Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
permintaan shin


__ADS_3

Shin melepaskan pelukan yuanna kemudian.. Shin menatap wajah Yuanna dengan lembut.. '"tunggulah aku" ucapnya kemudian..


"Tunggu?" yuanna merasa aneh dengan kata kata Shin..


"Hmm" angguk Shin "tunggulah aku" ucapnya lagi..


"HM.. baiklah " yuanna yang merasa bahwa Shin akan pergi,, dia lalu duduk bersila diatas tanah..


"Kenapa kau tiba tiba duduk !?" Tanya Shin merasa aneh dengan sikap yuanna saat itu..


"Kau bilang aku harus menunggumu iyakan?.. cepatlah pergi, tenang saja, aku akan menunggumu dan tetap akan menunggumu sampai kau kembali. Kau pasti ingin memanggil Lian atau siapapun untuk membawa Royan dari sini, iya kan? ..dan menyuruhku menunggu disini untuk menemaninya..." Jelas Yuanna yang telah duduk bersila diatas tanah sembari mendongakkan wajah nya ke atas.


"Bodoh.. bukan itu maksudku!" Ucap Shin sembari menarik tangan yuanna berdiri dan mengajaknya pergi dari tempat tersebut...


"Jadi maksudmu apa.. kau bilang tadi tunggu.. kenapa sekarang malah membawaku pergi" yuanna berjalan mengikuti langkah kaki Shin.. dia bingung dengan apa yang Shin ucapkan saat itu..


"Sudahlah lupakan saja.. kenapa kau bisa jadi sebodoh ini" kesal Shin,, dia menarik tangan yuanna untuk ikut bersamanya..


"Aneh sekali.. kenapa aku belum bertemu harimau dihutan begini ya..." Yuana mengalihkan topik pembicaraan sembari menolehkan wajahnya berkali kali kesekelilingnya.


"Aku akan jadi harimau untukmu hari ini" ucap Shin masih kesal kepada yuanna.


******


Ditempat lain.. Idris sedang terpojok diujung jurang didalam hutan, dibawah jurang terdapat sungai yang airnya mengalir cukup deras.. dia yang telah bersembunyi tidak menyangka akan diketahui oleh orang orang yang sedang mengejarnya..Idris melihat Zilan dengan membawa beberapa bawahan berjalan mendekatinya..

__ADS_1


"Kembalilah tuan muda,, " Zilan mencoba lebih mendekati Idris saat itu..


"Tuan muda.. aku bukan tuan muda mu!' Idris merasa aneh dengan sebutan Zilan..


"Kau adalah tuan muda kami,, kakekmu telah memerintahkan kepada kami untuk membawamu keselatan.. kau tidak seharusnya bebas saat ini... " Zilan menghentikan langkah kakinya ketika melihat Idris bersiap siap melompat jurang..


"Aku tidak kenal kakekku... Jangan bicara omong kosong.. wajahnya saja aku tidak ingat.. pergilah .. atau aku akan lompat" ancam Idris saat itu tidak menyenangi Sikap Zilan yang mendekatinya.. . Zilan melirik kearah bawahannya memberikan isyarat agar mereka menembak kedua kaki Idris bersamaan.. bawahannya yang berada dibelakang zilan menyadari perintah tersebut.. secara diam diam mereka mengambil pistol dari teman dibelakang mereka...


"Idris" Nana berlari kencang menerobos pertahanan bawahan Zilan saat itu... Dia menyenggol beberapa orang yang tidak menyadari kedatangannya,, membuat keseimbangan tubuhnya hampir melemah.. dia terus berlari setelah mengetahui beberapa orang mengambil pistol secara diam diam..dan mencoba untuk menembak Idris.


"Tembak" perintah Zilan kepada Bawahannya yang langsung di laksanakan mereka..


"Door" suara tembakan membubarkan burung burung yang saat itu berada didahan pohon..


"Ih... Sakit sekali" ucap Nana yang saat itu telah terjatuh membawa Idris bersamanya kedalam jurang tersebut.. betis Nana terkena tembakan dari salah satu bawahan Zilan..


"Byuuuur...'" Nana dan Idris terjatuh kedalam Air sungai yang dingin saat itu.. air yang mengalir dari atas bukit yang berada di dalam hutan. Zilan yang menyadari hal tersebut kemudian memerintahkan bawahannya untuk mencari Idris tapi Tiba tiba Sien datang menemukan mereka..


