
“ Yuanna,lama tidak berjumpa” sapa wanita ini, aku malas menjawab, bicara saja sana sama tembok .” Tidak mau menjawab ya..? mungkinkah kau cemburu aku sedang bersama suami mu saat ini?” ucapnya lagi menjengkelkan, teramat menjengkelkan astaga, emosi sekali aku.
kenapa dia senang sekali membuat orang sakit hati..?. dan lagi apa apaan tangannya mulai memegang lengan shin.
shin bodoh, jelas-jelas wanita itu pacar kakaknya.
“Lepaskan tangan mu” ucap shin tidak senang. hahaha kasihan dicuekin.
bagus Shin, dia memang pantas mendapatkannya. seharusnya dia tidak melakukan hal seperti itu didepan istrinya shin.
“ Aku kira tadinya, kita hanya makan berdua saja Shih. ternyata begitu ramai orang disini” ucap wanita itu, malah makin membuatku semakin kesal.
tiba tiba dia mulai terkejut setelah mengambil posisi duduk. ternyata dia baru sadar bahwa dihadapannya adalah kekasih hatinya, sien.
“ kau meminta ku untuk mempertemukanmu dengan yuanna.." Shin mulai mengambil posisi duduk "aku kira hanya kalian berdua saja,.ternyata kau juga membawa anak mu” ucap shin mulai menyindir Ibu sien. kelihatannya shin sangat tidak senang,
benar shin, dia sudah memanfaatkan istri mu ini untuk bertemu dengan anaknya.
“ Maaf maaf.." ucapnya begitu mudah meminta maaf "anakku ini benar benar tidak mau berjumpa denganku, maka dari itu aku butuh bantuan istrimu." bilang saja kau memang berniat untuk memanfaatkanku " tidak menyangka dia mau menerima permintaanku hanya karena aku bersama istri mu” jelas wanita itu berpura pura manis.
benar-benar,wanita ini, mulutnya ternyata mengerikan juga ya.
“aku tidak menyangka, tuan yang tidak mungkin jatuh cinta ini malah merindukan seseorang, apalagi seseorang itu bukan kekasihnya..” ucap wanita yang sok cantik ini.
astaga,
semakin panas,
telingaku semakin panas.
perempuan ini.
benar dia itu adalah Lu arra, penipu handal, mulutnya sangatlah tajam dan licik.
“ ahhh... kesal sekali." aku mulai membuka suara "sedang makanpun masih bisa mendengarkan suara kodok, berisiknya.. berisiknya.. tidak nyaman sekali” ejekku kesal.
lalu meletakkan sendok dan garpu ku keatas piring.
“ Kau marah...?” tebak Sien.
__ADS_1
ahh kenapa kalau aku bicara, selalu saja dia yang harus menjawabnya.
“ tentu saja aku marah.."langsung saja bilang terang-terangan " istri mana yang tidak marah ketika suaminya bersama wanita lain dan lagi wanita itu adalah orang yang dikenalnya.. “ terserahlah, Shin mau marah atau pun tidak,
“ Kau cemburu..?” tanyanya lagi
aduh..
sien lagi Sien lagi.
bisa bisa nya dia bilang seperti itu sambil dengan santai memakan makanannya.
“Tentu saja aku cemburu” jawabku langsung
“ Lu arra, mulai sekarang kita putus.." ucap Sien sembari memasukan makannya kedalam mulut " lihat dia cemburu melihat kau perhatian denganku...?” ucap sien lagi terlalu percaya diri..
srigala ini,dia bodoh atau pura pura bodoh sih.
kesal sekali.
“jangan salah paham,aku bukan cemburu denganmu" ucapku geram "aku cemburu dengan suami ku, mengertilah.” jelasku kepada di konyol ini.
“Siapa lagi kalau bukan dia..?” ucapku sembari menunjuk kan jari ku kearah Shin.
“ Kau bilang barusan aktor berbakat ini suami mu.. sekarang kau malah mengatakan orang yang berbeda lagi sebagai suami mu,siapapun bisa jadi suami mu, kalau begitu, tentu saja, aku juga bisa jadi suamimu, bukan..?” ucapnya sungguh terlalu percaya diri, Dia mulai menghentikan makannya, lalu menatap licik kearahku.
srigala ini,
kenapa dia senang sekali mempermainkanku...?
