. dia tidak menyangka bahwa wanita yang selama ini disukainya memiliki pikiran seperti itu.
“Aku paham.. “ ucap Lian masih sangat sakit hati.. dia lalu membalikan badan melangkah pergi..
“Tunggu.. ini ponsel bibi.. katakan padanya apa yang kukatakan tadi..itupun kalau dia selamat.. kalau tidak... itu lebih baik” ungkap kariean,, lalu ia mengembangkan senyum licik dibibirnya.
Setelah keluar ruangan ..lian menghubungi joila melalui ponselnya untuk mengatakan bahwa Shin saat itu ada dirumah sakit..
*******
Yuanna telah berhasil meloloskan diri dengan menggunakan motor matic dari Penculikan yang direncanakan Sien.. dia berhenti kesebuah toko untuk membeli masker dan kacamata.. dia merasa khawatir jika ada orang yang akan mengenalinya..
Setelah membeli peralatan yang dia butuhkan..dia teringat keadaan Shin lalu mengambil ponsel milik Shin.. hanya saja ponselnya terkunci.. dia mencoba memasukkan tanggal ulang tahun tapi tidak terbuka.. akhirnya dia menyerah lalu meminjam ponsel milik kasir toko.
“Tuuuut... hallo” ucap Yuanna.
__ADS_1
“ Kau yuanna... kau baik baik saja.. dimana kau sekarang!” suara Lian dari dalam ponsel..
“Kau Lian.. ? kenapa ponselku ada ditanganmu? Bagaimana keadaan Shin ..apa dia baik baik saja” yuanna balik menanya..dia sangat khawatir.
“ Shin .. dia baik baik saja.. ean sedang menjaganya.. kau dimana sekarang?” Tanya Lian lagi..
“Aku tidak tahu dimana sekarang.. saat ini ponsel Shin ada ditangaanku.. aku tidak tahu kata sandi untuk membuka layarnya.. rencananya aku ingin gunakan peta wilayah dari ponsel shin untuk kembali kerumah” jelas Yuanna..
“Coba masukan tanggal lahir mu” saran Lian,, yuanna mengambil lagi ponsel Shin dari dalam kantungnya lagi lalu mencoba memasukan tanggal lahir nya
“bagaimana?” tanya Lian penasaran dengan hasilnya.. Yuanna diam tidak bisa berkata kata.. dia baru tahu bahwa Shin ternyata mengetahui tanggal lahirnya bahkan menjadikannya sebagai kata sandi ponselnya.. “hei yuanna.. bagaimana?” suara Lian mengejutkan yuanna,, dia tersadar dari ketidak percayaannya.
“Berhasil...kenapa kau bisa tahu kata sandi ponsel Shin?” tanya yuanna penasaran..
“Hanya menebak saja.. masukkan alamat apartemen kepeta ponselmu.. kau baik baik saja...aku akan menunggumu di apartemen” panggilan ditutup oleh lian .. yuanna mulai memasukan alamat apartemennya kedalam peta.
Beberapa jam kemudian, setelah melalui perjalanan lumayan panjang dan harus berhenti ke pom bensin untuk mengisi minyak motor dengan uang seadanya yang terdapat dikantung celana lalu harus sanggup menahan rasa haus karena tidak memiliki uang lagi,,,, yuanna akhirnya kembali kerumah.. kaki nya yang terkilir masih terasa sakit dan wajah dan bibirnya juga masih terasa sakit..yuanna berjalan memasuki apartemen dengan menahan rasa sakit,, setelah keluar dari lift dilihatnya Lian sedang berdiri bolak balik menunggu kedatangannya..
“Hei bodoh.. apa yang kau lakukan” seru yuanna merasa lucu melihat sikap Lian
“Ahh ..wajahmu... kenapa bisa begini” Lian merasa khawatir ..dia mencoba memegang wajah Yuanna tapi yuanna menepis tangannya..
“Tidak usah sok khawatir.. dan lagi kenapa kau disini.. harusnya kau menemani ean dirumah sakit..bodoh sekali kau ini” ejek yuanna,, Lian terdiam.. masih tersisa rasa sakit didalam hatinya atas ucapan kariean..
“Kenapa melakukan ini? Kenapa tidak kau biarkan saja mereka menculik Shin? Kenapa kau harus menggantikan posisi Shin? Kau tahu dia sedang memanfaatkan mu tapi kenapa kau ikuti semua perintahnya?” tanya Lian dengan suara pelan..
“Kau tanya kenapa kenapa kenapa trus kenapa kalau aku mau melakukannya.. kau tidak ingat aku pernah memohon mohon kepadamu untuk membantuku lari dari sien.. yang kau lakukan hanyalah menghina ,, sekarang aku mencintai Shin.. terserah aku mau bagaimana,, sudahlah.. aku perlu istitahat.. dan kau jangan ganggu aku Lian...kau lupa kau bahkan pernah memukul ku.. jangan sok perhatian kepadaku” maki Yuanna .. lalu mulai membuka pintu ruang apartemennya.
__ADS_1
“Aku mohon..dengan cara apapun walaubagaimanapun.. bantu lah aku mengambil posisi presdir diperusahaan Zin.. kali ini untuk yang terakhir kalinya aku meminta bantuanmu.. mulai sekarang aku akan bersungguh sungguh untuk berusaha” pinta Lian sambil menundukkan tubuhnya memohon bantuan..Yuanna terkejut melihat Lian yang tak seperti biasa.. dia merasa ada yang aneh dengannya.
“Ahahahha.. ada apa denganmu.. kenapa jadi serius begini sih.. baik lah baiklah... aku akan bantu.. sudah jangan menunduk lagi.. aku mau istirahat sekarang..pergilah keruanganmu” Ucap yuanna menghibur lalu ia masuk keruangannya meninggalkan Lian yang masih berdiri didepan pintu.