
Malam ini aku dan Shin akan pergi mengunjungi rumah Anya.. Rumah itu adalah rumah peninggalan keluarga Go.. Ayah Shin memutuskan untuk tinggal disana karena Anya sangat menyukainya..
Kami meninggal kan rumah kepada Natto.. laki laki itu sampai sekarangpun tidak mau kembali kerumahnya.. dia menganggap rumah Shin seperti rumah sendiri..
rumah anya dan rumah shin berada dikota yang berbeda. setelah beberapa jam didalam mobil akhirnya kami sampai dirumah anya.. sebenarnya ini baru yang kedua kalinya aku datang kemari..
Aku melihat Nenek dan yang lainnya menyambut kedatangan kami..mereka tampak sangat senang.. lalu kami menghampiri mereka.
Malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang bagiku..hahahha... karena malam ini aku akan tidur satu kamar bersama Shin.. tentu saja akan panjang..aku memutuskan untuk tidak tidur.. aku hanya ingin melihat wajahnya semalaman.. kesempatan bagus seperti ini mana akan mungkin aku sia siakan
“Kapan kau akan berkunjung membawa Yuanna kerumah nenek.. apa kau tidak rindu dengan ayua?” Tanya nenek kepada Shi, saat ini kami sedang makan malam bersama...ahh benar ..Shin punya adik yang lahir dari rahim anya.. usianya masih 7 tahun tapi sudah meninggalkan kedua orang tuanya.. Ayua tinggal bersama nenek karena dia yang menginginkannya sendiri..
“Pekerjaanku masih sangat banyak.. dan juga kenapa kau tidak membawanya kemari?” Tanya Shin kepada nenek.. aku juga penaasaran kenapa nenek tidak membawanya ikut.
“Dia selalu saja menolak untuk kuajak kembali..dia selalu bilang tidak ingin mengganggu ayah dan ibunya berduaan” Ledek nenek .. ayah dan ibu Shin tampak malu malu.. benar.. mereka adalah pasangan sejati..setelah terpisah akhirnya bersatu..walaupun banyak melalui hal menyakitkan..dan lagi aku masih merasa tidak enak kepada mereka..walaupun mereka tidak tahu apa yang telah kulakukan.
Setelah makan malam.. kami mulai mengobrol hal hal yang tidak terlalu penting.. sedangkan Shun dan ayahnya duduk di teras rumah..
Setelah beberapa lama kemudian kaami memutuskan untuk kembali kekamar masing masing .. ini adalah moment yang aku tunggu tunggu,, akhirnya aku bisa dekat dengan Shin lagi.. aku memang sangat menyukai untuk selalu dekat dengan Shin.. tapi kesempatan seperti itu jarang terjadi.
Saat ini aku berada diatas Kasur yang telah disiap kan untuk kami.. sambil menunggu Shin masuk kamar... setelah beberapa lama menunggu akhirnya Shin masuk.. Aku berbaring kesamping mengangkat kepalaku lalu menepuk nepuk kasur mengisyaratkan Shin untuk naik keatas kasur bersama ku.
“Kau mau aku tidur bersamamu” tanya Shin ketika melihat isyaratku.
“Tentu saja iya.. memangnya istri tidak boleh tidur bersama suami” aku jawab saja sejujurnya..
__ADS_1
“nanti kau jatuh pingsan lagi seperti beberapa bulan yang lalu” Shin mulai meledekku... kalau dipikir pikir juga.. kenapa ya aku bisa pingsan pada waktu itu.. aneh sekali.
“ tenang saja.. kau kan tidak mencintaiku..mana mungkin kau mau berbuat sesuatu padaku.. aku kan hanya ingin melihatmu..begitu saja tidak boleh” aku sudah yakin sekali bahwa Shin tidak akan melakukan hal yang aneh aneh padaku.
“Laki laki itu buas..apalagi laki laki sepertiku.. melihat wanita berada disampingku walaupun aku tidak menyukainya bisa saja aku menerkamnya” ucapan Shin ada benarnya juga.. kalau aku perhatikan beberapa waktu lalu.. dia juga melakukan hal hal aneh padaku..apa mungkin Shin benar benar laki laki buaya.