"Kita kembali... " Perintahnya kepada Zilan..


"Royan" tanya Zilan yang tidak menemukan Royan bersama dengannya.. Sien lalu memberitahu keberadaan Royan dan memerintahkan bawahannya untuk mengambil Royan yang saat itu sedang tak sadarkan diri sendirian ditengah hutan.


*****


Beberapa saat kemudian.. Idris berhasil menyelamatkan Nana dari aliran air yang cukup deras..

__ADS_1


"Kenapa kau bodoh sekali" maki Idris yang saat itu telah membawa Nana kepinggir sungai.. Idris terlihat sangat mengkhawatirkan keadaan Nana.. dia kemudian melihat betis Nana yang saat itu tertembak peluru.. Idris kesal ketika menemukan peluru telah tertancap masuk dibetis wanita itu..


"Sakit sekali.. " Nana menangis di atas tanah. Dia mengerang kesakitan membuat Idris semakin khawatir. .


"Sudah tahu sakit malah masuk dalam bahaya" Idris marah dengan sikap Nana.. pakaian basah mereka meneteskan air keatas tanah.. Idris dengan sigapnya lalu mengangkat tubuh kurus Nana dan membawanya untuk bersembunyi.. dia merasa belum aman untuk kembali saat itu...


"Aku melihat Mereka diam diam ingin menembak kakimu... Kau bahkan tidak akan menyadarinya" jelas Nana masih menangis dipelukan Idris.. Idris hanya bisa terdiam .. dia merasa bahwa Nana saat itu sangat membantunya.. dia berjalan membawa Nana bersamanya mencari tempat terbaik untuk menyembunyikan diri.


Shin menarik pergelangan tangan yuanna untuk mengikutinya.. dia membawa yuanna kekapal pesiar yang masih berlabuh di pinggir pantai.. dia tidak menemukan kapal lain disana.. dia berpikir bahwa kapal Sien mungkin berlabuh ditempat lain..


Para Crew kapal yang sudah sejak pagi menunggu kedatangan mereka keluar dari kapal.. mereka merasa aneh ketika hanya melihat ada dua orang yang berjalan menuju kapal tersebut.. mereka saling bertanya tanya tentang kepulangan mereka saat itu.


"Keluar.. jangan ada yang masuk kedalam.. malam ini tidur lah Diluar" perintah Shin keras yang kemudian dilaksanakan oleh mereka.. mereka lalu mengambil tenda dikapal tersebut.


"Shin .. kenapa kita malah kekapal... Harusnya kita kembali ketempat kakek Yiu.. aku yakin semua orang saat ini sedang khawatir'" jelas Yuanna masih mengikuti langkah kaki Shin dengan cepatnya..


"Aku sudah katakan,, hari ini aku akan menjadi harimau untukmu" ucap Shin kemudian menghentikan langkah kaki Yuanna lalu mengangkat tubuhnya.. yuanna merasa aneh dengan sikap Shin saat itu.. dia hanya diam berpikir dan tidak mengerti maksud dari kata kata Shin..


*******


Shin membawa yuanna masuk kedalam kapal menuju kekamar yang dia tempati sebelumnya.. Shin tampak sedang menahan sesuatu.. dia tersenyum lega masih bisa melihat yuanna berada disisinya..


"Kau bilang ,, kau mencintaiku bukan?'" tanya Shin kepada yuanna saat telah meletakkan yuanna diatas kasur.. yuanna duduk kemudian menatap Shin yang saat itu berdiri disamping kasur kamar tersebut..


"Hmm" angguk yuanna,, yuanna saat itu benar benar tegang.. dia mulai memikirkan hal hal kotor bersama dengan Shin.. Shin duduk disebelah yuanna.. kemudian memeluknya.. saat itu dia tidak lagi menahan dirinya.. Shin melepaskan pelukan yuanna kemudian mencium bibir mungil wanita tersebut..

__ADS_1


Yuanna,, dia membalas ciuman Shin saat itu.. dia yang tidak pandai berciuman sebelumnya saat itu mulai terbiasa dengan Ciuman yang selalu dilakukan oleh Shin.. Shin membuka baju kaos milik yuanna sesaat kemudian lalu menjatuhkannya diatas kasur..


"Malam ini..kita tidur bersama" ucap Shin kemudian lalu mengarahkan kepala nya keleher yuanna.. hari itu yuanna hanya bisa memasrahkan dirinya untuk Shin.


__ADS_2