Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
saudara yang dibenci


__ADS_3

Yuanna masih berdiri dengan mengembangkan senyum Nakal diwajahnya.. Dihadapannya,, tak jauh dari sana ,, natto sedang berdiri menatap tajam kewajah yuanna.. perasaannya saat itu sedang bercampur baur antara setuju dengan permintaan yang diajukan yuanna ataukah menolaknya,, Natto,, saat itu sedang berpikir keras sebelum mengambil keputusan..


Joila yang saat itu berada disebelah yuanna hanya bisa tersenyum pahit karena tidak memiliki pilihan untuk bertahan.. dia berpikir bahwa Yuanna yang dia anggap licik itu pasti akan memberitahukan identitas aslinya kepada Shin dan mungkin akan membuat Hubungannya dengan Shin merenggang,, lalu dia tidak akan mendapatkan kepercayaan dari Shin lagi..


Di belakang Joila.. Lian tampak sangat merasa kecewa kepada dirinya sendiri,, dia yang hanyalah seorang aktor sebelumnya tidak pernah mengetahui bahwa dinegara yang dia tempati saat itu sedang terjadi perebutan kekuasaan.. Lian tersenyum pedih.. dia merasa sangat tidak berguna karena tidak bisa berbuat apa apa demi yuanna,, orang yang saat itu sedang berada didalam hatinya.


"Hmm hmm hmm.. " angguk yuanna.. "kalau sudah paham, tetaplah tinggal" perintah Yuanna kepada Joila.. kemudian mengambil paksa pistol yang ada ditangannya..


"Kau mau kemana!' " tanya Joila ketika melihat yuanna mulai bergerak kearah pintu.. Joila kemudian mencoba menghalangi yuanna.


"Tentu saja menyelamatkan Shin dan kakakku... Dan kau.... Jangan coba coba keluar... Aku katakan kepadamu berulang kali.. agar kau paham.. aku ini lumayan cerdik... " Ucap yuanna sembari menatap tajam kearah Joila "kalau kau keluar... Kau hanya akan menganggu rencanaku... Pikirkan saja.. jika Sien berhasil menangkap mu.. itu akan membuatku susah,, aku sih tidak peduli kalau kau mati,, tapi Shin... Dia menganggapmu sebagai teman... Kau akan sangat menyusahkanku kalau kau berani keluar... Kau paham kan" jelas Yuanna "jadi sekarang.. minggir" perintah keras Yuanna yang membuat Joila tidak bisa menahannya lagi.. Yuanna menekan tombol pintu ,, setelah pintu terbuka dia lalu keluar... Nana yang saat itu berdiri dekat dengan pintu pun berusaha untuk mengikuti Yuanna.. dia ingat pesan dari bibi Idris untuk menjaga anak angkatnya itu..


"Door" suara tembakan terdengar .. sebuah peluruh melesat mengenai pintu yang telah tertutup beberapa saat setelah Yuanna dan Nana keluar.. Saat itu Joila mencoba untuk melangkahkan kaki menuju pintu dan menolak perintah Yuanna tapi natto, dia menembak Joila hampir mengenai telinganya,, peluru terpental ketika menabrak pintu.


"Kau" ucap geram Joila sembari membalikan tubuh menghadap natto..


"Kau tidak dengar ya.. yang diperintahkan atasanku" ucap natto kemudian. "dengar.. aku telah membuat keputusan.. aku akan menjadi pengikutnya mulai dari sekarang... Dan kau juga harus melakukannya.. Dia,, aku mengenal siapa dia sebenarnya, .. kalau kau menolak.. aku yang akan paksa kau sampai mati untuk menerimanya" ancam natto kemudian yang membuat Joila menghentikan niatnya untuk keluar ruangan.


******

__ADS_1


Yuanna yang telah keluar dari ruang bawah tanah dikejutkan dengan kemunculan Nana yang juga keluar dari tempat tersebut..


"Nana" sebut yuanna dengan geramnya. " Kenapa kau malah ikut keluar " maki yuanna tidak menyenangi sikap Nana..


"Aku.. aku hanya ingin melindungi Idris.."jawab Nana merasa takut dengan wajah serius yuanna..


"Hah . Omong kosong.. kau tidak punya pengalaman apa apa bagaimana mungkin kau bisa melindunginya.. masuklah.. kau ini buang buang darah berhargaku saja" ucap yuanna sembari menarik tangan Nana..


"Aku mohon yuanna.. aku hanya ingin melindungi Idris ,, aku sudah janji kepada Bibimu untuk menjaganya" pinta Nana kepada Yuanna sembari menahan tarikan tangan yuanna..


"Hahahah.. bibi ! Aku tidak punya bibi.. dia itu hanyalah bibi tiruan. seenaknya saja berpura pura menjadi bibiku.. " ucap yuanna sembari mencabut botol kecil di atas pintu masuk.. Lalu mencoba menembak telapak tangannya dengan pistol..