“ tentu saja tidak boleh" jawabku menolak. "aku Xu yuanna, hanya mengakui satu suami, dia adalah Sun shin ya. kau paham sekarang.. ?" ucapku sedikit keras karena sangat kesal dengan laki-laki ini "Lian kau setuju bukan..?” ucapku dengan semangat berharap Temanku ikut membela
Lian,
kenapa dia diam saja,...? astaga
Begitu laparkah dia sampai melupakan temannya yang saat ini sedang dipermainkan...?
“ tentu saja setuju, siapa juga yang mau menikahi mu kalau bukan orang aneh” jawab Lian seenak,
__ADS_1
kurang ajar sekali ucapan nya,
memang dia tidak pernah bisa setia kepada temannya sendiri.
“ Sialan kau..” makiku lalu memukul kepala lian.. “ ayo kita pergi saja, " ajakku sungguh kesal " kalau tetap berada disini, hanya akan terus membuat orang sakit hati.. " memang sudah sangat kesal, bahkan suaraku saja telah mengeras "dan hei kau Lu arra.. "panggilku kepada wanita menyebalkan itu "meskipun kau berhasil menggoda suami ku kali ini tetapi percuma saja" aku memang sudah sangat emosi "suami ku itu sudah berjanji kepadaku, akan setia sehidup semati. sampai tua pun akan bersama, dia tidak akan pernah menceraikanku.." aaahh benar-benar aku ini, kenapa bisa semarah ini "yang berhak mengajukan cerai hanyalah aku jadi..." sudahlah biarkan saja " jangan berharap kau bisa mengambilnya dari ku.. " ancamku kepada wanita itu "ayo cepat kau teman tak setia” aku menarik tangan lian dan membawanya bergegas meninggal tempat itu..suasana disana sungguh menyeramkan..
“ tunggu sebentar aku pakai masker ku dulu” pinta Lian, mulai menghentikan langkah kaki.
“pakai saja di lift nanti” tolakku tetap menarik tangannya.
********
Seorang pelayan mendatangi sebuah meja, ia mulai membereskan piring piring kotor yang ada diatasnya. Suasana disekitar meja tampak sangat tenang. Seorang pria tampak tertawa kecil,pria berambut hitam dengan dasi biru tua tampak sangat senang melihat tingkah laku lucu seorang wanita yang berjalan masuk kedalam lift.
“Kenapa kau menolak bertemu dengank...u?” tanya seorang pria lain yang sedang duduk agak jauh dari nya.
yang bertanya adalah sien.
“Kenapa aku harus bertemu denganmu..? Kita bukan siapa-siapa, saudara lagi pun bukan ” jawab laki laki yang tak lain adalah shin kepada Sien begitu santainya. Shin mulai bangkit dari duduk nya, ia tampak sedang membenahi dasinya dan melangkah pergi.
“ Dimana idris?” Tanya sien lagi,kali ini dengan nada emosi, tapi shin berlalu begitu saja tanpa menjawab satu kata pun. Sien tampak sangat marah “kau pikir, kau bisa membuat yuanna bahagia?” teriak sien dari jauh, kali ini shin menghentikan langkah kakinya.
“ Setidaknya dia tidak bersama mu dan perlakuan ku kepadanya lebih baik daripadamu." Shin mulai menjawab ucapan Sien "Suatu hari kau akan menyadari kebodohan mu itu ” lanjut ucap shin lagi lalu melanjutkan langkah kaki nya meninggalkan tempat itu.
Sien sangat marah , dia berdiri lalu membanting gelas hingga pecah, lu arra sangat terkejut begitupula dengan ibunya. mereka berdua belum pernah melihat emosi sien seperti itu,
saat itu Arra menyadari bahwa laki laki yang selama ini dia cintai telah berubah hanya karena kehilangan seorang wanita.
Shin keluar dari hotel, dilihatnya dari jauh dua orang terlihat sangat akrab, dia bertanya tanya didalam hati,tentang wanita itu.
mengapa begitu mudah dia percaya dengan orang lain!
Dia tersenyum lembut, mungkin laki-laki itu mulai percaya pada wanita itu sekarang.
*******
Yuanna berjalan sembari mengayun kan tangan,
dia tampak bersantai ria dengan lian yang berjalan beriringan bersamanya dengan menggunakan sebuah masker hitam diwajah.
__ADS_1
laki-laki tersebut diam-diam tersenyum manis melihat tingkah konyol sahabatnya, entah mengapa mereka bisa begitu dekat padahal baru dua kali bertemu, dia berpikir bahwa wanita yang saat ini didekatnya pasti sangat mudah memaafkan kesalahan orang lain.