“baiklah lakukan saja” biarkan saja..kalaupun buaya.. diakan tidak bisa menceraikanku.. . yang Benar saja..!! apa aku sudah siap melakukan hal seperi ini... Shin mulai berjalan kearahku.. aduhhh.... jantungku saja mulai berdetak kencang..bagaimana ini..
“Tidak boleh...”shin berbaring menyamping dan mengangkat kepalanya menghadapku lalu menjentik dahiku untuk yang kesekian kalinya..
“kenapa tidak boleh..kita kan suami istri?” aku bertanya begini karena sangat penasaran.
“Aku bisa kapan saja mati..setelah aku mati tidak akan ada lagi yang mau dengan mu” jantungku semakin menjadi jadi...kenapa Shin mengatakan kata kata seperti itu.. sampai segitu besarkah masalahnya.. kalau dipikir pikir ada benarnya juga..dia berencana untuk menghancurkan keluarga Co yang besar itu..
“Kau saja dulu yang tidur” baiklah baiklah..aku mengalah..aku pebaiki posisi tidurku..kini aku menatap langit langit rumah.
“Kau tidak mau memberiku ciuman selamat malam” pintaku..ahhh... kenapa sekarang aku jadi senakal ini..
“Kau mau kucium bagian mana?” laki laki ini malah mulai menggoda.. ahh ..padahal aku duluan yang menggoda sekarang malah aku yang malu.
“ Aku mau kekamar mandi dulu...” aku malu sekali...aku ingin menenangkan diri ku dulu.. aku bangun dari tidur ku..lalu bergegas menuju kamar mandi ..
*******
Aku masuk kamar mandi yang ada didalam kamar.. Kamar mandi itu besar..lebih besar daripada kamar mandi kamar mandi biasanya .. dan juga desain nya sangat unik.. .dindingnya terbuat dari keramik yang bercorak aneh. ..
__ADS_1
tidak seperti dinding diruangan lainnya, aku dengar memang kamar yang kami tempati ini adalah kamar pribadi ayah anya dan tidak pernah ditempati sebelumnya..karena nenek tinggal dikamar tamu..makanya mereka menempatkan kami dikamar ini..
ketika aku sedang melihat lihat kamar mandi ini tiba tiba aku merasa lantai kamar mandi sedikit aneh.. setiap aku bergerak lantainya mengeluarkan suara,, suara itu seperti suara tong kosong.. bukan..setelah kuperhatikan baik baik ternyata hanya satu bagian saja yang berbunyi seperti itu..bagian itu juga berada dibagian ruangan paling sudut.. aku melihat ada sebuah kran sangat kecil ,,, kran ini tidak seperti kran biasanya..aku mencoba memutarnya kekanan dan kekiri..
“Aaaaahhhhh”
aku hampir terjatuh..tanganku masih bisa meraih lantai.. memang tadi aku berjongkok di bagian yang berbunyi . aku melihat dibawah seperti sebuah ruang bawah tanah..saat ini aku berada disudut ruang bawah tanah ini.. ada tangga besi didindingnya.. lalu mencoba mencoba meraihnya dengan tangan ku satu lagi..
“Yuanna” teriak Shin,,mungkin dia khawatir.. aku mendengarnya memasuki kamar mandi..
Tapi kenapa aku merasa Shin sangat ketakutan sekali!
Iya, selalu saja,
Setiap aku dalam masalah dia selalu ketakutan.
Bahkan tubuhnya sampai gemetaran!
“Disini disini” aku mencoba keluar dari ruang bawah tanah itu..menaikan kepalaku lalu melihat Shin berjalan menuju ku..
Dengan begitu mudahnya, dia mengangkat tubuhku begitu saja.
Membawaku naik keatas lalu memperhatikan lubang yang hampir saja mencelakakanku.
Tampak sekali raut penasaran dari wajah shin saat ini.
__ADS_1