
siang itu, Lian berjalan masuk kedalam rumah besar kediaman Zin untuk menemui kakeknya.. dia yang sebelumnya tidak pernah peduli dengan seseorang kecuali kariean tiba tiba merasa sangat penasaran akan sesuatu hal.
Lian yang saat itu mulai menyukai yuanna dan tidak pernah mengetahui banyak hal tentangnya,, tiba tiba merasa ingin mencari tahu lebih dalam tentang silsilah kelurganya dengan menanyakan kakeknya yang dia kira mungkin mengetahui tentang yuanna karena sebelumnya ia mendengarkan kakeknya mengatakan bahwa yuanna adalah anak emas.
“Kau pulang juga akhirnya” ucap ibu Lian senang melihat putra yang paling disayanginya akhirnya pulang kerumah setelah kejadian terakhir yang membuat dia dan yuanna di tangkap oleh Sien.
“aku ingin bertemu kakek” ucap Lian kepada ibunya yang saat itu sedang memeluknya karena merasa sangat rindu kepada anaknya.
“O ya o ya.. tumben sekali anak kesayanganku ingin bertemu kakeknya”sindir halus ibu Lian.. mendengarkan kata kata ibunya Lian hanya bisa tersenyum merasa bersalah.
Lian memasuki ruangan ketua Zin.. dia melihat kakeknya sedang duduk tersenyum memandang sebuah foto ditangannya,, dia tampak sedang mengenang sesuatu.
“Kakek” panggil Lian membangunkan kakeknya dari lamunannya.
“Lian,,, cucuku tersayang,, tumben sekali kau datang” ucap kakek lian.
“Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan? Dan apa yang sedang kakek lihat itu?” tanya Lian penasaran.
__ADS_1
“Kenangan... kenangan masa lalu bersama sahabat yang mengingkari janji” ucap kakek lian tersenyum kecut.. wajahnya sangat sedih memandang seorang laki laki yang berdiri dengan memeluk bahunya didalam foto tersebut.
“Sahabat?” tanya Lian lagi masih dengan penasaran.
“Yuan.. Xu yuann” ucap kakeknya dengan nada teramat sedih.. mendengar nama klan pada orang yang disebutkan kakeknya tersebut.. membuat Lian tersadar bahwa Xu yang dimaksud mungkin adalah kakek yuanna.
“kakek yuanna?” Tanya Lian lagi
“Yuanna... ehmmm maksud mu anak emas ya?” tanya kakeknya balik.
“Iya.. kakek kenal dengan kakeknya yuanna?” tanya Lian masih dengan rasa penasaran yang menggebu gebu.
*******
Shin berjalan menelusuri koridor Perusahaan T.N Sun diikuti oleh yuanna dibelakangnya yang sudah mengenakan sepatu hak tingginya.
“Lihat itu.. *****.. “ucap salah satu karyawan perusahaan yang tidak sengaja terdengar oleh Yuanna.
__ADS_1
“iya.. lihatlah bagaimana dia menggoda presdir.. bahkan pergi bekerjapun bisa bersama” tambah yang lain membuat telinga Yuanna yang sedang mengikuti langkah kaki Shin berubah menjadi panas.. sementara Shin masih terus berjalan sembari mulai mengembangkan senyum nakalnya.
“Mungkin dia sudah berkali kali tidur diatas ranjang presdir dan menghancurkan rumah tangga presdir.. kasihan sekali istrinya harus diceraikan secara paksa hanya karena wanita seperti itu” ucap karyawan yang lain.. membuat yuanna seketika menghentikan langkah kakinya.. dan menuju kesumber suara.
“Ahhh... ***** seperti aku beruntung sekali bisa menumpah kan kopi kewajah orang kurang beruntung sepertimu” ucap yuanna sembari mengembangkan senyum nakalnya.. dia telah menuangkan secangkir kopi kekepala salah seorang karyawan yang menghinanya tadi..
“Kau..! “ ucap karyawan itu tidak terima sembari menyiram segelas kopi lainnya kewajah yuanna.. yuanna yang sudah siap dengan segala kemungkinanpun tertawa terkekeh..
“Hahaha.. kau berani sekali melawan wanita simpanan bos mu ini.. tidak takut dipecat ya!” ucap yuanna seenaknya membuat wajah karyawan tersebut berubah menjadi takut seketika.“Ditunggu surat pengunduran diri mu ya di meja bos” tambahnya lagi memutuskan seenaknya.. lalu pergi mengejar Shin yang tadinya berhenti sejenak menyaksikan kelakuan Yuanna.. dia hanya bisa tawa menahan gelinya,, Shin sangat mengenal yuanna.. dia tidak perlu turun tangan langsung untuk menghentikan pertengkaran mereka.
“Silakan pulang.. mulai saat ini kalian bertiga dilarang masuk keperusahaan ini” ucap natto yang telah tiba beberapa saat setelah kepergian yuanna. Natto yang masih merasa kesal karena ditinggalkan Shin menuju kantor menumpahkan segala kekesalannya dengan memecat ketiga orang yang telah membicarakan hal buruk tentang yuanna. ketiga karyawan memohon keringan pada natto.. tapi sayang.. natto menghiraukannya.
“Gara gara kau aku jadi seperti ini” tuduh yuanna sembari membanting tasnya diatas meja untuk kemudian masuk kekamar ruangan Shin dan membersihkan diri.. Shin yang mendengarkan ocehan Yuanna hanya bisa tersenyum nakal tanpa menjawab kata katanya. “Sial.. tidak bisa bersih” gumam yuanna dalam hati ketika selesai mencuci wajahnya dan mencoba menghilangkan bekas kopi di kemeja putihnya..”ahhh.. Shin brengsek” teriaknya dari dalam kamar mandi..
“Kau selalu memberi masalah untuknya” ucap Natto komplain dengan Shin.
“Salah ku dimana?” tanya Shin pura pura tidak tahu.
__ADS_1
“Seharusnya kau membawa ku juga pagi ini sehingga orang orang tidak salah sangka dengan hubungan kalian” jelas natto kesal lalu pergi meninggalkan Shin yang mulai melepaskan kacamatanya setelah menyelesaikan bacaan dokumen yang diberikan Natto.