"Benarkah!" Tanya Yuanna yang saat itu telah berubah.. senyum licik mulai mengembang diwajahnya.. '"kau janji akan menuruti semua permintaanku?" Tanya Yuanna memastikan.. Nana yang saat itu tidak punya pilihan tertegun seketika melihat perubahan wajah Yuanna.. "ya sudah kalau tidak bisa berjanji" ucap yuanna lagi kemudian mulai meletak ujung pistol ditelapak tangannya.


"Aku berjanji.. aku berjanji.." ucap Nana kemudian membuat senang hati yuanna..


"Ya sudah pergilah kemanapun kau mau.. aku tidak akan pernah menolongmu walau kau mati sekalipun" ucap yuanna lagi yang dianggukan oleh Nana kemudian. "Hah wanita itu.. apa mungkin dia sudah jatuh cinta dengan kakakku" gumam Yuanna dalam hati setelah melihat Nana berjalan pergi meninggalkannya.


********

__ADS_1


Shin bersembunyi dibalik pohon sembari sesekali melihat kesekelilingnya.. dia tahu bahwa saat itu akan ada salah satu bawahan Sien yang datang mencarinya..


"Aku tahu kau disini... Aku bahkan sengaja mengejarmu mengabaikan perintah Sien untuk menangkap idris" ucap Royan mengejutkan Shin.. dia tidak menyangka akhirnya harus berurusan dengan royan lagi. "Keluar kau boneka brengsek.." teriak Royan kepada Shin "door" tembaknya kemudian keatas langit... "Hahahahhaaha... Hari ini aku pasti berhasil membunuhmu" tawa senang Royan... Shin yang saat itu masih bersembunyi sedang memikirkan cara agar dapat mengambil pistol yang Royan pegang..


"Kau.. kenapa sangat membenciku.. kau dan aku bahkan terlahir dari rahim yang sama?" Tanya Shin dengan rasa piluh dihatinya,, dia tahu selama ini Royan selalu mengincar nyawanya.. walaupun tidak pernah berbicara secara langsung tapi Shin masih menganggap Royan sebagai kakaknya sendiri.


"Hahhaha.. satu rahim ya... Hahahah.. kau itu hanyalah boneka yang sengaja dilahirkan dari rahim ibuku.. ayah dari kakekmu sebelum kau lahir bahkan telah merencanakan semuanya..." Jelas Royan sembari mendekat kesumber suara..


"Apa maksudmu!' " tanya Shin yang sudah mulai penasaran.. dia tidak mengerti ucapan Royan saat itu..


"Hahahaha.. bodoh sekali.. semua orang juga tahu kecuali kau.. Ayahmu sengaja dinikahkan dengan Ibuku agar kau memiliki hubungan darah dengan klan CO.. Klan Co adalah penolak keras klan Sun sebagai penguasa mutlak, Keahlian tekhnologi mereka juga sangat terkenal dinegara ini... jika kau memiliki hubungan darah dengan klan Co.. tentu saja mereka akan menerimamu sebagai Penguasa mutlak.. walaupun darah Sun mengalir didalam tubuhmu,, tetap saja kau memiliki hubungan darah dengan klan Co." jelas Royan hampir mendekati Shin.. "bukk".. Shin memukul kaki Royan dengan balok kayu yang telah didapatkan tak jauh dari tempat persembunyiannya.. Royan seketika jatuh telungkup diatas tanah.. dengan sigapnya Shin meraih tangan Royan dan mengambil pistol ditangannya..


"Kau benar benar ingin sekali aku mati ya'' ungkap Shin yang saat itu telah berhasil meraih kedua tangan Royan.


"Tentu saja aku ingin sekali kau mati... Agar ibuku tidak terbebani lagi olehmu,, asal kau tahu kakek sangat membencinya karena kelahiranmu,, ayahmu benar benar brengsek.. hanya karena ingin mendapatkan Anya dari tangan Dean.. Dia mau untuk menikahi ibuku yang saat itu sangat mencintai ayahku.. dia bahkan telah mengandungku,, setelah aku lahirpun.. ibu harus menahan rasa tidak senang karena harus hamil lagi dan melahirkan boneka sepertimu." Jelas Royan sembari mencoba melepaskan diri berkali kali...


"Hahaha..lucu sekali... Tinggal tolak saja kenapa harus susah susah menikahi ayahku.. dan lagi ayahnya juga tidak setuju" ucap Shin memancing agar mengetahui apa yang terjadi selanjutnya..


"Mana mungkin bisa menolak.. saat itu dia berhasil di tangkap oleh klan pencari peta.. dia terpaksa harus menikahi ayahmu yang brengsek itu dan melahirkan anak brengsek sepertimu... Demi melindungiku.. ia rela melakukannya.. dia hidup menderita selama bertahun tahun di bawah pengawasan Kelompok pencari peta.. "jelas Royan lagi kali itu dia telah pasrah dan tidak lagi mencoba melepaskan diri.. Shin hanya bisa diam merasa sedih mendengar cerita Royan..karena saat itu dia masih harus mencari Idris,, shin kemudian memukul leher belakangnya membuat Royan tak sadar diri.

__ADS_1


"Dooor..."


__ADS_2